Who Am I? Not Spiderman

My photo
Jakarta Pusat, DKI Jakarta, Indonesia
Rizky Novrianto is just an ordinary human being who try to live his life as extraordinary as it can be. I like to be different. You maybe able to find someone better than me, but You may never find someone like me. I hope common courtesy hasn't die yet. Treat people the way you want to be treated and even more, treat other people the way they want to be treated.

Tuesday, May 7, 2013

Gym Buddy

Siapa di dunia ini yang ga mau memiliki tubuh yang ideal, sehat dan enak untuk dipandang?

Sebuah pertanyaan retorikal yang semua orang kayanya akan pasti menjawab, IYA.
Namun ketika pertanyaan diubah menjadi, "Siapa di dunia ini yang sudah cukup berusaha untuk memiliki tubuh ideal...?
Maka kita akan menjawab, "Hmmm... saya mungkin....."

Faktanya adalah GYM sekarang sudah bergeser fungsinya sedari sebagai tempat untuk membentuk badan yang sehat menjadi sebagai salah satu tempat buat kongkow, nongkrong dan bersosialisasi.

Sekarang coba jawab pertanyaan ini dengan jujur, "Siapa yang kalo ke Gym, ribet banget pilih baju mana yang bagus, sepatu yang bagus dan plus semprot-semprot parfum biar wangi... malah udah tahu mau keringetan, sempet-sempetnya mandi dulu sebelum gym...?"

Luar biasa bukan? kondisi gym sekarang udah ga bau kerinet lagi... tapi udah beraroma Bvlgari, CK, Benetton, Diesel dan banyak merk lainnya, termasuk merk-merk cologne yang murah meriah... hahaha....

Jadi kadang kalo kita datang ke gym, kemudian eh malah jumpa ama temen atau geng kita, yang terjadi adalah olahraga mulut alias nge-gosip dan bukannya olahraga badan. Ntar ga sadar 2 jam udah berlalu dan yang terasa berotot malah mata kita, karena yang olahraga itu malah mata, lirik kanan kiri.

Itu adalah dilemanya kalo nge-gym rame-rame. Tapi kalo nge-gym sendirian juga, rasanya juga jadinya terlalu autis, kaya QQ biasanya. Sementara yang lain pada olahraga mulut dan mata. Kita sendirian serius olahraga badan, rasanya kok kesepian banget yaa... hahaha...

Karena itu, untuk mendukung kesuksesan seseorang dalam gym, dibutuhkan GYM BUDDY atau sahabat untuk nge-gym. Ada beberapa kualifikasi yang harus dipenuhi seseorang untuk menjadi seorang gym buddy yang baik.

Coba bedakan dari beberapa dialog berikut ini:
Gym Buddy (GB) : Yuk kita gym hari ini..!!!
QQ : yuk, jam 19.00 yaa..
##Nah, ini Gym Buddy yang baik karena selalu mengingatkan dan mengajak.
GB : Abis itu kita makan2 di KFC yaaa....
##Teeet... ini GYM buddy yang buruk
QQ : Ga ah, sayang ama keringet yang udah ngucur ntar.
GB : Ok deh, see you there

Adegan 2
GB : Hayo yang semangat angkat bebannya, tambahin kalo perlu biar terasa!!
QQ : iya... uugh...
##Nah, ini Gym Buddy yang baik, memberikan motivasi pada sahabatnya untuk lebih baik lagi.
GB : Antara set angkatan, istirahatnya maksimal semenit aja, Eh-eh, kemaren masa si Mika keluar dari XFactor....
##Teeet... ini Gym Buddy yang menyesatkan, bilangnya break semenit, eh dia ngebahas Mika yang keluar, alamat abis 30 menit tuh.

Adegan 3
QQ : Duh kok rasanya males ya mau gym, ga mood nih.
GB : Tenang aja, kita berangkat dulu aja ke sana, ntar juga semangatnya muncul sendiri.
##Gym Buddy yang baik nih, karena terus aja mengajak meski kita lagi males.
QQ : Tapi kayanya lagi ada diskon besar-besaran tadi di Matahari...
GB : Eh serius??? ya udah, kita kesana aja yuk malem ini...
##Teeet... sesaaaaaaaaaat!!!!!!!!!!!!!!

Hahahhaa.......
yah, jadi Gym Buddy seseorang itu adalah gabungan antara ilmu dan seni....
Kadang harus kejam, kadang harus sadis, tapi seringnya sih emang harus tega. Maka itu mencari Gym Buddy yang baik tuh susah, dak akhirnya orang mengeluarkan dana ekstra untuk membayar Personal Trainer sebagai 'Gym Buddy' mereka. 

Menurut QQ sih kadang seorang Personal Trainer alias PT tuh bukan kita bayar untuk kita harapkan keahliannya dalam membentuk badan. Karena kalo gitu, syarat seorang PT harus punya body oke punya dong. Namun peran utama seorang PT, selain memberikan info dan tips, adalah menjadi Gym Buddy yang baik bagi kita.

Memang mahal untuk membayar seorang PT, tapi emang mencari seorang Gym Buddy tuh ga gampang. Kita memang bisa mengandalkan teman, yah pada seminggu dua minggu pertama. Ntar pas udah bosen, mulai deh bibir ama mata yang berotot. wakakaka....

Yah, pada akhirnya orang-orang yang badannya ga bagus-bagus juga meski udah gym bertahun-tahun (kaya QQ contohnya), akan berkata, "Kayanya punya badan berotot tuh tergantung ama takdir masing-masing kali yaaa... Jangan-jangan mereka begitu  brojol dari perut emaknya, langsung punya perut sixpack..."

Yah, tapi tetep aja... Namanya usaha, QQ akan terus mencoba. Akhirnya dengan resolusi sederhana, "Yah, meskipun ga punya badan berotot dan perut kotak-kotak, paling nggak SEHAT aja udah cukup laah... hahahaha..."

Banjir Iklan Social Media

Sebenernya booming media online chatting bukan baru sekarang aja munculnya. Kayanya sih udah dari jaman dahulu kala, mulai dari Yahoo Messenger lah, terus muncul Google Talk, kemudian lanjut ada Skype, bahkan dari pendahulunya banget itu yang masih pake MS-Dos sulu itu, duh lupa namanya... saking lamanya... hehehe...

Namun ketika media-media online chatting tersebut muncul, mereka booming-nya di kalangan, yaah tahu sama tahu aja lah. Ntar yang satu punya ID, kemudian mengundang temennya dan temennya itu mengundang temennya lagi, dan akhirnya sebuah jaringan terbentuk.

Namun di tahun-tahun terakhir ini, Media online chatting tersebut semakin berani dan bermodal untuk menerbitkan iklan atas produk/jasa yang mereka tawarkan, bahkan ada yang menawarkan hadiah untuk mendownload aplikasi tersebut. 

Tiga media online chatting yang lagi hot sekarang antara lain Line, WeChat dan Kakao Talk. Tiga media online chatting ini berusaha memperebutkan kalangan anak muda yang memang menggilai media pertemanan online ini.

Ga tahu siapa yang bilang kutipan ini, tapi QQ sih pertama kali dengernya, dari seorang Dosen Akuntansi pas kuliah dulu, Bapaknya bilang gini, "Media pertemanan dunia maya tuh mendekatkan yang jauh, namun menjauhkan yang dekat"
Waktu itu beliau sambil menunjukkan sebuah gambar dua orang yang sedang duduk di taman, bersebelahan. Namun keduanya sibuk dengan smartphone mereka masing-masing untuk berbicara dengan teman 'maya' mereka yang jauh disana.

Dengan media ini, kita bisa menggapai sahabat nun jauh di benua yang berbeda. Namun ketika ada orang asing berada di sebelah kita, kayanya kita enggan menyapanya untuk mengajak kenalan. 

Mungkin inilah salah satu keajaiban dunia maya yang membuat begitu banyak orang terpikat untuk memasukinya dan ketika sudah masuk, enggan untuk keluar. Ketika kita dalam dunia nyata, untuk menyapa seseorang tuh begitu berat rasanya. akan banyak keraguan dalam benak kita, "Bagaimana jika dia terganggu? Bagaimana jika dia menilai kita jelek? Bagaimana ini dan bagaimana itu..."

Tapi, jika di media sosial dunia maya, seandainya kita di-reject request-nya pun kita tidak perduli dan tidak terlalu sakit hati, karena penolakan itu tidak langsung terjadi di hadapan kita. We couldn't care-less about that. 

Dan kemudian, media sosial pertemanan ini meluas. Facebook kemudian memiliki fasilitas chatting juga, bahkan Path juga mengembangkan fasilitas chatting ini bagi pengguna-pengunanya. 

Dulu juga kalo ga salah yang pernah nebeng di iklannya XL tuh ada Pinterest tapi kayanya tuh media sosial ga terlalu booming.Kemudian ada juga media sosial yang berdasarkan fotografi, dimana kemudian menjadi media Narsisme, Instagram.

Kemudian menjadi tidak aneh jika satu orang memiliki banyak akun di media sosial yang berbeda.

Dulu QQ pas ada Facebook, rasanya enggan banget beranjak dari Friendster. Kemudian muncul Twitter, kemudian ada pula media sosial berdasarkan lokasi Foursquare dan diikuti oleh anak cabangnya Yahoo yaitu Yahoo Koprol. Kemudian setelah itu QQ sempet ikutan Skype dan KiK Messenger. Kemudian mewabahlah itu Instagram dan QQ pun ikut bikin akun baru. Terbaru adalah QQ bikin akun WeChat, Line dan Path

hmmm.... kalo dipikir-pikir, masih terkecuali pula akun GMail dan Yahoo yang QQ punya, dan oh, dulu email pertama QQ tuh adalah Keromail.... astaga, apa kabar tuh email server yaaaa.....?          

Kalo dipikir-pikir sih, QQ emang lebih banyak hidup di dunia maya aja dibandingkan di dunia nyata... hahaha...
Mengesampingkan beratus-ratus alasan QQ untuk memiliki akun-akun tersebut, tetep aja alasan utamanya adalah karena QQ sulit bergaul di dunia nyata... hahaha...

Yah, semoga saja dengan semakin marak bahkan semakin bermodalnya media-media online ini untuk memasarkan produk mereka, Kita sebagai manusia yang merupakan makhluk sosial, akan dapat lebih lancar berinteraksi sosial secara langsung daripada berinteraksi sosial secara maya.

Marikah kita mulai menggunakan Media sosial ini untuk mendekatkan yang jauh dan semakin mendekatkan yang dekat.
#IngaIngaTring   

Thursday, May 2, 2013

Iklan Bagus

Biasanya QQ tuh paling males nonton televisi lokal tuh selain karena muatannya yang ga mutu, iklannya jauh lebih ga mutu lagi. Terutama iklan-iklan yang mengeksplorasi bagian kecerdasan anak-anak. Ada anak kecil yang narok buku bapaknya di bawah meja terus dia jadin bapaknya kuda-kudaan lah.... ada anak kecil gerak jalan di depan kaca laah... ada anak kecil yang lari-lari sambil maen musik.... ada anak kecil yang tiba-tiba jadi musisi pernikahan dengan gelas....

Banyaklah versi kecerdasan anak-anak. Tapi dalam hati QQ berpikir, "Emang beneran ada?? kayanya too good to be true aja gitu loh..."
Kadang kasihan jatohnya, masa anak Indonesia sekarang yang kaya gitu dianggap cerdas.

Si anak kecil yang gangguin ayahnya kerja atau si anak kecil autis karena gerak jalan sendiri di depan kaca. Masa yang kaya gitu malah disebut dengan, "AKSI CERDAS SI KECIL" atau "KEJUTAN DARI SI KECIL"..??

Kalo misalnya nih iklan dibawa di kehidupan nyata, Gini skenario-nya...
Si Mama lagi maen sama anaknya, tapi sibuk nge-video-in aja, karena pengen nangkep momen SMART anaknya...
Trus anaknya malah lari ke Bapaknya yang lagi sibuk kerja, terus ngambil buku dari atas mejanya dan naruh dibawah meja. Pas Bapaknya ngambil, si anak naik ke atas Bapaknya dan ngejadiin dia kuda-kudaan. (sampe sini, masih skenario iklan nih....)

Skenario nyatanya jadi kaya gini...
Kemudian si Bapak kesel, trus tuh anaknya dilempar dari punggungnya. Trus istrinya datang dan ditampar, "Kamu tak suruh jagain anak, malah sibuk nge-video-in aja!!!!"
Karena ada KDRT, si istri kemudian ngelapor ke Polisi. Si Bapak masuk penjara, dan si Istri minta cerai. Si Anak (yang smart tadi) akhirnya jadi stress karena merasa dia menjadi penyebab ayah dan ibunya jadi seperti itu Dan akhirnya dia bunuh diri....

wakakakakaka....................

Oke, sekian ngayal-nya, balik ke topik awal.

Tapi tadi siang QQ ngelihat iklan lucu banget, kalo ga salah, ini iklannya Vidoran smart dan perlu QQ acungkan jempol tuh yang punya konsep nih iklan. Meskipun tetep aja too good to be true tapi tetep aja, selera humornya ada.

Jadi ceritanya ada seorang anak kecil menegur seorang dewasa yang nyela antrian dengan sapaan, "Excuse me..." terus si orang dewasa tadi jutek, dan bilang, "Ada apa?"
terus si anak kecil bilang, "Oh saya kira om ga bisa berbahasa Indonesia" sambil menunjuk tulisan "HARAP ANTRI"

wah serius nih iklan lucu banget....!!!!
Kenapa???
karena ini adalah sebuah ironi, ini menunjukkan bahwa nih anak kecil beneran SMART bukan smart yang dibuat-buat. Yah, meskipun ini cuma iklan yang mungkin anak kecil itu dikasih skenario.
Tapi beginilah anak kecil Indonesia sekarang seharusnya.

Orang dewasa tuh terkadang memberikan contoh yang salah. Anak kecil yang SMART haruslah memberikan mereka pengajaran yang tepat melalui sindirah, seperti yang dilakukan oleh anak kecil dalam iklan tersebut.

Kisah iklan ini mengingatkan QQ pada sebuah kisah Cucu Nabi Muhammad. Hasan dan Husin deh kalo ga salah namanya. Jadi ketika itu ada seorang dewasa yang berwudhu dengan cara yang kurang tepat. Kemudian Hasan dan Husin ini menegurnya dengan cara, "Wahai Bapak, Saya dan saudara saya sedang berdebat tentang cara wudhu yang baik dan benar, sudilah kiranya Bapak menjadi juri diantara kami"

Kemudian Hasan dan Husin tadi melakukan cara Wudhu yang baik dan benar, dan akhirnya si Bapak ini justru malah sadar kalau sebenarnya yang salah cara wudhunya adalah dirinya sendiri.

Ini adalah anak-anak SMART yang sesungguhnya.
Janganlah jadikan iklan yang mengeksploitasi anak-anak ini sekedar buat lucu-lucuan tapi sesungguhnya dalam kehidupan nyata, beneran too good to be true. Sehingga iklan-iklan Indonesia tuh menjadi semakin terpuruk dan isinya khayalan semua. Pada akhirnya apa yang dilihat di televisi itu akan dicontoh oleh anak-anak kita semua.

Jadi harapan QQ sih, semoga aja pembuat iklan di negeri ini bisa lebih mikir aja kalo bikin iklan.

Monday, April 29, 2013

PIN Token VS SMS Token

Dalam teknologi Internet Banking yang banyak dianut oleh mayoritas perbankan di Indonesia memiliki dua tipe otorisasi. Yang pertama adalah PIN TOKEN yang dimana otorisasi menggunakan hardware kecil yang gunanya ngeluarin PIN setiap kali kita mau melakukan transaksi. Yang kedua adalah SMS TOKEN yang dimana nanti kode unik untuk transaksi dikirimkan melalui SMS ke nomor yang telah didaftarkan.

Kalo dulu QQ ditanya pilih yang mana, QQ akan menjawab, pilih "SMS TOKEN", meskipun kena biaya, tapi paling nggak kita ga pernah lupa bawa HP kemana-mana kita pergi. Tapi kalo PIN TOKEN, kadang bisa saja ketinggalan. Jadi dulu menurut QQ PIN TOKEN tuh justru ga praktis karena nambah-nambahin alat untuk dibawa. 

Tapi hari ini QQ menyadari mengenai kelemahan besar yang dimiliki oleh SMS TOKEN. Itu adalah kalo kita tinggal permanen di luar negeri, dan kita terpaksa harus ganti nomor sana, maka urusannya mendadak jadi ribet.

Kalo PIN TOKEN, tinggal kita bawa aja. 
Nah, kalo SMS Token, duh, tepok jidat dah pokoknya....

Bayangkan gini... Misalkan kita harus stay lama di luar negeri, kemudian otomatis dong kita kudu pake nomor sana untuk berkomunikasi. 2 tahun mau pake nomor Indonesia?? bisa semaput gara-gara Roaming Jaya....
Nah, okelah misalkan nanti SMS TOken yang baru bisa dikirimkan ke nomor yang baru... TAPI MASALAHNYA...... gimana me-registrasikan nomor barunya...???? amppuuuuun....

Sekarang QQ bingun gimana nanti mau bayar-bayar tagihan kartu kredit, bayar Tabungan Rencana, bayar segala transaksi keuangan yang biasa QQ lakukan tiap bulan, dari Singapur sana kalo ternyata ngurus SMS TOKEN begitu rempong.

Kayanya siiih, alamat bakal bergeser posisi CIMB Niaga sebagai bank utama ke Bank yang memiliki PIN Token. Kandidat saat ini sih Mandiri atau Danamon.
Namun sekarang masalahnya adalah BRI. secara Gaji masuk ke sana tiap awal bulan dan dari sanalah bersumber segala pemasukan QQ yang akan dipindahkan ke sana dan kemari. 

Tadi siang ke BRI, buset antriannya rame.
Dateng lagi jam 2-an, kirain bakal sepi-an dikit, eh ternyata malah makin rame. Penuh ama Ibu Guru yang sibuk mau buka rekening dalam rangka menampung Uang Tunjangan Sertifikasi. 
yah, di-pending besok deh.
Sekarang nasib keuangan QQ di beberapa tahun yang akan datang, tergantung pada, "Apakah BRI memiliki PIN TOKEN atau tidak???"

Tapi emang seharusnya Bank tuh memiliki opsi, kaya Bank Danamon tuh...
Nasabah boleh memilih mereka nyamannya di mana.
Mau SMS Token atau mau PIN TOKEN.

Masing-masing TOKEN emang memiliki keuntungannya masing-masing. Tapi saat ini, QQ lebih memilih PIN TOKEN daripada SMS Token, karena bisa transaksi secara internasional.

Namun kemudian, tersisa lagi masalah yang belum ada jawabannya. "Situs internet banking-nya bisa diakses dari luar negeri ga????"

Yah, segala sesuatunya pasti memiliki masalah, itu adalah tantangan yang harus kita hadapi untuk maju.

Tadahkan tangan dan berdo'a saja... semoga semuanya lancarrrrrr......

Sukses atau Bahagia?

Dalam hidup ini tentu tujuan kita adalah ingin sukses. Namun banyak dari kita bahkan tidak mengerti apa itu definisi sukses. Apakah punya sebuah rumah di kawasan elit? dengan dua mobil mewah? atau cukup dengan rumah sederhana dan dua anak saja?

Dalam membahas makna sukses, kita tak pernah lepas dari sebuah kata, "BAHAGIA". Apakah tujuan hidup kita sesungguhnya? Sukses atau Bahagia??
Tapi apakah kita semua sungguh mengetahui perbedaan di antara keduanya?

Katakanlah seorang anak ketika ia kecil, ia bercita-cita ingin menjadi seorang dokter dan menikah dengan seorang istri yang cantik, kemudian punya sebuah rumah untuk hidup bersama dua anaknya.
Kemudian dalam kenyataannya, semua targetnya tercapai. Apakah ia Sukses atau Bahagia? ataukah keduanya?

Terkadang QQ lebih suka mengartikan sukses adalah ketika kita berhasil mencapai apa yang kita inginkan. Namun, ketika apa yang kita inginkan itu telah tercapai, terkadang kita bertanya pada diri sendiri... apakah ini yang benar-benar aku inginkan. 

"Seorang yang sukses belum tentu bahagia. Tapi seorang yang bahagia, pastilah sukses..." begitu kata seorang dosen pas QQ kuliah dulu.

Jadi kalau memang tujuan kita adalah ingin sukses, maka kita harus menginginkan banyak hal dan berjuang sekuat tenaga untuk mencapainya. Dengan kita berhasil mencapai apa yang kita rencanakan, maka itu adalah kesuksesan bagi kita. Namun Kesuksesan tak pernah menjamin kebahagiaan. Terutama apabila kita menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan kita.

Namun jika tujuan kita adalah ingin bahagia, mungkin kita akan banyak menyesuaikan target-target yang telah kita buat sebelumnya. Yang tadinya kita ingin jadi dokter, ternyata mentoknya jadi seorang Sarjana Ekonomi. Yang tadinya kita pengen rumah, sampe sekarang belum terbeli juga. Tapi kita bahagia dalam menjalani hidup, maka itu adalah pencapaian kita. Kita ingin hidup bahagia.

seorang bijak pernah berkata:
Success is getting what you want, happiness is wanting what you get
― W.P. Kinsella


"Sukses adalah mendapatkan apa yang anda inginkan, Kebahagiaan adalah menginginkan apa yang anda dapatkan"

Sekarang masalahnya adalah, bisakah orang sukses berbahagia? dan sebaliknya, bisakah orang yang berbahagia sukses?

 Tentu saja!!! masalahnya adalah kita harus tahu apa yang kita inginkan.
Jika dalam hidup ini hanya dipenuhi oleh target dan target tentang apa yang kita ingin capai dalam hidup ini, maka kesuksesan adalah jalan yang tak pernah ada ujungnya. 

Awalnya kita ingin menjadi seorang Kepala Seksi. Setelah tercapai, selanjutnya kita ingin menjadi Kepala Bagian. Selanjutnya kita ingin menjadi Direktur dan seterusnya takkan ada habisnya. Pencapaian dalam hidup ini hanya akan berhenti pada saat kita mati. Lalu apakah kita baru akan merasa sukses ketika kita sudah mendekati ajal??

Jangan sampai seperti itu. Hidup ini terlalu singkat untuk dipenuhi dengan ambisi-ambisi semata.

Ada kalanya kita harus berhenti sesaat dalam hiduo kita dan menanyakan pada diri kita sendiri. 
"Apakah kita telah berhasil mendapatkan apa yang kita inginkan?"
"Apakah kita menginginkan apa yang kita dapatkan ini?"

Jika pertanyaan pertama jawaban kita adalah iya, maka berjuanglah untuk menjawab iya pada pertanyaan kedua. Namun jika pertanyaan pertama kita jawabannya adalah tidak, maka berusahalah untuk menjawab iya pada pertanyaan kedua.

Terkadang hidup berjalan tak seperti yang kita inginkan. Kita boleh berusaha sekuat tenaga, namun tetap Tuhan yang tahu apa yang terbaik untuk kita. Terkadang kita tidak selalu bisa mendapatkan apa yang kita inginkan. Namun satu hal yang pasti, kita bisa menginginkan apa yang kita dapatkan. Dengan banyak bersyukur, berterima kasih dan selalu ingat pada orang lain yang mungkin kurang beruntung dibandingkan kita.

Dengan kita menginginkan apa yang kita dapatkan, maka telah berbahagialah kita.
QQ punya sebuah proposisi, Bagaimana jika target hidup kita di dunia ini adalah untuk berbahagia..???

Kemudian saat ini kita menjalani hidup dengan penuh rasa Syukur, bibir yang senantiasa tersenyum dan hati yang penuh suka cita...
Bukankah kita telah mencapai tujuan hidup kita?

Kita bisa menjadi orang yang BAHAGIA dan SUKSES.

Orang yang sukses belum tentu berbahagia, Namun orang yang berbahagia pasti SUKSES...!!!

Thursday, April 18, 2013

Menjadi Pemimpin Hebat yang Sesungguhnya

Ada sebuah kutipan dari seorang yang bernama Charles de Montesquieu,

"To become truly great, ONE has to stand with people NOT above them"

yang kurang lebih kalo diartikan, akan menjadi, "Untuk menjadi hebat yang sesungguhnya, seseorang itu harus berdiri bersama rakyatnya, bukan di atas mereka"



Ironis bukan, apakah yang terjadi dengan pemimpin di negara ini? Biasanya kalo statusnya masih rakyat biasa, dia berdiri dan makan bersama rakyat, tapi begitu dia naik tahta, langsung deh serasa Bos. 

Apa coba penyakit-penyakit Bos...?
Pengen ditinggi-in, pengen dihormatin, dan yang paling parah adalah, selalu pengen ditungguin.

Perhatikanlah dalam setiap acara apapun itu. Yang datang paling akhir adalah PEMIMPIN. Dan itupun harus dijemput oleh ajudannya dan dengan kata-kata, "Semua sudah hadir dan acara siap dmulai."

Seorang pemimpin harus bisa berdiri bersama rakyatnya. Jika rakyatnya memang menunggu, maka pemimpin hendaklah menunggu bersama rakyatnya. Tidak ada perlakuan spesial terhadap pemimpin. Justru pemimpin yang tidak mengharapkan perlakuan spesial-lah yang akan mendapatkan perlakuan spesial. Justru seorang pemimpin yang tidak gila hormat-lah yang akan mendapatkan penghormatan tertinggi.

Menurut QQ, bedanya seorang pemimpin dan staff adalah masalah wewenang dan tanggung jawab. Kalo masalah kerjaan, QQ yakin lebih sulit jadi seorang staff. Seorang pemimpin yang baik harusnya tidak karena bawahannya baik semua, namun dia memang sudah baik dari sononya.

Terkadang ada orang bilang, "Si Bapak A itu bagus pemimpinannya kalo bawahannya bagus semua.."
lha terus kalo bawahannya busuk semua, hancur dong dia...?
Pemimpin yang seperti itu adalah cotoh pemimpin yang buruk.

Hmm.... kalo QQ jadi pemimpin, jadi kaya apa yaaa?
wakakakaka...
Jangan-jangan sama ancurnya...
Wah, padahal khan target Presiden RI masih terbuka lebar... hehe...

Metode kepemimpinan sekarang sudah berbeda dengan yang dulu, dimana pemimpin berada di depan. Kalo banyak orang gambarkan saat ini, Kepemimpinan tuh diiibaratkan kaya kita lagi maen Arung Jeram alias Rafting.

Pemimpin berada di tempat paling belakang, memberikan komando dari belakang. Kenapa di belakang? karena di belakang, seorang pemimpin tetap bisa melihat ke depan dan dia juga bisa merasakan apa yang dirasakan oleh anggotanya.

Tapi kalo pemimpin cuma bisa melihat ke depan saja, tanpa bisa merasakan apa yang dirasakan oleh bawahannya, kebijakan yang akan terjadi adalah kebijakan yang tidak memihak. Dia bisa saja kasih perintah, "Doroooong.... doroooong..." padahal saat itu, kapal sedang nyangkut di batu. Pemimpin itu tak menyadari bawahannya sedang berusaha membebaskan diri, karena dia sibuk menatap ke depan saja.

Seorang pemimpin yang tidak pernah merasakan rasanya berada di bawah, maka dia tidak layak sama sekali untuk menjadi pemimpin.

Secara gambar dan hirarki, seorang pemimpin memang berada di atas yang lainnya. Namun dalam kehidupan nyata, siapa yang mengharuskan pemimpin berada di atas semua orang?

Pemimpin yang merakyat, mungkin itulah yang bisa menjadi kata untuk menyimpulkan tulisan ini. Seorang pemimpin harus bisa turun dan merasakan apa yang dirasakan oleh bawahannya. Mungkin sekali atau dua kali, seorang pemimpin harus keluar dari tempatnya dan terjun langsung ke lapangan. Meskipun itu hanya sebuah pertanyaan singkat kepada Staff-nya, "Apa masalah yang sedang dihadapi anda saat ini?"

Menurut QQ, itulah seorang Pemimpin Hebat yang sesungguhnya. 
#wishIcanBeLikeThat

Wednesday, April 17, 2013

Go Fast or Go Far....?

Terinspirasi dari status BBM temen beberapa waktu yang lalu. udah lama tapi masih terkenang aja nih sampe sekarang.

"If you want to go fast, go alone. But if you wanna go far, go together"

Yah, kurang lebih gitu lah.
Karena terkadang QQ mikir, QQ tuh termasuk pada orang yang pengen selalu go fast, karena itulah QQ terkadan lebih suka bekerja sendiri. Namun berdasarkan kutipan tadi, kalo kita mau pergi lebih jauh, maka pergilah bersama-sama.

Darn, that is so right!
Misalkan aja nih ada sebuah kasus. Kita mau melintasi Gurun Sahara. 
ada si A yang hanya terdiri dari 1 orang dan tim B yang terdiri dari 5 orang.

Si A kemudian hanya membawa apa yang dia perlukan dan kemudian bisa langsung berjalan melintasi Gurun Sahara.

Namun apa yang terjadi pada Tim B..?
Tim B akan berkoordinasi dulu. Mereka akan memutuskan kapan waktu berangkat, siapa yang bawa apa, nanti tugas masing-masing anggota kelompok apa, persiapan kalo terjadi hal-hal yang tidak diduga. Kemudian mereka baru berangkat mungkin 3 hari kemudian karena kata sepakat susah didapat.

Dari keadaan awal ini, keuntungan berangkat sendiri adalah kita ga perlu rapat dan mencari kata sepakat. Kita bisa langsung berangkat dan ga perlu opini kedua atau apapun. Ga ada yang menghalangi kita dari pergi secepat mungkin untuk menuntaskan misi.

Namun, di Gurun Sahara, apa yang terjadi.

Si A sendirian terlalu banyak membawa barang, sehingga dia cepat lelah karena membawa semua beban sendirian. Dia mungkin bisa melintasi gurun tapi dengan terengah-engah dan penuh perjuangan.

Tim B, meskipun memulainya agak terlambat tapi karena ada pembagian tugas yang jelas dan ada pembagian beban yang jelas, Mereka dapat bertahan dengan baik di Gurun tersebut. Pada akhirnya mereka bisa membawa seluruh anggota tim tiba melintasi Gurun Sahara dengan selamat.

Bener banget ga sih kutipan di atas tadi?
"Kalo kita pengen tiba dengan cepat, maka berangkat aja sendiri. Tapi kalo kita pengen pergi jauh, maka pergilah bersama-sama"

Tapi meskipun begitu, sangat sulit bagi QQ untuk mengabaikan mengenai sulitnya mencapai kata sepakat dalam kelompok dan berbagi tugas. Males banget kalo ntar pembagian tugas dalam tim tuh ga adil atau satu dua orang malas kerja dan pada akhirnya karena itu kerja tim, semua orang mendapatkan pembagian yang sama atas suksesnya pekerjaan tersebut.

Bekerja sendiri tuh emang lebih sulit, tapi kita ga perlu ribet dengan urusan-urusan kecil yang justru akan membuat kegiatan menjadi terhambat. Pekerjaan saat ini terkadang lebih membutuhkan kecepatan, yang penting beres.

Sekarang sih QQ lebih mikirnya, Misalkan ada sebuah kegiatan atau QQ punya sebuah tujuan dalam hidup ini. QQ akan melihat, apakah QQ butuh ini cepat atau QQ harus mencapai tujuan yang lebih besar lagi? Kalo QQ cuma butuh cepat, maka QQ akan memilih kerja sendiri aja. Namun jika QQ melihat sebuah pekerjaan tersebut memiliki tujuan yang lebih besar, yang dimana QQ kayanya tahu kalo QQ ga mampu mencapainya sendirian, maka QQ akan mengajak orang untuk bekerja dalam sebuah TIM. Dengan kepeminpinan yang baik dan anggota tim yang solid, QQ mungkin akan merasa nyaman bekerja dalam sebuah tim.

Tapi sampai Tim Impian tadi terbentuk, kayanya pergi cepet aja deh untuk sekarang. hahahaha... Sambil melatih diri QQ jika suatu saat nanti menjadi pemimpin tim, bisa jadi Pimpinan Tim yang mumpuni. Seakrang sih berusaha jadi anggota tim yang baik aja, jika terpaksa tergabung dalam sebuah tim. #wink

Ketepatan Waktu

Dalam mengikuti setiap acara di Negara ini, baik itu rapat, ketemuan bahkan konser, kayanya yang biasa dan pasti terjadi adalah, kurangnya ketepatan waktu. Di undangan tertulis jam 08.00, bisa dipastikan acara mulainya paling cepet jam 08.30. Trus kenapa ga di undangan ditulis aja Acara mulai jam 08.30..?? Karena acara bakal baru mulai paling cepet jam 09.00.

Sehingga, kalo ada perencanaan kegiatan. Misalkan mau ada rapat nih. di Rencana kita mau mulainya jam 09.00 pagi.  Tapi andaikata di undangan kita tulis acara mulai jam 09.00, maka acara kita pasti tertunda. Jadilah akhirnya kita tulis di undangan, acara mulai jam 08.00. 

Aneh yaa.... kita malah sudah mengantisipasi bahwa acar apasti mulai terlambat. Negara ini kayanya sudah terbiasa seperti itu. Acara mulai terlambat karena nunggu Narasumber, Acara Telat mulai karena nunggu Panitia selesai menyiapkan acara, Acara belum mulai juga karena undangan belum pada datang, dan yang paling parah tuh acara belum mulai karena nunggui pejabat terkait belum nongol juga.

Kenapa kita terlalu banyak menunggu?????????

Panitia belum Siap
Aneh ya, padahal yang namanya panitia tuh harusnya udah nyiapin acara udah dari kapan tahu. Eh, malah pas hari-H nggak siap. Acara mulai jam 08.00, tapi panitia baru nyampe lokasi acara jam 08.00 dan langsung siap-siapin laptop, proyektor dan kawan-kawannya. Malah yang lebih ngaco lagi, panitianya udah dateng jam 08.00 trus ngopi-ngopi dulu sampe ngobrol. duh! Mbok ya kalo panitia tuh udah ready dari jauh sebelum jam dimulai. jadi kalo bilangnya jam 08.00 mulai, Panitia udah siap mulai.

Narasumber belum Datang
Narasumber boleh terlambat, mungkin karena macet atau cuaca. Tapi panitia ga boleh bingung dan lantas menunda acara dimulai. Mulai aja acara dengan acara pembuka atau isilah dengan suatu acara tertentu. Jangan sampe orang yang sudah meluangkan waktu mereka untuk datang tepat waktu jadi terkena dampak Narasumber yang telat datang. Sebagai pelajaran untuk panita, Narasumber ini butuh dikasih pelajaran.

Undangan belum Datang
Aneh kalo sebuah acara tergantung pada undangan. Kalo undangan memang dimulai jam 08.00, maka mulai aja acaranya meskipun yang dateng baru 20% aja. Biar nanti mereka yang datang terlambat menjadi tahu kalo mereka terlambat dan jadi pelajaran bagi mereka untuk tepat waktu di acara berikutnya. Jika informasi yang mereka dapatkan jadi kurang, maka itu resiko mereka sebagai orang yang terlambat. Jadikan terlambat ini sebagai pelajaran agar tepet waktu di kesempatan berikutnya.

Pejabat belum Datang
kalo yang ini sih WTF!!!
Pejabat yang ga menghormati waktu, ga pantes untuk dihormati dan dikasih tempat terdepan. Kalo pejabatnya terlambat datang, maka ketua panitia aja yang membuka acara. Kita tuh kadang menghabiskan waktu menunggu untuk menghormati orang yang tidak pantas kita berikan rasa hormat.

Sekarang apa lagi alasan untuk ga memulai acara tepat waktu?
Panitia harus siap, Pejabat harus tahu diri dan datang tepat waktu. Undangan harus hormati waktu dan Narasumber harus kita ingatkan kalo dia bakal terlambat datang.

Sekarang adalah saat untuk memulainya. Ada sebuah cerita, ga tahu bener nggaknya. Katanya sih dulu Bung Hatta kalo rapat misalnya dimulai jam 08.00. Beliau akan datang ke tempat acara jam 07.50. Ketika jam 8.05 beliau akan konfirmasi ke panitia apakah acara telah siap dimulai atau belum. Jika acara belum dimulai juga, maka beliau akan pergi dari tempat acara tersebut.

Begitu adalah komitmen yang luar biasa.
Dengan begitu, baik panitia dan undangan akan mendapatkan pelajaran.
Kalo sekarang sih, Pejabat malah datang paling terlambat. Terus undangan sudah datang dan acara belum dimulai, akhirnya untuk ke depan-depannya mereka milih datang telat aja.

Waktu adalah sesuatu yang sangat berharga dan memiliki nilai yang berbeda bagi masing-masing orang. Kalo orang tersebut sibuk, maka menunggu adalah cara paling buruk untuk menghabiskan waktu. Apakah kita mengira semua undangan kita adalah orang yang tidak ada urusan lain selain menunggu acara kita dimulai??
Maka itu adalah pola pikir yang harus kita ubah.

Panitia harus menghargai waktu para undangan.
Sehingga undangan akan belajar untuk tepat waktu.

Sekarang QQ mau kaya Bung Hatta aja deh. Kalo acara belum dimulai juga. Kabur aja..!! Masih banyak hal lain yang lebih penting dari sekedar menunggu... Hahahaha.......

Life Goes On....!!!

Wah, udah beberapa hari nih off bikin blog, hehehe...
Ga ada alasan khusus sih, beberapa hari ini kok kayanya pikiran lagi teralihkan kemana-mana aja... terutama urusan kantor dan masalah koordinasi di kantor... 

Sama dengan judul di atas, kita terkadang merasa sebagai seorang individu di dunia ini. Ibaratnya kita berjalan kaki, kita memiliki kecepatan tertentu yang mungkin dan hampir pasti, berbeda dengan semua orang yang lain. Ada yang jalannya pelan, ada yang agak cepet, bahkan ada yang berlari.

Kemudian, semua orang beralih menggunakan motor, kita masih berjalan kaki.
Setelah itu orang beralih menggunakan mobil, kita masih berjalan kaki.
Orang mulai menggunakan Pesawat terbang, kita masih berjalan kaki.
Orang udah sampe di bulan, kita baru sampe di Keamatan yang berbeda.

Kejam ya dunia...
Dunia ga lihat apa kita ga punya duit buat beli motor, mobil atau naik pesawat terbang?
Masalahnya, Dunia emang ga punya mata. Life goes on... begitu katanya. Hidup ini berjalan. Dunia ini merupakan benda mati, tapi dia hidup dan dinamis dalam pertumbuhannya. Anehnya, manusia yang malah merupakan makhluk hidup, kok malah enggan bertumbuh?

Katakanlah kita nggak punya motor, sementara semua orang pada pake motor. Maka yang harus kita lakukan adalah berubah. Ubahlah kebiasaan kita, pekerjaan kita, cari uang lebih banyak untuk bisa beli motor.

Dunia bergerak maju, kita juga harus ikuti pergerakan itu.
Kita sudah ga bisa lagi kaya misalnya mau diajak jalan ama temen.
Terus temen kita mau nungguin kita ganti baju dulu, ganti sepatu dulu, pake parfum dulu... baru setelah kita selesai, semuanya berangkat.

Dunia ini nggak kaya gitu. Kitanya harus sudah siap dijemput. Karena ketika mobil perubahan itu lewat, kita nggak bakal ditungguin. Kalo kita belum siap, kita bakal ditinggalin begitu aja.

Sekarang dalam hidup ini kita harus selalu siap. Kita kenakan pakaian terbaik kita, kita kerahkan kemampuan terbaik kita, kita gunakan segala apa yang ktia bisa untuk bersiap-siap. Supaya nanti jika 'Sang Perubahan' tadi lewat, kita tinggal naik saja dan tinggal mengikuti perubahan yang ada.

Kita putus dari orang yang kita cintai dan memutuskan untuk bersedih selama sebulan misalkan. Dunia ga akan menunggu kita selama sebulan, semua orang akan maju. Hanya kita saja yang terpuruk dalam kesedihan. Maka dari itu, bangkitlah dan bersiaplah untuk menyongsong hidup baru. Life goes on....

Sampe saat ini, belum ada yang bisa menemukan mesin waktu. Masih belum ada yang bisa memundurkan waktu atau mengulang kembali waktu. Semua itu masih dalam perandai-andaian saja. Faktanya adalah waktu bergerak maju dan takkan berhenti untuk siapa saja.

Kalo pengen tahu berapa lamanya setahun, tanyakan pada orang yang tinggal kelas.
Setahun bakal terasa begitu lamaaaaa......

Kalo pengen tahu berapa lamanya sedetik, tanyakan pada orang yang baru saja selamat dari kecelakaan.
Sedetik saja terlambat, akan membuat perbedaan besar...

Itulah hidup, itulah waktu, itulah perubahan. Ga ada yang mau berbaik hati untuk menunggu kita berubah dulu, baru bergerak. Semuanya bergerak dulu dan hanya membawa mereka yang sudah siap. Mereka yang belum siap??? Mereka akan tertinggal di belakang.

Sudah siapkah kita???
Well I Do.......!!!!

Thursday, April 11, 2013

Jangan Terburu-buru Menilai Kebijakan

Dalam sebuah perusahaan atau instansi, ada satu hal yang pasti dan akan selalu konstan terjadi, itu adalah perubahan. Seandainya Sang Ulat enggan untuk berubah, maka kita takkan pernah bertemu dengan Kupu-kupu.

Namun satu hal juga yang pasti terjadi dalam perubahan tersebut, adanya kelompok yang resistance atau melakukan penolakan terhadap perubahan tersebut. Katakanlah ada sebuah kebijakan baru di kantor kita, maka yang pertama kali kita dengan mungkin adalah sebuah keluhan terhadap perubahan tersebut.

Perubahan memang prosesnya takkan mudah. Tanah liat berubah menjadi gelas keramik yang indah, setelah melalui proses dipukulin, dibakar, dicelupin ke air dan seterusnya hingga dia berubah menjadi sebuah gelas keramik yang indah dan mahal. Jadi mungkin itu adalah alasan orang-orang yang suka mengkritik perubahan. Dia sudah terlalu betah menjadi tanah liat.

Perubahan ini ditandai dengan kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan oleh pihak yang berwenang. Namun sayangnya, jalannya tak pernah mulus. Contoh, misalnya kebijakan BLT alias Bantuan Langsung Tunai sebagai pengganti subsidi BBM. Pihah yang menentang tak kalah banyak dari pihak yang mendukung.

Meskipun toh ujung-ujungnya nih program jalan juga, tapi kelompok resisten tadi tetap saja 'bawel'.  Jadi mengapakah orang-orang tuh mesti 'bawel' jika ada kebijakan yang baru dan ditetapkan untuk dilaksanakan? Kembali ke resisten terhadap perubahan tadi.

Kita melakukan PEMILU untuk memilih Presiden RI. Namun kemudian, ketika Sang Presiden mengambil kebijakan, muncullah orang-orang 'bawel' tadi. Mereka adalah kelompok-kelompok pesimisme yang akan selalu menilai setiap kebijakan adalah buruk kecuali kebijakan yang dikeluarkan oleh mereka. Selain resistensi tad, kelompok-kelompok ini bisa saja bermunculan karena adanya konflik kepentingan. Jika kebijakan tersebut dilaksanakan, maka kepentingan mereka bisa terhambat.

Namun jika kita hanya sebagai rakyat biasa, yang tidak mempunyai kepentingan lain selain untuk hidup makmur dan sejahtera, maka janganlah kita tergolong pada orang-orang yang suka memandang negatif. Jika ada sebuah kebijakan baru, maka kita jalani dulu, meskipun kelihatannya agak berat. Tapi kita coba jalani dulu dna kita lihat bagaimana perkembangannya. Karena kita tidak bisa menilai sesuatu kecuali kita sudah menjalankannya. Nanti kalo ternyata sudah dilaksanakan dan gagal, yah... lebih baik gagall daripada tidak mencoba sama sekali kan?

Ketika pertama kali muncul kebijakan menggunakan Dasi, QQ sebenernya seneng banget... karena pake dasi tuh kelihatannya keren... hahaha...
Tapi tak pelak, banyak saja orang yang komplain mengenai betapa rempongnya, betapa leher tercekik-nya dan banyak lagi. Tapi yah, kebijakan tetaplah kebijakan. Sudah proses alaminya, suatu kebijakan pasti akan mendapat tentangan. Sekarang tinggal bagaimana kita sebagai pelaksana kebijakan tersebut.

Kalo QQ sih selama kebijakan tersebut tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip dan keyakinan QQ. HAJAR AJAAA!!!! Kita tuh harus percaya bahwa pemimpin kita menginginkan yang terbaik, bila tidak untuk kita, maka untuk pemangku kepentingan. Jadi bila ada kebijakan baru, laksanakan dulu. Kalo mau ngedumel... dalem hati saja. 

Jika ingin mengeluh tentang sebuah kebijakan, lakukan dalam forum dan media yang tepat, jangan ngedumelnya ke kanan dan kiri. Selain itu tidak berguna, hal tersebut hanya menunjukkan siapa diri kita sebenarnya. Orang yang pesimis. HAHAHAHA......

Pokoknya, jangan men-judge sesuatu terlalu dini, karena kita bukan seorang HAKIM. Apalagi jika kita adalah orang yang tidak mempunyai pengetahuan tentang hal tersebut, ga usah ngomong deh.

Kelompok Resisten ini pasti akan ada, dan pastikan kita bukan salah satu dari mereka. Kita adalah generasi-generasi Ulat, Generasi Tanah Liat... kita siap melakukan perubahan (meski itu akan sakit dan perih) menuju ke sesuatu hal yang lebih baik.