Who Am I? Not Spiderman

My photo
Jakarta Pusat, DKI Jakarta, Indonesia
Rizky Novrianto is just an ordinary human being who try to live his life as extraordinary as it can be. I like to be different. You maybe able to find someone better than me, but You may never find someone like me. I hope common courtesy hasn't die yet. Treat people the way you want to be treated and even more, treat other people the way they want to be treated.

Tuesday, May 14, 2013

Diam atau Bicara...?


Mungkin kutipan yang paling terkenal mengenai tema kali ini adalah, "Silence is golden". Diam itu adalah emas, jadi anehnya kalo kita lihat kata-kata bijak yang beredar dimana-mana, kita tuh malah sangat-sangat dianjutkan untuk diam saja. Karena tampaknya, dalam diam tersimpan kebijakan yang sangat mendalam.

Kutipan selanjutnya yang ingin QQ bahas adalah yang satu ini,
"Better to remain silent and be thought a fool than to speak out and remove all doubts"
--Abraham Lincoln
Makna kutipan di atas adalah, terkadang kalo kita diam, orang akan mungkin berpikir, "Nih orang jangan-jangan bodoh nih.." Tapi menurut kutipan di atas, lebih baik begitu, paling nggak orang baru mengira-ngira. Daripada kalo kita bicara, dan orang malah yakin kita beneran bodoh karena ternyata yang kita ucapkan itu adalah ucapan yang tak bermakna. Ibaratnya itu, mendingan kita pake baju dan biarkan orang berimajinasi tentang bentuk badan kita, daripada kita beneran telanjang dan orang akan sadar bahwa bentuk badan kita ternyata tidak bagus.

"Courage is what it takes to stand up and speak, courage is also what it takes to sit down and listen"
--Winston Churchill
Sementara kalo kata Pak Winston Churchill, kita tuh butuh keberanian untuk berdiri dan berbicara, tapi kita juga butuh keberanian untuk tetap duduk dan mendengarkan. Terkadang pantat kita tuh gatel untuk berdiri dan nih mulut udah gerah aja pengen nyablak dan berkomentar terhadap apa yang kita dengarkan. Karena itu, kadang kekuatan untuk membuat kita tetap duduk dan mendengarkan adalah lebih besar daripada keberanian yang kita butuhkan untuk berdiri dan berbicara.

"Wise Men speak because they have something to say, Fools because they have to say something"
--Plato 
Dalam nada yang sama, kata Om Plato, Orang bijak berbicara karena mereka memiliki sesuatu untuk dikatakan, sementara orang bodoh berbicara hanya karena mereka harus berkata sesuatu. Jadi misalkan dalam sebuah diskusi kelompok, jika kita harus berbicara pastikan karena kita memang benar-benar butuh menyampaikan sesuatu kepada yang lain. Jangan jadi orang yang bodoh, pokoknya asal ngomong aja, yang penting kita punya andil, bahkan terkadang apa yang kita ucapkan tersebut menjadi tak bermakna. Sehingga akan kembali pada kutipan dari Mantan Presiden Abraham Lincoln tadi.

"When deeds speak, Words are nothing"
--Pierre-Joseph Proudhon
Sebuah kutipan yang singkat dari monsieur Pierre, namun maknanya sangat mendalam. Di dunia ini ada yang lebih penting dari sekedar ucapan atau bicara, itu adalah TINDAKAN. Terkadang orang hanya bisa berbicara tentang teori-teori semata tanpa bisa memberikan contoh yang nyata. Ketika kita melakukan sesuatu, mungkin kita akan membiarkan tindakan kita tersebut yang berbicara dan itu akan menjadi sebuah contoh yang baik. Luar biasanya adalah kita bahkan tidak perlu beneran ngomong, orang akan melihat dan menyadari apa yang ingin kita sampaikan.

"Never separate the life you live from the words you speak"
--Paul Wellstone
Ini juga adalah salah satu konsekuensi dari banyak berbicara. Jangan sampai kita menjalani hidup yang berbeda dari apa yang kita ucapkan. Orang kadang banyak bicara tentang kebenaran karena merasa sekedar tahu tentang itu, namun ternyata dalam kehidupan sehari-harinya tidak seperti apa yang dia ucapkan. Mungkin dalam keseharian kita, kita mengenal orang-orang ini dengan sebutan munafik. Kutipan ini juga menghimbau kita agar memperhatikan apa yang kita ucapkan dan senada dengan kutipan-kutipan sebelumnya.

Jadi apakah kita sebaiknya berbicara atau diam saja??
karena tampaknya justru berbicara itu menimbulkan konsekuensi dan praduga. 

"Think twice before you speak, because your words and influence will plant the seed of either success or failure in the mind of another"
--Napoleon Hill
Maka untuk itu, sebelum kita berbicara, kita harus berpikir lagi dan lagi mengenai apa yang akan kita ucapkan. Hati-hatilah dalam berbicara. Berbicara tidak di larang, hanya saja kita perlu memperhatikan lebih mendalam. Kata Tuan Napoleon itu, Apa yang kita ucapkan itu bisa daja menanamkan benih keberhasilan atau benih kegagalan dalam diri orang lain. Jika apa yang kita ucapkan itu benar, maka kita bisa saja malah membuat seseorang menjadi sukses. Namun jika apa yang kita sampaikan asal-asalan, bukan hanya membuat orang lain gagal, bisa juga akan menanamkan benih kebencian dalam diri orang tersebut kepada kita.

Kalo QQ sih sebenernya pengen kaya kutipan berikut:
"I speak my mind. If it offends some people, well, there's not much I can do about that. But I'm going to be honest. I'm going to continue speak my mind, and that's who I am"

--Jesse Ventura
QQ pengen banget bisa berbicara apa yang QQ rasakan, meski mungkin nantinya akan ada orang-orang yang terluka akibatnya, yah itu derita lo.... tapi pada dasarnya itu adalah kebenaran dan itu adalah apa yang QQ rasakan.
Bagi QQ, Diam memang emas, tapi berbicara adalah perak... ga jelek-jelek amat kok... hehehe...
 

Kutipan terakhir,
"We have two ears and one mouth so that we can listen twice as much as we speak"
Kita punya dua telinga dan hanya satu mulut, mungkin maknanya adalah supaya kita lebih banyak mendengar daripada berbicara atau paling nggaklah, kita mendengar dulu sebelum berbicara supaya kita tahu apa yang sedang kita bicarakan.

Mari kita belajar dari hidup Nabi Muhammad SAW. Beliau hidup selama kurang lebih 63 tahun. Kita saksikan saat ini diabadikan oleh berbagai penulis dan ahli sunnah, Beribu-ribu buku yang membahas mengenai apa yang diucapkan oleh Sang Nabi. Dalam kurun waktu hidupnya, beliau mampu membuat ucapan-ucapannya abadi dalam diri bermiliar-miliar orang.

Kita lihat diri kita dan berapa umur kita saat ini. Seandainya semua ucapan kita dijadikan buku, akan berapa tebal buku tersebut? dan berapa halaman dari buku tersebut yang akan memiliki pengaruh pada orang lain?

Mari kita kurangi berbicara yang tidak perlu dan mulai lebih intens mendengarkan.     

No comments:

Post a Comment