Who Am I? Not Spiderman

My photo
Jakarta Pusat, DKI Jakarta, Indonesia
Rizky Novrianto is just an ordinary human being who try to live his life as extraordinary as it can be. I like to be different. You maybe able to find someone better than me, but You may never find someone like me. I hope common courtesy hasn't die yet. Treat people the way you want to be treated and even more, treat other people the way they want to be treated.
Showing posts with label untukkesempurnaan. Show all posts
Showing posts with label untukkesempurnaan. Show all posts

Monday, May 11, 2009

Khayalan Cinta

Di suatu malam yang sepi tanpa suara
Kau menyapaku lembut dengan cinta
Hati ini berbunga-bunga sejuta warna
Tak henti-henti wajah ini ingin tersenyum

Ku melihat wajahmu setelah sekian lama
Membasuh rindu yang yang ada
Wajahmu yang mengingatkanku
Pada kisah kita yang pernah berlalu

Kau katakan padaku
Kau ingin memelukku
Kau ingin mencumbuiku
Kau ingin bersamaku

Tapi sentuhan itu tak terasa di tubuhku
Tetap saja badan ini merasa hampa
Sentuhanmu tak mengena
Kecupanmu tak tersampaikan

Dan kau pun berkata

Bukan tubuhmu yang kusentuh
Tapi jiwamu

Bukan bibirmu yang aku kecup
Tapi hatimu

Bukan dirimu yang aku ingin bersama
Tapi Cintamu

Jiwaku merona
Hatiku hangat merebak
Cintaku berbunga-bunga

Ketika jiwa kita menjadi satu
Ketika Hati kita berpadu utuh
Ketika cinta kita saling bercumbu
Kurasakan puncaknya asmara

Memadu kasih dalam angan
Membasuh rindu dalam suara

Sayang biarkanlah kecupanku ini
Tak hanya sebatas di bibir saja
Biarkan ia masuk ke jiwamu
Dan biarkan ia menetap disana
Seperti yang kau lakukan padaku

Tak ingin aku semua ini berakhir
Tak ingin asa ini kembali pudar
Tak ingin rindu ini tumbuh lagi
Tak ingin berpisah walah hanya sesaat

Sapa aku kembali
pada malam-malam sepi selanjutnya

Wednesday, April 29, 2009

Ungkapan Rindu

Biarkan anganku menjelma dalam tinta
Menorehkan impian menjadi nyata
Menyentuh dirimu dalam bahagia
Kerinduan ini tiada tara

Wahai cinta yang jauh disana
Aku ingin menyapamu tapi tak kuasa
Biarkan angin ini membawa kata-kata
Yang kutorehkan dalam mayapada

Segenap alam ini menyelimutiku
Yang kuharap hanya dekapan tanganmu
Seisi bumi ini menemaniku
Yang kuharap hanya berada disampingmu

Wahai tinta yang tertorehkan
Yang menggambarkan isi hari pujangga
Kemana lagi rindu ini kuarahkan
Pujangga ini mendamba belaian cinta

Wahai hati yang mendamba kecupan
Yang kering layaknya padang yang gersang
Kemana lagi angan ini kuterbangkan
Pujangga ini kesepian tanpa belaian cinta

Andai saja jarak ini tak begitu jauh
Andai saja waktu ini bisa kuhentikan
Ingin sekali dirimu aku rengkuh
Aku bawa bersamaku dalam kedamaian

Wahai hati yang merintih
Yang mulai berdarah menahan perih
Cintamu pasti akan menyapa
Tapi mungkin disuatu saat yang berbeda

Gerangan obat apa untuk sang hati ini
Apakah yang bisa menahan luka terpatri
Memberi kesejukan di telaga yang kering ini
Mengisi kembali rona jiwa yang sepi

Tiap malam aku menitipkan pada angin
Kusampaikan segenap rinduku padamu
Lalu kupejamkan mata yang ingin
Semoga aku bertemu dengan dirimu

Walau hanya kau sapa dalam mimpi
Cukuplah itu menjadi obat di hati
Pelipur hati yang merintih
Rindu kasih sayang dan pelukan kekasih