Who Am I? Not Spiderman

My photo
Jakarta Pusat, DKI Jakarta, Indonesia
Rizky Novrianto is just an ordinary human being who try to live his life as extraordinary as it can be. I like to be different. You maybe able to find someone better than me, but You may never find someone like me. I hope common courtesy hasn't die yet. Treat people the way you want to be treated and even more, treat other people the way they want to be treated.
Showing posts with label sebuahperenungan. Show all posts
Showing posts with label sebuahperenungan. Show all posts

Tuesday, July 24, 2012

Ramadhan 1433 H / 2012 M : Hisab vs Rukyat

Kalo dipikir-pikir, kayanya setiap kali Ramadhan, QQ setiap tahun selalu pindah-pindah tempat deh, kecuali tahun 2002 - 2006 di Jakarta dan 2008-2010 di Jogja. Tahun 2007 di Sibolga, tahun 2011 di Jakarta dan tahun 2012 ini di Padang. Jadi setiap Puasa, akan ada selalu cerita yang baru untuk diceritakan.

Yah, Ramadhan tahun 2012 ini ditandai dengan Pindahnya awal puasa dari yang diperkirakan pada hari Jum'at tanggal 20 Juli menjadi Sabtu, 21 Juli 2012. Malah jadinya, Sidang Tilang QQ ga jadi pas puasa... yay for that!

Sidang Tilang yang QQ menangkan itu mungkin akan masuk dalam top 10 hall of fame dari pengalaman yang akan QQ kenang selamanya. Ternyata bulan Puasa memang membawakan berkah tersendiri.

Perbedaan awal puasa kayanya sudah bukan suatu hal yang aneh lagi, hampir tiap tahun berbeda, tapi biasanya Pemerintah sesuai ama perkiraan kalender, tapi sama kaya tahun lalu, Pemerintah bergeser dari Kalender karena lagi-lagi Hilal ga sampe 4 derajat. Sehingga bulan digenapkan jadi 30 hari.

QQ akhirnya jadi searching, karena banyaknya pihak yang masih belum sepakat tentang bagaimana caranya menentukan awal bulan. Ternyata, QQ juga malah bingung.... hahaha...

Ada dua metode, Hisab dan Rukyat. Pemerintah berpegang pada Metode Rukyat yang kurang lebih artinya memperhatikan bulan. Seperti yang kita tahu, kalender Masehi berdasarkan peredaran matahari sedangkan kalender Hijriyah berdasarkan peredaran bulan.

Jadi metode Rukyat itu adalah metode yang dipraktekkan oleh Nabi Muhammad SAW di masanya, diabadikan dalam hadits, "Jika kamu melihat bulan, maka berlebaran lah... namun jika tidak, genapkan jadi 30 hari.." more or less lah... QQ juga kurang apal... hehehe...

Jadi, setiap tanggal 29 tiap bulan, Pemerintah melakukan Rukyatul Hilal atau memandang Bulan untuk melihat apakah hilal sudah nampak atau belum. Alasan yang digunakan oleh pihak Pemerintah ini adalah, bahwa metode ini adalah metode yang ada riwayatnya dan digunakan oleh Nabi Muhammad SAW untuk menentukan awal bulan.

Sedangkan Pihak Muhammadiyah menggunakan metode Hisab yang artinya perhitungan. Banyak yang bilang kalo metode ini tuh sudah out of date. Tapi pihak Muhammadiyah berpendapat bahwa ini adalah metode yang seharusnya digunakan. Metode Rukyat digunakan oleh Nabi karena ada hadits yang berkata bahwa, "Kami adalah kaum yang Ummi" sehingga Nabi menggunakan metode tradisional, yaitu "Melihat Bulan secara langsung" atau Rukyat.

Kemudian pihak Muhammadiyah juga berpendapat bahwa metode hisab ini adalah metode yang diamanatkan oleh Al-Qur'an. Jadi, dengan metode Hisab, kita bisa memperkirakan kalender untuk setahun bahkan lebih karena metode ini telah memperhitungkan perjalanan Matahari dan Bulan dengan metode yang canggih. Sebagaimana tercantum dalam surat Yasin ayat 38-40 yang bercerita bahwa Matahari dan Bulan berjalan melalui garis edarnya masing-masing dan tidak mungkin saling mendahului satu sama lain. Jadi berdasarkan ayat tersebut, Perjalanan Matahari dan bulan sekaligus penentuan kalender, bisa diperkirakan.

Namun pihak pemerintah berpendapat bahwa metode ini tidak ada riwayat hadits-nya. Sehingga metode ini tidak digunakan.

Tapi setelah baca-baca, kayanya QQ merasa bahwa inti permasalahannya bukan di situ deh. Permasalahannya adalah berapa persen hilal dinyatakan "terlihat" atau "visible". Pemerintah berpendapat untuk bisa terlihat, hilal harus minimal 2 derajat di atas ufuk. Sedangkan para ahli malah berpendapat minimal harus 4 derajat untuk bisa terlihat. QQ juga bingung sebenernya, kenapa harus 2 atau 4 derajat? kalo hilalnya udah nongol dan udah kelihatan, yah namanya udah terlihat dong hilalnya. Trus nunggu apa lagi?

Ini sih dugaan QQ aja, tapi jangan-jangan maksudnya "terlihat" di sini adalah "terlihat dengan mata telanjang" seperti yang dilakukan Nabi pada masa lalu, untuk ini QQ agak setuju ama Muhammadiyah karena Jaman dulu belum ada teleskop sehingga melihat harus dengan 'mata'. Jadi QQ agak heran kenapa harus 2 atau 4 derajat.

Karena menurut QQ, andaikata Muhammadiyah melakukan perhitungan, harusnya mereka juga udah tahu persis berapa derajat bulan akan terlihat pada hari yang diinginkan. Jadi mereka juga pasti tahu kalo bulan masih kurang dari 2 derajat pada tanggal 20 Juli tersebut. Namun mengapa tetap ditetapkan sebagai awal bulan?

Apakah Muhammadiyah berpendapat bahwa apabila Hilal sudah "terlihat" meski hanya 1,38 derajat, itu sudah masuk kategori "terlihat" dan awal bulan baru telah dimulai??? Well QQ bukan anggota Muhammadiyah dan anehnya, kenapa ga pernah ada ceramah yang ngebahas ini di Jum'atan atau di Ba'da Isya sebelum Tarawih. ngebahasnya ituuuu-itu aja...

Jadi memang ini sangat membingungkan, tapi QQ adalah orang yang tidak berpengetahuan luas, ga punya teleskop dan ga tahu bulan 2 derajat di atas ufuk tuh kaya mana kelihatannya juga ga tahu. Tapi yang jelas  QQ tinggal di indonesia QQ ikut Ulil Amri-nya aja yang dalam hal ini adalah Pemerintah.

Tapi ada satu Hadits Tirmidzi yang QQ kutip, "Hari Puasa adalah dimana semua umat Muslim berpuasa dan Hari Lebaran adalah dimana semua umat muslim Lebaran" meskipun kita punya perbedaan, tapi hendaklah kita bersatu dalam mengambil keputusan. Meski ada yang bilang perbedaan adalah rahmat, tapi menurut QQ persatuan akan lebih baik. Pihak yang berwenang harus bertemu dan menyatukan pendapat. Karena kasihan mereka yang jadi bimbang akibat perbedaan ini, karena kedua pihak merasa benar.

Namun bagi pihak yang berpuasa, mungkin ada yang ikut Pemerintah, namun tak sedikit yang ikut Muhammadiyah. Berbeda kita berbeda, tapi yang diharapkan dari sebuah perbedaan adalah bukan menyalahkan pihak yang lain. Kita semua berada di jalur yang sama, jalur menuju Allah SWT. Mungkin saja ada yang berliku-liku sedikit jalannya, namun Kita semua berjalan menuju arah yang sama. Tetap Bersatu, itu adalah yang diharapkan oleh kita semua.

Ayat terakhir surat Al-Kafirun menurut QQ bukan hanya untuk orang-orang Kafir, tapi berlaku untuk mengatasi perbedaan secara umum, "Bagiku Agamaku dan bagimu Agamamu". Kita memiliki keyakinan dan penafsiran masing-masing terhadap Agama yang kita pegang. Dalam satu ayat yang sama, kita bisa memiliki beda penafsiran. jadi Perbedaan memang merupakan hal yang biasa dalam hidup kita. Yang penting adalah saling menghormati satu sama lain dan tetap berpegang teguh pada persaudaaraan kita sesama Muslim.

Selamat berpuasa semuanya.....

Saturday, July 21, 2012

Pertama Kali Menang Sidang Tilang #NOTGUILTY

Barang siapa yang berkendara Motor, pasti pernah berurusan ama Polisi. Terutama kena Tilang. Tapi kadang yang bikin kita sebel tuh adalah, kesalahan yang kita perbuat tuh terlalu cemen dan kayanya ga membahayakan orang lain secara langsung dan mayoritas karena kita lupa. Misalkan, lupa ngidupin lampu di siang hari.

Tapi Polisi sekarang tuh ga kenal maaf. Aneh ya, padahal sebagai Polisi, dia seharusnya sadar bahwa dia memiliki Hak Diskresi atau hak untuk menilai suatu kejadian dari perspektif pribadinya sendiri.Tapi banyak polisi yang lebih memilih sok kaku dan hanya menawarkan dua pilihan, Bayar di Tempat atau Sidang di Pengadilan.

Naas ya, Polisi yang baru saja berulang tahun dan memasang banner dimana-mana soal pelayanan prima dan bebas korupsi, tapi dalam kenyataannya masih sangat-sangat mengecewakan dalam hal proses tilang ini.

Dan perselisihan antara QQ dan Polisi pun mendapatkan Sequelnya, setelah kemaren masalah helm, QQ bayar denda 50rb di Pengadilan... lalu masalah Lupa Idupin Lampu Utama yang kemudian polisinya ciut karena tahu QQ pegawai KPPN, kemudian masalah Spion yang QQ menangkan di lokasi Tilang dan akhirnya polisinya ngalah karena QQ ngeluarin kamera dan merekam proses mereka menerima duit haram. Ini adalah Sequel terbaru yang berjudul, "QQ vs Polisi : TILANG TANPA DASAR HUKUM"

Jadi alkisahnya pada suatu minggu yang cerah, QQ memasuki sebuah jalan, tiba-tiba di-semprit ama polisis dan digiring ke pos dia. QQ dikasih tahu kalo ternyata itu adalah jalan satu arah dan QQ dianggap melanggar. QQ udah kasih tahu, QQ masih baru di Padang, ga tahu jadi ya maaf... Trus QQ tanya, emang dimana rambu-rambunya Pak? dan Polisi itu menjawab, "Sudah ilang kali, tapi ini udah lama kok berlaku di sini"

Asli QQ udah males ama Polisi, dan bapak itu cuma menawarkan bayar di tempat ato sidang, trus QQ tanya soal FORM BIRU, dia bilang udah ga ada lagi. Jadi udah jelas ini adalah Polisi Tolol!!! jadi mari kita Sidang saja.

Tadinya QQ mau berargumen untuk keringanan denda dengan alasan QQ orang baru dan ga tahu soal jalan satu arah tersebut. Namun, akhirnya QQ Googling tuh pasal yang dikenakan ke QQ, yakni Pasal 287 ayat (1) / 106 ayat (40 huruf c UU No.22 tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutanjalan.

Ternyata, isi pasalnya adalah, "Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor di Jalan yang melanggar aturan perintah atau larangan yang dinyatakan dengan rambu lalu lintas sebagaimana dimaksud pasal 106 ayat (4) huruf a atau marka jalan sebagaimana dimaksud dalam pasal 106 ayat (4) huruf b dipidana dengan pidana kurungan palinglama 2 (dua) bulan atau denda paling banyak Rp.500.000,00 (lima ratus ribu rupiah)"

Perhatikan pasal tersebut, ternyata ada klausul yang menyatakan bahwa "melanggar aturan perintah atau larangan yang dinyatakan dengan rambu lalu lintas atau marka jalan". Wah, QQ akhirnya ketemu argumen yang lebih kuat dan memutuskan untuk melawan karena berdasarkan pasal ini, QQ tidak bersalah, karena di lokasi tersebut nggak ada Marka Jalan yang menandakan bahwa jalan tersebut satu arah atau tanda dilarang masuk.

Meskipun nanti ada yang akan berargumen soal memperhatikan arus lalu lintas, QQ bisa menjawab dengan, "Ketika QQ lewat, jalanan sedang sepi, tanpa adanya marka jalan, QQ ga bisa tahu"

Dan dimulailah rencana perlawanan QQ dimulai dengan berkonsultasi kesana kemari, ketemulah QQ dengan seorang Advokat Muda di Facebook, dan beliau bahkan menyarankan untuk mengundang media. Saran itu QQ tindak lanjuti dengan mengirim undangan ke Media Surat Kabar se-PAdang melalui email. Tapi sayangnya yang nanggapin cuma satu dan pas hari sidang kayanya ga ada yang datang... hikz...

Sidang pertama hari Jum'at tanggal 13 Juli 2012, setelah mendengarkan argumen QQ, Ibu Hakim menunda Sidang QQ menjadi minggu depannya, 20 Juli 2012 untuk menghadirkan Penyidik, dalam hal ini Polisi yang menulis tuh surat tilang buat QQ.

Ok, Fine....

#Seminggu kemudian..
(kaya di pilem-pilem)

QQ dateng sekitar jam 10-an deh kayanya, disuruh menunggu. Dan pas nunggu itu, Kayanya ada tuh Polisi mondar mandir. QQ juga heran, soalnya kok ga dipanggil-panggil. Akhirnya tak tanya ke Jaksa, Ternyata hakimnya beda, dia lagi sidang lain. jadi nunggu.

Jam 11 akhirnya dipanggil juga buat sidang di ruangan lain.
Hakimnya udah stay tune, eh, Jaksa, Hakim Anggota dan Polisi tadi belum nongol juga. Akhirnya ngobrol deh ama Bu Hakim soal kasus QQ.

Hakim Anggota tiba, Jaksa hadir, asisten Jaksa juga nongol, eh Polisi menghilang entah kemana. entah karena dia sibuk ato emang belum siap dipermalukan, hanya Tuhan yang tahu.

Akhirnya setelah kesabaran hakim sudah menyentuh batas, Sidang pun dimulai hanya dengan mendengarkan saksi yang QQ bawa dan bukti poto yang QQ siapkan.
Ternyata Ibu hakim bilang, kalo saksi untuk pengadilan, itu minimal ada 2. Yah mau gimana lagi, Polisi laknat itu ga nongol.

Setelah menanyai saksi dan mengamati bukti poto, Jaksa nggak bisa ngelawan karena Polisi itu kabur, akhirnya palu diketok dan Hakim menyatakan bahwa QQ ga bersalah dan biaya sidang ditanggung negara. Akhirnya QQ dapet SIM QQ dengan gratis tanpa biaya.

Kalo ada tuh polisi, mau tak bilangin di mukanya, EAT THAT!!!! biar dia malu!!!!     
QQ tuh pengen kejadian ini jadi pelajaran bagi Polisi untuk lebih mampu membina dan jangan menjadikan seragam mereka sebagai sumber penghasilan uang.
Selain itu pelajaran juga bagi pengendara motor, untuk ga lagi takut ama polisi. Sidang emang bikin repot, tapi kalo kita mau memperjuangkan diri, kita bisa berjuang.

Jaman sekarang udah canggih, ada kamera handphone, ada recorder pake handphone juga. Jadi kalo polisinya macem-macem dan dia ngancem yang macem-macem. Keluarkan kamera handphone anda dan tantang dia untuk sidang ke pengadilan. Kayanya Polisi juga ga mau repot orangnya. Bisa-bisa kita dilepasin.

Polisi, udah ganti Kapolri, Kapolda, Kapolres.... tetep aja kaya gitu. Kapan negara ini mau maju kalau penegak hukumnya kaya gitu semua. Maunya duit aja...
#FUCKTHEPOLICE


Thursday, March 29, 2012

Personality "Zero"

Mungkin udah ada kali orang lain yang mengeluarkan teori ini, tapi QQ ga tahu aja, jadi pokoknya sekarang QQ mau meng-klaim teori ini... hahahaha....

QQ juga bingung memberikan istilah yang tepat untuk kepribadian ini...
Jadi untuk sementara, kita sebut saja Personality "ZERO"

Bukan berarti orang yang ga punya kepribadian, tapi ini adalah sebuah kepribadian dimana kita harus memulai sesuatu terutama mengenal seseorang selalu dari nol.
Pernah denger lagu Afgan yang berjudul "Cemburu Menguras Hati".....?
Banyak aktifitas-aktifitas yang melibatkan hati yang hanya semakin membuat hati lelah dan terkuras... (bak kali dikurasss....)

Pernah ga kita merasa ga kenal sama seseorang... namun kemudian kita mendengar cerita-cerita tentang dia dari orang lain. Ada yang bilang, "Dia itu orangnya sinis, jutek dan sombong" atau ada yang bilang, "Dia itu tukang selingkuh dan ga punya hati." Terkadang secara sadar ataupun ga sadar kita jadi menanamkan penilaian tersebut dalam hati kita. Jadi ketika kita ketemu ama orang itu pada suatu saat nanti, kita tidak memulai dari "nol" dalam pengenalan kita. Kita memulainya dari sebuah angka negatif atau minus. Kita menilai kepribadian orang tersebut dari apa yang kita dengar padahal kita belum tentu mengenalnya.

Terkadang berprasangka tanpa mengetahui bukti yang jelas, sangat menguras hati. Untuk itulah kita memerlukan Personality "Zero" ini... dimana ketika kita mulai sesuatu, baik itu perkenalan atau apapun, kita memulainya dari sesuatu yang netral. Kita tidak memandang negatif ataupun memandang positif seseorang, kita mulai semuanya dari "nol"

Pada dasarnya tidak ada yang bisa kita percaya dalam hidup ini kecuali 4JJI SWT...
Populasi hakim di dunia ini padahal ga banyak, tapi orang suka men-judge even though they're not the judge...
Ketika seseorang bercerita, mereka akan bercerita dari sisi mereka dan terkadang suka memoles sedikit cerita untuk menguntungkan diri sendiri. Oleh karena itu penting untuk selalu menjaga Personality "ZERO" ini agar kita tidak menjadi orang yang mudah terpengaruh oleh gosip atau kabar-kabar yang beredar. Kita harus mempercayai diri sendiri dan mempercayai penilaian diri kita sendiri.

Jadi dalam hidup ini kita tidak penuh dengan prasangka-prasangka.
Terutama dalam hubungan-hubungan yang membutuhkan kepercayaan. Agar kita tidak lelah dengan ribuan prasangka yang terkadng menerjang. Jangan percayai sesuatu sebelum kita mendapatkan bukti yang jelas dan kuat.

Jadi inti dari Personality "ZERO" ini adalah kemampuan untuk membersihkan hati dan menjaganya tetap jernih dan bisa berpikir dengan baik dan benar. Emosi merupakan bagian yang tak terpisahkan dari manusia, tapi pernahkah kita berfikir bahwa emosi terkadang menghalangi kita dari berfikir jernih. Jika ingin berpikir dengan jernih, kita terkadang harus mengesampingkan emosi... benci, cinta, iri, dengki, dan lainnya. 

Setiap saat kita adalah pribadi yang kosong, kita siap untuk diisi. Namun kita bukan sebuah gelas kosong yang tidak bisa memilih, kita adalah hati yang memiliki keinginan, kita harus mampu untuk memilah dan memilih apa yang akan kita isi ke hati kita. Namun kita harus tetap pada posisi netral dalam memberikan penilaian. Kita memang bukan hakim, tapi tidak ada salahnya menjadi hakim jadi-jadian asalkan kita bisa menerapkan prinsip utama menjadi hakim, yakni "adil dan tidak memihak".

Yah begitulah kira-kira....
gimana??? ngeh apa nggak....?
hahahaha........
Maklum, namanya juga psikolog jadi-jadian.....

Tuesday, March 20, 2012

(Not) Another Tilang Experience


Sampe sekarang QQ masih beranggapan yang kena tilang tuh adalah orang-orang yang kurang beruntung, kenapa?
Karena terkadang pas aja kita patuh ama peraturan, eh ga ada razia dimana-mana, pas aja sekalinya kita lepas helm karena helm-nya bau, jreng-jreeeeng.... BUSTED!!!

Tapi masalahnya itu adalah bukan pada karena apa kita ditilang, namun pada perlakuan para polisi yang menilang kita.
Oke, kalo misalnya kita ga pake helm ato ga punya SIM ato ga ada STNK... itu adalah kesalahan sadar yang kta buat dan pantas untuk diganjar hukuman. Udah tahu ga punya SIM, tetep aja berkendara... nyari masalah....

Tapi QQ sekarang tuh asli agak sebel kalo ketangkap cuma karena lupa ngidupin lampu. Gini masalahnya, kita semua tahu bahwa lampu motor harus hidup di siang hari, meskipun QQ sendiri ga tahu apa gunanya dan efek yang ditimbulkannya signifikan atau nggak terhadap pengurangan kecelakaan. Tapi terlepas dari itu semua, peraturan adalah peraturan... ikhlas ga ikhlas, laksanakan aja.
Namun demikian, masalah lampu ini kita cenderung sering khilaf. misalkan kita parkir nih di minimarket buat beli minum, karena takut ganggu orang toko, kita matiin lampu motornya. terus jalan lagi, eh naas, ketemu polisi dan lupa ngidupin lampu.
Kalo masalah lampu ini, masih ada celah khilafiyah-nya... LUPA....
Kadang lampu kita hidup terus, namun karena baru aja lewat jalan kecil perkampungan buat ngehindarin macet, kita matiin tuh lampu utama... eh pas balik ke jalan raya, lupa ngidupin lagi dan eh, ketangkep deh...

Masalahnya adalah kita belum terbiasa untuk menghidupkan lampu di siang hari. kalo di malam hari, kerasa, "Oh lampu belum hidup, soalnya jalanan terasa gelap" tapi kalo pas siang-siang bolong panas terik, kita ga tahu kalo lampu kita tuh hidup atau nggak.

Jadi menurut QQ, kena tilang karena Lupa ngidupin lampu adalah cara picik Polisi untuk dapet duit tambahan.
Apa buktinya??
Kemaren QQ kena gitu, sialnya QQ emang lupa ngidupin lampu... terus lihat nih razia di kejauhan... reflek aja, ngidupin tuh lampu... eh disetop deh apa petugas. "Mas ngidupin lampu tuh dari rumah, bukan karena ada saya..."
"Ya elah paaah... namanya juga lupa..." jawab QQ

Terus deh di-proses...

Polisi di mobil dinas pun mulai pura-pura menulis buku tilang yang dia pegang. kemudian dipanggil satu-satu orang yang kurang beruntung ini. tiba-tiba dia bilang, "Kita juga ga mau lambat pak, cepat-cepat.... Saudara xxx, Mau bayar di sini apa sidang??" tanya polisi itu.

Mr. xxx pun menjawab, "Yang expres aja pak"
"Kalo gitu, bayar di sini 50ribu... kita juga mau yang cepat-cepat pak.." kata sang polisi sembari menerima tuh duit 50 ribu dan langsung mengembalikan SIM dan STNK bapak yang kurang beruntung itu.

QQ asli gerah.... terus giliran QQ nih dipanggil, "Saudara Rizky...." kata pak Polisi (laknatullah alaih) itu. "Mau sidang apa bayar di sini?" lanjutnya.
"Sidang aja pak" jawab QQ singkat dan jutek.
"Tanggal 6 april nanti loh sidangnya" Ucapnya sedikit merayu.
"Biarin" balas QQ

eh, dilemparnya SIM ama STNK QQ ke petugas yang di dalem mobil,
Jadi ceritanya nih yang bayar langsung, transaksinya di kap mobil, sedangkan yang mau sidang, ngurus di dalem mobil ama petugas lain.

Lah buseeeet, pas QQ mau nungguin surat tilang QQ ditulis, nyantai aja orang depan QQ nyalamin polisinya pake duit 50ribuan dan dengan segera SIM ama STNK-nya dikembalikan.

asli... dalam hati QQ teriak... "KEPARAT NIH POLISI!!!!!!!"

Giliran QQ nih... dia nanya, "Sidang nih pak? ga mau beresin di sini aja??"
dalam hati QQ udah dongkol dan sebel setengah mati, "Nggak" jawab QQ singkat. toh sidang juga kenanya 50ribu, daripada nge-gemuk-in nih polisi... mendingan QQ memakmurkan negara aja deh...
Eh tiba-tiba dia memulai percakapan basa-basi, "Emang kerja di mana mas...?"
"Di KPPN di Jati sana..." kata QQ singkat dan masih dongkol
Eh, tiba-tiba dia berubah raut mukanya, "Oh orang KPPN, emang tadi kena apa Pak?" tannyanya.
"Lupa ngidupin lampu aja..." masih jutek nih ceritanya.
"Oh gitu, lain kali jangan lupa lagi ya Pak..." katanya sambil menyodorkan tuh SIM ama STNK QQ.

ada beberapa hal yang QQ sadari di sini,
Satu,
KPPN ternyata sakti yaaa.... wakakakakaka....

Dua,
Asli, sistematika hukum di negara ini perlu di rombak...
Woooi Kapolda Padang.... ga nyadar apa bawahan anda bertingkah kaya gitu?????
Woooi Kapolri...... apa ga ada sistem tilang yang lebih baik dan menghindari Polisi dari memperkaya diri....???

Stress dah siang itu....
Tapi masih bersyukur ga jadi keluar 50ribu... wakakaka...

Emang bener bahwa, polisi yang jujur di negara ini tinggal Patung Polisi ama Polisi Tidur....
KEPARAT!!!!!


Monday, March 5, 2012

Tidak Semua Orang Punya Waktu Untuk Membaca Anda


Keseringan nonton How do I Look? di Style Network, terkadang kita ga cuma dapet info tentang padu padan berpakaian, namun juga pelajaran berharga mengenai bagaimana cara berpenampilan.
Banyak masalah yang dihadapi oleh kita adalah keinginan kita untuk selalu berusaha menjadi diri sendiri, tampil senyaman mungkin, tak perduli orang lain mau bilang apa, dan banyak lainnya.

Kita terlalu berpegang teguh pada kalimat, "Don't judge a book by its cover" alias, janganlah kita menilai orang dari tampilan luarnya saja. Dan dengan itu kita terlalu berfokus hanya pada penampilah 'dalam' saja.

Memang terlalu picik kalo kita bilang semua orang itu judgemental alias suka menilai hanya dari tampilan luarnya saja, karena pada faktanya masih ada orang yang menilai kita dan mau mengenal kita lebih dalam sebelum menjatuhkan penilaian.

Namun masalahnya pada masa ini, tidak semua orang punya waktu lebih untuk mengenal siapa diri kita 'di dalam'. Sungguh egois bagi kita jika kita menginginkan orang lain untuk mengenal diri kita dulu, Hadapilah kenyataan pahit ini, Tidak semua orang punya waktu untuk membaca anda...!

Sampul yang kita pasang di diri kita, harus bisa mencerminkan siapa kita yang sebenarnya. Bukan hanya membantu diri kita, tapi kita juga membantu orang lain untuk mengenali kita lebih cepat. Kemampuan kita yang luar biasa akan lebih mudah dikenali jika kita bisa tampil dengan 'sampul' yang tepat.

Kita datang ke sebuah wawancara pekerjaan dengan celana jeans belel dan kaos putih polos, kemudian kita berharap orang mau melihat kemampuan kita dan mengabaikan tampilan luar kita... haloooo... hidup di dimensi mana looo....???
yang ada, sebelum sempet masuk, kita udah didepak jauh-jauh.
Meskipun memang jeans belel dan kaos putih enak untuk dipakai dan nyaman, kita harus bisa menyesuaikan 'sampul' kita untuk dipakai pada waktu-waktu tertentu.

Jangan hanya sibuk mempertajam siapa kita 'di dalam' tapi luangkanlah sedikit bagian dari waktu kita tersebut untuk menghias tampilan 'luar' kita agar lebih indah dan mampu untuk menggambarkan kita luar dan dalam.
We are what we wear (both inside and out)  


Thursday, March 1, 2012

Adaptasi : Pelajaran tentang Kehidupan


Luar biasa Tuhan menciptakan manusia dengan kemampuan beradaptasi yang luar biasa. Tuhan tidak menciptakan semua orang dengan kemampuan yang sama, namun yakinlah bahwa kita diciptakan dengan kemampuan beradaptasi yang sama luar biasanya. Hanya saja terkadang banyak dari kita malas untuk berusaha.

Kemauan kita untuk belajar juga merupakan salah satu bagian dari kemampuan untuk beradaptasi tersebut. Kita bisa saja memasuki sebuah lingkungan kerja yang baru, bertemu orang-orang baru dan melaksanakan sebuah pekerjaan yang sama sekali di luar kebiasaan kita. Namun kita bisa beradaptasi dengan lingkungan yang baru tersebut dan kita tidak boleh berhenti untuk terus belajar.

Mungkin bener kalo dibilang bahwa, selama kita masih terus belajar (dan bernafas) tentunya, kita masih hidup dan merasa hidup. Dengan belajar, kita bisa mengenal hal baru dan mengalami petualangan yang jauh berbeda dari biasanya. Terjebak dalam sebuah rutinitas adalah sesuatu yang membosankan.

Bagaimana dengan kesalahan?
Seorang bijak pernah berkata, "Jika kita tidak pernah berbuat kesalahan, maka kita tidak akan pernah belajar.. karena dari kesalahan itulah kita belajar. Dari terus menerus benar, kita tidak akan memperoleh pelajaran sebanyak ketika kita melakukan kesalahan. Dari kesalahan, kita akan bangkit layaknya Phoenix yang bangkit dari abunya..."

Jangan takut berbuat kesalahan.
Inti dari berbuat kesalahan adalah, kita belajar dari kesalahan tersebut dan jangan diulangi lagi. Dengan begitu, kita boleh untuk berbuat kesalahan. Adalah wajar bagi kita untuk berbuat salah, namanya juga manusia. Namun alasan bahwa Manusia tidak ada yang sempurna, janganlah digunakan untuk setiap kali kita berbuat kesalahan. Kita memang tidak sempurna, namun mengejar kesempurnaan tidak ada salahnya.

Inilah bakat kita sebagai manusia yang diberikan oleh Tuhan.
Sedari awal kita dciptakan, melewati berbagai zaman dan suhu di muka bumi, terbukti Manusia tetap bisa ada sampai sekarang. Itu karena kemampuan manusia untuk belajar.

Darwin berkata, "Mereka yang paling mampu beradaptasi adalah mereka yang akan selamat"
(yaah... ga tahu pastinya, tapi kurang lebih gitulaaaah.... hehehe.."
The Survival of the fittest gitu bahasa Inggrisnya..

Jadi, bagaimana kemampuan kita untuk terus menjadikan pengalaman hidup kita sebagai guru yang terbaik. Pengalaman mengajarkan kita untuk terus belajar, dari kesalahan kita sendiri dari kesalahan orang lain. Kalo ada orang yang bilang, bisnis terbaik adalah bisnis bermodal dengkul... ada bisnis yang lebih baik lagi... gimana kalo berbisnis dengan modal dengkul orang lain??

Kita tak perlu melakukan kesalahan, kita bisa belajar dari kesalahan orang lain. Dengan begitu, kita tak perlu menjadi tua untuk menjadi bijaksana. Kita bisa belajar dari sekarang. Dari kesalahan orang tua kita, dari kesalahan atasan kita, dari kesalahan rekan kerja kita, dari kesalahan yang diperbuat lingkungan kita.

Mengapa hanya ditekankan di bagian kesalahan??
Karena kebenaran memang sudah terlahir untuk diikuti, sementara kesalahan harus kita cerna lebih jauh dan harus bisa kita ambil pelajaran daripadanya agar bisa kita berbuat lebih baik lagi.

Seorang teman pernah berkata, "Aku mungkin tidak tahu ke depannya mau jadi apa, Tapi aku jelas tahu ke depannya aku tidak ingin jadi apa..."
Ketika kita mengetahui sebuah kesalahan terjadi, analisa dan kemudian tentukan tindakan kita yang benar dan jika bisa kita meluruskan kesalahan tersebut.

Terus belajar dan terus beradaptasi.



Friday, February 24, 2012

Jangan Menodai Kata Maaf


Salah satu kata ajaib selain Terima kasih adalah MAAF...
Kata empat huruf, dua suku kata yang bisa diucapkan dalam waktu satu detik atau kurang....
Menurut QQ, kata ini luar biasa karena memuat beberapa hal sebagai berikut,
1. Penyesalan yang amat dalam
2. Sebuah janji untuk tidak mengulanginya lagi

Ketika sebuah kata maaf diucapkan tanpa memuat dua elemen tersebut, maka kata maaf tersebut bukanlah kata maaf yang tulus... itu hanya sebuah kata Maaf yang diucapkan dan menodai makna kata maaf yang sesungguhnya.

Orang banyak menggunakan kata maaf sebagai sarana untuk menghindari masalah. Kita ribut dengan seseorang karena suatu masalah, namun karena kita malas untuk memperpanjangnya, meskipun kita merasa benar, kita mengucapkan kata MAAF, tanpa mengetahui dimana salah kita. Masalahnya adalah, jika kesalahan kita aja ga tahu apa, terus siapa yang menjamin bahwa kesalahan itu takkan terulang lagi...?

Kata maaf bertebaran dengan makna yang berkurang dari yang seharusnya. Sekarang kata MAAF menjadi jurus sakti untuk menghindari masalah bukan untuk meminta maaf seperti tujuan yang seharusnya.

Pada dasarnya, siapa sih manusia di dunia ini yang bebas dari salah dan dosa....?
jadi karena itu sebenernya kita ga boleh marah terlalu lama...
Namun kita tidak boleh mengandalkan itu untuk meminta maaf...

Sebelum meminta maaf, ada dua hal yang harus kita lakukan...

MENYADARI DIMANA LETAK KESALAHAN KITA
Ketika kita membuat seseorang marah atau menangis, jangan asal ucapkan maaf, kita harus tahu dimana kesalahan kita... apakah gerangan yang membuat orang tersebut menjadi tidak senang dengan perbuatan kita. Apakah karena kita menamparnya tanpa sebab? atau karena sesuatu yang ktia ucapkan?
Jika kita tidak yakin dengan sumber permasalahannya, maka tanya saja. Daripada bingung ama sumber masalahnya, lebih baik kita langsung tanya ke orangnya saja. Tujuan dari hal ini adalah agar kita sadar dan timbul penyesalan yang dalam.

BERJANJI PADA DIRI SENDIRI UNTUK TIDAK MENGULANGINYA LAGI
Setelah komplit di tahap pertama tadi, baru kita bisa melakukan langkah kedua ini. kita harus bersungguh-sungguh berjanji untuk tidak akan mengulangi lagi kesalahan yang sama yang kita buat pada orang tersebut dan janji tersebut akan kita laksanakan. Tidak akan lagi orang tersebut menangis atau marah karena kesalahan yang sama dari kita.

Terkadang orang menyepelekan kata maaf, tanpa melewati dua tahapan tersebut, mereka mengucapkan kata maaf begitu saja dan berharap semua masalah menjadi selesai. "Sudah, bilang maaf saja daripada masalahnya semakin besar..."

Kalo memang kita ga tahu dimana salahnya, jangan bilang maaf dulu, tanya dulu apa salah kita...
Jangan sampai kita menodai sebuah kata maaf yang harusnya menyimpan makna yang besar dan luar biasa dalam membina hubungan sesama manusia menjadi sebuah kata tak berarti yang kita gunakan untuk menghindari masalah.

STOP SEMBARANGAN MENGGUNAKAN KATA MAAF.....  


Tuesday, February 21, 2012

Jangan-Jangan Samakan

Kalo kita nggak suka ama Tomat, jangan berasumsi bahwa semua orang benci ama Tomat...
Kalo kita nggak suka ama Sinetron, jangan kira tuh ibu-ibu rumah tangga dan para pembantu ga suka ama Sinetron...

Jadi dalam hidup ini kita tidak boleh menyamakan antara seseorang dengan orang lainnya. Kita tidak bisa mengatakan bahwa kita telah memahami manusia, karena kita telah memahami 1 sahabat kita saja. Faktanya adalah setiap orang berbeda satu dengan lainnya.

Namun jika ingin berusaha memahami manusia, kita memang tidak bisa menyatakan bahwa semua manusia itu sama dan ingin diperlakukan sama.
Ibaratnya televisi. Apa merek televisi anda di rumah?
#MaafSebutMerk
apa itu LG, Sony, Toshiba, Samsung, Polytron ato televisi-televisi abal-abal merk apapun itu.

Secara umum kita bisa bilang itu televisi, tapi, pabrik pembuatnya berbeda.
Misalkan kita udah 10 tahun nih punya TV LG, lantas bukan berarti kita langsung tanpa masalah bisa beradaptasi dengan TV Samsung misalnya. Butuh penyesuaian juga.

Tapi, satu hal yang bisa kita samakan. Televisi semuanya memiliki fungsi dasar seperti Tombol hidup, Tombol Mati, Tombol Channel, Tombol Suara dan fungsi-fungsi standar lainnya.
Hanya saja terkadang ada extra feature yang membutuhkan perhatian lebih lanjut atau dengan membaca buku petunjuknya.

hmmm.... mungkin kalau masing-masing manusia ada buku petunjuknya, kayanya enak juga yaa... hehehe...

Nah, mari kita kembalikan ke Manusia....
tiap manusia memiliki fungsi dasar yang sama, antara lain lapar, haus, ngantuk, dan banyak lagi lainnya. Namun jika diibaratkan dengan TV, masing-masing manusia itu memiliki merk yang berbeda. Hanya saja manusia jauh lebih kompleks dari itu.

Memang kita jangan pernah menyamakan antara apa yang kita suka dengan apa yang orang lain suka, karena belum tentu orang lain suka apa yang kita suka.
Namun menyamakan tersebut, bisa sedikit membantu untuk kita bisa memahami orang lain.
Menyadari bahwa tiap manusia memiliki fungsi dasar yang sama.

Siapa yang suka tiba-tiba sekonyong-konyong ditampar aja gitu...??
kita ga suka dan percayalah tidak ada yang suka, kecuali ada yang SM diantara kita... hahaha...
#oops...

Jadi kita bisa mengusahakan untuk tidak melakukan hal-hal yang kita sendiri benci andaikata hal tersebut dilakukan ke kita.
Setiap orang sama, ingin orang lain berbuat baik kepadanya.
Namun jika kita sudah saling mengenal lebih jauh, selalulah perhatikan unique factor yang membuat orang tersebut berbeda dari orang lain dan kita akan memahami bahwa memang setiap orang berbeda.

Jadi jangan pernah samakan QQ dengan yang lain.
I'm uniquely me....

Monday, February 20, 2012

Utamakan Balas Budi

Pernah denger ga kisah tentang cara kucing balas budi...?
yang dimana ada seseorang berbuat baik ama seekor kucing, kemudian sang kucing meninggalkan tikus atau burung hasil buruannya di keset rumah orang yang telah berbuat baik ama dia.

Terkadang kalo kita pikir-pikir, apakah orang tersebut mengharap tikus mati ada di kesetnya?
yang ada justru jijik. Namun apakah pernah kita perhatikan, tikus atau burung tersebut biasanya dalam keadaan utuh, bisa saja tikus atau burung tersebut merupakan tangkapan pertama kucing tersebut.

Kucing itu kelaparan hingga ia tak punya tenaga untuk berburu, kemudian ditolong si orang bai
k dengan memberikan sepotong paha ayam yang tak habis dimakannya. Sehingga kucing itu mendapatkan tenaga kembali untuk berburu. Ketika ia berhasil mendapatkan tikus pertamanya, tikus itu tak lantas dimakannya, melainkan diletakkannya di keset sang orang baik hati yang telah menolongnya. Bukan tikus kedua, ketiga atau tikus yang tak habis dimakannya, melainkan tikus yang pertama kali berhasil ia tangkap. Ia persembahkan kepada orang yang telah menolongnya tersebut.

Namun lihatlah diri kita ketika kita membalas perbuatan baik seseorang.

Ketika seseorang berkata dia ikhlas dan tidak mengharap balasan, memang benar bahwa dia tidak mengharap balasan. Namun kita tidak berbicara dari sudut si orang baik, kita lihat dari sudut pandang si Kucing. Bagaimana kita menjadi orang yang bisa membalas budi orang lain.

Seorang anak, ketika ia berhasil mendapatkan pekerjaan kemudian mendapatkan gaji
pertamanya, apakah dia langsung memberlikan orang tuanya hadiah?? atau dia menggunakan gaji pertamanya itu untuk pesta-pesta kemudian baru memberikan orang tuanya hadiah setelah gaji pertamanya itu ada sisa??

Dimanakah kita meletakkan prioritas kita?
Apakah sang kucing memakan tikus tersebut, kemudian karena tidak habis, setengahnya baru diberikan ke sang orang baik tersebut?
Tidak, dia tangkap dan kemudian dia membalas budi terlebih dahulu, baru kemudian dia mencari mangsa yang baru.


Belajarlah dari Sang Kucing dalam setiap kita membalas perbuatan baik seseorang.
Jangan berikan mereka sisa dari apa yang berhasil kita capai karena kebaikan mereka. Selalu berikan yang pertama, sisihkan yang pertama.
Meskipun orang tersebut tidak mengharapkannya, tapi mengapa kita tidak mencoba untuk menebak apa yang sedang ia butuhkan dan berusaha membalas kebaikannya yang telah ia berikan pada kita??


Semoga kita semua jadi orang yang pintar membalas budi.
seorang bijak pernah berkata, "Lupakan perbuatan baik kita kepada orang, tapi ingat-ingatlah perbuatan jahat kita kepada orang lain"
QQ menambahkan, "Ingat-ingatlah perbuatan baik orang lain kepada kita dan selalulah berusaha memaafkan kesalahan yang orang lain perbuat kepada kita..."

Setelah kita ingat, pastikan kita membalas perbuatan baik orang tersebut ketika kita mampu, dan selalu kita utamakan.



Manfaat Berhutang

Hutang bukanlah suatu hal yang negatif...
Malah beberapa perusahaan, jika tidak memiliki hutang bisa dianggap perusahaan itu tidak berkembang.

Dahulu sih QQ selalu menganggap hutang itu adalah sesuatu yang jahat, karena melibatkan bunga... apalagi bunga yang berbunga.
Namun perbedaan antara bunga dan Bagi Hasil adalah pada sisi pembagian keuntungannya. Bagi Hasil hanya dibagi jika perusahaan untung, namun jika rugi, pihak penanam modal juga mendapatkan bagian kerugian.
Namun jika bunga, nilainya akan selalu stabil dan pembagian besaran bunga akan tetap harus dibagi tak perduli perusahaan untung atau rugi.

Namun, baik itu kita meminjam uang secara syariah ataupun secara non-syariah... semuanya punya biaya, Meminjam uang itu ada biayanya.

QQ tersentak mengenai hutang ini ketika mendengarkan sebuah materi dalam suatu kegiatan, Bapak itu berkata, "Bayangkan seperti ini, kita nabung saat ini satu bulan satu juta, 100 bulan kemudian, terkumpul 100 juta plus bunga yang tidak terlalu besar, kemudian kita baru bisa beli mobil, 100 bulan dari sekarang. Namun jika kita berhutang saat ini, dan dilunasi dengan cicilan 100 kali. Maka kita punya mobil saat ini, dan dapat kita usahakan untuk mendapatkan uang dan kita bisa membayar cicilan kredit mobil tersebut."

Sontak pandangan QQ mengenai hutang berubah arah, Benar juga... kalo kita memandang pemanfaatan hutang dari sisi tersebut, sebenarnya hutang akan sangat bermanfaat bagi kita. kalo kita menabung saja, kita ga bakal punya mobil sampe 100 bulan ke depan. tapi dengan hutang, kita bisa punya mobil dan mobil tersebut bisa kita usahakan... selain kita mendapatkan penghasilan dari mobil tersebut, kita juga bisa membagi penghasilan tersebut untuk cicilan plus bunga.

yang salah adalah penggunaan hutang yang dihabiskan untuk kegiatan konsumsi... itu salah besar...
Itu adalah penggunaan kartu kredit, hahaha....

Namun, percaya ga percaya, penggunaan kartu kredit bisa menunda pusing karena abis duit untuk jangka waktu sebulan. atau sampe tanggal penagihan berikutnya...hehehe...

Mari kita berandai-andai. Kita mempunyai biaya konsumsi sebulan sekitar satu juta rupiah. penghasilan kita 3 juta rupiah per bulan. jadi bagaimanapun juga kita akan mengeluarkan uang sejuta sebulan secara tunai.

bagaimana kalo kaya gini,
Kita punya penghasilan tiga juta, kemudian selama sebulan kita menghabiskan satu juta untuk konsumsi itu menggunakan kartu kredit.
Jadi uang tiga juta kita bisa bertahan selama satu bulan. pada awal bulan berikutnya, kita membayar tagihan Kartu Kredit tepat waktu, dan tentu tidak dikenakan bunga.
Uang 3 juta kitaitu mendapatkan bunga (yaah, meskipun kecil banget) tapi paling nggak dapet, dan selama kita bisa bayar tepat waktu, kita ga bakal dikenakan bunga kartu kredit.

Bukankah itu suatu manfaat??
Luar biasa Super bukan??

Namun yang berbahaya adalah, Lepas kendali dalam menggunakan kartu kredit....
Limit kartu kredit bukanlah penghasilan kita, atau bukan jumlah uang yang harus kita habiskan, melainkan jumlah yang harus kita bayar dan pertanggungjawabkan.
Jadi waspadai limit kartu kredit dan waspadai batas penghasilan kita.

Hutang dalam bentuk Kartu kredit atau hutang jangka panjang sebenarnya seperti pedang bermata dua. Jika dengan penggunaan yang tepat, maka kita bisa berjaya... namun dengan penggunaan yang salah, diri kita sendiri yang akan terluka.

Kata kuncinya adalah KENDALI....!!!!
Selalu waspadalah... waspadalah......

Confidence is The Best Outfit

Orang bilang, "Don't judge a book by its cover"

Tapi kalo kata QQ,
lha kalo bukunya dibungkus ama plastik, terus ada tulisan "Membuka plastik berarti membeli"
apakah kita akan tetap berpegang teguh pada prinsip don't judge a book by its cover?

are you sure...?? really really sure.....???

Cover alias tampilan luar memang bukan segalanya, tapi memang bagaimanapun juga, itu adalah kesan pertama yang kita berikan ke semua orang, yang sayangnya memang sangat penilai...
yes, they are judging even though they're not the judge...

Namun tentu saja kita ga bisa menjadi orang palsu yang hanya memoles tampilan luar tanpa memelihara tampilan dalam kita. Tidak semua orang punya banyak waktu untuk memahami kualitas dalam diri kita sebagai manusia. Bagaimana jika kita dinilai hanya dari sekali lihat? apakah kita tetap akan mengandalkan kualitas dalam diri kita???

Sekarang bagaimana kita memoles bagian exterior itu agar menggambarkan diri kita dalam sekali pandang. Misalkan kita mau melamar pekerjaan, usahakanlah jangan pake jeans ama kaos. Bisa-bisa sebelum sempat kita ketemu bos HRD-nya, kita udah didepak jauh-jauh oleh satpamnya.

Kadang kita menghias diri, tapi setelah selesai tiba-tiba kita ragu, "Udah cukup baik belum..?"
Apa yang kita pilih untuk kita pakai harus mencerminkan siapa kita yang sebenarnya.

Namun ada kalanya kita harus dress to impress atau dress to success, karena kita tidak hidup sendiri di dunia ini, kita terkadang perlu untuk berpakaian untuk menciptakan kesan baik pada orang lain.

Tapi, kita tetap tidak boleh kehilangan jati diri kita dalam apa yang kita kenakan. selalu beri sedikit warna yang menggambarkan siapa kita sebenarnya, agar kita tidak kehilangan jati diri dalam apa yang kita kenakan.
Dalam hal itu, pakaian yang terbaik yang harusnya kita pakai adalah Kepercayaan Diri alias PD. Kita bisa saja mengenakan jas dan kemeja meskipun kita sebenarnya lebih memilih menggunakan jeans dan kaos. Tak perduli pakaian luar apapun yang kita pakai, selalulah menggunakan PD sebagai pakaian lapis pertama kita.

Dengan adanya kepercayaan diri, kita akan mampu untuk selalu tampil menawan dan menampilkan aura diri kita yang sebenarnya.
Coba misalkan kita mengenakan apa yang Lady Gaga kenakan...
yah, selain ga pantes, yang jelas kita belum tentu memiliki Kepercayaan diri sebesar kepercayaan diri yang dimiliki oleh Lady Gaga.

Face it!!!! tidak semua orang menilai diri kita dari dalam diri kita, selalu penampilan luar yang mampu meninggalkan kesan pertama yang menggoda (selanjutnya ya terserah anda..) hehehe....
Jadi kita tidak selalu bisa mengandalkan jeans ama kaos buat ke segala tempat...

Kunci dari selalu bisa tampil apa adanya adalah PERCAYA DIRI....
biarkan kita merasa tidak nyaman oleh bisik-bisik tetangga di kanan dan kiri...
yang penting kita PD...

Anjing boleh menggonggong, toh kafilah tetap berlalu bukan...??


Sunday, February 19, 2012

Pengadilan Negeri Kelas I A Padang

Sebenernya mau dibilang kesalahan yang cemen, emang cemen banget sih... kena Razia gara-gara ga pake helm... yang padahal helm-nya itu ada, cuma ga dipake aja...

Tapi emang menurut QQ masalah pelanggaran lalu lintas tuh cuma masalah lagi ga beruntung aja....
Kadang aja, orang ga pake helm keliaran ga ketangkep, ato angkot-angkot berhenti di lampu merah ga ketangkep... tapi kadang ada orang (kaya QQ, hehehe....) yang biasanya selalu taat ama peraturan, tapi pas lagi naas aja, helm bau abis kehujanan, jadi ga dipake... eh ada razia.... maybe lady luck was not on my side....

ya sutralah,
Polisi yang nangkep juga udah berusaha dikasih argumen.... tapi dia tetep nulis surat tilang...
Tulis aja terus Pak.... QQ ga bakal nawarin duit...
Kalo mau dimaafkan dan diberi peringatan aja, makasih banget...
Tapi kalo mau dikasih Surat Tilang... siapa takut...

QQ udah minta yang warna biru, supaya langsung ke BRI aja... eh,dia bilang itu udah ga berlaku lagi dan BRI udah ga mau nerima titipan uang tilang lagi.

QQ emang pernah baca kalo jawaban itu cuma trik polisi aja...
Tapi asli sore itu emang QQ lagi males berdebat lebih jauh, terserahlah...
Toh kalo dulu kena tilang gara-gara lupa ngidupin lampu, kena 100 ribu, pengen coba kalo sidang kena berapa...

long story short....

Hari sidang yang ditunggu-tunggu tiba juga...
Berbekal kejadian dulu di Jakarta pas nebusin tilang seseorang, kejadiannya adalah... parkir motor, naik ke lantai dua, trus kasih lembar merah tilang ke petugas, tunggu dipanggil, terus secara ajaib tanpa sidang tanpa apa, kena 75 ribu dan semua pelanggaran kayanya pukul rata. Bayar tanpa tanda terima. So be it.....
Emang ga pantes atau belum pantas jika petugas-petugas penegak keadilan itu untuk mendapatkan kenaikan gaji... kayanya mereka dengan gitu juga udah bisa makmur hidupnya...

Yah, di Padang QQ udah siap-siap aja mau kaya gitu juga....
Tapi kok ga ada kerumunan orang... jadi deh nanya ama petugas gimana caranya....
ternyata adalah caranya begini...

Pertama-tama kita lihat nama kita dan nomor urut kita di daftar yang tersedia.
Terus kita masuk ke ruang sidang yang ditunjuk untuk nyerahin lembar tilang merah dan ngasih nomor urut sesuai yang terpampang tadi.
Abis itu tinggal nunggu dipanggil oleh Pak Hakim, yes Pak Hakim.....
Setelah itu, sidang bentar, basa basi ditanya apa pelanggarannya, ngobrol dikit... terus dikasih tahu dendanya berapa...
Terakhir langsungbayar di ruang sidang itu juga pada petugas dan abis itu ambil SIM kita..

Pas udah kelar, QQ penasaran.... oh iya, tanda terima alias kuitansinya ga ada yaa???
Aneh yaa... padahal khan kalo disetor ke Negara, harusnya ada tanda terima...
Yah... jangan-jangan udah kongkalikong juga nih...
Asli.... kapan mau majunya nih negara....
Rakyat dikibulin terus...

Tapi daripada kita berkutat di masalah yang ga bakal bisa selesai itu...
(kecuali kalo QQ jadi Presiden... hehehe...)

Mari kita membahas ruang sidang...
Asli deg-deg an... langsung nihngebayangin Drop Dead Diva yang baru ditonton kemaren... ngelihat Pak Hakim dengan baju kerjanya...
Yang ternyata setelah Sidang itu berjalan, tidak terlalu menegangkan...

Toh terdakwa ga dapet pembela, ga ada penuntut, ga ada istilahnya pembelaan kita mengurangi denda...
yah, apa emang ini hukum yang seharusnya berjalan ato emang ini Hukum Kejar Tayang.... gila aja, yang ditangkep dari razia entah kapan, sidangnya satu tanggal... Hari Jum'at pula....

ada kali tuh 300-an orang yang harus disidang...
Jadi, kalo berharap sistem hukum berjalan di sini... kayanya susah....
Jadi, ya sutralah....
Biarlah terjadi saja....

Yang QQ harap cuma semoga uang denda tilang yang QQ bayar masuk ke kas negara...
Dan bagi orang yang memakan sepeser-pun bagian dari uang yang bukan hak-nya itu, semoga aja Allah memberikan peringatan kepadanya.....
Amiiiiiiiiiiiin.......

Intinya sekarang, lebih baik berhati-hati sajalah...
Males... asli males banget berurusan ama petugas hukum negara ini..

sampe ada sebuah anekdot yang menurut QQ sangat pas...
"Polisi yang jujur di negara ini cuma dua, satu Patung Polisi ama dua Polisi Tidur..."

Tanya kenapa???

Thursday, February 16, 2012

Keajaiban Mendengarkan

Tiba-tiba pagi ini QQ teringat akan sebuah kejadian pas kuliah dulu, dari seorang dosen yang bilang ke QQ, "Londo ne wes turu.." soalnya ketika itu rambut QQ lagi pirang dan QQ tidur di kelas... hehehe...

Jadi dulu dosen itu ngajar mata kuliah Manajemen Sumber Daya Manusia, dan kalo ga salah waktu itu lagi ngebahas sola Negosiasi dan waktu itu langsung praktek gitu.

Jadi satu kelas dibagi jadi dua kelompok gitu dan masing-masing diberikan lembaran berisikan resume permasalahan yang sedang terjadi. satu kelompok sebagai kelompok eksekutif dan satu lagi sebagai kelompok buruh. Masing-masing kelompok membaca permasalahan yang ada di selembar kertas itu dan setelah itu dimulailah negosiasi antara kelompok eksekutif dan buruh.

Ceritanya kelompok buruh lagi demo nih, terus kelompok eksekutif diminta untuk menegosiasi masalah tersebut.
Dan kemudian terjadilah adu argumen dari masing-masing pihak. yang buruh merasa dirugikan sementara yang eksekutif merasa bahwa apa yang mereka lakukan telah sesuai dengan aturan-aturan perburuhan yang berlaku.

Cukup lama juga nih proses negosiasinya dan ribut sana sini. kalo dipikir-pikir sih situasinya jadi kaya serasa demo beneran. Sampe lama juga ga ketemu jalan keluarnya karena masing-masing pihak bersikukuh akan kebenaran masing-masing pihak.

Sampai pada akhirnya sang dosen membocorkan rahasianya kenapa nih negosiasi ga ketemu ujungnya juga. Ternyata, selembar kertas yang dibagikan ke masing-masing kelompok berbeda. Kemudian dosennya bilang, "Jadi kunci dalam sebuah negosiasi adalah KEMAMPUAN UNTUK MENDENGARKAN"

Seandainya saja salah satu pihak mau diam dulu dan mendengarkan apa isi keluhan pihak yang lain, maka kita akan bisa untuk berusaha memahami apa masalahnya dan bisa mencari solusi secara bijak.
Kalo kita saling melempar argumen terus menerus, masalahnya yang akan terjadi adalah, tiap orang akan merasa benar dengan argumennya, dan ketika kedua pihak merasa benar, terus siapa yang salah. Sehingga perdebatan takkan pernah berakhir.

Ini adalah salah satu keajaiban untuk mendengarkan.
Namun, tidak hanya mengdengarkan saja, namun Mendengarkan dengan pikiran dan hati yang terbuka, mau menerima masukan dari orang lain dan tidak merasa selalu benar.

Jika kita berada dalam sebuah posisi masalah dengan orang lain, maka akan tidak adil jika kita menjatuhkan penilaian hanya dari sisi diri kita sendiri, karena itu tidak akan adil.

Orang yang pantas memberikan penilaian hanyalah orang yang memahami masalah yang terjadi lebih dari satu pihak saja. Sebelum kita menjatuhkan penilaian terhadap sesuatu, selalulah berusaha untuk mencari opini dari sudut pandang yang berbeda. Semakin beragam sudut pandangnya, maka kita akan semakin adil dalam memberikan penilaian.

So start listen and less unimportant talk.....

Tuesday, February 14, 2012

Akhir Tahun -vs- Awal Tahun

Penyakit nih.... terulang tiap tahun, tapi anehnya kayanya ga ada yang belajar dari kejadian yang terus menerus terulang ini....

Kalo dipikir-pikir, berbagai jurus udah dikerahkan oleh KPPN supaya SPM ga numpuk di akhir tahun...tapi luar biasanya, tetep aja SPM numpuk di akhir tahun dan mengakibatkan pegawai KPPN lembur ampe dini hari.

Tapi itu kisah tahun lalu, dimana QQ ngerasain tiap malem pulang malem, bahkan puncaknya pada hari terakhir penerimaan SPM-LS, QQ harus di kantor ampe jam 4 pagi.... stress....

Tapi kini awal tahun dan udah masuk bulan Februari.... tapi kantor masih sepiiiiii....
coba aja tuh SPM yang numpuk di akhir tahun dicicil aja nih dari awal bulan. daripada nganggur di awal tahun.

Enak rasanya kalo sampe akhir tahun kondisinya kaya gini terus nih... sepi, nyantai... pulang tepat waktu... bisa sambil nge-blog.. hehehe... #teteup

tapi kayanya kata kunci yang tepat adalah PERENCANAAN
terkadang dalam hidup ini kita selalu menunggu..

Satker, menunggu DIPA baru mulai merencanakan mau apa. Dipa terbit akhir Desember, terus baru mulai merencanakan dan itu ga cepet, baru deh mulai bulan Februari bergeliat minta dana. Coba aja perencanaannya dilakukan sejak Oktober untuk tahun anggaran berikutnya. emang belum ada DIPA, tapi meskipun katanya nih negara menganut Anggaran berbasis kinerja, faktanya masih menganut Anggaran tradisional, dimana tambah kurang dari anggaran tahun sebelumnya. Jadi, anggaran setiap kantor untuk setiap tahun itu kurang lebih sama.

Jadi bukankah berarti kita udah tahu kira-kira kita mau dapet dana berapa tahun depan, jadi bisa laah kita mau merencanakan mau ngapain di awal tahun. Biar ga timpang antara awal dan akhir tahun.

Tapi yaaah, easier to said than done, tapi kalo ga dimulai ya kita ga bakal pernah bisa memulai perubahan.

Mungkin emang nikmatin aja masa luang ini soalnya ntar Desember bakal sibuk lagi...
Berharap saja negara ini akan berubah.... #sigh

Tuesday, August 30, 2011

Lebaran Beda Lagi : Ah, Udah Biasa...

Tampaknya perbedaan ini udah jadi kebiasaan tahunan nih sekarang... terkadang emang susah untuk menyatukannya. Masalahnya adalah semua orang merasa benar. Lalu siapa yang salah??

Kebenaran itu memang hanya satu, tapi siapa yang mengetahuinya? tidak lain hanyalah 4JJI SWT semata...

Kita manusia ditinggalkan dua petunjuk yang maha dahsyat, Alqur'an dan Hadits Nabi Muhammad SAW. Keduanya ada dan diketahui, hanya saja masing-masing ulama terkadang menafsirkannya berbeda.

Jadi, Sekarang tinggal masalah keyakinan. Bagi mereka yang yakin hari Selasa tanggal 30 Agustus Lebaran, dipersilahkan.... bagi yang yakinnya Rabu tanggal 31 Agustus 2011 silahkan, karena semuanya pasti di dukung oleh landasan dan keyakinan yang kuat dari mereka yang merasa lebarannya tanggal segitu. Selama ada landasannya, kita harus menghormati mereka. Siapa yang berani jamin 100% lebaran hari Rabu yang benar?? atau Lebaran hari Selasa yang benar?? GA ADA... hanya 4JJI SWT yang tahu kapan sebenarnya hari Lebaran.

Jadi selama seseorang itu punya landasan yang kuat, dan dia meyakini hal tersebut... adalah wajib bagi dia untuk melakukan sesuai keyakinan yang dia ketahui.

Kecuali kalo ada yang mengumumkan bahwa Lebaran adalah tanggal 32 Agustus 2011, nah itu perlu kita pertanyakan.... bahkan bisa kita sidang dulu tuh orang yang bilang lebaran tanggal 32 Agustus... hee...

Nah, bagi kita yang ga tahu...
Banyak orang yang menyarankan kita ikut Pemerintah dengan landasan, "Taatilah Allah, Taatilah Rasul dan Ulil Amri diantara kamu" itu tidak salah, karena itu salah satu ayat di dalam AlQur'an... emang diantara banyak ayat yang menyuruh kita Taat kepada Allah dan Rasul, hanya satu ayat itu yang menambahkan klausul "Ulil Amri".

Nah, masalahnya sekarang adalah, pemerintah kita bukan pemerintahan yang Kafir... kita hidup di Indonesia, Negara yang konon memiliki populasi muslim terbesar di dunia. kita juga memiliki Majelis Ulama Indonesia yang men-support Pemerintahan c.q. Kementerian Agama kita.

Kosakata "Ulil Amri" alias pemimpin ini, menurut QQ memadai untuk dijadikan landasan bagi kita untuk dipatuhi.

Namun sekali lagi.....
"Ulil Amri minkum" alias "Pemimpin di antara kamu"
Jadi kalo bagi kelompok tertentu yang tidak terlalu mengakui Presiden c.q. Kementerian Agama sebagai Ulil Amri dan mereka menganggap pemimpin kelompoknya lebih mereka ikuti, terserah... mereka tetap mengikuti pemimpin diantara mereka, bukan Presiden meskipun mereka hidup di Indonesia.

Terus kita mau apa??
Mendebat?? ga bisa... yakinlah ilmu kita kalah... apalagi ilmu QQ... cuil...
Hidup dalam perbedaan dan tetap bisa berjalan bersama, itu adalah suatu keindahan yang luar biasa.

Yakinlah bahwa kita semua dalam satu jalan yang sama.... Kita semua BERUSAHA untuk menjalankan ibadah sebaik-baiknya sesuai dengan tuntunan yang ada. Tidak harus semuanya sama. Jika memang yakin lebaran hari Selasa, ya Lebaran aja... Yang yakin hari Rabu, puasa lagi hari Selasanya.

Yang penting niat kita adalah ibadah, THAT's IT....

Yang ga boleh adalah, Misalnya tahun ini versi Muhammadiyah 29 hari, versi Pemerintah 30 Hari.... karena dia mau cepet selesai puasanya, dia ikut Muhammadiyah....
Tahun depan Nu 30 hari, Pemerintah 29 hari... terus dia pindah ikut Pemerintah....
Itu tuh... ABABIL!!!!!! niat puasanya mau cepet selesai aja...
Itu yang ga boleh...
Sekali kita memilih Ulil Amri kita adalah Pemerintah, atau Ketua Kelompok kita, maka selamanya kita harus taat pada Ulil Amri tersebut, alias KONSISTEN.

yang anehnya tahun ini adalah ketika Pemerintah menetapkan Lebaran jatuh pada tanggal 31 Agustus alias Rabu, kok banyak yang ga suka....??
Padahal kalo kita kerja, terus dikasih bonus satu hari gaji misalnya... kok malah ga suka???
Jika kita ikut puasa 29 hari, maka kita telah menyempurnakan Ramadhan kita, namun bagi yang menggenapkannya jadi 30 hari, kita sungguh mendapatkan Rejeki yang luar biasa...

Satu hari tambahan ini harus kita peras habis-habisan untuk mengumpulkan amalan dan pahala yang sebanyak-banyaknya.... mumpung dapet bonus...

Nabi Muhammad SAW pun menangis ketika Ramadhan berlalu....
Nah, bagi yang tanggal 29 Ramadhan kemaren udah nangis-nangis karena Ramadhan akan berakhir, KITA SEMUA DAPET BONUS... Ramadhan masih sehari lagi...!!!!

Sebuah kabar yang luar biasa...!!!!!

Kalo QQ sih, andaikata bisa diundur sebulan juga hayuu..... Nambah Ramadhan sebulan lagi juga hayuu.... malah kalo perlu sampe Tahun depan Ramadhan terus malah lebih baik...
Siapa yang bisa menyangkal ke-luar biasa-an bulan Ramadhan yang Mulia ini...???
Masjid penuh, wanita-wanita berkerudung, siaran tipi jadi serba islami, lagu-lagu jadi serba nasyid... Ga ada di bulan lain... Kalo ga Ramadhan...

Mari kita nikmati hari terakhir Puasa ini 30 Ramadhan...
Bagi yang Lebaran hari ini, selamat Lebaran...
Kita semua harus menjadi dewasa dan saling menghormati keputusan masing-masing orang... Tidak sepantasnya bagi kita untuk merasa benar sendiri dan menyalahkan orang lain. Merasa benar itu wajib dan harus dalam berbuat... tapi jangan menyalahkan orang lain. karena pengetahuan kita itu hanya setetes air yang jatuh di laut, sedangkan pengetahuan 4JJI SWT adalah lautan tersebut. Biarkan... Biarkan....

Selamat Menunaikan Ibadah Puasa.... dan Selamat Berlebaran bagi yang merayakan....


Image : http://www.flickr.com/photos/fotofacade/456731818/

Monday, August 8, 2011

Puasa : Ibadah yang Penuh Perhitungan

Salah satu hadits populer yang sering jadi andalannya para Ustadz adalah, "Barang siapa yang berpuasa di Bulan Ramadhan dengan Keimanan dan (ihtisab) Penuh Perhitungan, maka niscaya akan diampuni dosa-dosanya yang lampau." (H.R. Bukhari dan Muslim)

Apakah pernah timbul pertanyaan... Penuh keimanan, oh itu suatu yang wajib... secara Puasa itu wajib bagi orang-orang yang beriman... jadi Puasa itu perlu pake iman.
Tapi mengapa unsur keduanya adalah ihtisab atau penuh perhitungan....???

Kenapa kita harus penuh perhitungan dalam beribadah di bulan Ramadhan ini...???

QQ yakin semua udah pada tahu kalo Ibadah Puasa itu adalah Ibadah untuk Allah SWT. Puasa bukan untuk kita, bukan untuk Rasullullah SAW, tapi untuk Allah SWT. jadi amalan-amalan puasa itu naik untuk memenuhi keinginan Allah SWT. Tidak ada seseorang pun yang tahu harga pahala dari sehari puasa.

Setiap amalan anak Adam akan dilipatgandakan pahalanya. Satu kebaikan akan berlipat menjadi 10 kebaikan sampai 700 kali lipat. Allah berkata, “Kecuali puasa, Aku yang akan membalas orang yang mengerjakannya, karena dia telah meninggalkan keinginan-keinginan hawa nafsu dan makannya karena Aku.” (HR. Muslim)


Nah, hubungannya dengan penuh perhitungan apa...?
Perhatikan hadits di atas, pahala kita di bulan Ramadhan ini akan dilipat gandakan dari 10 kali hingga 700 kali.
Bulan puasa atau bulan Ramadhan hanya ada maksimal 30 hari.
Allah SWT memberikan rahmat dan barokah serta ampunannya hanya dalam 30 hari.

Ibarat kata kaya gini. Kita ada di sebuah babak bonus dari sebuah permainan. Kemudian di hadapan kita ada kantung-kantung berisi emas dengan jumlah yang berbeda. ada yang 1 gram, 100 gram, 200 gram, 500 gram hingga 1 kg. kita diberikan waktu hanya 30 detik untuk mengumpulkan emas-emas tersebut.

Maka apakah kita akan melakukan hal tersebut tanpa perhitungan dan mengambil apa saja yang bisa kita ambil......???
TIDAK........ secara insting, pasti kita akan melakukan perhitungan-perhitungan, Kita hanya punya waktu 30 detik, tidak mungkin semua kantung emas itu bisa kita ambil. tentu saja kita akan memulai dari kantung yang besar dulu, baru kita ke kantung yang lebih kecil hingga waktunya habis.

Begitulah puasa, Ibadah bernilai bonus banyak bertebaran dimana-mana, hingga Tidur-pun dinilai ibadah. Sholat Sunnah diberi pahala Sholat Wajib, Sholat wajib dilipat gandakan pahalanya hingga perlipat-lipat. luar biasa.

Namun permasalahannya, kita hanya punya 30 hari.
Dalam satu hari kita hanya punya 24 jam saja.
Lalu apakah kita akan mengisi 24 jam dalam sehari kita itu dengan ibadah-ibadah yang kecil pahalanya.....???
oh come on.... Siapa yang bisa jamin kita ketemu Puasa tahun depan...??

Mari kita mulai melakukan perhitungan dalam berpuasa.
Jika kita memiliki opsi melakukan Tadarus Al-Qur'an atau tidur... keduanya adalah Ibadah nilainya di bulan Ramadhan... tapi lantas kita memilih tidur???? jika kita melakukannya dengan penuh perhitungan, kita pasti akan memilih Tadarus Al-Qur'an...

Tidur merupakan opsi terakhir ibadah kita yang dimana harus kita lakukan, daripada kita melakukan dosa-dosa yang akan mengurangi bahkan membatalkan puasa kita.

Ada sebuah anekdot dari status Facebook seorang teman,
"Di bulan puasa, Kerja merupakan ibadah, tidur juga merupakan ibadah...
jadi kalo tidur di tempat kerja, itu pahala kuadrat"
Sebuah anekdot yang nyentil....

Memang tidak ada salahnya untuk tidur terus di bulan puasa... namun apakah itu ibadah yang penuh perhitungan???

Unsur Ibadah dalam bulan puasa adalah Iman dan Penuh Perhitungan.
Ketika ada ibadah yang lebih besar pahalanya dan bisa kita lakukan... mengapa tidak kita lakukan yang lebih besar pahalanya tersebut.

Kita hanya punya waktu 30 hari. kita harus mengambil kantung-kantung emas dengan harga yang paling mahal... Agar bekal kita cukup nanti selepas Ramadhan....
Penuh-penuhlah perhitungan....

Monday, December 27, 2010

Konsep Cost and Worth

Konsep ini ga tahu pernah diungkapkan oleh orang lain apa nggak... tapi QQ nyadarnya itu pas dulu nonton Confession of a Shopaholic, yang pada satu scene dimana si tokoh utama perempuannya itu mau bayar hotdog pake credit card karena mengharap cash back tapi akhirnya dibayarin oleh tokoh utama cowonya dan dia berkata, kalo ga salah, "To me cost and worth are different..."

QQ juga ga tahu,definisi berikut ini pernah di-klaim seseorang apa blm, tapi menurut QQ, merupakan biaya atau materi yang kita keluarkan untuk mendapatkan sesuatu barang/jasa sementara worth merupakan perasaan kepuasan yang kita terima akibat dari kepantasan yang kita terima dibandingkan dengan yang kita bayarkan...

Seperti orang bijak pernah berkata... "Satu contoh, lebih baik daripada 1000 teori.."
Jadi berikut adalah contoh yang akan QQ berikan, Misalkan kita datang nih ke sebuah resto yang mewah... dengan makanan yang luar biasa, minuman yang memuaskan dan tempat yang cozy abis-abisan... kita puas banget doong makan disitu.... tapi begitu kita mendapatkan tagihan... ternyata tagihannya beratus-ratus ribu... kemudian kita akan berkata, "Yah, pantes laaah enak, ya emang mahal siiiiih....."

jadi konsep COST akan selalu disandingkan ama konsep WORTH....
Apakah uang yang kita keluarkan akan pantas untuk apa yang kita terima....
sayangnya emang hukum yang berlaku di dunia pemasaran adalah, "Ono rupo, ono rego" alias "ada rupa ya ada harga" alias "Kalo emang mau enak, ya bayarnya mahal..." sehingga cost ama worth akan cenderung impas-impasan...

Tapi pernahkah kita mengkaji konsep ini lebih dalam...?
Dari sisi pedagang [penyedia barang/jasa], banyak hal yang sebenarnya gratis, yang berarti dengan cost rendah, namun memiliki worth yang luar biasa di mata konsumen...
coba, misalkan sebuah restoran...

SENYUMAN PELAYAN
harga : gratis
dampak : konsumen akan sangat senang ketika pelayan-pelayannya ramah dan murah senyum...
caranya : di-diklat itu pegawai-pegawainya....

UCAPAN TERIMA KASIH
harga : gratis
dampak : luar biasa
caranya : diklat juga

atau, contoh di kantor aja...

PERHATIAN DARI ATASAN
harga : gratis
dampak : membuat bawahan semakin menghargai atasan dan selalu berusaha yang terbaik
caranya : atasan harus benar-benar mencintai dan menghargai bawahannya

UCAPAN PENYEMANGAT DARI ATASAN
harga : gratis
dampak : membuat bawahan semakin semangat kerjanya
catanya : atasan harus perduli kepada bawahan

banyak sebenarnya hal yang gratis, yang cuma membutuhkan sedikit kata-kata, senyuman dan tepukan penyemangat di punggung, namun akan mampu untuk membuat tingkat kepuasan alias worh-nya akan menjadi luar biasa...

Namun banyak dari yang ada sekarang ini, berusaha untuk meningkatkan kepuasan konsumen dengan cara peningkatan konsep worth yang mahal. misalnya, memperbaiki produk, makanan dibikin pake koki impor, piringnya dari piring kristal...
Semuanya berusaha menyentuh dari sisi konsep fisik kepuasan konsumen.... yang sudah pasti akan meningkatkan cost produk yang akhirnya akan membuat harga juga semakin mahal.

Tapi cobalah menyentuh konsep meningkatkan worth ini dari segi hati... lakukan dengan hati.... sehingga ketika pelanggan kita keluar dari tempat kita, mereka akan berkata.. "Worth it banget deeeeh...!!!!"

Bukan berarti kualitas produk harus diacuhkan....
produk tetap harus kita buat dengan sebaik mungkin.... konsep worth ini merupakan faktor x yang akan membuat kita berbeda dari pesaing-pesaing kita...

Ketika kita berbicara soal penyedia produk dan konsumen... konsep ini juga tak sempit dan hanya ada di dunia pemasaran... dalam dunia sehari-hari kita juga... kita adalah penyedia produk alias produsen dan konsumen kita adalah semua orang yang berhubungan dengan kita... sahabat-sahabat kita, rekan kerja kita, kekasih kita.

Pernahkah kita memikirkan, misalkan sahabat... Untuk bersahabat dengan kita, mereka juga pasti mengeluarkan cost, baik itu ongkos angkot untuk jalan bareng kita, atau duit untuk ngebayarin makan kita, nonton bareng... segala sesuatunya itu ada cost...
oleh karena itu harus kita pastikan bahwa sahabat kita itu mendapatkan pelayanan yang terbaik dari kita... senyum kebahagiaan terkadang adalah hal yang paling gratis di dunia ini, namun memiliki dampak yang luar biasa...

Ketika kita tersenyum pada orang yang telah memberikan cost untuk bersama dengan kita... apalagi ditambah dengan ucapan "terima kasih"...segala cost yang telah keluar, akan menjadi seolah-olah tak pernah ada karena pengorbanan itu dibalas dengan kepantasan yang seharusnya dan bahkan melebihi dari yang seharusnya alias exceed the ecpectation...

Ketika konsumen puas, dalam hal ini baik itu konsumen beneran ato konsumen dalam artian sahabat-sahabat kita, mereka pasti akan kembali lagi kepada kita... dan akan menjadi konsumen yang loyal kepada kita...

"Selalulah jadikan diri kita di posisi yang melayani orang lain, jangan pernah memiliki mind set untuk dilayani dan mengharapkan orang lain berbuat baik kepada kita... Namun kitalah yang harus berbuat baik kepada mereka..."
Super sekali bukan.....??

Monday, December 20, 2010

Gelas ini 1/100 Isi

Pernah khan dapet pertanyaan, "Menurut anda bagaimana isi gelas ini? apakah setengah kosong atau setengah isi...?" dan pastinya kita semua udah tahu apa maknanya, bahwa memandang hidup itu secara optimis atau pesimis...
Ketika kita berkata, itu setengah kosong, artinya dalam hidup ini, kita hanya memandang hidup dari sisi negatifnya saja, dan melupakan bahwa setengah dari hidup kita itu sebenarnya ada isinya, namun kita lebih suka mengatakan bahwa gelas itu setengah kosong. begitupun sebaliknya.

tapi, kalo menurut QQ sih, ya iyalaaaaaaaaaaah..... secara itu perbandingannya 50:50... seandainya hidup kita seperti itu, maka pasti akan lebih mudah untuk melihatnya... dalam hidup kita setengah bahagia dan setengahnya penuh derita... itu wajar... dan akan lebih mudah bagi kita untuk memandang baik itu suka ataupun duka...

Namun gimana kalo misalnya gelas itu hanya terisi 1/4 atau 1/6 atau 1/8 atau bahkan 1/100 bagian saja yang terisi... apakah kita masih bisa mengatakan bahwa, "Gelas ini 1/100 isi..." akan masih mampukah kita untuk melihat bagian kebahagiaan dalam hidup ini ketika bagian itu hanyalah secuil dari hidup kita..? hanya 1/100 bagian, sementara 99/100 sisanya adalah bagian yang kosong...??

Memandang hidup ini memang seperti memandang sebuah gelas dengan isi di dalamnya... kita harus terus memandang dengan penuh optimisme dan harapan... selalulah yang kita lihat itu adalah bagian yang ber-isi... bukan bagian yang kosongnya... Mungkin benar bahwa dalam hidup kita, hanya 1/100 yang berisi dengan suka, sementara sisanya duka... tapi hidup kita tak boleh dipenuhi hanya dengan meratapi kesedihan tersebut.. pandanglah bagian yang isi meskipun ia hanya secuil kecil dan berfokuslah pada sedikit kebahagiaan itu, untuk mendatangkan kebahagiaan yang lain, hingga gelas itu akan semakin lama semakin berisi dan bukan justru menguap yang akhirnya membuat gelas itu benar-benar menjadi kosong...

Terkadang kita mengabaikan secuil kecil bagian dalam gelas itu dan pada akhirnya tidak kita manfaatkan, sehingga air yang tersisa sedikit itu akan menguap pergi meninggalkan kita... jika kita terus menatap bagian yang kosong, bagian yang isi akan berkurang sedikit demi sedikit karena tak pernah kita perhatikan... sementara jika kita fokus ke bagian yang isi, maka kita akan berusaha untuk mengembangkan bagian tersebut hingga akhirnya memenuhi gelas tersebut...

Terkadang gelas itu pun misalkan 7/8 isi, sebenarnya hanya sedikit bagian yang kosong, namun terkadang kita memang lebih suka memandang bagian 1/8 yang kosong itu... untuk ini kita harus belajar... selalulah melihat hidup ini jangan dari sisi negatifnya sebesar apapun itu..... dan selalulah melihat hidup ini dari sisi positifnya sekecil apapun itu...

Jadi meski gelas itu hanya berisi 1/200 atau 1/400 atau 1/600 atau 1/1000 isi.... kita harus tetap memandang bagian yang isinya dan membuat gelas kita itu penuh...

Seorang bijak pernah berkata, "Bukan kesuksesan yang membuat kita bahagia.... tapi Hati yang Bahagia-lah yang akan mendatangkan kesuksesan..."


Kesan Pertama Harus Menggoda

Don't judge a book by its cover...
Itulah yang banyak dibilangin oleh orang-orang... supaya kita jangan pernah menilai seseorang dari tampilan luarnya...
Yang menyatakan pernyataan tersebut, pasti bukan orang Marketing... karena dalam prinsip pemasaran, tampilan luar harus memukau dulu, untuk menarik konsumen... terutama bagi produk-produk yang belum dikenal....

Lalu kemudian kita mengaplikasikan masalah ini ke diri kita... bahwa, jangan kita menilai seseorang itu dari tampilan luarnya saja.... hmmm..... gimana tuuh kalo semua orang jadi lebih fokus untuk memperbaiki tampilan dalam mereka dan mengabaikan tampilan luarnya...?? karena semua orang berpendapat, bahwa, jangan nilai orang dari tampilan luarnya...

Misalkan nih ada sebuah barisan yang semua orangnya nggak kita kenal....
kita disuruh membentuk sebuah tim kesehatan....
Kemudian di barisan itu, ada 10 orang....
1. Orang pertama, pake baju lusuh kaya pengemis
2. Orang kedua pake baju putih lengkap dengan stetoskop
3. Orang ketiga pake seragam putih-putih
4. Orang keempat pake baju jaz, kacamata dan tampilan necis
5. Orang kelima pake baju hangat yang sangat tebal
6. Orang keenam pake baju koko
7. Orang ketujuh pake baju casual
8. Orang kedelapan ga pake baju, cuma celana pendek boxer aja
9. Orang kesembilan pake seragam polisi
10. Orang kesepuluh pake seragam putih abu-abu
Sekarang QQ pengen nanya.... Penting Ga Tampilan Luar.......???

Karena, sudah tentu kita akan memilih orang kedua dan ketiga....
Apakah kita akan mempertaruhkan, "don't judge a book by its cover" dan memilih orang yang lain.......??
Tidak... tapi kita akan menilai dari penampilan luarnya dulu...

Penampilan luar merupakan sesuatu yang dilihat pertama kali ketika kita jumpa dengan seseorang, sehingga ini tak boleh diabaikan... tampilan luar dan tampilan dalam ini memiliki porsi yang sama pentingnya... Jangan terfokus hanya pada satu sisi tampilan... ketika kita akan memperindah tampilan, perindahlah keduanya sekaligus... dalam dan luar...

Karena, untuk menunjukkan "siapa diri kita sebenarnya" alias tampilan dalam kita, kita membutuhkan waktu yang tidak sedikit... bahkan untuk mengenal seseorang hingga ke bagian terdalamnya, butuh waktu seumur hidup... sehingga kita tak bisa untuk mengandalkan hanya pada penampilan dalam kita saja... penampilan luar juga penting.
Kita ga bisa egois dan beranggapan bahwa semua orang harus mengenal kita lebih dekat...

Ibarat di pilem-pilem tuh, bayangin QQ nampar kamu dan bilang, "WAKE UP!!!!" ini realitas bung, penilaian pertama orang terhadap diri kita pastilah dari penampilan luar kita... setelah kita berhasil menciptakan image yang baik, barulah kita me-maintain diri kita agar mampu menyesuaikan dengan image yang kita sandang tersebut...
Jangan jadi orang yang egois dan berkata, "Jangan gitu dong, kenali aku lebih dekat dulu..."
Halooooooo... ga semua orang punya waktu untuk itu.....

Kenapa koruptor bisa sukses????
Karena mereka adalah penjahat yang tampilan luarnya bagus....
Kenapa maling ayam terus ketangkep???
Karena tampilan luar mereka emang udah kaya maling ayam.... coba aja mereka pake jaz pas maling-nya... wakakakaka....

Selalulah ingat untuk terus memperbaiki bagian 'dalam' diri kita.... namun dalam proses ke arah sana, jangan lupa untuk juga memoles tampilan luar kita agar tampilan luar kita mencerminkan siapa kita sesungguhnya....!!!

Kerja Ga Sesuai Jurusan Pas Kuliah

Beruntunglah orang yang bisa kuliah sesuai dengan keinginan hatinya, karena memang mencintai bidang tersebut, kemudian bisa bekerja di bidang yang sesuai dengan keinginannya dan pada akhirnya benar-benar bisa bekerja dengan penuh cinta dan hasrat terhadap pekerjaan yang dia miliki...

Tapi kayanya, jika kita bertabrakan dengan realita, lebih banyak orang yang merasa kurang beruntung dalam hidup ini... terkadang kita kuliah tinggi-tinggi sampai derajat sarjana, ternyata dalam pekerjaan kita sehari-hari tidak terpakai. Misalnya nih, kaya QQ, kuliah Diploma III Perbendaharaan Negara di Sekolah Tinggi Akuntansi Negara... tiga tahun tuh sampe bisa lulus, dengan pelajaran-pelajaran yang luar biasa canggihnya... eh ternyata pas masuk kerja, kerjaannya cuma meng-konsep surat [alias jadi juru ketik] ama tukang staples dokumen, terkadang jadi tukang potokopi, dan lebih sering lagi jadi tukang anter surat....

Luar biasa bukan?? penyimpangan dari apa yang kita pelajari hingga apa yang kita alami sebagai pekerjaan kita. Tapi memang pada realitanya, tidak semua orang bisa menikmati pekerjaan sesuai dengan apa yang dia enyam di bangku kuliah...

Kemudian QQ lulus buat Beasiswa kuliah di UGM, jurusannya Manajemen... kuliah lagi 2 tahun buat dapet gelar Sarjana Edan, eh Sarjana Ekonomi.... kemudian balik ke kantor... kerjaannya jadi tukang jaga perpustakaan, sempet juga jadi EO buat acara Malam Penghargaan Kantor, pernah juga jadi staff penyusun peraturan Direktur Jenderal, Pernah jadi tukang translate pidato pak Dirjen...

Sungguh Deviasi yang luar biasa.... bahkan anehnya, itu ilmu yang dipelajarin tentang Manajemen Pemasaran, Manajemen Keuangan, yang tentang saham, tentang pembiayaan... belum kepake...
Kalo mau dibawa stress... wah, rasanya tuh kasihan banget nih otak udah dipake buat kuliah capek-capek, ternyata pas kerja ga kepake...

Tapi seorang bapak yang bijak pernah berkata,
"Dalam hidup ini, jangan selalu berharap kerja kita akan sesuai dengan gelar sarjana kita... jangan anggap bahwa karena kita kuliah di jurusan akuntansi, kemudian lantas kita pasti akan kerja sebagai akuntan... Kuliah yang kita enyam itu jangan dijadikan patokan, tapi cukuplah dijadikan alat untuk memperkaya diri kita sendiri... bukan untuk pekerjaan kita... yang penting, perkaya pengetahuan diri sendiri saja..."

Emang bener kata tuh Bapak... Ketemu tuh Bapak pas lagi terkait urusan konsultasi mengenai permasalahan administrasi Arsip Kantor... karena tuh Bapak Pakarnya....

Jadi, jangan pernah banyak mengeluh dalam hidup ini...
Mau kita S2 kek... mau S3 kek... mau sampe Es Teler juga.... kalo emang kerjaan kita ternyata cuma staples sana sini... kita mau apa?? merasa mampu? maka keluar dari kerjaan itu dan coba peruntungan di kerjaan lain... kalo nggak bisa, THEN SUCK IT UP LIKE A MAN!!!!

untuk naik ke atas, bagaimanapun kita harus memulai dari bawah...ibaratnya itu sebuah piramid... emang yang kelas rendahan itu ngumpul paling banyak di bawah... dan dari sanalah kita semua harus memulai... kita bisa naik ke atas, namun bagaimanapun, tempat yang di atas itu lebih sempit dari yang di bawah... ga semua orang bisa naik ke atas... hanya mereka yang mampu untuk menunjukkan potensi diri dan memanjat ke atas lah yang akan mampu naik ke atas.

Tinggal bagaimana cerdiknya kita aja untuk mampu memanjat ke atas... ada yang mungkin bisanya cuma pake tangga, jadi agak lambat dan melelahkan... yang lain mungkin bisa pake eskalator, atau bahkan lift, sehingga naiknya bisa lebih cepat...
Namun juga tak dipungkiri kalo ada yang naik cepat karena cara-cara yang curang....
itulah hidup... tapi percayalah, selama kita berada di jalan yang lurus, kita tak pernah sendiri, karena ada 4JJI SWT yang bersama kita....

Nah, jadi kuliah itu emang tujuannya bukan untuk mempersiapkan kita jadi staff rendahan dan bawahan yang bisanya cuma menerima perintah doang... tapi jadikan ilmu tersebut sebagai bagian dari diri kita, menjadikan diri kita kaya dengan pengetahuan yang akan dapat kita praktekkan dalam setiap sisi kehidupan kita, bukan hanya di kantor semata.
Meskipun bidang kerja kita nggak sesuai dengan bidang kuliah kita, jalani saja dengan sebaik-baiknya dan semampu-mampunya kita... nanti jika kita sudah mampu untuk berdiri di puncak piramida.... semakin tinggi kita naik, ilmu kita secara perlahan akan terasa lebih berguna...

Kalo pepatahnya itu,
"Beruntunglah orang-orang yang bisa melakukan apa yang mereka sukai... namun bila kita tidak beruntung, berusahalah untuk menyukai apa yang kita lakukan... niscaya dengan hati yang ikhlas, kita akan mampu menjadi juara dalam setiap bidang apapun yang kita jalani..."

Super sekali!!!!