Who Am I? Not Spiderman

My photo
Jakarta Pusat, DKI Jakarta, Indonesia
Rizky Novrianto is just an ordinary human being who try to live his life as extraordinary as it can be. I like to be different. You maybe able to find someone better than me, but You may never find someone like me. I hope common courtesy hasn't die yet. Treat people the way you want to be treated and even more, treat other people the way they want to be treated.
Showing posts with label puisi. Show all posts
Showing posts with label puisi. Show all posts

Wednesday, April 29, 2009

Ungkapan Rindu

Biarkan anganku menjelma dalam tinta
Menorehkan impian menjadi nyata
Menyentuh dirimu dalam bahagia
Kerinduan ini tiada tara

Wahai cinta yang jauh disana
Aku ingin menyapamu tapi tak kuasa
Biarkan angin ini membawa kata-kata
Yang kutorehkan dalam mayapada

Segenap alam ini menyelimutiku
Yang kuharap hanya dekapan tanganmu
Seisi bumi ini menemaniku
Yang kuharap hanya berada disampingmu

Wahai tinta yang tertorehkan
Yang menggambarkan isi hari pujangga
Kemana lagi rindu ini kuarahkan
Pujangga ini mendamba belaian cinta

Wahai hati yang mendamba kecupan
Yang kering layaknya padang yang gersang
Kemana lagi angan ini kuterbangkan
Pujangga ini kesepian tanpa belaian cinta

Andai saja jarak ini tak begitu jauh
Andai saja waktu ini bisa kuhentikan
Ingin sekali dirimu aku rengkuh
Aku bawa bersamaku dalam kedamaian

Wahai hati yang merintih
Yang mulai berdarah menahan perih
Cintamu pasti akan menyapa
Tapi mungkin disuatu saat yang berbeda

Gerangan obat apa untuk sang hati ini
Apakah yang bisa menahan luka terpatri
Memberi kesejukan di telaga yang kering ini
Mengisi kembali rona jiwa yang sepi

Tiap malam aku menitipkan pada angin
Kusampaikan segenap rinduku padamu
Lalu kupejamkan mata yang ingin
Semoga aku bertemu dengan dirimu

Walau hanya kau sapa dalam mimpi
Cukuplah itu menjadi obat di hati
Pelipur hati yang merintih
Rindu kasih sayang dan pelukan kekasih

Friday, April 24, 2009

On Your Birthday!!!

Wahai Cinta sapalah dirinya
Sampaikan salamku untuk jiwanya
Tebarkan kasih sayang dalam hatinya
Bersinarlah cahaya dalam hidupnya

Wahai damai sapalah dirinya
Sampaikan pesanku untuk jiwanya
Berikan tenang dalam hidupnya
Berbahagialah selalu dalam dunia

Wahai keindahan sapalah dirinya
Sampaikan do’aku untuk jiwanya
Penuhi  impiannya yang terdalam
Terpenuhilah segala yang diinginkan

Wahai Rindu sapalah dirinya
Sampaikan rasa ini untuk jiwanya
Beritahukan padanya aku menunggu
Semoga waktu akan membawanya padaku

Wahai tahun yang berulang sapalah dirinya
Sampaikan padanya ini hari ulang tahunnya
Karuniakanlah dia suka cita
Pada hari ini dan hari-hari seterusnya
Agar hanya senyum yang selalu terukir
Di wajah indahnya

Wahai Tuhan sapalah dirinya
Sampaikan rahmat-Mu  kedalam Qalbu-nya
Hilangkan risau, resah dan gundah dari dirinya
Damaikan ia ke dalam Rahiim-Mu
Bahagiakan dirinya selalu
 
Selamat Ulang Tahun A.G.
Semoga Panjang Umur dalam Kebahagiaan selalu

Miss U.

Friday, February 27, 2009

Untuk Dia yang Mendekati Kesempurnaan

Pas pulang ke Palembang buat libur semester kemaren, QQ mengalami sekaligus sesuatu yang amat teramat indan dan sesuatu yang teramat buruk....

Finally I found someone again

The one who close to perfection in my eyes
The one who anwer me true
The One I've been seraching for

To you, oh a perfect someone...
How I yearn to be by your side
The tast of love that we've taste

When we have or eyes meet

Kau mengatakan jutaan kata yang begitu manis
Sungguh membuatku terbang melayang
Jauh hingga tak tergapai bumi
Dan kau membuatku berani

Kesempurnaanmu tersirat dari segala tuturmu
Kesempurnaanmu terlihat dari indah tubuhmu
Kesempurnaanmu terlihat dari hangat kecupmu
Kesempurnaanmu terlihat dari caramu merayuku

Hangat terasa ketika itu
Bahagia terasa di sore itu
Segalanya memuncak membuatku buta
Pikiranku hanya tertuju padamu
Aku khilaf
Dosa yang manis itu terjadi antara kau dan aku

Bingung yang teramat sangat kemudian datang
Takut yang teramat sangat kemudian muncul
Tatkala terdengar sebuah teriakan histeris
Seorang wanita tua
Segalanya runtuh.....
Duniaku terbalik di hadapan mataku

Oh, you are my perfect someone
How in the world this could hapened
Damn all the odds...
Damn all my dirty minds...
Damn all the un-patience...

Too fast...this ship has to wreck
On the worst cliff ever....

But you, oh my perfect someone
Even though we only felt this once
Even though we just see each other
You already had a place in my heart

If time allows us to meet again
I want to hold you forever
Never let you go again
Having you in my arm

Kau bagiku sempurna
Dimataku kau begitu indah
kau membuat diriku akan selalu memujamu

Satu jam saja ku telah bisa
Sayangi kamu di hatiku
Namun bagiku tuk melupakanmu
Butuh waktuku seumur hidupku

Dirimu di hatiku
Tak lekang oleh waktu
Meski kau bukan milikku

Kau pacar terbaikku
Walau hanya sekejap saja
Mengapa hanya sekejap saja
Ku merasakan indahnya dengan dirimu
Mengapa hanya untaian kata
Kurasa tiada sempurna
Cerita cinta kita....

Semoga waktu akan mengizinkan kita
Untuk bersatu lagi

Thursday, November 27, 2008

Dekat tapi Jauh..

Kuingin menggapai tanganmu kasih
Menggenggam jemarimu yang lembut
Meraba cinta dari sidik jarimu
Mengenang kemesraan yang pernah kita jalani

Namun apa dayaku kau tak di dekatku
Keberadaanmu jauh tak dapat kugapai
Hanya angan semata tersampaikan lewat kata
Kerinduan yang tak kuasa semakin kutahan

Segala daya aku kerahkan kini
Kutempuh jarak yang memisahkan kita
Demi menggapai kehangatan dari lenganmu
Merenda kembali kasih yang sempat terpisahkan

Kok..............?
Mengapa ku rasa hanya dingin
Tangan ini terkulai begitu saja
Tiada sambutan hangat yang kurasakan

Oh...............
Apakah yang ini kurasakan
Begitu perih hati ini tercabik
Yang kuinginkan tak kudapatkan

Kau kini ada di dekatku
Tapi tanganmu kian tak tersentuh
Kau tak pernah di sisiku
Menghangatkanku setelah musim dingin yang begitu panjang

Kasih.........
Sedikittttttttt saja kuingin rasakan
Sebuah kemesraan yang hanya untukku
Sebuah cinta yang selalu ingin kubisikkan
Langsung dari bibirku ke telingamu

Patahkah asaku kini
Hanya untuk sekedar berharap kau disini
Mendekap tanganku yang terulur
Hendak menggapai sisa-sisa asa yang melayang

Kasih......
Kini aku terduduk
Air mata ini mengalir dengan sendirinya
Tak kuasa lagi kubendung

Jarak itu tak dapat kuatasi
Meski kini kau ada di dekatku
Tapi kita begitu jauh
Kiranya hati ini tak mampu menjembatani lagi
Runtuhkan saja bangunan ini
Biar hancur layaknya cintaku

Ingin rasanya aku berteriak
Tapi apakah kau akan mendengarkannya
Teriakan kerinduan yang kubawa
Karena aku lelah di dera jarak

Aku duduk di sudut jendela itu
Menanti kau pulang
Di jendela itu mengembun nafasku
Dan kutuliskan, "Aku rindu kau yang dulu"

Thursday, November 20, 2008

Wahai Hati yang Bermuram Durja

Wahai hati yang bermuram durja
Mengapa bibirmu tetap kau senyumkan...?
Padahal hatimu menangis perih menahan luka
Cintamu tak berbalas sepanjang kasihmu

Wahai kasih berbalut cinta
Mengapa tiada kau ucapkan kata hati
Berikan kekuatan dalam setiap kata
Agar terungkap apa yang hatimu inginkan

Hentikan itu wahai insan pendusta
Hilangkan senyum manis dari wajahmu itu
Hatimu menangis...tahukah kau...?
Bibirmu berkata segala keindahan
Tapi hatimu penuh kedengkian

Jangan kau haturkan padaku segala keindahan palsu
Berikan aku kesungguhan hatimu
Tersenyumlah hanya jika hatimu benar-benar tersenyum
Jangan engkau mengingkari hati

Wahai dirimu insan yang tersenyum
Masihkah engkau akan terus tersenyum
Meskipun hatimu didera ribuan cambuk
Terluka, menangis dan terdiam saja
Menerima....menerima....dan pasrah

Lawan!!!!!!
Berdirilah dan tunjukan kekuatan hatimu
Jangan biarkan hatimu terkalahkan oleh nistanya dunia
Berdirilah dan katakan pada dunia
Siapa dirimu sebenarnya

Sial.........!!!!
Mengapa engkau tetap saja tersenyum........??
Sementara hatimu bermuram durja
Wahai insan yang hidup
Seberapa tahankah kau menahan luka hati...?

Wahai hati yang bermuram durja
Bertahanlah...bertahanlah...dan terus bertahan....
Kiranya nanti kau akan dapat kekuatan

Kudoakan semoga engkau akan terus hidup
Di dunia dan kehidupan yang engkau pilih
wahai hati yang penuh kisah sedih
wahai hati yang membuat pilu

Tersenyumlah suatu saat nanti untukku

Sunday, October 26, 2008

Untuknya Bunga

Wahai ia sekuntum bunga
Akarmu jauh ke dalam bumi
Sekelilingmu pagar menghalang
Aku di luar hanya melihat

Telah kulangkah telah kujalani
Kudekati engkau wahai setangkai keindahan
Kupegang engkau dengan segala kelembutan
Kurasakan mekarmu di telapak tanganku

Namun ia tak bergeming
Akarnya dalam menancap ke bumi
Pagar itu mengikat keberadaannya
Ia hanya sekuntum bunga di dalam pagar

Kuingin memetikmu wahai setangkai angan
Kuingin bawamu terbang bebas
Layaknya dandellion yang telah dewasa
Terbang bersama angin jauh ke angkasa

Relakah akarmu aku cabut...?
Relakah kupatahkan pagar-pagar itu...?
Relakah engkau aku bawa...?
Menjadi milikku dan hanya untukku

Wahai ia sekuntum cinta
Mekarlah indah di dalam kamarku
Kiranya jangan pernah engkau layu
Kan terus kusirami dengan hangat jiwaku

Wahai ia sekuntum kerinduan
Ingin selalu engkau kupeluk
Ingin selalu kutatap
Hingga mataku layu dan harus tertutup

Wahai ia setangkai bunga di dalam pagar
Akarmu yang kuat menancap ke bumi itu
Akankah aku bisa menjagamu
Ketika kau rela kupetik..........

Monday, September 22, 2008

Ku Merindumu

Layaknya dedaunan di pohon yang rindang
Yang hanya bisa diam memandang
Tahukah engkau ia merindukan sang Angin
Agar dia bisa riang gembira bergoyang

Layaknya pasir di tepi pantai yang ramai
Yang hanya bisa terpaku dan berandai-andai
Tahukan engkau ia merindukan sang laut
Agar dia bisa menari-nari dalam derai air

Layaknya tetasan embun di pucuk daun cemara
Yang hanya bisa menetes jatuh tak berdaya
Tahukah engkau ia merindukan sang surya
Agar dia bisa terbang menuju angkasa

Layaknya dinding lusuh yang berlumut
Yang hanya bisa menghijau tak bercahaya
Tahukan engkau ia merindukan warna
Agar dia bisa kembali terang beraneka rupa

Layaknya diriku yang duduk sendiri
Yang hanya bisa merenung dan berimajinasi
Tahukah engkau aku merindukanmu
Agar aku bisa menjadin kembali kasih

Oh....
Betapa ku merindukan hadirmu
Wahai kehangatan dikala pagi hariku

Oh....
Betapa ku merindukan sentuh kasihmu
Wahai kelembutan di sekujur tubuhku

Layaknya aspal kering hitam membara
Yang hanya bisa menahan dan menahan
Tahukah engkau ia merindukan hujan
Agar ia kembali basah dalam kesejukan

Layaknya sebuah ruang kelas sepi tak berpenghuni
Yang hanya bisa diam menahan sepi
Tahukan engkau ia merindukan ramainya suasana
Agar ia kembali penuh suka dan duka

Layaknya diriku yang kini tak bersamamu
Yang hanya bisa memandangmu dari kejauhan
Tahukan engkau ku merindumu
Agar aku kembali bersamamu

Dengarlah ini wahai engkau yang kurindu
Kuingin berada disampingmu
Kuingin ada di dekatmu
Selalu dalam pelukmu

Dengarlah ini wahai engkau yang kurindu
Tak sabar aku menanti pertemuan kita nanti
Semoga terurai kembali kisah cinta
Mewarnai hatiku yang mulai memucat

yang Merindumu...........

Thursday, September 18, 2008

Hatiku Kembali Bertitah

Wahai kemuliaan cinta yang bertahta
Kuingin menyapamu sekali lagi
Akan sebuah kisah cinta yang bermula
Dari sebuah kebimbangan dan rasa ragu

Dia bukan seorang yang sempurna
dulu begitu kulihat dia
Dia bukan seorang yang membuatku jatuh cinta
pada pandangan pertama

Dia pernah memberikan aku janji akan kebahagiaan
Namun aku bimbang akan dia yang memberikan aku harapan
Ketika itu aku berada di antara pilihan
Bingung dan ragu untuk memilih

Namun Dia datang menghampiri
Di depan wajahku ia berikan bukti
Sebuah perbuatan yang amat berarti
Dibandingkan dengan segala janji-janji

Sebuah sentuhan hangat menenangkan
Menghancurkan segala kesombongan yang ada
Segala tembok yang penah kubangun di hati
Karena segala takut dan ngeri patah hati

Dia dulu adalah seorang yang menjanjikan
Kini dia adalah sang Pemberani
Ketika dia maju
Merebut cinta yang kujaga

Wahai ia yang tidak sempurna
Kuingin mencintaimu dengan kesempurnaan
Wahai aku yang tidak sempurna
Kiranya aku mampu memberikan kesempurnaan kepadamu

Kutahu hati ini masih menyimpan tempat
Baginya yang pernah memberikan aku harapan
Namun aku akan menjanjikan ini padamu
Aku akan berusaha untuk setia padamu
Wahai kau sang Pemberani....

Wahai kemuliaan Cinta di dalam hatiku
Izinkah hati ini kembali bertitah
Kembali hati ini memilih
Tambatan hati akan cinta sejati

Wahai engkau sang Pemberani
Hati ini terus merindu
Hati ini terus mencinta
Ijinkan aku menciummu sekali lagi

Aku suka padamu
karena kau berani
Aku sayang padamu
karena itu aku rindu
Aku cinta padamu
karena itu aku percaya

Jagalah hatiku yang kini kuserahkan padamu
tanpa kuharapkan balas apapun
Kecuali hatimu....

Sunday, September 7, 2008

Terbang Aku

Hati ini terketuk cinta
Kala ia menyapa dengan indah
Hati yang berharap hujan
Kini dibanjiri dengan harapan

Kenapa dulu tak kudobrak pintu itu
Kenapa dulu tak kupaksa masuk saja cinta itu
Kenapa aku tak kuasa bertindak
Oh diriku....

Kini cinta telah mengetuk pintu
Namun aku malah tak berani mendobrak
Aku semakin ragu...
Lebih ragu dari yang sudah-sudah

Akankah aku cukup baik baginya
Akankah cinta yang aku punya cukup untuknya
Karena dia begitu indah
Layakkan dia untukku

Oh aku....
Mengapa aku selalu merasa ragu
Ingin maju tapi tak mau
Hanya bisa berharap angan semu

Oh aku....
Sebegitu susahnya kah mengucap cinta
Sebegitu susahnya kah mengungkap sayang
Yang sudah begitu lama terpendam
Padanya sang setetes air di padang gersang

Kini pintu itu terbuka
Tapi aku tetap tak mau melangkah
Aku terus menunggu cinta itu masuk
Menyapa aku dan membawaku terbang

Harapan yang aku punya kini ada
Karena dirinya apa yang kusangka
Tapi harapan itu hanya melayang-layang
Terlalu bebas
Hingga aku takut ia akan pergi entah kemana

Ingin harapan itu menangkap asa
Tapi hati tak kuasa berkata
Bibir tak mampu berucap
sebuah kata cinta dan sayang

Biarlah biar
Aku tetap menunggu

Kiranya dia memang tercipta untukku
Pastikan akan bersatu juga
Semoga saja

Saat ini kubiarkan saja harapanku terbang
Namun kusiapkan parasut dibelakangnya
Kiranya harapan itu jatuh terhempas
Mungkin hatiku takkan hancur terlalu lebur

Wahai engkau yang terpuja
Sapalah aku sekali lagi
Buat aku terbang tinggi tinggi
Mungkin suatu saat nanti,...
Kita akan terbang berdua, sayang....

Wednesday, September 3, 2008

Sekali Lagi Aku Ditengah-tengah

Terlepas aku dari cakar cinta yang menyakitkan
Jatuh kembali aku ke sumur yang dalam
Kembali menanti kiranya pengembara yang sudi
Menarik aku ke dunia baru

Dalam penantian itu aku termenung
Merenungi segala perjalanan kisah hidupku
Dahulu hatiku pernah terbelah
Dan kini hatiku kembali terpecah

Aku terjebak dalam tiga kisah cinta
Akan dia yang Maha Kuasa
Akan dia yang menjanjikan
dan akan dia yang kuinginkan

Aku adalah air di dalam sumur
Aku sebenarnya begitu lemah dan rapuh
Aku hanya menunggu ember yang jatuh
Yang akan menjadi tuan bagiku

Dia yang menjanjikan melemparkan aku harapan
Akan sebuah kebahagiaan yang belum pernah aku dapatkan

Dia yang kuinginkan melemparkan aku harapan
Tapi terus menerus tanpa kepastian

Dia yang Maha Kuasa melemparkan aku harapan
Akan sebuah kebahagiaan abadi nanti di akhir hayatku

Kesemuan dunia ini membujukku
Mengapa aku begitu lemah untuk mengambil keputusan....
Dia yang Maha Kuasa tak pernah ingkar janji
Dia yang Maha Kuasa selalu baik padaku
Mengapa aku tak menoleh kembali padaNya
Padahal tanganNya selalu terbuka untukku

Tapi aku malah berharap padanya
Pada dia yang menjanjikan

Tapi aku tetap menunggu padanya
Pada dia yang kuinginkan

Aku ingin kembali ke pangkuan Dia yang Maha Kuasa
Aku ingin kembali dirangkulNya
melepaskan diri dari ke fana-an dunia...

Tapi mengapa aku merasa terjebak...?
Di dalam cinta yang membingungkan
Kuingin memilih....
Tapi aku menginginkan yang lainnya
Kuingin menentukan....
Tapi aku takut nantinya selingkuh

Oh Dia yang Maha Kuasa
Maafkan aku yang lemah ini

Oh dia yang menjanjikan
Aku tak tahu apa yang ingin kulakukan

Oh dia yang kuinginkan
Mungkin lebih baik begini saja

Oh aku.....
Apa yang harus kulakukan..........

Friday, July 25, 2008

Ketika Cinta tak lagi Merah Jambu

Telahkan cintamu berbuah ketidakpastian?
Segalanya dipenuhi dengan keraguan
Tiada jelas arah cintamu kedepan
Gerangan dimana cinta ini berjalan
Telah menjadi abu-abu kah cintamu?

Pertengkaran, itukah yang mewarnai hidup?
Melukis kisah romantis dengan tinta darah
Selalu penuh dengan argumen
Terlupakan sudah segala kata-kata manis
Telah menjadi merah kah cintamu?

Rindang...sejuk dan damai...
Kiranya inilah yang memenuhi hidup
Mewarnai kasih dengan rasa sayang
Menyuburkan diri dari hati yang gersang
Telah menjadi hijau kah cintamu?

Telah sejauh manakah cinta ini membawamu terbang?
Melayang bebas tinggi di angkasa
Menerobos langit ke segala penjuru
Membawa bahagia ke senyuman terindah
Telah menjadi biru kah cintamu?

Kesendirian telah menjamahmu
Meski tahu engkau telah berdua
Sepi telah menorehkan garis tebal di jiwamu
Dimanakah gerangan pujaan hatimu?
Telah menjadi ungu kah cintamu?

Terlalu keraskah cinta bertitah padamu?
Penuh segala perintah dan segala larangan
Teriakan menjadi melodi yang baru
Sumbang menusuk hingga ke sanubari
Telah menjadi hitam kah cintamu?

Apakah rasa yang kau rasakan?
Tawar tiada apapun?
Segala kecupan, pelukan dan genggaman itu
Apakah kau bahkan mencintainya?
Telah menjadi putih kah cintamu ?

Penuh ceria dan penuh warna
Itulah cinta yang sesungguhnya
Ada sedih dan ada bahagia
Ada tawa dan ada air mata
Itulah warna cinta sebenarnya

Jadi,apakah warna cintamu?

Tuesday, May 20, 2008

Detak Jantungku

Aku masih ingat ketika jantungku berdetak pertama kalinya
Detakannya begitu kencang penuh hasrat
Panas membara membakar jiwa
Mengalirkan darah-darah kehidupanku

Nikmat yang terasa ketika jantung itu berdetak
Suaranya yang mantap dan konstan
Menjadi irama dalam kehidupanku
Menjadi teman dikala kesendirianku

Duar-duar-duar.....
Gerangan apa itu yang terdengar
Suara meriah bewarna-warni
Bercahaya di keheningan malam yang sepi
Menggoda batin untuk menghadap

Plak-keteplak-keteplok............
Gerangan apa itu yang terdengar
Suara kaki-kaki berkilauan ber api-api
Diringi langkah tegap kuda-kuda gagah
Menggoda ingin tuk berkendara

Ting-tung-tung-ting......................
Gerangan apa itu yang terdengar
Suara hitam putih yang ditekan jari
Berirama bertingkat tujuh per tujuh
Mengalun indah memenuhi isi dunia
Menggoda telinga untuk mendengar

deg...deg...deg...

fiuuuuuuuh....fiuuuuuuh................
Gerangan apa itu yang terdengar
Suara hembusan membelai mesra
Membawa kabar gembira dan duka
Memnyejukkan hati menggetarkan jiwa
Menggoda diri untuk terus merasakan

Pak...ketipak...ketipuk.......
Gerangan apa itu yang terdengar
Suara gemertak mengoda angan
Mengajak aku untuk berdansa
Mengikuti alunan nada yang cerita
menggoda tubuh untuk terus bergoyang

deg...deg...deg....

teng.....teng....teng....
Gerangan apa itu yang terdengar
Suara renyah memanggil-manggil
Mengajak datang beramai-ramai
Mengikuti arah datangnya suara
Menggoda aku untuk terus melangkah

deg...deg...deg...

ah...kiranya suara apakah itu?
Halus lemah nyaris tak terdengar
Ia seolah memanggil-mangil aku
Ia seolah mengajakku

deg...deg...deg...

Kututup mata ini dan indraku
Kuikuti dengan baik suara itu bermula
oh....dari aku....
Astaga......
itu detak jantungku....

Dia yang memulaikan hidupku
Telah aku lupakan..........
Aku terbuai oleh gemerincing suara yang lain
Hingga jantungku tak bersuara
Atau aku yang tak mendengar

Kupeluk erat jantungku yang lemah
Mengharap ia kembali perkasa
Membuat hidupku kembalik bergairah
Maafkan aku
Yang telah khilaf.....

Wednesday, May 14, 2008

Pengembara di Padang Tandus

Aku.......?
Siapalah aku.......
Aku hanya seorang pengembara di padang yang tandus
Hanya seorang insan di luasnya tebaran kerikil hancur
Layaknya kini anganku yang tersebar

Pernah padang tandus ini tersentuh mata air yang bening
Pernah pengembara ini ingin berlabuh di padang yang tandus itu
Pernah pengembara ini merasakan sejuknya air
Pernah...walau di padang se tandus ini

Tapi kini...
Mata air itu hendak pergi
Hilang begitu saja tanpa kuasa pengembara ini menahannya
Karena siapalah aku.....
Aku hanya seorang pengembara di padang yang tandus

Sang pengembara kini terduduk
Menatap jejak-jejak yang pernah disentuh sang mata air
Sang pengembara kini bersedih
Kiranya apa pelepas dahagaku nanti
Sang pengembara kini meratap
Apakah penyejuk ketika terik matahari membakar

Sang pengembara tak dapat berucap
Karena ini diluar kuasaku

Sang mata air kini telah pergi
Mungkin dia bahagia di atas sana bersama pelangi
Tak lama lagi mungkin ia akan turun ke bumi
Tapi ke suatu tempat
Bukan di padang tandus ini...

Suatu saat nanti mungkin
Sang pengembara kembali akan berkelana
Semoga kiranya dapat kembali berjumpa
Dengan mata air yang pernah membasahi dahaga
 
Sampai nanti.....

Tuesday, April 8, 2008

Rainbow...

hmmmm.....
Rasanya tuh udah lumayan lamaaaa banget dah QQ tuh ga ngelihat itu bentukan yang namanya pelangi, yang dalam bahasa Inggris tuh RAINBOW...
Tapi pas kemaren QQ abis senam plus jogging di hari Sabtu kemaren.....dyamn....waktu QQ noleh ke kanan jalan...there...there....a very big bow after the rain.............
That is the biggest, yet most beautiful colour i've ever seen...
I wish I brought my camera..hikz...
jadi QQ cuma pake kamera N71 dan QQ jalan ke pantai terdekat, buat ngelihat bentukan sempurnanya....dyamn...it touches the sea....dan yang sebelahnya touches the land...it's so big........

tapi pas QQ nyampe pantai, udah agak kabur gitu pelanginya....tapi tetep aja...itu the first time-nya buat QQ ngelihat pelangi segede itu..........

PELANGI

Kulihat pelangi...aku melihat harapan...
Sebuah impian yang tersimpan aman
di ujung-ujung pelangi

Kuingin berlari mengejar pelangi
tetapi...
ia kian pudar...
Ketika aku mendekat....
ia tak lagi nampak...

Kemana engkau pergi wahai pelita
wahai warna warni yang mengisi hidupku
wahai tujuan hidupku

Kini pelangi itu kembali tampak
setelah badai yang datang
setelah dingin yang menerjang
sebuah keindahan mega dihalau warna

kuingin kembali mengejar kaki pelangi
kuingin berlari
karena ku yakin kali ini aku bisa...

tetapi...
bias itu kembali memudar...
Pelangi itu tak kunjung kudapat...
Hanya sebuah impian kosong

Kini ku mengerti
Pelangi...
kau hanya sebuah impian kosong
yang tak patut aku kejar...

ijinkan aku duduk memandangmu
sebuah impian yang tak tersampaikan
ininkan aku duduk terpana
menatap keindahan yang kian memudar...

engkau...wahai pelangi...
Warnamu hanya mengisi hati
namun tak dapat kumiliki...

Thursday, April 3, 2008

Rain This Morning...

Udah lama bener rasanya hujan tuh maleeeem aja....ato siang ampe malem...terus pas pagi-pagi tahu2 hujan udah stop aja....
Tapi pagi ini....hujan di pagi hari......oooh...
enak deh rasanya memulai hari disapa oleh rintik-rintik air [walau agak deres]...
bikin anak muda jadi mellow deh.........

Rain.....

Oh, betapa aku merindukanmu wahai hujan
Oh, betapa aku telah lupa rasa tiap titik airmu menyentuh tubuhku
Oh, betapa ingin aku dibelai oleh dinginmu
Oh, betapa aku merindukanmu wahai hujan

Tubuhku telah basah oleh air laut....
Ragaku dibasuh oleh air sungai...
Aku merindukanmu wahai air yang turun dari langit...

Ditengah desiran air yang turun...
Kurasakan hangatmu
Diantara sepi yang kau tebarkan...
Kurasakan ceriamu

Wahai hujan yang membasahi bumi
Basahilah hatiku dengan kasih yang kau bawa turun
Wahai engkau hujan...
Basahilah aku dengan utuh

Karena engkau tak selalu ada
Karena engkau jauh di mata
Karena engkau berada disana
Karena engkau tak disisiku

Kini Sungai mengalir disisiku
Laut membasahi telapak kakiku
Aku inginkan hujan...

Kini Sungai membenamkan aku
Laut menarikku semakin dalam
Aku inginkan hujan...

Kini Sungai membuatku basah
Laut membuatku basah
Dimana dirimu wahai hujan...?

Wahai hujan mengapa engkau diam?
Tak sudikah engkau turun dan menyapaku
Apakah kau telah membuangku
Apakau kau tak lagi ada hanya untukku

Oh, betapa ku menginginkanmu wahai hujan
Oh, betapa ku mengharapkan kehadiranmu
Oh, betapa ku ingin merasakan derai-derai mu
Oh, betapa ku merindukanmu
Wahai hujan...........

Tuesday, March 25, 2008

Matahari dan Rembulan

Aku hanyalah seorang manusia biasa
Yang jatuh cinta pada indahnya Sang Rembulan
Berjaya di kala malam
Menemaniku di kala sepi meraja
Mengajarkan aku akan indahnya suram
Dan menemaniku hingga mimpi menjelang

Esoknya ketika aku membuka mata
Sang bulan menghilang
Aku mencari
Kemana pergi sang cahaya hati

Sebuah cahaya terang datang menyapa
Berkata ia, "Akulah Sang Matahari"

Aku hanyalah seorang manusia biasa
Yang tersentuh oleh hangatnya Sang Matahari
Yang terpesona oleh sinarnya yang terang
Membawa sesuatu yang baru ke dalam dada
Bahagia aku bersama Sang Matahari
Kulewati hariku dalam terang

Malam kembali menyapa, dingin kembali datang
Sang Matahari berganti Sang Rembulan
Kegelapan kembali menyeruak
Aku terpana menatap terangnya Sang Rembulan
Tapi hatiku dingin...
Kuinginkan hangatnya Sang Mentari

Pagi kembali menyapa, hangat pun tiba
Sang Rembulan berganti Sang Matahari
Terang mengisi dunia
Aku terpana menatap hangatnya Sang Matahari
Tapi hatiku penuh...
Kuinginkan kasihnya Sang Rembulan

Aku hanyalah seorang manusia biasa
Yang hatinya diombang ambing asmara
Lemah tak berdaya tak kuasa memilih
Kemana hati ini harus mengarah

Wednesday, March 12, 2008

Pengembara di Padang Gersang

Siapakah aku....
Aku adalah seorang pengembara di padang gersang
Dimana melihat hanya pasir melintang
Segala asa dan cita terhadang

Pengembara ini bosan
Dan akhirnya pergi jauh ke negeri seberang

Disana pengembara menemukan oase yang pernah ia tinggalkan
Menghirup segarnya kesegaran sejuk
Dibawah lambaian daun kurma
Angin berhembus pelan membawa kabar gembira

Tetapi ketika sang waktu telah bertitah
Telah habis masa bahagia
Pengembara harus kembali ke padang gersang
Dengan harap lemas malas dan sedih

Siapakah aku....
Aku adalah pengembara di padang gersang
Dimana melihat hanya pasir yang terbang
Tertiup angin, semua biasa...

Tapi ketika pengembara kembali memandang
Tak lama setelah dia pulang
Padang yang gersang itu kini memiliki sebuah harapan
Setitik air di sebuah padang gersang

Air itu hanya setitik
Tapi harapan yang ia bawa begitu besar
Pengembara terpana tak bisa lepaskan mata
Memandang segala harap, tak kuasa ingin meneguk

Kini sang pengembara bingung
Air itu...bolehkah kuteguk......?
Air itu...bolehkan kumiliki......?
Air itu...milik siapakah dia......?

Tapi kiranya bila air itu pengembara teguk
Hilanglah susah cahaya di padang gersang
Hilanglah kebahagiaan di padang gersang
Alasan untuk bangun esok harinya

Biarlah air itu mencari pelita
Sebuah harapan akan sesuatu yang baru
Biarlah ia menjadi setitik air di padang gersang
Menjadi keindahan bagi setiap yang memandang

Pengembara ini takkan memiliki
Hanya berusaha menjaganya tiada lain
Tapi ijinkanlah pengembara ini berharap
Kiranya hujan turun dia padang gersang

Friday, January 4, 2008

Why do I [Miss You Even More]

Everytime I’m ending up alone in my room
I’m back in gloom
Feeling lonely without you
To touch me and hold me in your warm chest

My calendar stops in April
Cause that’s where you are
For once I flip that to December
But I keep on looking on April

Babe...
Why now why still
Why do I miss you...
Why do I miss you even more...

Am I that lonely....
What have you given me is so special
Nobody ever compare to that
Not even close....

I Try to thrown you in the past
But you stick even harder in my heart
I try to forget you now
Buy Why do I miss you even more

I long for your kiss
I long for your embrace
I long to see you
I’ll fall on bended knee on you

Damn you loneliness....
Once I was your friend...
Now I’m with you
But I’m ending up crying

Maybe I did
Loved you more than I should
And now I just can’t say good bye
To you...
Not even to your memory

In my heart you’ll forever stay
In my mouth your name will keep being told
In my hand where I want your hand to be
I miss you even more now....
Will you comeback to me.........???

Monday, November 26, 2007

For Once in My Life [I Fall in Love]

There was a time when I decided to close my heart
There was a time when I enjoyed being a loner
There was a time when loneliness is my best pal
There was a time a long time a go....

But not later than that...
On that big of a night...
You landed a kiss on my lips...
On my very own virgin lips...

For once in my life I felt a touch
For once in my life I felt a warm and gentle kiss
For once in my life I got a warm hug
For once in my life I fell in love

Ten months from then was happines...
One months from then was fear...
One months from there was Insecure...
Not later than the same night a year ago...

You gave me a hint that hit me very hard...
That maybe you can't give love as big as I do
I hurt..
I cry...

Later that night I send you messages
Because I can't stand to hear your voice anymore
It'll change my mind again
This time I have to be strong for my self

For once in my life I will give all my life to you
For once in my life I will give all I have to you
For once in my life I fall in love with you
For once in my life I hurt so bad that I had to let you go

Good bye my possibility of Love of my life...
Thank you so much for all you've done for me...
I'm sorry, good bye......

Saturday, February 24, 2007

Lonely Valentine

This valentine is different
I have someone i love
I have some one to share my love
it's a happiness
but also a sadness
because we can't have our first valentine
together...

oh..lonely moon up above in the sky
how can you send your love to the sun
Both of you barely meet each other
Cause I miss my love so much
I want to be with my love
in this special day of the year

Oh my love far, far away...
do you know my heart so mess
thinking a way for us to be together
in this special day of the year

I really want to spent the night on your arm
you hold me, I hold you
together we spend the night holding hand
'till the sun rise

Just a hope it is now
Because i'm far and you're there
I can't overcome this limit

If only I had wings
I would fly to your arm
put my hand againts yours
and be the lucky person
who kisses you goodnight
and wish you a happy day

too bad it's just my imagination
a stupid silly one
but i just want you to know
that i love you
that you're my special person
In this special day of the year

I miss you so
I miss you so
I miss you so

Through the wind I send my hug
Could you feel it
it's cold tonight..

I Love You..
my Valentine...
Do you know,
I'm lonely without you....