Aku adalah seorang pengembara di padang gersang
Dimana melihat hanya pasir melintang
Segala asa dan cita terhadang
Pengembara ini bosan
Dan akhirnya pergi jauh ke negeri seberang
Disana pengembara menemukan oase yang pernah ia tinggalkan
Menghirup segarnya kesegaran sejuk
Dibawah lambaian daun kurma
Angin berhembus pelan membawa kabar gembira
Tetapi ketika sang waktu telah bertitah
Telah habis masa bahagia
Pengembara harus kembali ke padang gersang
Dengan harap lemas malas dan sedih
Siapakah aku....
Aku adalah pengembara di padang gersang
Dimana melihat hanya pasir yang terbang
Tertiup angin, semua biasa...
Tapi ketika pengembara kembali memandang
Tak lama setelah dia pulang
Padang yang gersang itu kini memiliki sebuah harapan
Setitik air di sebuah padang gersang
Air itu hanya setitik
Tapi harapan yang ia bawa begitu besar
Pengembara terpana tak bisa lepaskan mata
Memandang segala harap, tak kuasa ingin meneguk
Kini sang pengembara bingung
Air itu...bolehkah kuteguk......?
Air itu...bolehkan kumiliki......?
Air itu...milik siapakah dia......?
Tapi kiranya bila air itu pengembara teguk
Hilanglah susah cahaya di padang gersang
Hilanglah kebahagiaan di padang gersang
Alasan untuk bangun esok harinya
Biarlah air itu mencari pelita
Sebuah harapan akan sesuatu yang baru
Biarlah ia menjadi setitik air di padang gersang
Menjadi keindahan bagi setiap yang memandang
Pengembara ini takkan memiliki
Hanya berusaha menjaganya tiada lain
Tapi ijinkanlah pengembara ini berharap
Kiranya hujan turun dia padang gersang
No comments:
Post a Comment