Pernah denger ucapan-ucapan sebagai berikut?
"Aku terima maaf kamu, tapi kita takkan pernah seperti dulu lagi..."
"Kamu aku maafkan, tapi kamu harus ini dan itu..."
dan yang paling famous adalah....
"You're forgiven, not forgotten...."
Terkadang kalo kita berbuat salah kepada seseorang, se-sulit-sulit-nya kita untuk minta maaf, percayalah lebih sulit lagi bagi orang yang harus memaafkan. Ibarat kata orang, kalo kita berbuat salah pada seseorang, ibaratnya kita menancapkan paku ke dalam sebuah batang kayu. Untuk meminta maaf, sesulit mencabut paku tersebut. Namun untuk memaafkannya, sesulit mengembalikan kondisi kayu tadi yang telah berlubang untuk kembali seperti semula.
Ustadz pada pengajian minggu lalu membahas masalah ini. Kemudian ada yang bertanya, "Ustadz, bagaimana jika kita sudah meminta maaf pada seseorang, namun orang tersebut tetap saja enggan untuk memaafkan kita. Apakah boleh kita kemudian mendiamkan dia juga? anggaplah sebagai 'memberi pelajaran' pada orang tersebut"
Pertanyaan yang sangat luar biasa, karena sadar ga sadar, kita sering melakukan hal ini. Kadang kita berbuat salah pada orang lain, kemudian kita sudah jungkir balik minta maaf, tapi orang tersebut tetap saja mengacuhkan kita. Lantas kemudian kita membalas mengacuhkan orang tersebut juga dengan dalil, "Biar tahu rasa."
Ternyata jawaban yang lebih luar biasa lagi disampaikan oleh sang Ustadz.
Ternyata, hal tersebut tidak ada dalil-nya. yeah, of course...
Meminta maaf adalah tugas dari orang yang berbuat salah, sementara memberi maaf adalah tugas dari orang yang disalahinya. Kita meminta maaf, jika kita tidak dimaafkan, maka minta maaflah sekali lagi. Namun kita jangan pernah mengacuhkan orang tersebut dengan dalil 'memberi pelajaran' baginya. Karena ketika kita mengacuhkannya, kita menutup pintu kebaikan kita padanya. Dengan terus berusaha berbuat baik kepada orang yang tak mau memaafkan kita tersebut, kita terus mendulang amal dan pahala di sisi Allah. Sedangkan bagi dia yang tak mau memaafkan kita, pintu kebaikan tertutup baginya, biarlah itu menjadi urusan Allah swt.
Kalo kata Pak Mario Teguh, Superrr sekali...
Intinya dalam hidup ini adalah terus berusaha berbuat baik pada orang lain. Namun jika ternyata kita berbuat salah pada orang lain, meminta maaflah dengan sepantasnya. Kalo misalnya kita nampar orang lain tanpa sebab yang jelas, terus minta maafnya cuma lewat sms dengan mengerik, "Maaf ya". Maka orang-orang kaya gini ga punya otak juga. minta maaflah dengan sepantasnya.
Jadi terkadang jika orang belum mau memaafkan kita, mungkin ada sesuatu yang belum kita lakukan. Kalo QQ pribadi, ucapan maaf terbaik bukanlah dengan ucapan dan berbagai tindakan untuk minta maafnya, melainkan melalui perbuatan. Tunjukkan bahwa kita menyesali perbuatan salah kita dan kita telah berubah dan berusaha untuk tidak terulang lagi di masa yang akan datang. Dengan perbuatan itu, kalo ama QQ, ga perlu lagi minta maaf, semuanya sudah berlalu dan termaafkan.
Kemudian Maaf itu apakah cukup dengan, "Iya saya maafkan" saja...?
Bagaimana dengan ucapan maaf yang ada di awal tulisan ini?
Kita maafkan orang tersebut, tapi perbuatannya itu takkan pernah kita lupakan. Apakah itu sama dengan telah memberi maaf? Ato ibaratnya kita dimaafkan, tapi ya udah setelah itu komunikasi tetap aja ga lancar.
Kalo kata pak Ustadz, itu belum mencapai tahapan 'Maaf yang sebenarnya'. Ketika setelah ucapan "Aku Maafkan" terucap, kemudian masih ada embel-embel setelahnya, maka itu artinya kita belum sepenuhnya memaafkan orang tersebut.
Tapi gimana ya Pak Ustadz... Kalo udah kita maafkan, eh terus orang tersebut menancapkan 'paku' di lubang yang sama dengan sebelumnya.... khan makin sakit tuh....
Pertanyaan ini tak pernah terucap, hanya dalam hati saja... haahahaha...
Tapi menurut QQ, itulah bedanya hati manusia dengan sebatang kayu. Hati manusia bisa sembuh, waktu bisa menyembuhkan luka. Hanya saja memang tak diingkari bahwa tempat yang sama akan rentan apabila terkena luka untuk kedua atau ketiga kalinya.
Namun jika kita memberikan maaf pada orang lain, berikanlah dengan tulus tanpa embel-embel di belakangnya. Dengan begitu, kita akan membuka pintu kebaikan kita terhadap orang tersebut. Kita juga menjalin silaturrahmi dengan orang tersebut. Bukankah menjalin silaturrahmi itu memperpanjang umur kita?
Jadi masalah meminta maaf dan dimaafkan ini memang dilematis.
Dari orang yang meminta maaf, terkadang kita merasa bahwa perbuatan kita tuh wajar-wajar saja. Namun kita harus menyadari bahwa setiap orang memiliki batasannya masing-masing. Jadi bika kita merasa telah menyakiti perasaan seseorang atau bahkan menyakiti fisik seseorang, maka sudah sepantasnya kita jungkir balik hingga orang tersebut mau memaafkan perbuatan salah kita.
Dari sisi orang yang memaafkan, maka ini adalah hak-nya sendiri untuk memberikan maaf atau menolak permintaan maaf dari seseorang yang berbuat salah kepada dirinya. Jadi sebelum kita merasa begitu sombong dan angkuh untuk enggan memaafkan, ingatlah bahwa Allah swt adalah Maha Pemaaf. Setiap kita enggan memaafkan orang lain, pikirkanlah, "Bagaimana jika Allah swt juga enggan untuk memaafkan setiap kesalahanku?"
Akan sangat lebih baik jika kita lebih berhati-hati agar kita tidak menyakiti perasaan orang lain. Namun jika ada yang berbuat salah kepada kita dan menyakiti hati kita, segeralah kita maafkan bahkan sebelum orang tersebut meminta maaf kepada kita. Selalulah kita berbuat kebaikan kepada orang lain, karena itu akan membuka pintu-pintu kebaikan untuk kita.
What can I do in one lifetime... I guess a lot. So let me share you a part of my one lifetime in this world. A wise man once said, "A smart person learn from his mistakes, but a wise person finds the smart person and learn from his mistakes altogether" Hope you can learn something from my story...
Who Am I? Not Spiderman
- Chronov
- Jakarta Pusat, DKI Jakarta, Indonesia
- Rizky Novrianto is just an ordinary human being who try to live his life as extraordinary as it can be. I like to be different. You maybe able to find someone better than me, but You may never find someone like me. I hope common courtesy hasn't die yet. Treat people the way you want to be treated and even more, treat other people the way they want to be treated.
Tuesday, June 25, 2013
Ada Apa dengan Speaker Masjid
Kita hidup di negara dengan mayoritas penduduknya Muslim, bahkan dengan jumlah penduduk Indonesia yang begitu besarnya, Indonesia menjadi Negara berpenduduk Muslim terbesar di dunia. Masjid menjamur di mana-mana. Sesuatu yang harusnya sangat kita syukuri dan sesuatu yang luar biasa. Namun terkadang QQ mikir, "Nih masjid punya speaker, kok berisik banget siiiih.....!!!!!!"
QQ nggak tahu ya, apa karena iman QQ emang tipis banget ato karena apa, tapi QQ kadang mikir, nih Masjid tuh terkadang mengeraskan suara yang tidak seharusnya ato sebenernya nggak perlu dikeraskan. Mari kita bahas satu per satu...
Misalkan nih pas lagi Sholat Ashar. 15-20 menit sebelum azan dikumandangkan, mulailah speaker akan mengumandangkan suara ngaji. Ada apa dengan mengaji? sebenernya QQ ga ada masalah, malah itu luar biasa bagusnya. Hanya saja, ga dikerasin ke speaker juga kali. Kenapa? Karena kalo ga salah, ada hadits yang bilang bahwa jika kita mendengar lantunan AlQur'an, maka kita dianjurkan untuk diam dan ikut khusyu' mendengarkan. Lha, ini dikerasin pake speaker... mau bikin diem orang se-kelurahan?? Dan yang kadang bikin QQ ga suka-nya itu, yang diputer adalah suara kaset.... apa coba maksudnya...?
Setiap huruf dalam AlQur'an itu ada pahalanya jika kita senandungkan, Namun kenapa kita membiarkan kaset yang mendapatkan pahala tersebut???
Selanjutnya adalah Azan Ashar dikumandangkan. Nah kalo yang ini kayanya emang kudu pake speaker. Meski emang pas jaman Nabi ga ditunjukkan dalam bentuk praktek, menurut QQ ini emang bid'ah, tapi bukan bid'ah jika kita tidak mewajibkannya. Namun akan sangat baik jika kita mengeraskannya agar terdengar ke penjuru negeri. Mungkin kalo jaman dulu ada ini speaker, mungkin Nabi udah make juga kali, hanya saja, pasti dalam tatanan yang wajar.
Selanjutnya adalah waktu sholatnya, Setelah dikumandangkan Iqamah, saatnya Sholat berjamaah dimulai. Ada 2 sholat yang bacaan Al-Fatihan dan Surat Pendek-nya tidak dibaca kencang, yakni Ashar dan Zuhur. Somehow menurut QQ, karena ini jamnya sibuk dan jam orang kerja. Jadi kalo bacaan tidak dikeraskan, sholat bisa lebih cepat dan tidak mengganggu orang lain. Eh tapiiiiiii..... Komando Allahu Akbar di tiap gerakan aja kudu pake speaker luar dan terdengar sampe penjuru negeri. Kok gituuuuuuuu???
Bukannya masjid biasanya punya 2 jenis speaker yaa? buat internal ama external. Ya kalo emang pas sholatnya udah dimulai, pake aja speaker internal.
Malah kadang yang bikin gemes tuh, abis itu ada anak-anak TPA. Sebenernya bagusnya luar biasa, mengetahui bahwa tiap sore anak-anak muda generasi penerus bangsa ini masih berkumpul untuk belajar agama. Tapiiii.... kenapa kudu pake speaker segala. Ntar kadang terdengar suara sang ustadz-nya manggil-manggil anak TPA, ato terdengar suara berisik mereka. Ato terdengar suara mereka belajar mengaji di speaker yang suaranya sampai ke penjuru negeri.
Kenapa.... oh kenapaaaaa.......???
Kita tuh hidup di Negeri 5 Menara (maaf, nyolong judul novel...), perasaan... QQ aja kayanya kurang nyaman dengan speaker Masjid yang suka mengeraskan berbagai hal itu. Bagaimana kira-kira perasaan orang dengan 'menara' yang lain? Jika orang sedang ingin istirahat sore atau siang, malah terdengar suara anak-anak TPA yang rada cempreng dan belum lancar baca Qur'an itu...
Islam memang agama mayoritas di negara ini, tapi kenapa Masjid ga bisa lebih toleransi kepada umat beragama lain?
Jika memang speaker Masjid harus bersuara, maka hendaklah hanya jika Mengumandangkan azan atau ada sebuah pengumuman yang memang harus disampaikan ke penjuru negeri, oh sama kalo pas takbiran, biar rame...
Tapi kalo pas udah sholat berjamaah dimulai, ato untuk anak-anak TPA, atau untuk pengajian ibu-ibu... ayolah, gunakan saja speaker internal agar suaranya cukup keras di dalam saja.
Kalo QQ sih kadang mikirnya tuh kalo dari sisi warga yang beragama lain, mungkin memang dari sisi terganggunya. Tapi kalo dari pribadi QQ, QQ lebih terganggu ama suara anak-anak TPA yang kadang terlalu kencang suaranya, sama penggunaan kaset untuk mengisi bagian mengaji sebelum azan. Kalo emang mau pake speaker masjid untuk mengaji sebelum azan, maka gunakanlah suara manusia, jangan suara mesin, meskipun memang itu rekaman suara manusia. Tapi gunakanlah suara manusia yang langsung.
Tapi meski begitu, QQ tetep aja berharap, Masjid dapat lebih mengatur, kapan saatnya harus menggunakan speaker luar dan kapan saatnya menggunakan speaker dalam saja.
Astaghfirullahalaziim.... moga aja QQ nulis ini bukan karena QQ takut kebakar pas denger suara ngaji dari masjid...
hehehehee......
QQ nggak tahu ya, apa karena iman QQ emang tipis banget ato karena apa, tapi QQ kadang mikir, nih Masjid tuh terkadang mengeraskan suara yang tidak seharusnya ato sebenernya nggak perlu dikeraskan. Mari kita bahas satu per satu...
Misalkan nih pas lagi Sholat Ashar. 15-20 menit sebelum azan dikumandangkan, mulailah speaker akan mengumandangkan suara ngaji. Ada apa dengan mengaji? sebenernya QQ ga ada masalah, malah itu luar biasa bagusnya. Hanya saja, ga dikerasin ke speaker juga kali. Kenapa? Karena kalo ga salah, ada hadits yang bilang bahwa jika kita mendengar lantunan AlQur'an, maka kita dianjurkan untuk diam dan ikut khusyu' mendengarkan. Lha, ini dikerasin pake speaker... mau bikin diem orang se-kelurahan?? Dan yang kadang bikin QQ ga suka-nya itu, yang diputer adalah suara kaset.... apa coba maksudnya...?
Setiap huruf dalam AlQur'an itu ada pahalanya jika kita senandungkan, Namun kenapa kita membiarkan kaset yang mendapatkan pahala tersebut???
Selanjutnya adalah Azan Ashar dikumandangkan. Nah kalo yang ini kayanya emang kudu pake speaker. Meski emang pas jaman Nabi ga ditunjukkan dalam bentuk praktek, menurut QQ ini emang bid'ah, tapi bukan bid'ah jika kita tidak mewajibkannya. Namun akan sangat baik jika kita mengeraskannya agar terdengar ke penjuru negeri. Mungkin kalo jaman dulu ada ini speaker, mungkin Nabi udah make juga kali, hanya saja, pasti dalam tatanan yang wajar.
Selanjutnya adalah waktu sholatnya, Setelah dikumandangkan Iqamah, saatnya Sholat berjamaah dimulai. Ada 2 sholat yang bacaan Al-Fatihan dan Surat Pendek-nya tidak dibaca kencang, yakni Ashar dan Zuhur. Somehow menurut QQ, karena ini jamnya sibuk dan jam orang kerja. Jadi kalo bacaan tidak dikeraskan, sholat bisa lebih cepat dan tidak mengganggu orang lain. Eh tapiiiiiii..... Komando Allahu Akbar di tiap gerakan aja kudu pake speaker luar dan terdengar sampe penjuru negeri. Kok gituuuuuuuu???
Bukannya masjid biasanya punya 2 jenis speaker yaa? buat internal ama external. Ya kalo emang pas sholatnya udah dimulai, pake aja speaker internal.
Malah kadang yang bikin gemes tuh, abis itu ada anak-anak TPA. Sebenernya bagusnya luar biasa, mengetahui bahwa tiap sore anak-anak muda generasi penerus bangsa ini masih berkumpul untuk belajar agama. Tapiiii.... kenapa kudu pake speaker segala. Ntar kadang terdengar suara sang ustadz-nya manggil-manggil anak TPA, ato terdengar suara berisik mereka. Ato terdengar suara mereka belajar mengaji di speaker yang suaranya sampai ke penjuru negeri.
Kenapa.... oh kenapaaaaa.......???
Kita tuh hidup di Negeri 5 Menara (maaf, nyolong judul novel...), perasaan... QQ aja kayanya kurang nyaman dengan speaker Masjid yang suka mengeraskan berbagai hal itu. Bagaimana kira-kira perasaan orang dengan 'menara' yang lain? Jika orang sedang ingin istirahat sore atau siang, malah terdengar suara anak-anak TPA yang rada cempreng dan belum lancar baca Qur'an itu...
Islam memang agama mayoritas di negara ini, tapi kenapa Masjid ga bisa lebih toleransi kepada umat beragama lain?
Jika memang speaker Masjid harus bersuara, maka hendaklah hanya jika Mengumandangkan azan atau ada sebuah pengumuman yang memang harus disampaikan ke penjuru negeri, oh sama kalo pas takbiran, biar rame...
Tapi kalo pas udah sholat berjamaah dimulai, ato untuk anak-anak TPA, atau untuk pengajian ibu-ibu... ayolah, gunakan saja speaker internal agar suaranya cukup keras di dalam saja.
Kalo QQ sih kadang mikirnya tuh kalo dari sisi warga yang beragama lain, mungkin memang dari sisi terganggunya. Tapi kalo dari pribadi QQ, QQ lebih terganggu ama suara anak-anak TPA yang kadang terlalu kencang suaranya, sama penggunaan kaset untuk mengisi bagian mengaji sebelum azan. Kalo emang mau pake speaker masjid untuk mengaji sebelum azan, maka gunakanlah suara manusia, jangan suara mesin, meskipun memang itu rekaman suara manusia. Tapi gunakanlah suara manusia yang langsung.
Tapi meski begitu, QQ tetep aja berharap, Masjid dapat lebih mengatur, kapan saatnya harus menggunakan speaker luar dan kapan saatnya menggunakan speaker dalam saja.
Astaghfirullahalaziim.... moga aja QQ nulis ini bukan karena QQ takut kebakar pas denger suara ngaji dari masjid...
hehehehee......
Monday, June 24, 2013
Profiling Pegawai
Prinsip dasar dalam penempatan seorang pegawai adalah, "Ga ada KEPRIBADIAN yang buruk, yang ada adalah PENEMPATAN yang buruk." Banyak dari kita menganggap bahwa "Introvert" merupakan sebuah kepribadian yang buruk karena dengan seorang menjadi introvert maka ia akan sulit bergaul. Jadi misalkan nih introvert ditempatkan di posisi misalkan marketing maka dia takkan sukses.
Lantas kemudian orang-orang menyalahkan kepribadiannya dan memaksanya menjadi seseorang yang bukan dirinya. Mari coba kita soroti masalah ini dengan cahaya yang berbeda. Jika dia adalah seorang introvert dan semua orang tahu itu termasuk bagian kepegawaiannya, namun dia tetap ditempatkan di bagian marketing, mari kita tanyakan pada diri kita masing-masing, siapa yang bodoh di sini?
Meskipun seseorang itu introvert, dia tetap merupakan pegawai perusahaan kita dan juga merupakan aset tersendiri. Sekarang masalahnya adalah bagaimana kita menempatkan orang ini pada tempat yang tepat. Misalkan bagian Accounting yang memang nggak mengharuskan dia berhubungan dengan pelanggan dan dia bisa berfokus pada perhitungan akuntansi yang dia kerjakan.
Setiap kepribadian merupakan sebuah potensi masing-masing dari tiap orang yang tentunya tidak bisa kita sama ratakan semuanya. Namun paling tidak, kita bisa menganalisis secara garis besarnya kepribadian seseorang itu bagaimana. Untuk itulah meluncur sebuah ide mengenai profiling pegawai alias penentuan profil masing-masing pegawai. Sehingga harapannya semoga masing-masing pegawai ditempatkan di posisi yang memang sesuai dengan kepribadiannya masing-masing.
Misalkan, untuk bagian Front Desk Officer dibutuhkan kepribadian yang outgoing, easygoing dan extrovert-lah pokoknya. Sementara untuk bagian Advertising dibutuhkan orang yang kreatif, supel, gaul dan sebagainya. Senentara untuk bagian teknisi komputer dibutuhkan orang yang sifatnya agak introvert namun pengetahuan teknisnya luar biasa.
Dengan adanya kategori-kategori tersebut, yang perlu kita lakukan adalah menempatkan kepribadian yang tepat pada posisi yang tepat, sehingga orang tersebut bisa berkembang secara maksimal.
Kantor QQ sih kayanya sedang berusaha melakukan hal tersebut, Namun hanya saja, anehnya... setiap kali ada sebuah kebijakan tertentu di kantor... kok rasanya tujuan pertamanya tuh pasti "untuk menghabiskan anggaran" dulu, baru kemudian tujuan sebenarnya menjadi tujuan yang sekunder.
Test Potensi Akademik ini udah QQ ikutin 4 kali deh kayanya.
1. Pas ikut test STAN
2. Pas ikut test KPPN Percontohan
3. Pas ikut test Tugas Belajar ke UGM
4. kemaren
Anehnya, kata mereka sih ketika ditanya, "Khan kemaren-kemaren udah, kenapa harus ikut lagi?"
Jawaban mereka adalah, "Yang kemaren berbeda, nilainya ga bisa dikonversi karena penyelenggara (provider)-nya beda..."
Awalnya sih, okelah kalo begitu...
Eh tahu-tahu pas udah ikutan...
Lha ini test-nya sama aja sama yang kemaren...
Gambar, test IQ, Test Konsistensi...
Yang mananya yang ga bisa dikonversi???
Yang beda cuma adanya test Presentasi aja. Yang katanya ada wawancara, ternyata hanya kedok doang. Mana ada wawancara... yang ada kita dikasih serangkaian pertanyaan dan kita diminta menjawabnya secara tertulis di tempat yang sempit dan terbatas.
Oh, kebijakan di negara ini....
Padahal niatnya tuh luar biasa bagusnya, tapi mengapa terkadang pelaksanaannya tuh hanya kedok dibalik kedok dan dibalik kedok lagi. Tak lebih dari upaya-upaya untuk menghabiskan anggaran semata supaya daya serap tinggi. Nih sistem anggaran kita masih serasa sistem tradisional aja... padahal katanya performance based.
Kembali ke topik profiling pegawai.
Jadi, terkadang memang kita merasakan kok sebuah pekerjaan tidak cocok dengan kepribadian kita. Namun bukan berarti kita harus merubah siapa kita yang sebenarnya. Karena sekali lagi, tidak ada kepribadian yang buruk. oh, btw... Bodoh dan Malas itu bukan kepribadian.... hahaha...
Kita hanya perlu menemukan pekerjaan yang tepat untuk potensi yang kita miliki. Namun dalam prakteknya, dunia pekerjaan memang tidak se-ideal yang kita inginkan. Maka itu penting bagi kita untuk bisa menjadi seperti bunglon. Jangan kekang diri kita dalam sebuah kelas kepribadian tertentu.
Jika kita seorang introvert misalnya, ketika kita ditempatkan di bagian front office, maka menjelmalah layaknya bunglon ke dalam pribadi yang outgoing, supel dan menyenangkan. Mengapa? bukan karena kepribadian kita buruk, hanya saja kita harus bisa beradaptasi dengan situasi dan kondisi yang ada. Hey, terkadang kenyataan memang tak selalu seperti yang kita bayangkan.
Selalu saja ingat, "Be your self, only better..."
Selalu menjadi diri kita sendiri, hanya saja lebih baik...
Kita semua punya potensi untuk menjadi orang yang kita inginkan, hanya saja tinggal apakah kita siap untuk menjadi aktor-aktor dan aktris-aktris dalam sebuah drama yang berjudul, KEHIDUPAN....??
Lantas kemudian orang-orang menyalahkan kepribadiannya dan memaksanya menjadi seseorang yang bukan dirinya. Mari coba kita soroti masalah ini dengan cahaya yang berbeda. Jika dia adalah seorang introvert dan semua orang tahu itu termasuk bagian kepegawaiannya, namun dia tetap ditempatkan di bagian marketing, mari kita tanyakan pada diri kita masing-masing, siapa yang bodoh di sini?
Meskipun seseorang itu introvert, dia tetap merupakan pegawai perusahaan kita dan juga merupakan aset tersendiri. Sekarang masalahnya adalah bagaimana kita menempatkan orang ini pada tempat yang tepat. Misalkan bagian Accounting yang memang nggak mengharuskan dia berhubungan dengan pelanggan dan dia bisa berfokus pada perhitungan akuntansi yang dia kerjakan.
Setiap kepribadian merupakan sebuah potensi masing-masing dari tiap orang yang tentunya tidak bisa kita sama ratakan semuanya. Namun paling tidak, kita bisa menganalisis secara garis besarnya kepribadian seseorang itu bagaimana. Untuk itulah meluncur sebuah ide mengenai profiling pegawai alias penentuan profil masing-masing pegawai. Sehingga harapannya semoga masing-masing pegawai ditempatkan di posisi yang memang sesuai dengan kepribadiannya masing-masing.
Misalkan, untuk bagian Front Desk Officer dibutuhkan kepribadian yang outgoing, easygoing dan extrovert-lah pokoknya. Sementara untuk bagian Advertising dibutuhkan orang yang kreatif, supel, gaul dan sebagainya. Senentara untuk bagian teknisi komputer dibutuhkan orang yang sifatnya agak introvert namun pengetahuan teknisnya luar biasa.
Dengan adanya kategori-kategori tersebut, yang perlu kita lakukan adalah menempatkan kepribadian yang tepat pada posisi yang tepat, sehingga orang tersebut bisa berkembang secara maksimal.
Kantor QQ sih kayanya sedang berusaha melakukan hal tersebut, Namun hanya saja, anehnya... setiap kali ada sebuah kebijakan tertentu di kantor... kok rasanya tujuan pertamanya tuh pasti "untuk menghabiskan anggaran" dulu, baru kemudian tujuan sebenarnya menjadi tujuan yang sekunder.
Test Potensi Akademik ini udah QQ ikutin 4 kali deh kayanya.
1. Pas ikut test STAN
2. Pas ikut test KPPN Percontohan
3. Pas ikut test Tugas Belajar ke UGM
4. kemaren
Anehnya, kata mereka sih ketika ditanya, "Khan kemaren-kemaren udah, kenapa harus ikut lagi?"
Jawaban mereka adalah, "Yang kemaren berbeda, nilainya ga bisa dikonversi karena penyelenggara (provider)-nya beda..."
Awalnya sih, okelah kalo begitu...
Eh tahu-tahu pas udah ikutan...
Lha ini test-nya sama aja sama yang kemaren...
Gambar, test IQ, Test Konsistensi...
Yang mananya yang ga bisa dikonversi???
Yang beda cuma adanya test Presentasi aja. Yang katanya ada wawancara, ternyata hanya kedok doang. Mana ada wawancara... yang ada kita dikasih serangkaian pertanyaan dan kita diminta menjawabnya secara tertulis di tempat yang sempit dan terbatas.
Oh, kebijakan di negara ini....
Padahal niatnya tuh luar biasa bagusnya, tapi mengapa terkadang pelaksanaannya tuh hanya kedok dibalik kedok dan dibalik kedok lagi. Tak lebih dari upaya-upaya untuk menghabiskan anggaran semata supaya daya serap tinggi. Nih sistem anggaran kita masih serasa sistem tradisional aja... padahal katanya performance based.
Kembali ke topik profiling pegawai.
Jadi, terkadang memang kita merasakan kok sebuah pekerjaan tidak cocok dengan kepribadian kita. Namun bukan berarti kita harus merubah siapa kita yang sebenarnya. Karena sekali lagi, tidak ada kepribadian yang buruk. oh, btw... Bodoh dan Malas itu bukan kepribadian.... hahaha...
Kita hanya perlu menemukan pekerjaan yang tepat untuk potensi yang kita miliki. Namun dalam prakteknya, dunia pekerjaan memang tidak se-ideal yang kita inginkan. Maka itu penting bagi kita untuk bisa menjadi seperti bunglon. Jangan kekang diri kita dalam sebuah kelas kepribadian tertentu.
Jika kita seorang introvert misalnya, ketika kita ditempatkan di bagian front office, maka menjelmalah layaknya bunglon ke dalam pribadi yang outgoing, supel dan menyenangkan. Mengapa? bukan karena kepribadian kita buruk, hanya saja kita harus bisa beradaptasi dengan situasi dan kondisi yang ada. Hey, terkadang kenyataan memang tak selalu seperti yang kita bayangkan.
Selalu saja ingat, "Be your self, only better..."
Selalu menjadi diri kita sendiri, hanya saja lebih baik...
Kita semua punya potensi untuk menjadi orang yang kita inginkan, hanya saja tinggal apakah kita siap untuk menjadi aktor-aktor dan aktris-aktris dalam sebuah drama yang berjudul, KEHIDUPAN....??
Psikotest : Can it Really Measure You?
QQ bukanlah seorang penggemar yang namanya test dalam bentuk psikotest ini. Kadang kalo dalam proses penerimaan pegawai, ini namanya Test Potensi Akademik (TPA), sekalipun dalam beberapa teori dan praktek ada yang bilang bahwa punya IQ yang baik saja tuh nggak cukup, karena ada yang namanya Spiritual Quotient (SQ) dan ada juga Emotional Quotient (EQ) alih-alih hanya berpatokan pada Intelligence Quotient (IQ).
Tapi bagaimanapun juga, karena memang mayoritas kita sudah terbiasa menilai dengan IQ saja, yah... TPA ini masih menjamur dimana-mana sebagai alat untuk mengukur kemampuan dasar kita sebagai manusia. Karena, belum ada alat yang pasti deh kayanya yang bisa digunakan untuk mengukur secara akurat mengenai potensi SQ dan EQ seseorang.
Menurut QQ, Test IQ itu emang sebenernya bisa mengukur kemampuan dasar seseorang. Misalnya gini, ada soal matematika dasar yang sering muncul di test IQ. "Jika suatu pekerjaan bisa diselesaikan 2 orang dalam satu hari, maka berapa lama suatu pekerjaan tersebut selesai bila diekerjakan oleh 8 orang?" Misalnya...
Nah, kita sebenernya bisa melihat reaksi orang tersebut, bagaimana dia melakukan perhitungannya. Apakah cukup baginya untuk melakukan perhitungan di dalam pikirannya saja? ato dia perlu menuliskan rumusnya dari awal di kertas coret-coret? Ato jangan-jangan dia cukup melihat soalnya saja dan kemudian langsung tahu jawabannya.
Nah, menurut QQ, test yang sifatnya eksakta kaya gini, ini bisa kita andalkan sebagai alat ukur kemampuan dasar seseorang. Karena bagian-bagian dari test IQ ini antara lain adalah misalnya meneruskan pola. Dengan test ini, kita melatih proses analisis kita, dengan melihat pola yang ada, kita bisa menentukan pola selanjutnya apa. Banyak hal yang bisa kita nilai dari kemampuan kita disini. Ato kemaren tuh malah ada test yang ada gambar, trus kita diminta menebak, kalo dijadikan bangun 3 dimensi, bentuknya kaya apa. Ini juga menganalisis proses imajinasi kita. Apakah kita bisa langsung tahu bentuknya kaya apa, ato kita harus meniru polanya dan membentuknya secara nyata dulu baru bisa tahu bentuknya kaya apa.
Test ini tidak menilai pengetahuan kita secara umum. Test ini hanya menilai 'Potensi' kita. Apabila kita ditemukan dengan masalah seperti "ini" bisakah kita datang dengan solusinya? seberapa cepat otak kita bisa memikirkan solusi untuk sebuah masalah? atau seberapa tepat solusi yang kita berikan tersebut.
Namun ada bagian dari TPA tuh yang QQ benci, ketika sudah masuk ke bagian yang sifatnya kualitatif. Kalo yang sebelumnya tadi khan tuh sifatnya pasti. Salah berapa, bener berapa, dapet berapa soal yang berhasil dikerjakan dalam waktu tertentu? Tapi ada beberapa bagian yang menurut QQ kurang bisa diandalkan dalam menilai bagaimana pribadi kita.
Contohnya, Test gambar...
Benarkah kita bisa mengukur pribadi seseorang dari gambar yang dia buat?
Okelah, mungkin dengan penelitian yang cukup lama dan menyeluruh, kita bisa menilai orang berdasarkan gambar yang dia buat. Hanya saja, menurut QQ masalahnya adalah... Kalo gitu, dengan mengubah gambar kita, kita bisa mengubah kepribadian kita??
misalkan nih orang penjahat nih, tapi dia melek teknologi. Terus karena dia googling soal test gambar ini, dia menemukan bagaimana gambar yang ideal itu seharusnya. Kemudian dia membuat sebuah gambar yang kira-kira menguntungkan dirinya. Apakah bisa dinilai dan dipercayai hasil test-nya?
Dengan adanya teknologi internet, meskipun emang ga pernah bisa ditemukan jawaban yang pasti atau gambar yang terbaik untuk test tersebut, tapi menurut QQ, sebagian besar rahasianya sudah bocor. Sehingga test ini hanya bermanfaat bagi mereka yang belum pernah mengetahuinya, maka dia akan menggambar apa adanya dirinya dan tidak berusaha menggambar sesuatu yang bukan dirinya.
Sama satu lagi test yang QQ ga suka, Test konsistensi. Ada tuh test yang milih diantara dua,
a. Saya suka bergaul dengan orang lain
b. Saya suka menyenangkan atasan
dan soalnya diulang berkali-kali dengan nada yang kurang lebih sama. Kalo mengikuti instruksi yang diberikan, "Jawab sesuai dengan kepribadian anda", maka kita justru akan terjebak. Banyak yang bilang, ini merupakan test konsistensi. Untuk melihat bagaimana konsistensi sikap kita terhadap apa yang kita jawab.
Namun kemaren test ini dilengkapi dagi dengan kuadrat 3. ada 3 test sejenis diberikan dalam satu waktu. Waduuuh, puyeng pangkat 3 dah. Malah ada test essay yang memiliki satu pertanyaan, "Siapakah saya?" Pada bagian ini, QQ rasanya kecele abis-abisan. Karena QQ terpatri pada idealisme (#Deile), jadi QQ ngisi beneran apa yang ada di benak QQ saat itu.
1. Saya adalah manusia biasa
2. Saya adalah seorang hamba Tuhan YME
dst...
Ternyata QQ baru kepikiran, jangan-jangan nih test ada hubungannya ama test konsistensi sebelumnya. Jadi kita tuh harusnya ngisi apa yang telah kita isi sebelumnya. Misalkan pada test sebelumnya kita memilih "Saya adalah orang yang suka memperhatikan detail dan kerapihan" maka itulah yang kita pindahkan ke lembar jawaban.
Kenapa QQ mikir gitu, karena pada pertanyaan selanjutnya adalah, kita diminta mengisi 5 yang kita anggap paling kita banget. Dan untuk yang itu, QQ ngisinya lagi-lagi berbeda dengan test konsistensi tadi. Aaargh.....
Benci banget dah ama Psikotest dan semua misteri yang ada di belakangnya itu. Coba bayangkan, bagaimana bisa kita menggambarkan kepribadian kita berdasarkan pilihan-pilihan yang tersedia di soal sebelumnya. Seharusnya pertanyaanya menjadi, "Siapakah saya, DI TEMPAT KERJA" alih-alih hanya menuliskan pertanyaan, "Siapakah saya?" karena jawabannya bisa luassssssssssssssss....
Yah, ibarat kata, QQ udah memberikan yang terbaik, udah berusaha True to myself, semoga aja mendapatkan hasil yang terbaik dari Psikotest kemaren. Yah, meskipun IQ QQ jeblok, semoga aja QQ bisa menutupinya dengan SQ dan EQ yang QQ miliki.
Tapi bagaimanapun juga, karena memang mayoritas kita sudah terbiasa menilai dengan IQ saja, yah... TPA ini masih menjamur dimana-mana sebagai alat untuk mengukur kemampuan dasar kita sebagai manusia. Karena, belum ada alat yang pasti deh kayanya yang bisa digunakan untuk mengukur secara akurat mengenai potensi SQ dan EQ seseorang.
Menurut QQ, Test IQ itu emang sebenernya bisa mengukur kemampuan dasar seseorang. Misalnya gini, ada soal matematika dasar yang sering muncul di test IQ. "Jika suatu pekerjaan bisa diselesaikan 2 orang dalam satu hari, maka berapa lama suatu pekerjaan tersebut selesai bila diekerjakan oleh 8 orang?" Misalnya...
Nah, kita sebenernya bisa melihat reaksi orang tersebut, bagaimana dia melakukan perhitungannya. Apakah cukup baginya untuk melakukan perhitungan di dalam pikirannya saja? ato dia perlu menuliskan rumusnya dari awal di kertas coret-coret? Ato jangan-jangan dia cukup melihat soalnya saja dan kemudian langsung tahu jawabannya.
Nah, menurut QQ, test yang sifatnya eksakta kaya gini, ini bisa kita andalkan sebagai alat ukur kemampuan dasar seseorang. Karena bagian-bagian dari test IQ ini antara lain adalah misalnya meneruskan pola. Dengan test ini, kita melatih proses analisis kita, dengan melihat pola yang ada, kita bisa menentukan pola selanjutnya apa. Banyak hal yang bisa kita nilai dari kemampuan kita disini. Ato kemaren tuh malah ada test yang ada gambar, trus kita diminta menebak, kalo dijadikan bangun 3 dimensi, bentuknya kaya apa. Ini juga menganalisis proses imajinasi kita. Apakah kita bisa langsung tahu bentuknya kaya apa, ato kita harus meniru polanya dan membentuknya secara nyata dulu baru bisa tahu bentuknya kaya apa.
Test ini tidak menilai pengetahuan kita secara umum. Test ini hanya menilai 'Potensi' kita. Apabila kita ditemukan dengan masalah seperti "ini" bisakah kita datang dengan solusinya? seberapa cepat otak kita bisa memikirkan solusi untuk sebuah masalah? atau seberapa tepat solusi yang kita berikan tersebut.
Namun ada bagian dari TPA tuh yang QQ benci, ketika sudah masuk ke bagian yang sifatnya kualitatif. Kalo yang sebelumnya tadi khan tuh sifatnya pasti. Salah berapa, bener berapa, dapet berapa soal yang berhasil dikerjakan dalam waktu tertentu? Tapi ada beberapa bagian yang menurut QQ kurang bisa diandalkan dalam menilai bagaimana pribadi kita.
Contohnya, Test gambar...
Benarkah kita bisa mengukur pribadi seseorang dari gambar yang dia buat?
Okelah, mungkin dengan penelitian yang cukup lama dan menyeluruh, kita bisa menilai orang berdasarkan gambar yang dia buat. Hanya saja, menurut QQ masalahnya adalah... Kalo gitu, dengan mengubah gambar kita, kita bisa mengubah kepribadian kita??
misalkan nih orang penjahat nih, tapi dia melek teknologi. Terus karena dia googling soal test gambar ini, dia menemukan bagaimana gambar yang ideal itu seharusnya. Kemudian dia membuat sebuah gambar yang kira-kira menguntungkan dirinya. Apakah bisa dinilai dan dipercayai hasil test-nya?
Dengan adanya teknologi internet, meskipun emang ga pernah bisa ditemukan jawaban yang pasti atau gambar yang terbaik untuk test tersebut, tapi menurut QQ, sebagian besar rahasianya sudah bocor. Sehingga test ini hanya bermanfaat bagi mereka yang belum pernah mengetahuinya, maka dia akan menggambar apa adanya dirinya dan tidak berusaha menggambar sesuatu yang bukan dirinya.
Sama satu lagi test yang QQ ga suka, Test konsistensi. Ada tuh test yang milih diantara dua,
a. Saya suka bergaul dengan orang lain
b. Saya suka menyenangkan atasan
dan soalnya diulang berkali-kali dengan nada yang kurang lebih sama. Kalo mengikuti instruksi yang diberikan, "Jawab sesuai dengan kepribadian anda", maka kita justru akan terjebak. Banyak yang bilang, ini merupakan test konsistensi. Untuk melihat bagaimana konsistensi sikap kita terhadap apa yang kita jawab.
Namun kemaren test ini dilengkapi dagi dengan kuadrat 3. ada 3 test sejenis diberikan dalam satu waktu. Waduuuh, puyeng pangkat 3 dah. Malah ada test essay yang memiliki satu pertanyaan, "Siapakah saya?" Pada bagian ini, QQ rasanya kecele abis-abisan. Karena QQ terpatri pada idealisme (#Deile), jadi QQ ngisi beneran apa yang ada di benak QQ saat itu.
1. Saya adalah manusia biasa
2. Saya adalah seorang hamba Tuhan YME
dst...
Ternyata QQ baru kepikiran, jangan-jangan nih test ada hubungannya ama test konsistensi sebelumnya. Jadi kita tuh harusnya ngisi apa yang telah kita isi sebelumnya. Misalkan pada test sebelumnya kita memilih "Saya adalah orang yang suka memperhatikan detail dan kerapihan" maka itulah yang kita pindahkan ke lembar jawaban.
Kenapa QQ mikir gitu, karena pada pertanyaan selanjutnya adalah, kita diminta mengisi 5 yang kita anggap paling kita banget. Dan untuk yang itu, QQ ngisinya lagi-lagi berbeda dengan test konsistensi tadi. Aaargh.....
Benci banget dah ama Psikotest dan semua misteri yang ada di belakangnya itu. Coba bayangkan, bagaimana bisa kita menggambarkan kepribadian kita berdasarkan pilihan-pilihan yang tersedia di soal sebelumnya. Seharusnya pertanyaanya menjadi, "Siapakah saya, DI TEMPAT KERJA" alih-alih hanya menuliskan pertanyaan, "Siapakah saya?" karena jawabannya bisa luassssssssssssssss....
Yah, ibarat kata, QQ udah memberikan yang terbaik, udah berusaha True to myself, semoga aja mendapatkan hasil yang terbaik dari Psikotest kemaren. Yah, meskipun IQ QQ jeblok, semoga aja QQ bisa menutupinya dengan SQ dan EQ yang QQ miliki.
Friday, June 21, 2013
Grape Vine Communication alias Gossip
Kemarin QQ iseng ngebaca-baca ulang beberapa blog dari tahun 2006 sampe 2011, ternyata kalo QQ pikir-pikir, kayanya ga banyak yang berubah deh dari inti penulisan QQ, yah, semoga aja idelisme itu akan tetap bisa bertahan sampe nanti QQ beneran jadi Presiden Ri. hahaha....
Entah nih topik udah pernah ato belum dibahas, tapi hari ini ide untuk penulisan tema ini muncul. Yaitu tentang sebuah metode komunikasi yang sebenarnya kalo diterjemahkan secara gamblang adalah Gosip di kantor, tapi dapat nama keren dengan Grape Vine Communication, yaitu komunikasi sulur anggur (ga tahu deh apa itu penerjemahan yang pantas).
Dalam ilmu komunikasi dan dalam pelajaran Manajemen Sumber Daya Manusia, Grape Vine ini dikenal sebagai salah satu metode komunikasi yang sebenernya bagus untuk dimanfaatkan. Percaya ga percaya, gosip tuh bisa menyebar dalam kecepatan cahaya (#lebay). Jadi ketika suatu manajemen hendak menguji keputusan yang akan mereka buat, bisa aja disebarkan dulu melalui metode grape vine ini untuk melihat reaksi sesaat dari pihak yang akan melaksanakan keputusan itu.
Ato misalkan juga seorang artis ingin mengetahui kepopuleran mereka, daripada mereka langsung maen launching album aja, maka menurut QQ, metode grape vine ini bisa dikedokkan sebagai "bocoran". Seorang artis mau meluncurkan lagu baru nih, maka ntar dengan berkedok, lagunya di-hack dan tersebar lebih awal. Kemudian manajemen rekaman bisa melihat reaksi pasar terhadap lagu tersebut. Misalkan melaui jumlah donlot-an dan komentar pendengar. Bisa saja, jika hasilnya jelek, perluncuran bisa dibatalkan, sementara jika bagus, maka dengan dalih "Biar ga makin parah kebocorannya", maka album diluncurkan lebih awal dari tanggal sebelumnya.
Ini adalah kesaktian metode grape vine ini. Kita sebenernya ga perlu keluar duit yang banyak-banyak amat, tapi informasi dapat tersebat luas melalui metode ini dan dalam waktu yang cepat pula, sehingga kita bisa menilai dengan segera bagaimana reaksi pasar.
Kalo QQ sendiri cukup sering menggunakan metode ini untuk penyebaran informasi atau menyampaikan informasi kepada orang-orang secara tidak langsung. Misalkan QQ ingin menyampaikan sebuah cerita kepada si A, namun QQ malas untuk berbicara dengan si A dan mendapatkan reaksi langsung dari si A. Maka QQ akan mencari si B yang QQ tahu, A dan B ini merupakan teman baik dan suka saling berbagi cerita. Maka secara tidak langsung, dengan memberitahu si B, QQ memberitahu si A melalui metode gossip.
Yah, mungkin ini cuma penerjemahan gamblang aja dari QQ mengenai metode ini, namun dengan memahami hal ini, kita jadi bisa memahami sesuatu. Misalkan kita mendapatkan sebuah kabar baik, kemudian kita bercerita pada seseorang, maka perhatikan baik-baik orang tersebut. Apakah orang tersebut biang grape vine di kantor? karena kalo iya, maka memberi tahu orang tersebut, sama saja dengan memberitahu orang seisi kantor. Jadi ketika kita memang hanya ingin informasi ini terjaga antar 2 pihak saja, perhatikan baik-baik lawan bicara kita dan kebiasaannya.
Untuk mencari dan mengetahui siapa saja biang grape vine di kantor kita, memang butuh pengalaman tersendiri, namun kayanya ga sulit menemukan biang gosip seperti ini. hahahaha... karena mereka sering menampakkan diri dengan sendirinya.
Jadi kalo QQ menceritakan sesuatu kepada seseorang, QQ udah tahu nih cerita dalam beberapa hari bakal udah nyampenya kemana aja. hahaha...
Namun sistem informasi seperti ini memang punya kekurangannya tersendiri. Jika sebuah informasi tersebar terlalu luas tanpa ada sumber yang jelas, maka informasi bisa saja menjadi liar tak tekendali. misalkan kita kasih contoh begini,
Informasi :
"Pak Budi beli baju baru"
satu level kemudian informasi menjadi : "Pak Budi beli baju baru merk Executive"
dua level kemudian menjadi : "Pak Budi beli baju mahal, mobilnya aja kelihatan baru terus"
tiga level kemudian menjadi : "Pak Budi suka ganti-ganti mobil"
Percaya ga percaya, beberapa level kemudian, informasi tersebut bisa saja berubah menjadi, "Pak Budi beli mobil baru"
Yah, namanya juga gosip... masing-masing orang ingin menambahkan twist mereka masing-masing.
Jadi ketika kita hendak menggunakan sistem ini, pastikan masih dalam level yang bisa kita kendalikan dan pantau. Karena informasi tersebut bisa saja berevolusi menjadi sesuatu yang sangat-sangat berbeda dengan informasi awalnya.
Namun kalo QQ sih pas ternyata jalannya informasi itu menjadi liar dan tak terkendali, kemudian orang-orang mengkonfirmasi hal tersebut balik ke sumbernya alias ke QQ, tinggal ngeles aja, "Apaa?? masa...? ah gosip doang itu...." hahaha.......
Yah, ibarat pisau laaah, kalo kita tak hati-hati menggunakannya, pisau tersebut bisa mengiris jari kita dan menjadi sesuatu yang berbahaya. Segala sesuatu di dunia ini adalah tentang bagaimana kita mengendalikannya dalam batas-batas yang wajar dan tidak berlebihan.
Metode grape vine ini akan sangat berguna, namun waspadalah... waspadalah.... kisah yang ktia sebarkan bisa saja menjadi bumerang yang balik menyerang kita. hahahaha....!!!
Entah nih topik udah pernah ato belum dibahas, tapi hari ini ide untuk penulisan tema ini muncul. Yaitu tentang sebuah metode komunikasi yang sebenarnya kalo diterjemahkan secara gamblang adalah Gosip di kantor, tapi dapat nama keren dengan Grape Vine Communication, yaitu komunikasi sulur anggur (ga tahu deh apa itu penerjemahan yang pantas).
Dalam ilmu komunikasi dan dalam pelajaran Manajemen Sumber Daya Manusia, Grape Vine ini dikenal sebagai salah satu metode komunikasi yang sebenernya bagus untuk dimanfaatkan. Percaya ga percaya, gosip tuh bisa menyebar dalam kecepatan cahaya (#lebay). Jadi ketika suatu manajemen hendak menguji keputusan yang akan mereka buat, bisa aja disebarkan dulu melalui metode grape vine ini untuk melihat reaksi sesaat dari pihak yang akan melaksanakan keputusan itu.
Ato misalkan juga seorang artis ingin mengetahui kepopuleran mereka, daripada mereka langsung maen launching album aja, maka menurut QQ, metode grape vine ini bisa dikedokkan sebagai "bocoran". Seorang artis mau meluncurkan lagu baru nih, maka ntar dengan berkedok, lagunya di-hack dan tersebar lebih awal. Kemudian manajemen rekaman bisa melihat reaksi pasar terhadap lagu tersebut. Misalkan melaui jumlah donlot-an dan komentar pendengar. Bisa saja, jika hasilnya jelek, perluncuran bisa dibatalkan, sementara jika bagus, maka dengan dalih "Biar ga makin parah kebocorannya", maka album diluncurkan lebih awal dari tanggal sebelumnya.
Ini adalah kesaktian metode grape vine ini. Kita sebenernya ga perlu keluar duit yang banyak-banyak amat, tapi informasi dapat tersebat luas melalui metode ini dan dalam waktu yang cepat pula, sehingga kita bisa menilai dengan segera bagaimana reaksi pasar.
Kalo QQ sendiri cukup sering menggunakan metode ini untuk penyebaran informasi atau menyampaikan informasi kepada orang-orang secara tidak langsung. Misalkan QQ ingin menyampaikan sebuah cerita kepada si A, namun QQ malas untuk berbicara dengan si A dan mendapatkan reaksi langsung dari si A. Maka QQ akan mencari si B yang QQ tahu, A dan B ini merupakan teman baik dan suka saling berbagi cerita. Maka secara tidak langsung, dengan memberitahu si B, QQ memberitahu si A melalui metode gossip.
Yah, mungkin ini cuma penerjemahan gamblang aja dari QQ mengenai metode ini, namun dengan memahami hal ini, kita jadi bisa memahami sesuatu. Misalkan kita mendapatkan sebuah kabar baik, kemudian kita bercerita pada seseorang, maka perhatikan baik-baik orang tersebut. Apakah orang tersebut biang grape vine di kantor? karena kalo iya, maka memberi tahu orang tersebut, sama saja dengan memberitahu orang seisi kantor. Jadi ketika kita memang hanya ingin informasi ini terjaga antar 2 pihak saja, perhatikan baik-baik lawan bicara kita dan kebiasaannya.
Untuk mencari dan mengetahui siapa saja biang grape vine di kantor kita, memang butuh pengalaman tersendiri, namun kayanya ga sulit menemukan biang gosip seperti ini. hahahaha... karena mereka sering menampakkan diri dengan sendirinya.
Jadi kalo QQ menceritakan sesuatu kepada seseorang, QQ udah tahu nih cerita dalam beberapa hari bakal udah nyampenya kemana aja. hahaha...
Namun sistem informasi seperti ini memang punya kekurangannya tersendiri. Jika sebuah informasi tersebar terlalu luas tanpa ada sumber yang jelas, maka informasi bisa saja menjadi liar tak tekendali. misalkan kita kasih contoh begini,
Informasi :
"Pak Budi beli baju baru"
satu level kemudian informasi menjadi : "Pak Budi beli baju baru merk Executive"
dua level kemudian menjadi : "Pak Budi beli baju mahal, mobilnya aja kelihatan baru terus"
tiga level kemudian menjadi : "Pak Budi suka ganti-ganti mobil"
Percaya ga percaya, beberapa level kemudian, informasi tersebut bisa saja berubah menjadi, "Pak Budi beli mobil baru"
Yah, namanya juga gosip... masing-masing orang ingin menambahkan twist mereka masing-masing.
Jadi ketika kita hendak menggunakan sistem ini, pastikan masih dalam level yang bisa kita kendalikan dan pantau. Karena informasi tersebut bisa saja berevolusi menjadi sesuatu yang sangat-sangat berbeda dengan informasi awalnya.
Namun kalo QQ sih pas ternyata jalannya informasi itu menjadi liar dan tak terkendali, kemudian orang-orang mengkonfirmasi hal tersebut balik ke sumbernya alias ke QQ, tinggal ngeles aja, "Apaa?? masa...? ah gosip doang itu...." hahaha.......
Yah, ibarat pisau laaah, kalo kita tak hati-hati menggunakannya, pisau tersebut bisa mengiris jari kita dan menjadi sesuatu yang berbahaya. Segala sesuatu di dunia ini adalah tentang bagaimana kita mengendalikannya dalam batas-batas yang wajar dan tidak berlebihan.
Metode grape vine ini akan sangat berguna, namun waspadalah... waspadalah.... kisah yang ktia sebarkan bisa saja menjadi bumerang yang balik menyerang kita. hahahaha....!!!
Thursday, June 20, 2013
Jangan Bersedih, Sedih Datangnya dari Setan
Ini adalah hari Kamis yang sudah jadwalnya ada kegiatan pengajian di pagi hari. Yah meskipun QQ heran kenapa namanya tuh 'Pengajian' padahal ga ada ngaji-nya. Isinya adalah ceramah agama. Yah, ini hanya masalah istilah aja.
Pagi ini topik utamanya adalah masih seputar perpindahan Pak Bos ke Aceh, jadi ustadz-nya ngebahasa tentang pesan Nabi kepada Sahabatnya ketika Sahabat tersebut akan pindah ke luar kota. ada 5 Pesannya.
1. Jangan bersedih, karena Sedih datangnya dari Setan
2. Taatlah kepada Allah swt dimanapun kamu berada
3. Ikutilah setiap perbuatan buruk dengan perbuatan baik supaya terhapus perbuatan buruknya
4. Taatlah kepada Allah swt tak perduli di daerah berbatu, berpohon atau perkotaan
5. Selalu berbuat baiklah kepada orang lain
Yang lainnya mungkin sudah pada paham. Yang ingin QQ bahas lebih dalam adalah yang pertama, mengenai larangan bersedih.
Sedih merupakan bagian dari emosi. Salahkah kita memiliki emosi?
Tiba-tiba QQ teringat sebuah episode dari Serial Kartun Fairly Odd Parents dimana si tokoh utamanya, Timmy Turner capek diolok-olok karena dia malu akibat celananya melorot pas berenang. Dia kemudian membuat permintaan kepada Cosmo dan Wanda agar dia tidak memiliki emosi. Akhirnya semua emosinya dikurung dalam sebuah kotak dan dia menjadi seseorang yang tanpa emosi.
Ternyata tanpa adanya emosi, dia malah bisa menjadi orang yang tenang dan bisa berpikir dengan tenang. Pernahkah kita menjadi orang yang terkadang emosi kita mengambil bagian terbaik dari diri kita dan menghalangi kita menjadi yang terbaik yang kita bisa?
Mengapa Nabi saw bersabda bahwa, "Jangan bersedih, karena sedih datangnya dari Setan"...?
Dalam agama, setiap sesuatu yang berlebihan emang dilarang. QQ yakin bahwa sedih tidak dilarang selama dalam batas yang wajar. Sedih dilarang karena percaya atau tidak, jika hati kita sedih, mood kita menjadi jelek dan performa kita sehari-hari menjadi menurun. Kalo mood udah jelek, makanan jadi ga enak, gerak juga males, kemana-mana ga semangat.
Orang yang pergi ataupun orang yang ditinggalkan akan merasakan kesedihan yang sama besarnya, jadi jangan merasa bahwa karena kita yang ditinggalkan, kita berhak untuk lebih sedih. Orang yang pergi meninggalkan juga pasti akan merasakan kesedihan yang sama besar, begitupun sebaliknya. Intinya adalah kita semua memiliki alasan masing-masing untuk merasa sedih baik ketika kita meninggalkan ataupun ditinggalkan.
Nabi kemudian melarang hal tersebut, "Jangan bersedih, karena sedih itu datangnya dari Setan..."
Dengan terlalu banyak bersedih, hidup kita takkan bisa maju karena kita terus menerus memikirkan masa lalu saja. Jika kita terpuruk dalam kesedihan, trus kita mau apa? pekerjaan jadi terbengkalai? di kamar aja meratap? atau malah lebih parah, memutuskan untuk mengakhiri hidup kita?
Sedih adalah sebuah perasaaan berharga yang menandakan bahwa kita masih memiliki emosi alias perasaan. Namun yang harus kita pastikan adalah jangan sampai kita terlalu lama berendam dalam kolam kesedihan itu. Harus ada saatnya kita naik ke tepian, keringkan diri dan mulai melangkah menuju sesuatu yang baru.
Jangan terperangkap dalam jeratan kesedihan, karena sama dengan kita terperangkap dalam jeratan setan. Setan akan membuat kita lupa akan segalanya, semua yang lain menjadi tak berarti, padahal seharusnya kita terus maju dalam menjalani hidup ini.
Jangan bersedih, karena bersedih tidak ada gunanya selain menghambat diri kita dan bila orang yang kita tinggalkan mengetahui kesedihan kita, mereka akan justru lebih sedih lagi.
Kesedihan hanya akan membawa kesedihan yang lain lagi.
Jangan bersedih, kuatkanlah diri kita. Jika sahabat berpisah, bukan berarti itu adalah perpisahan yang abadi. Masih ada kesempatan dan waktu untuk berjumpa lagi di masa yang akan datang. Karena itu adalah salah satu pesan Nabi untuk sahabatnya yang pergi meninggalkannya.
Jangan sampai kesedihan lantas menghalangi kita pergi. Karena itu Nabi berpesan untuk jangan bersedih.
Senyumlah dan tunjukkan kekuatan kita melalui sebuah perpisahan.
Jangan bersedih, karena Sedih datangnya dari Setan.
Pagi ini topik utamanya adalah masih seputar perpindahan Pak Bos ke Aceh, jadi ustadz-nya ngebahasa tentang pesan Nabi kepada Sahabatnya ketika Sahabat tersebut akan pindah ke luar kota. ada 5 Pesannya.
1. Jangan bersedih, karena Sedih datangnya dari Setan
2. Taatlah kepada Allah swt dimanapun kamu berada
3. Ikutilah setiap perbuatan buruk dengan perbuatan baik supaya terhapus perbuatan buruknya
4. Taatlah kepada Allah swt tak perduli di daerah berbatu, berpohon atau perkotaan
5. Selalu berbuat baiklah kepada orang lain
Yang lainnya mungkin sudah pada paham. Yang ingin QQ bahas lebih dalam adalah yang pertama, mengenai larangan bersedih.
Sedih merupakan bagian dari emosi. Salahkah kita memiliki emosi?
Tiba-tiba QQ teringat sebuah episode dari Serial Kartun Fairly Odd Parents dimana si tokoh utamanya, Timmy Turner capek diolok-olok karena dia malu akibat celananya melorot pas berenang. Dia kemudian membuat permintaan kepada Cosmo dan Wanda agar dia tidak memiliki emosi. Akhirnya semua emosinya dikurung dalam sebuah kotak dan dia menjadi seseorang yang tanpa emosi.
Ternyata tanpa adanya emosi, dia malah bisa menjadi orang yang tenang dan bisa berpikir dengan tenang. Pernahkah kita menjadi orang yang terkadang emosi kita mengambil bagian terbaik dari diri kita dan menghalangi kita menjadi yang terbaik yang kita bisa?
Mengapa Nabi saw bersabda bahwa, "Jangan bersedih, karena sedih datangnya dari Setan"...?
Dalam agama, setiap sesuatu yang berlebihan emang dilarang. QQ yakin bahwa sedih tidak dilarang selama dalam batas yang wajar. Sedih dilarang karena percaya atau tidak, jika hati kita sedih, mood kita menjadi jelek dan performa kita sehari-hari menjadi menurun. Kalo mood udah jelek, makanan jadi ga enak, gerak juga males, kemana-mana ga semangat.
Orang yang pergi ataupun orang yang ditinggalkan akan merasakan kesedihan yang sama besarnya, jadi jangan merasa bahwa karena kita yang ditinggalkan, kita berhak untuk lebih sedih. Orang yang pergi meninggalkan juga pasti akan merasakan kesedihan yang sama besar, begitupun sebaliknya. Intinya adalah kita semua memiliki alasan masing-masing untuk merasa sedih baik ketika kita meninggalkan ataupun ditinggalkan.
Nabi kemudian melarang hal tersebut, "Jangan bersedih, karena sedih itu datangnya dari Setan..."
Dengan terlalu banyak bersedih, hidup kita takkan bisa maju karena kita terus menerus memikirkan masa lalu saja. Jika kita terpuruk dalam kesedihan, trus kita mau apa? pekerjaan jadi terbengkalai? di kamar aja meratap? atau malah lebih parah, memutuskan untuk mengakhiri hidup kita?
Sedih adalah sebuah perasaaan berharga yang menandakan bahwa kita masih memiliki emosi alias perasaan. Namun yang harus kita pastikan adalah jangan sampai kita terlalu lama berendam dalam kolam kesedihan itu. Harus ada saatnya kita naik ke tepian, keringkan diri dan mulai melangkah menuju sesuatu yang baru.
Jangan terperangkap dalam jeratan kesedihan, karena sama dengan kita terperangkap dalam jeratan setan. Setan akan membuat kita lupa akan segalanya, semua yang lain menjadi tak berarti, padahal seharusnya kita terus maju dalam menjalani hidup ini.
Jangan bersedih, karena bersedih tidak ada gunanya selain menghambat diri kita dan bila orang yang kita tinggalkan mengetahui kesedihan kita, mereka akan justru lebih sedih lagi.
Kesedihan hanya akan membawa kesedihan yang lain lagi.
Jangan bersedih, kuatkanlah diri kita. Jika sahabat berpisah, bukan berarti itu adalah perpisahan yang abadi. Masih ada kesempatan dan waktu untuk berjumpa lagi di masa yang akan datang. Karena itu adalah salah satu pesan Nabi untuk sahabatnya yang pergi meninggalkannya.
Jangan sampai kesedihan lantas menghalangi kita pergi. Karena itu Nabi berpesan untuk jangan bersedih.
Senyumlah dan tunjukkan kekuatan kita melalui sebuah perpisahan.
Jangan bersedih, karena Sedih datangnya dari Setan.
Singapore -vs- Indonesia : Singapore Series Finale
Dua hari di Singapura, ada beberapa hal yang QQ perhatikan, Hal-hal yang kayanya membuat Singapura bisa menjadi seperti itu dan sayangnya, kenapa Indonesia ga bisa jadi seperti itu.
Dulu banget, hal yang pertana QQ pikirkan tentang Singapura adalah, "Nih Negara ama Kota Palembang, jangan-jangan masih gede-an Palembang..."
Singapura Kecil sementara Indonesia besar, jelaslah mengurusnya lebih susah, itu alasan ngeles-nya beberapa orang jika ditanya tentang mengapa Indonesia ga bisa maju kaya Singapura. Fakta itu benar adanya, Namun coba bayangkan, pemerintahan RI ini dipecah juga ke yang lebih kecil. Ada Gubernur, ada Bupati/Walikota, Ada Camat, ada Lurah, ada Ketua RT. Bayangkan bagaimana jika setiap pemerintahan kecil tersebut memperlakukan wilayah mereka seolah-olah mereka memimpin sebuah negara sendiri.
KORUPSI dan MENTAL BANGSA
sebenarnya itu adalah kata kunci tentang mengapa Indoensia ga bisa maju-maju.
Selama QQ di Singapura, kayanya QQ belum ketemu polisi jaga di pinggir jalan, ato ada yang kena tilang. Yah, mungkin kareana cuma 2 hari juga yaaa... hahahaa...
Pertama turun dari pesawat tuh, yang QQ notice pertama adalah, banyak banget sih orang tua masih bekerja di wilayah bandara. Entah yang jadi tukang ngumpulin troli, ato tukang jaga eskalator pas ada rombongan troli naik, ato sekedar jadi cleaning service, entah karena semangat ato entah karena emang keinginan mereka sendiri, itu masih misteri. Meski ada pendapat yang bilang bahwa itu untuk membuat mereka tetap sibuk dan tetap punya harga diri di keluarga mereka bahwa mereka masih bisa mencari penghasilan sendiri.
Kemudian di Stasiun MRT, secara otomatis orang tuh ngantri, tanpa ada ibu-ibu yang cuek bebek tahu-tahu maen nyelip di depan. Dan satu hal yang mengagumkan adalah, di MRT tuh ga ada petugasnya. Beda banget ama busway, dimana pasti satu bis ada petugasnya. Yang lebih luar biasanya, Busway yang ada petugasnya aja orang-orang masih ga tertib, tapi ini MRT, tanpa petugas orang rapihnya luar biasa. Kalo ada yang turun, mereka menyingkir dulu, terus begitu yang turun abis, baru mereka naik. Kota ini sungguh tepat untuk QQ, hahaha...
Sepanjang jalan, yang QQ lihat tuh ga banyak, karena mungkin jalur MRT tuh banyak yang tertutup. Tapi sepanjang mata ngelihat, yang kelihatan tuh kaya apartemen-apartemen tinggi gitu. Ga di Indonesia ga di Singapura, tetep aja ada orang yang jemur bajunya di jendela/balkon, udah kaya di Rusun aja. Atooo, jangan-jangan yang jemur di jendela tuh, orang Indonesia... wakakaka, kayanya gitu deh... Rasanya tuh kaya jalan di wilayah sekitar Kelapa Gading gitu.
Di stasiun-Stasiun MRT pun yang sebenernya menyebalkan adalah, ga ada petugasnya juga. Jadi kalo kita sebagai pendatang trus bingung mau kemana ato naik apa, kita bingung mau tanya ke petugas mana. Jadinya mau ga mau, nanya ke orang lain.
Nah, masalahnya adalah, kalo kita melihat orang-orang Singapura di MRT, maka pemandangan yang terlihat adalah telinga-telinga yang tertutup oleh earphone atau mereka masing-masing sibuk dengan handphone masing-masing. Kayanya lagi-lagi nih kota tepat banget untuk orang autis kaya QQ... wakakakaka....
Bahkan counter keluar dan masuknya pun ga ada petugasnya, semuanya serba otomatis dan sedikit sentuhan manusia. Jadi menurut QQ, orang-orang yang datang ke Singapura baik itu yang berasal dari Indonesia atau dari kota lain, mau ga mau 'dipaksa' untuk mengikuti gaya hidup yang sudah terpatri di kota ini. Orang yang biasanya ga ngantri, mau ga mau harus ngantri. Orang yang masuk busway desak-desakan ama orang keluar, di sini mau ga mau harus ikut menunggu di garis yang telah disediakan.
Bedanya lagi sama orang Indonesia adalah di sini kayanya peraturan ada, kemudian benar-benar ditegakkan, sehingga pelanggar hukum akan takut untuk melanggar hukum yang ada. Kalo di Indonesia, udah jelas di bandara tuh dilarang ngerokok di tempat umum, tapi masih ada aja orang yang ngerokok, malah kadang ada polisi lewat, dia cuek aja.
Sepanjang jalan yang QQ lewati, ga ada tuh sampah sampah kaya botol plastik, bungkus permen. Sampe sungainya pun bersih, meskipun airnya tetep warna coklat, tapi ga ada sampah-sampahnya. Bandingkan sama kali-kali di Indonesia.
Dan yang ga QQ temui di Singapura adalah, Pedagang asongan dan kaki lima. Itu tempat wisatanya tuh beneran bersih dari tukang asongan ato pedagang kaki 5 yang ga jelas. Jadi wisatanya bener-bener sebuah wisata. Sama Tiang listrik dengan kabel yang kusut. Kalo di Indonesia, tiap kalo mau foto, kadang rusak komposisinya oleh kabel listrik dan tiang-tiang listrik dimana-mana. Ini beneran, kok ga ada Tiang listrik yaa? sebuah Kota impian seorang Fotografer Pemandangan. Karena QQ pernah membayangkan hal tersebut, Nih listrik di Indonesia napa ga dibuat di bawah tanah aja sih?
Sama satu lagi, penyebrangan jalan. Selama QQ jalan kaki menuju lokasi wawancara, Terlihat benar bahwa lampu penyebrangan jalan tuh diperhatikan. Kadang meski jalan kelihatannya sepi, tapi kalo lampunya masih merah, ga ada orang yang nyebrang jalan. Beda banget kalo di Indonesia, pasti aja langsung lari-lari berusaha nyebrang. Ini adalah bentuk kedisiplinan luar biasa. Dan mau nggak mau, sebagai pendatang, kita 'terpaksa' terkena culture shock ini dan mengikuti aturan yang ada.
Tapi kalo kita jadi orang disiplin seperti ini di Indonesia, yang ada malah kita terinjak-injak oleh budanya nyerobot yang ada. Ini adalah masalah pembangunan mental bangsa. Indonesia sudah terbiasa dengan idiom, bahwa "Damai itu Indah". Kalo kita ga pake helm, terus ketangkep polisi, dengan Rp.20rb aja kita bisa lepas, itu pun ditawar dari Rp.40rb.
Harusnya mata pelajaran mulai dari SD ditambahi satu lagi, PMB. Pendidikan Mental Bangsa. Bagaimana kita mendidik generasi kita ini dengan sebuah mental berbanga dan bernegara yang lebih sadar diri. Buang sampah pada tempatnya, menyeberang jalan jika waktunya menyeberang, sabar memasuki bus dan menunggu antrian dengan baik. Sayangnya, sekali lagi... Negara ini memiliki 17 ribu lebih pulau, 240 juta lebih penduduk dan wilayah yang begitu luas, memang sangat sulit untuk merambah semuanya.
Maka dari itu, pejabat-pejabat mulai ari level terendah, haruslah mulai berlaku seolah-olah mereka adalah Presidennya Singapura. Mereka adalah penguasa daerah setempat dan dengan wilayah kecil yang berada di bawah penguasaan mereka, mereka bangun dengan sebaik-baiknya. Karena fakta yang harus kita hadapi adalah, Kita tidak bisa mengandalkan pembangunan ini pada seorang Presiden semata. Setiap orang adalah pemimpin bagi dirinya dan wilayahnya. Dengan baiknya individu, maka akan baik kelompoknya. Dengan baik kelompoknya, maka akan baik pula bagiannya. Negara ini akan makin baik jika tiap-tiap unsur terkecilnya senantiasa berusaha untuk jadi yang terbaik.
Dulu banget, hal yang pertana QQ pikirkan tentang Singapura adalah, "Nih Negara ama Kota Palembang, jangan-jangan masih gede-an Palembang..."
Singapura Kecil sementara Indonesia besar, jelaslah mengurusnya lebih susah, itu alasan ngeles-nya beberapa orang jika ditanya tentang mengapa Indonesia ga bisa maju kaya Singapura. Fakta itu benar adanya, Namun coba bayangkan, pemerintahan RI ini dipecah juga ke yang lebih kecil. Ada Gubernur, ada Bupati/Walikota, Ada Camat, ada Lurah, ada Ketua RT. Bayangkan bagaimana jika setiap pemerintahan kecil tersebut memperlakukan wilayah mereka seolah-olah mereka memimpin sebuah negara sendiri.
KORUPSI dan MENTAL BANGSA
sebenarnya itu adalah kata kunci tentang mengapa Indoensia ga bisa maju-maju.
Selama QQ di Singapura, kayanya QQ belum ketemu polisi jaga di pinggir jalan, ato ada yang kena tilang. Yah, mungkin kareana cuma 2 hari juga yaaa... hahahaa...
Pertama turun dari pesawat tuh, yang QQ notice pertama adalah, banyak banget sih orang tua masih bekerja di wilayah bandara. Entah yang jadi tukang ngumpulin troli, ato tukang jaga eskalator pas ada rombongan troli naik, ato sekedar jadi cleaning service, entah karena semangat ato entah karena emang keinginan mereka sendiri, itu masih misteri. Meski ada pendapat yang bilang bahwa itu untuk membuat mereka tetap sibuk dan tetap punya harga diri di keluarga mereka bahwa mereka masih bisa mencari penghasilan sendiri.
Kemudian di Stasiun MRT, secara otomatis orang tuh ngantri, tanpa ada ibu-ibu yang cuek bebek tahu-tahu maen nyelip di depan. Dan satu hal yang mengagumkan adalah, di MRT tuh ga ada petugasnya. Beda banget ama busway, dimana pasti satu bis ada petugasnya. Yang lebih luar biasanya, Busway yang ada petugasnya aja orang-orang masih ga tertib, tapi ini MRT, tanpa petugas orang rapihnya luar biasa. Kalo ada yang turun, mereka menyingkir dulu, terus begitu yang turun abis, baru mereka naik. Kota ini sungguh tepat untuk QQ, hahaha...
Sepanjang jalan, yang QQ lihat tuh ga banyak, karena mungkin jalur MRT tuh banyak yang tertutup. Tapi sepanjang mata ngelihat, yang kelihatan tuh kaya apartemen-apartemen tinggi gitu. Ga di Indonesia ga di Singapura, tetep aja ada orang yang jemur bajunya di jendela/balkon, udah kaya di Rusun aja. Atooo, jangan-jangan yang jemur di jendela tuh, orang Indonesia... wakakaka, kayanya gitu deh... Rasanya tuh kaya jalan di wilayah sekitar Kelapa Gading gitu.
Di stasiun-Stasiun MRT pun yang sebenernya menyebalkan adalah, ga ada petugasnya juga. Jadi kalo kita sebagai pendatang trus bingung mau kemana ato naik apa, kita bingung mau tanya ke petugas mana. Jadinya mau ga mau, nanya ke orang lain.
Nah, masalahnya adalah, kalo kita melihat orang-orang Singapura di MRT, maka pemandangan yang terlihat adalah telinga-telinga yang tertutup oleh earphone atau mereka masing-masing sibuk dengan handphone masing-masing. Kayanya lagi-lagi nih kota tepat banget untuk orang autis kaya QQ... wakakakaka....
Bahkan counter keluar dan masuknya pun ga ada petugasnya, semuanya serba otomatis dan sedikit sentuhan manusia. Jadi menurut QQ, orang-orang yang datang ke Singapura baik itu yang berasal dari Indonesia atau dari kota lain, mau ga mau 'dipaksa' untuk mengikuti gaya hidup yang sudah terpatri di kota ini. Orang yang biasanya ga ngantri, mau ga mau harus ngantri. Orang yang masuk busway desak-desakan ama orang keluar, di sini mau ga mau harus ikut menunggu di garis yang telah disediakan.
Bedanya lagi sama orang Indonesia adalah di sini kayanya peraturan ada, kemudian benar-benar ditegakkan, sehingga pelanggar hukum akan takut untuk melanggar hukum yang ada. Kalo di Indonesia, udah jelas di bandara tuh dilarang ngerokok di tempat umum, tapi masih ada aja orang yang ngerokok, malah kadang ada polisi lewat, dia cuek aja.
Sepanjang jalan yang QQ lewati, ga ada tuh sampah sampah kaya botol plastik, bungkus permen. Sampe sungainya pun bersih, meskipun airnya tetep warna coklat, tapi ga ada sampah-sampahnya. Bandingkan sama kali-kali di Indonesia.
Dan yang ga QQ temui di Singapura adalah, Pedagang asongan dan kaki lima. Itu tempat wisatanya tuh beneran bersih dari tukang asongan ato pedagang kaki 5 yang ga jelas. Jadi wisatanya bener-bener sebuah wisata. Sama Tiang listrik dengan kabel yang kusut. Kalo di Indonesia, tiap kalo mau foto, kadang rusak komposisinya oleh kabel listrik dan tiang-tiang listrik dimana-mana. Ini beneran, kok ga ada Tiang listrik yaa? sebuah Kota impian seorang Fotografer Pemandangan. Karena QQ pernah membayangkan hal tersebut, Nih listrik di Indonesia napa ga dibuat di bawah tanah aja sih?
Sama satu lagi, penyebrangan jalan. Selama QQ jalan kaki menuju lokasi wawancara, Terlihat benar bahwa lampu penyebrangan jalan tuh diperhatikan. Kadang meski jalan kelihatannya sepi, tapi kalo lampunya masih merah, ga ada orang yang nyebrang jalan. Beda banget kalo di Indonesia, pasti aja langsung lari-lari berusaha nyebrang. Ini adalah bentuk kedisiplinan luar biasa. Dan mau nggak mau, sebagai pendatang, kita 'terpaksa' terkena culture shock ini dan mengikuti aturan yang ada.
Tapi kalo kita jadi orang disiplin seperti ini di Indonesia, yang ada malah kita terinjak-injak oleh budanya nyerobot yang ada. Ini adalah masalah pembangunan mental bangsa. Indonesia sudah terbiasa dengan idiom, bahwa "Damai itu Indah". Kalo kita ga pake helm, terus ketangkep polisi, dengan Rp.20rb aja kita bisa lepas, itu pun ditawar dari Rp.40rb.
Harusnya mata pelajaran mulai dari SD ditambahi satu lagi, PMB. Pendidikan Mental Bangsa. Bagaimana kita mendidik generasi kita ini dengan sebuah mental berbanga dan bernegara yang lebih sadar diri. Buang sampah pada tempatnya, menyeberang jalan jika waktunya menyeberang, sabar memasuki bus dan menunggu antrian dengan baik. Sayangnya, sekali lagi... Negara ini memiliki 17 ribu lebih pulau, 240 juta lebih penduduk dan wilayah yang begitu luas, memang sangat sulit untuk merambah semuanya.
Maka dari itu, pejabat-pejabat mulai ari level terendah, haruslah mulai berlaku seolah-olah mereka adalah Presidennya Singapura. Mereka adalah penguasa daerah setempat dan dengan wilayah kecil yang berada di bawah penguasaan mereka, mereka bangun dengan sebaik-baiknya. Karena fakta yang harus kita hadapi adalah, Kita tidak bisa mengandalkan pembangunan ini pada seorang Presiden semata. Setiap orang adalah pemimpin bagi dirinya dan wilayahnya. Dengan baiknya individu, maka akan baik kelompoknya. Dengan baik kelompoknya, maka akan baik pula bagiannya. Negara ini akan makin baik jika tiap-tiap unsur terkecilnya senantiasa berusaha untuk jadi yang terbaik.
It's Time to Go Back : Singapore Series 05
Memulai
jalan pulang dari Stasiun MRT Clarke Quay mungkin lebih mudah daripada
ketika pertama kali menuju ke sana dari bandara. Sekarang tinggal membalik
arah. Dari Clarke Quay menuju ke Outram Park untuk lanjut ke Tanah
Merah dan setelahnya ke Changi International Airport.
Berangkat dari hotel udah sekitar jam 12 kurang dikit untuk mengejar pesawat jam 15.20 waktu setempat. Masa sih ga cukup waktunya?? Oke, kita buktikan saja.
Naik MRT ternyata sekitar 45 menit-an, ga terlalu lama karena ga plus Stress dan puyeng. Sesampainya di Bandara, yang pertama QQ lakukan adalah mengembalikan Tourist Pass untuk dapet duit SGD 10 lagi. eh, ternyata ngantri ada kali sekitar 15 menit.
Masuk disana, nyampelah terminal 2. Garuda Indonesia adanya di terminal 3. jadi transit dulu pake skytrain. Meskipun banyak resto di Terminal 2, tapi ga tenang rasanya kalo belum check in dulu. Akhirnya didulukan ke terminal 3. Di layar menunjukkan kalo kereta berikutnya nyampe 6 menit lagi. Jadi nunggu deh.
Kereta datang dan eh sialan, kok tiba-tiba ada bau busuk menyeruak buset dah rasanya mau muntah. entah yaaa itu aroma apaan. hahahaha, moga aja bukan aroma kaos kaki QQ, wakakaka.
Sekitar 5 menit kemudian, nyampe di terminal 3 dan begitu nyampe tuh Terminal, langsung kaya kesamber geledek (#lebay), tuh bandara kok gede banget siiiih. Trus kalo di Bandara Soekarno Hatta khan kalo mau checkin kudu lewat pengawasan dulu, ternyata ada pintu yang dijaga petugas pengamanannya itu ada tulisan, "Khusus yang udah check in" Lha terusssssss??? check in-nya dimenooong??
Akhirnya jalan satau persatu, ternyata di sana tuh ada ruangan luas banget kemudian ada kaya ibaratnya itu counter-counter yang tertata rapi yang merupakan tempat check in. Namun sayangnya ga ada keterangan, misalnya ini Blok A sampe E, trus Garuda Indonesia tuh adanya di Blok E. Jadi khan QQ ga rempong jaya.
Akhirnya masukin satu persatu nyariin dimana Garuda, akhirnya ketemunya di ujung. Buset daah, Garuda kok nyelip sih di ujung. Akhirnya berhasil juga check in. Setelah selesai itu, rasanya laper. Jadi belum masuk dulu ke dalam, dan keliling dulu di sekitar situ buat nyari makan. Dari lantai atas tuh kelihatan, Ada Burger King. Eh udah keliling-keliling, naik turun, kanan kiri kok ga ketemu juga... huaaaa.... akhirnya masuk aja deh daripada-daripada. Jadi kemudian masuk aja ke bagian yang ada petugas tadi. Eh ternyata, Burger King-nya itu nyelip di dalem. #duh.
Naiklah QQ ke lantai 2-nya dan melihat daftar resto yang ada di sana. Ternyata dari semua Resto yang ada, yang punya label Halal tuh cuma 2. Satu Burger King dan satunya Resto Vegetarian India gitu. Hadeeeeh, udah deh, milih yang jelas-jelas aja dah. Pesen Burger, Fries ama Sprite. Terus maen-maen ke mini market gitu yang ada di sebelah Burger King. Beli coklat yang bentuknya kaya kerikil gitu, lucuuu....
Setelah itu turun dan niatnya jalan ke Ruang Tunggu, eh ternyata ada Toko khusus Coklat gitu...lucu-lucu coklatnya, tapi kok mahaaal... hikx...Eh, pas lihat Jam, lha buset, waktu berlalu begitu cepat kalo di Bandara ini. Beda banget ama di Soekarno Hatta. wakakakaka...
Tiba-tiba melihat tulisan di langit-langit. Ada tulisan yang bilang bahwa dari Gate A1 sampe A21 waktu tempunya kurang lebih 14 menit. Lha buseeet.... nih bandara seluas apa siiiiih???
Akhirnya kejar tayang deh, karena waktunya emang udah cukup mepet. Naik Rel berjalan dan itupun masih tetep jalan cepat. Kebuuuuuuuuuut..............
Ternyataaaaaaaaa, tuh ruang tunggu A16 di ujung bangeeet, ampun dah. Nih Maskapainya Indonesia ga Lion air, ga Garuda kok hobinya pada nyelip di ujung siiih. Nyampe ruang tunggu, pas langsung boarding, oh Thank God, ga telat.
Namun sayangnya, ga sempet lagi mau nge-Path di sana, hahahaha.
Tibalah QQ di ujung perjalanan 2 hari yang super hectic ini. Masuklah QQ ke pesawat, eh disebelah ibu-ibu dan bayinya, ampun deh, langsung semerbak tuh baunya baby oil yang menyengat.
"Darn it... it's gonna be a long road....."
Berangkat dari hotel udah sekitar jam 12 kurang dikit untuk mengejar pesawat jam 15.20 waktu setempat. Masa sih ga cukup waktunya?? Oke, kita buktikan saja.
Naik MRT ternyata sekitar 45 menit-an, ga terlalu lama karena ga plus Stress dan puyeng. Sesampainya di Bandara, yang pertama QQ lakukan adalah mengembalikan Tourist Pass untuk dapet duit SGD 10 lagi. eh, ternyata ngantri ada kali sekitar 15 menit.
Masuk disana, nyampelah terminal 2. Garuda Indonesia adanya di terminal 3. jadi transit dulu pake skytrain. Meskipun banyak resto di Terminal 2, tapi ga tenang rasanya kalo belum check in dulu. Akhirnya didulukan ke terminal 3. Di layar menunjukkan kalo kereta berikutnya nyampe 6 menit lagi. Jadi nunggu deh.
Kereta datang dan eh sialan, kok tiba-tiba ada bau busuk menyeruak buset dah rasanya mau muntah. entah yaaa itu aroma apaan. hahahaha, moga aja bukan aroma kaos kaki QQ, wakakaka.
Sekitar 5 menit kemudian, nyampe di terminal 3 dan begitu nyampe tuh Terminal, langsung kaya kesamber geledek (#lebay), tuh bandara kok gede banget siiiih. Trus kalo di Bandara Soekarno Hatta khan kalo mau checkin kudu lewat pengawasan dulu, ternyata ada pintu yang dijaga petugas pengamanannya itu ada tulisan, "Khusus yang udah check in" Lha terusssssss??? check in-nya dimenooong??
Akhirnya jalan satau persatu, ternyata di sana tuh ada ruangan luas banget kemudian ada kaya ibaratnya itu counter-counter yang tertata rapi yang merupakan tempat check in. Namun sayangnya ga ada keterangan, misalnya ini Blok A sampe E, trus Garuda Indonesia tuh adanya di Blok E. Jadi khan QQ ga rempong jaya.
Akhirnya masukin satu persatu nyariin dimana Garuda, akhirnya ketemunya di ujung. Buset daah, Garuda kok nyelip sih di ujung. Akhirnya berhasil juga check in. Setelah selesai itu, rasanya laper. Jadi belum masuk dulu ke dalam, dan keliling dulu di sekitar situ buat nyari makan. Dari lantai atas tuh kelihatan, Ada Burger King. Eh udah keliling-keliling, naik turun, kanan kiri kok ga ketemu juga... huaaaa.... akhirnya masuk aja deh daripada-daripada. Jadi kemudian masuk aja ke bagian yang ada petugas tadi. Eh ternyata, Burger King-nya itu nyelip di dalem. #duh.
Naiklah QQ ke lantai 2-nya dan melihat daftar resto yang ada di sana. Ternyata dari semua Resto yang ada, yang punya label Halal tuh cuma 2. Satu Burger King dan satunya Resto Vegetarian India gitu. Hadeeeeh, udah deh, milih yang jelas-jelas aja dah. Pesen Burger, Fries ama Sprite. Terus maen-maen ke mini market gitu yang ada di sebelah Burger King. Beli coklat yang bentuknya kaya kerikil gitu, lucuuu....
Setelah itu turun dan niatnya jalan ke Ruang Tunggu, eh ternyata ada Toko khusus Coklat gitu...lucu-lucu coklatnya, tapi kok mahaaal... hikx...Eh, pas lihat Jam, lha buset, waktu berlalu begitu cepat kalo di Bandara ini. Beda banget ama di Soekarno Hatta. wakakakaka...
Tiba-tiba melihat tulisan di langit-langit. Ada tulisan yang bilang bahwa dari Gate A1 sampe A21 waktu tempunya kurang lebih 14 menit. Lha buseeet.... nih bandara seluas apa siiiiih???
Akhirnya kejar tayang deh, karena waktunya emang udah cukup mepet. Naik Rel berjalan dan itupun masih tetep jalan cepat. Kebuuuuuuuuuut..............
Ternyataaaaaaaaa, tuh ruang tunggu A16 di ujung bangeeet, ampun dah. Nih Maskapainya Indonesia ga Lion air, ga Garuda kok hobinya pada nyelip di ujung siiih. Nyampe ruang tunggu, pas langsung boarding, oh Thank God, ga telat.
Namun sayangnya, ga sempet lagi mau nge-Path di sana, hahahaha.
Tibalah QQ di ujung perjalanan 2 hari yang super hectic ini. Masuklah QQ ke pesawat, eh disebelah ibu-ibu dan bayinya, ampun deh, langsung semerbak tuh baunya baby oil yang menyengat.
"Darn it... it's gonna be a long road....."
Wednesday, June 19, 2013
The Interview : Singapore Series 04
Kalo QQ, terbiasa mengukur kewajaran waktu tuh dari waktu Sholat. Maghrib yah normalnya di sekitar jam 6 sore lah, Subuh tuh antara jam 5 sampe jam setengah 6-an. Namun bangun di Singapura tuh kaya satu jam lebih awal. Karena biasa bangun jam 5 buat subuh, tapi Subuhnya nyaris jam 6 baru Azan dan Maghribnya jam 7 malam lewat.
Jadi ketika dibilangin kalo disuruh hadir jam 09.30 di Gedung OCBC Center, jadinya serasa kaya disuruh kumpul jam 08.30 waktu Indonesia bagian Barat. Mata masih kriyep-kriyep, perut ga kenyang maksimal karena sarapannya Buah. Masalahnya adalah kalo di Burger King, Bacon itu ada yang Turkey Bacon alias daging pipih yang rada crispy itu dan diasap. Tapi pas sarapan, ada tulisan Bacon rada serem, jangan-jangan beneran Bacon itu, alias daging babi diasap. Jadilah makan buah aja, biar aman. hahaha...
Dari hotel memilih jalan kaki menuju TKP, karena baca dari peta, kayanya deket. Masalahnya adalah, Singapura itu kalo di peta kecil banget, jadi kalo baca peta Singapura, skala-nya mungkin ga ekstrim-ekstrim amat. Kalo di peta deket, insya Allah jalan juga deket. Dan ternyata bener aja, ga sampe 10 menit, udah nyampe di TKP. Akhirnya jadi orang pertama yang masuh tuh kantor. Front Desk Officer-nya aja belum nongol.
Yah, lebih baik jadi orang yang keduluan datang daripada terlambat datang. Lama kemudian, datanglah satu persatu kandidatnya, 1 dari Indonesia selain QQ, 1 dari Malaysia dan 1 dari Cina. Seharusnya sih masing-masing negara bawa 2 orang, tapi 1 dari Malaysia dan 1 dari Cina berhalangan hadir dan pihak OCBC melakukan interview via telpon.
eeeh... agak mikir juga siih, Napa ga semuanya aja via telpon? Kayanya bakal lebih murah deh, hahaha. Tapi ketemu secara langsung juga memiliki keuntungan tersendiri. Ternyata bukan QQ doang yang sebenernya udah memiliki beasiswa sebelumnya. Ternyata nyaris semuanya sudah dapat beasiswa sebelumnya. Karena itu QQ heran juga kenapa nih ditawarin lagi beasiswa untuk jurusan yang sama. Tapi selisih SGD 250 sih lumayan juga yaa buat dikejer.
Proses wawancara juga ga lama, karena masing-masing orang dibatasi hanya 15 menit. QQ sih mikir, "What can you tell in 15 minutes that can change someone's perspective about yourself?" yah, semoga aja 15 menit yang QQ berikan cukup berarti. Secara umum hanya ada 3 poin pertanyaan.
1. Perkenalan Diri
2. Mengapa memilih jurusan ini?
3. Pembahasan mengenai isu terkni dan QQ memilih masalah kenaikan harga BBM
Masing-masing negara punya masalah politik masing-masing. Berdasarkan hasil perbincangan sih, kayanya Malaysia ngebahas Pemilu yang baru selesai, sementara yang Cina ga tahu deh ngebahas apa, QQ kurang paham ama logat bicaranya, jadi agak lost in translation... wakakaka...
Dari lantai 40 gedung OCBC Center itu terlihat susasana kota Singapura yang putih tertutup kabut, wah Indonesia... Indonesia.... hahahhaa....
Sekitar jam 11-an semuanya selesai dan akhirnya kami semua berpisah sambil mengucapkan sampai jumpa nanti di kampus, karena bagaimanapun semuanya udah pasti masuk, hanya yang belum tentu adalah beasiswanya yang mana.
Perjalanan pulang kemudian ditempuh dengan jalan kaki lagi, enaknya jalan kaki di singapura tuh, trotoarnya jelas dan ga penuh oleh pedagang asongan. wakakaka.
Sesampainya di hotel, langsung beres-beres, termasuk sabun, shampo, kondisioner, teh-teh dan beebrapa item yang bisa dibawa, langsung dimasukin tas. Paling ntar pas cleaning service-nya masuk buat bersih-bersih, dia pasti langsung bergumam, "Pasti orang Indonesia nih di kamar ini tadinya..." sambil geleng-geleng kepala.... Sementara QQ udah kaburrr... hahahaha...
Karena mengulang jalan yang sama, Udah lebih lancar dari sebelumnya. Naik MRT dari Clarke Quay, stop di Outram Park terus nyambung ke Tanah Merah dan akhirnya nyampe di Changi.
Waktunya memulai perjalanan pulang... hikz....
Jadi ketika dibilangin kalo disuruh hadir jam 09.30 di Gedung OCBC Center, jadinya serasa kaya disuruh kumpul jam 08.30 waktu Indonesia bagian Barat. Mata masih kriyep-kriyep, perut ga kenyang maksimal karena sarapannya Buah. Masalahnya adalah kalo di Burger King, Bacon itu ada yang Turkey Bacon alias daging pipih yang rada crispy itu dan diasap. Tapi pas sarapan, ada tulisan Bacon rada serem, jangan-jangan beneran Bacon itu, alias daging babi diasap. Jadilah makan buah aja, biar aman. hahaha...
Dari hotel memilih jalan kaki menuju TKP, karena baca dari peta, kayanya deket. Masalahnya adalah, Singapura itu kalo di peta kecil banget, jadi kalo baca peta Singapura, skala-nya mungkin ga ekstrim-ekstrim amat. Kalo di peta deket, insya Allah jalan juga deket. Dan ternyata bener aja, ga sampe 10 menit, udah nyampe di TKP. Akhirnya jadi orang pertama yang masuh tuh kantor. Front Desk Officer-nya aja belum nongol.
Yah, lebih baik jadi orang yang keduluan datang daripada terlambat datang. Lama kemudian, datanglah satu persatu kandidatnya, 1 dari Indonesia selain QQ, 1 dari Malaysia dan 1 dari Cina. Seharusnya sih masing-masing negara bawa 2 orang, tapi 1 dari Malaysia dan 1 dari Cina berhalangan hadir dan pihak OCBC melakukan interview via telpon.
eeeh... agak mikir juga siih, Napa ga semuanya aja via telpon? Kayanya bakal lebih murah deh, hahaha. Tapi ketemu secara langsung juga memiliki keuntungan tersendiri. Ternyata bukan QQ doang yang sebenernya udah memiliki beasiswa sebelumnya. Ternyata nyaris semuanya sudah dapat beasiswa sebelumnya. Karena itu QQ heran juga kenapa nih ditawarin lagi beasiswa untuk jurusan yang sama. Tapi selisih SGD 250 sih lumayan juga yaa buat dikejer.
Proses wawancara juga ga lama, karena masing-masing orang dibatasi hanya 15 menit. QQ sih mikir, "What can you tell in 15 minutes that can change someone's perspective about yourself?" yah, semoga aja 15 menit yang QQ berikan cukup berarti. Secara umum hanya ada 3 poin pertanyaan.
1. Perkenalan Diri
2. Mengapa memilih jurusan ini?
3. Pembahasan mengenai isu terkni dan QQ memilih masalah kenaikan harga BBM
Masing-masing negara punya masalah politik masing-masing. Berdasarkan hasil perbincangan sih, kayanya Malaysia ngebahas Pemilu yang baru selesai, sementara yang Cina ga tahu deh ngebahas apa, QQ kurang paham ama logat bicaranya, jadi agak lost in translation... wakakaka...
Dari lantai 40 gedung OCBC Center itu terlihat susasana kota Singapura yang putih tertutup kabut, wah Indonesia... Indonesia.... hahahhaa....
Sekitar jam 11-an semuanya selesai dan akhirnya kami semua berpisah sambil mengucapkan sampai jumpa nanti di kampus, karena bagaimanapun semuanya udah pasti masuk, hanya yang belum tentu adalah beasiswanya yang mana.
Perjalanan pulang kemudian ditempuh dengan jalan kaki lagi, enaknya jalan kaki di singapura tuh, trotoarnya jelas dan ga penuh oleh pedagang asongan. wakakaka.
Sesampainya di hotel, langsung beres-beres, termasuk sabun, shampo, kondisioner, teh-teh dan beebrapa item yang bisa dibawa, langsung dimasukin tas. Paling ntar pas cleaning service-nya masuk buat bersih-bersih, dia pasti langsung bergumam, "Pasti orang Indonesia nih di kamar ini tadinya..." sambil geleng-geleng kepala.... Sementara QQ udah kaburrr... hahahaha...
Karena mengulang jalan yang sama, Udah lebih lancar dari sebelumnya. Naik MRT dari Clarke Quay, stop di Outram Park terus nyambung ke Tanah Merah dan akhirnya nyampe di Changi.
Waktunya memulai perjalanan pulang... hikz....
Semalam di Singapura : Singapore Series 03
Setibanya di kamar... oh, kamarnya bagusssss. Sementara di channel-channel sebangsa AXN gitu lagi musim iklan Nescafe Dolce Gusto, kamar hotelnya punya Mesin Kopi Nestle. Mau bikin, tapi takut kalo ternyata itu jadi biaya tambahan. hahaha...
Yang disyukuri adalah ternyata colokan di kamar bisa dipake tanpa adaptor untuk colokan Indonesia, dan ternyata di sana juga ada WiFi gratis. Salah satu yang harus QQ ucapkan terima kasih adalah gampangnya penggunaan XL disana. Ga perlu registrasi dan dapet gratis paket BB 3 hari pula. Amazing dah tuh XL ama M1. Komunikasi dengan Indonesia bisa tetap lancar....!!!
(BTW, buat marketing XL, bayarannya ditunggu... hahahaha....)
Selanjutnya QQ berpikir, udah jam 6 sore, waktu setempat. Trus mau jalan kemana yaaa? mau naik MRT, ga tahu jalan juga. Mau Shopping, ntar abis duit, secara cuma bawa SGD 150. Akhirnya, terpikirkan... "Jalan-jalan mah bisa nanti pas udah mulai kuliah di sini, sekarang yang belum tentu dinikmati lagi adalah hotelnya..."
Akhirnya QQ memutuskan untuk berenang saja, Wuiiih kolam renangnya gede dan terlihat jelas kalo emang tuh hotel, hotel gede. Ternyata dari kolam renang, terlihatlah pemandangan penuh lampu dan kabut. Kirain nih kota penuh polusi, dan mulai berpikir untuk beli masker nanti kalo hidup di sini, eh ternyata itu kabut yang konon katanya impor dari Indonesia... wakakaka...
Balik ke pemandangan penuh lampu, oooh, jangan-jangan itu yang namanya Clarke Quay itu. Kayanya deket. Akhirnya setelah berenang, mandi, QQ memutuskan untuk jalan ke sana aja. Pas ngelihat tuh sungai, tuh jembatan, mau ga mau QQ teringat pada Sungai Batang Arau dan Jembatan Siti Nurbaya di Padang. Lebar sungainya kurang lebih sama, namun bedanya sungai Singapura ini lebih bersih. Di Clarke Quay ini kanan kirinya lampu dengan kafe-kafe yang prestigious, Namun kalo di Siti Nurbaya, kanan kirinya penuh dengan Karaoke esek-esek dan penjual jagung bakar. Di Clarke Quay ini ada kaya payung raksasa penuh lampu dan air mancur gitu di tengah-tengahnya, sedangkan Siti Nurbaya, ada tenda.
Mari kita menghela nafas sebentar...... #sigh
Kemudian QQ lanjut menjelajahi ranah baru. Ternyata ini Clarke Quay isinya bukan kafe biasa, tapi mengarah ke PUB alias kaya semacam wine and dine gitu. Jadi promo-promo-nya itu Harga Bir, Beli 1 pitcher gratis 1 kaleng lah, dan seterusnya. Duh, rencana mau makan di sana, batal. Akhirnya melancong ke plaza terdekat yang ada di kaki hotel Novotel. Masuk ke sebuah Supermarket gitu, sekaliah survey harga. Ternyata harga bahan makanan lumayan juga yaa... hikz.... #MeragukanRencanaMasakSendiri
Setelah keliling-keliling, bingung mau makan apa, Akhirnya nemplok ke McD juga... Beli Burger dan Softdrink. Abisnya mau makan di tempat yang ga jelas, selain takut halal atau nggaknya, takut juga mahal... hahahaha....
Udah kenyang, bawa sisa es batu yang masih di gelas, trus jalan balik ke Jembatan di Clarke Quay tadi. Duduk-duduk aja di pinggiran sambil ngabisin es batu yang tersisa, sambil melihat orang yang wara wiri. Cina, India, western bener-bener nyampur. Merenung bentar, disinilah QQ akan hidup untuk 2 tahun ke depan, Bisakah QQ bertahan di sini???
Yah, sebuah renungan kosong yang mungkin ga terpikirkan sebelumnya. Meskipun dulu biasa hidup di Palembang, kemudian harus pindah ke Jakarta. Pindah lagi ke Sibolga, Jogja dan sekarang Padang. Mungkin semuanya akan baik-baik saja karena QQ paham bahasa Indonesia. Pada saat QQ harus berbicara dengan orang lain, kadang barulah QQ menyadari bahwa bahasa Inggris QQ kalo dibawa ke percakapan tuh, masih belum awesome. Yah, sebulan lah target QQ untuk penyesuaian diri dan pemahaman gaya dan cara hidup di sana.
Setelah abis es batunya, QQ turun dan kembali ke Hotel. Mandi kemudian merebahkan diri di kasur yang mungkin belum tentu akan QQ tidurin lagi besok-besoknya. Sambil mempersiapkan mental untuk wawancara keesokan harinya.
#GoodNight
Yang disyukuri adalah ternyata colokan di kamar bisa dipake tanpa adaptor untuk colokan Indonesia, dan ternyata di sana juga ada WiFi gratis. Salah satu yang harus QQ ucapkan terima kasih adalah gampangnya penggunaan XL disana. Ga perlu registrasi dan dapet gratis paket BB 3 hari pula. Amazing dah tuh XL ama M1. Komunikasi dengan Indonesia bisa tetap lancar....!!!
(BTW, buat marketing XL, bayarannya ditunggu... hahahaha....)
Selanjutnya QQ berpikir, udah jam 6 sore, waktu setempat. Trus mau jalan kemana yaaa? mau naik MRT, ga tahu jalan juga. Mau Shopping, ntar abis duit, secara cuma bawa SGD 150. Akhirnya, terpikirkan... "Jalan-jalan mah bisa nanti pas udah mulai kuliah di sini, sekarang yang belum tentu dinikmati lagi adalah hotelnya..."
Akhirnya QQ memutuskan untuk berenang saja, Wuiiih kolam renangnya gede dan terlihat jelas kalo emang tuh hotel, hotel gede. Ternyata dari kolam renang, terlihatlah pemandangan penuh lampu dan kabut. Kirain nih kota penuh polusi, dan mulai berpikir untuk beli masker nanti kalo hidup di sini, eh ternyata itu kabut yang konon katanya impor dari Indonesia... wakakaka...
Balik ke pemandangan penuh lampu, oooh, jangan-jangan itu yang namanya Clarke Quay itu. Kayanya deket. Akhirnya setelah berenang, mandi, QQ memutuskan untuk jalan ke sana aja. Pas ngelihat tuh sungai, tuh jembatan, mau ga mau QQ teringat pada Sungai Batang Arau dan Jembatan Siti Nurbaya di Padang. Lebar sungainya kurang lebih sama, namun bedanya sungai Singapura ini lebih bersih. Di Clarke Quay ini kanan kirinya lampu dengan kafe-kafe yang prestigious, Namun kalo di Siti Nurbaya, kanan kirinya penuh dengan Karaoke esek-esek dan penjual jagung bakar. Di Clarke Quay ini ada kaya payung raksasa penuh lampu dan air mancur gitu di tengah-tengahnya, sedangkan Siti Nurbaya, ada tenda.
Mari kita menghela nafas sebentar...... #sigh
Kemudian QQ lanjut menjelajahi ranah baru. Ternyata ini Clarke Quay isinya bukan kafe biasa, tapi mengarah ke PUB alias kaya semacam wine and dine gitu. Jadi promo-promo-nya itu Harga Bir, Beli 1 pitcher gratis 1 kaleng lah, dan seterusnya. Duh, rencana mau makan di sana, batal. Akhirnya melancong ke plaza terdekat yang ada di kaki hotel Novotel. Masuk ke sebuah Supermarket gitu, sekaliah survey harga. Ternyata harga bahan makanan lumayan juga yaa... hikz.... #MeragukanRencanaMasakSendiri
Setelah keliling-keliling, bingung mau makan apa, Akhirnya nemplok ke McD juga... Beli Burger dan Softdrink. Abisnya mau makan di tempat yang ga jelas, selain takut halal atau nggaknya, takut juga mahal... hahahaha....
Udah kenyang, bawa sisa es batu yang masih di gelas, trus jalan balik ke Jembatan di Clarke Quay tadi. Duduk-duduk aja di pinggiran sambil ngabisin es batu yang tersisa, sambil melihat orang yang wara wiri. Cina, India, western bener-bener nyampur. Merenung bentar, disinilah QQ akan hidup untuk 2 tahun ke depan, Bisakah QQ bertahan di sini???
Yah, sebuah renungan kosong yang mungkin ga terpikirkan sebelumnya. Meskipun dulu biasa hidup di Palembang, kemudian harus pindah ke Jakarta. Pindah lagi ke Sibolga, Jogja dan sekarang Padang. Mungkin semuanya akan baik-baik saja karena QQ paham bahasa Indonesia. Pada saat QQ harus berbicara dengan orang lain, kadang barulah QQ menyadari bahwa bahasa Inggris QQ kalo dibawa ke percakapan tuh, masih belum awesome. Yah, sebulan lah target QQ untuk penyesuaian diri dan pemahaman gaya dan cara hidup di sana.
Setelah abis es batunya, QQ turun dan kembali ke Hotel. Mandi kemudian merebahkan diri di kasur yang mungkin belum tentu akan QQ tidurin lagi besok-besoknya. Sambil mempersiapkan mental untuk wawancara keesokan harinya.
#GoodNight
Subscribe to:
Posts (Atom)














