Who Am I? Not Spiderman

My photo
Jakarta Pusat, DKI Jakarta, Indonesia
Rizky Novrianto is just an ordinary human being who try to live his life as extraordinary as it can be. I like to be different. You maybe able to find someone better than me, but You may never find someone like me. I hope common courtesy hasn't die yet. Treat people the way you want to be treated and even more, treat other people the way they want to be treated.
Showing posts with label renungankeagamaan. Show all posts
Showing posts with label renungankeagamaan. Show all posts

Tuesday, July 24, 2012

Ramadhan 1433 H / 2012 M : Hisab vs Rukyat

Kalo dipikir-pikir, kayanya setiap kali Ramadhan, QQ setiap tahun selalu pindah-pindah tempat deh, kecuali tahun 2002 - 2006 di Jakarta dan 2008-2010 di Jogja. Tahun 2007 di Sibolga, tahun 2011 di Jakarta dan tahun 2012 ini di Padang. Jadi setiap Puasa, akan ada selalu cerita yang baru untuk diceritakan.

Yah, Ramadhan tahun 2012 ini ditandai dengan Pindahnya awal puasa dari yang diperkirakan pada hari Jum'at tanggal 20 Juli menjadi Sabtu, 21 Juli 2012. Malah jadinya, Sidang Tilang QQ ga jadi pas puasa... yay for that!

Sidang Tilang yang QQ menangkan itu mungkin akan masuk dalam top 10 hall of fame dari pengalaman yang akan QQ kenang selamanya. Ternyata bulan Puasa memang membawakan berkah tersendiri.

Perbedaan awal puasa kayanya sudah bukan suatu hal yang aneh lagi, hampir tiap tahun berbeda, tapi biasanya Pemerintah sesuai ama perkiraan kalender, tapi sama kaya tahun lalu, Pemerintah bergeser dari Kalender karena lagi-lagi Hilal ga sampe 4 derajat. Sehingga bulan digenapkan jadi 30 hari.

QQ akhirnya jadi searching, karena banyaknya pihak yang masih belum sepakat tentang bagaimana caranya menentukan awal bulan. Ternyata, QQ juga malah bingung.... hahaha...

Ada dua metode, Hisab dan Rukyat. Pemerintah berpegang pada Metode Rukyat yang kurang lebih artinya memperhatikan bulan. Seperti yang kita tahu, kalender Masehi berdasarkan peredaran matahari sedangkan kalender Hijriyah berdasarkan peredaran bulan.

Jadi metode Rukyat itu adalah metode yang dipraktekkan oleh Nabi Muhammad SAW di masanya, diabadikan dalam hadits, "Jika kamu melihat bulan, maka berlebaran lah... namun jika tidak, genapkan jadi 30 hari.." more or less lah... QQ juga kurang apal... hehehe...

Jadi, setiap tanggal 29 tiap bulan, Pemerintah melakukan Rukyatul Hilal atau memandang Bulan untuk melihat apakah hilal sudah nampak atau belum. Alasan yang digunakan oleh pihak Pemerintah ini adalah, bahwa metode ini adalah metode yang ada riwayatnya dan digunakan oleh Nabi Muhammad SAW untuk menentukan awal bulan.

Sedangkan Pihak Muhammadiyah menggunakan metode Hisab yang artinya perhitungan. Banyak yang bilang kalo metode ini tuh sudah out of date. Tapi pihak Muhammadiyah berpendapat bahwa ini adalah metode yang seharusnya digunakan. Metode Rukyat digunakan oleh Nabi karena ada hadits yang berkata bahwa, "Kami adalah kaum yang Ummi" sehingga Nabi menggunakan metode tradisional, yaitu "Melihat Bulan secara langsung" atau Rukyat.

Kemudian pihak Muhammadiyah juga berpendapat bahwa metode hisab ini adalah metode yang diamanatkan oleh Al-Qur'an. Jadi, dengan metode Hisab, kita bisa memperkirakan kalender untuk setahun bahkan lebih karena metode ini telah memperhitungkan perjalanan Matahari dan Bulan dengan metode yang canggih. Sebagaimana tercantum dalam surat Yasin ayat 38-40 yang bercerita bahwa Matahari dan Bulan berjalan melalui garis edarnya masing-masing dan tidak mungkin saling mendahului satu sama lain. Jadi berdasarkan ayat tersebut, Perjalanan Matahari dan bulan sekaligus penentuan kalender, bisa diperkirakan.

Namun pihak pemerintah berpendapat bahwa metode ini tidak ada riwayat hadits-nya. Sehingga metode ini tidak digunakan.

Tapi setelah baca-baca, kayanya QQ merasa bahwa inti permasalahannya bukan di situ deh. Permasalahannya adalah berapa persen hilal dinyatakan "terlihat" atau "visible". Pemerintah berpendapat untuk bisa terlihat, hilal harus minimal 2 derajat di atas ufuk. Sedangkan para ahli malah berpendapat minimal harus 4 derajat untuk bisa terlihat. QQ juga bingung sebenernya, kenapa harus 2 atau 4 derajat? kalo hilalnya udah nongol dan udah kelihatan, yah namanya udah terlihat dong hilalnya. Trus nunggu apa lagi?

Ini sih dugaan QQ aja, tapi jangan-jangan maksudnya "terlihat" di sini adalah "terlihat dengan mata telanjang" seperti yang dilakukan Nabi pada masa lalu, untuk ini QQ agak setuju ama Muhammadiyah karena Jaman dulu belum ada teleskop sehingga melihat harus dengan 'mata'. Jadi QQ agak heran kenapa harus 2 atau 4 derajat.

Karena menurut QQ, andaikata Muhammadiyah melakukan perhitungan, harusnya mereka juga udah tahu persis berapa derajat bulan akan terlihat pada hari yang diinginkan. Jadi mereka juga pasti tahu kalo bulan masih kurang dari 2 derajat pada tanggal 20 Juli tersebut. Namun mengapa tetap ditetapkan sebagai awal bulan?

Apakah Muhammadiyah berpendapat bahwa apabila Hilal sudah "terlihat" meski hanya 1,38 derajat, itu sudah masuk kategori "terlihat" dan awal bulan baru telah dimulai??? Well QQ bukan anggota Muhammadiyah dan anehnya, kenapa ga pernah ada ceramah yang ngebahas ini di Jum'atan atau di Ba'da Isya sebelum Tarawih. ngebahasnya ituuuu-itu aja...

Jadi memang ini sangat membingungkan, tapi QQ adalah orang yang tidak berpengetahuan luas, ga punya teleskop dan ga tahu bulan 2 derajat di atas ufuk tuh kaya mana kelihatannya juga ga tahu. Tapi yang jelas  QQ tinggal di indonesia QQ ikut Ulil Amri-nya aja yang dalam hal ini adalah Pemerintah.

Tapi ada satu Hadits Tirmidzi yang QQ kutip, "Hari Puasa adalah dimana semua umat Muslim berpuasa dan Hari Lebaran adalah dimana semua umat muslim Lebaran" meskipun kita punya perbedaan, tapi hendaklah kita bersatu dalam mengambil keputusan. Meski ada yang bilang perbedaan adalah rahmat, tapi menurut QQ persatuan akan lebih baik. Pihak yang berwenang harus bertemu dan menyatukan pendapat. Karena kasihan mereka yang jadi bimbang akibat perbedaan ini, karena kedua pihak merasa benar.

Namun bagi pihak yang berpuasa, mungkin ada yang ikut Pemerintah, namun tak sedikit yang ikut Muhammadiyah. Berbeda kita berbeda, tapi yang diharapkan dari sebuah perbedaan adalah bukan menyalahkan pihak yang lain. Kita semua berada di jalur yang sama, jalur menuju Allah SWT. Mungkin saja ada yang berliku-liku sedikit jalannya, namun Kita semua berjalan menuju arah yang sama. Tetap Bersatu, itu adalah yang diharapkan oleh kita semua.

Ayat terakhir surat Al-Kafirun menurut QQ bukan hanya untuk orang-orang Kafir, tapi berlaku untuk mengatasi perbedaan secara umum, "Bagiku Agamaku dan bagimu Agamamu". Kita memiliki keyakinan dan penafsiran masing-masing terhadap Agama yang kita pegang. Dalam satu ayat yang sama, kita bisa memiliki beda penafsiran. jadi Perbedaan memang merupakan hal yang biasa dalam hidup kita. Yang penting adalah saling menghormati satu sama lain dan tetap berpegang teguh pada persaudaaraan kita sesama Muslim.

Selamat berpuasa semuanya.....

Tuesday, August 30, 2011

Lebaran Beda Lagi : Ah, Udah Biasa...

Tampaknya perbedaan ini udah jadi kebiasaan tahunan nih sekarang... terkadang emang susah untuk menyatukannya. Masalahnya adalah semua orang merasa benar. Lalu siapa yang salah??

Kebenaran itu memang hanya satu, tapi siapa yang mengetahuinya? tidak lain hanyalah 4JJI SWT semata...

Kita manusia ditinggalkan dua petunjuk yang maha dahsyat, Alqur'an dan Hadits Nabi Muhammad SAW. Keduanya ada dan diketahui, hanya saja masing-masing ulama terkadang menafsirkannya berbeda.

Jadi, Sekarang tinggal masalah keyakinan. Bagi mereka yang yakin hari Selasa tanggal 30 Agustus Lebaran, dipersilahkan.... bagi yang yakinnya Rabu tanggal 31 Agustus 2011 silahkan, karena semuanya pasti di dukung oleh landasan dan keyakinan yang kuat dari mereka yang merasa lebarannya tanggal segitu. Selama ada landasannya, kita harus menghormati mereka. Siapa yang berani jamin 100% lebaran hari Rabu yang benar?? atau Lebaran hari Selasa yang benar?? GA ADA... hanya 4JJI SWT yang tahu kapan sebenarnya hari Lebaran.

Jadi selama seseorang itu punya landasan yang kuat, dan dia meyakini hal tersebut... adalah wajib bagi dia untuk melakukan sesuai keyakinan yang dia ketahui.

Kecuali kalo ada yang mengumumkan bahwa Lebaran adalah tanggal 32 Agustus 2011, nah itu perlu kita pertanyakan.... bahkan bisa kita sidang dulu tuh orang yang bilang lebaran tanggal 32 Agustus... hee...

Nah, bagi kita yang ga tahu...
Banyak orang yang menyarankan kita ikut Pemerintah dengan landasan, "Taatilah Allah, Taatilah Rasul dan Ulil Amri diantara kamu" itu tidak salah, karena itu salah satu ayat di dalam AlQur'an... emang diantara banyak ayat yang menyuruh kita Taat kepada Allah dan Rasul, hanya satu ayat itu yang menambahkan klausul "Ulil Amri".

Nah, masalahnya sekarang adalah, pemerintah kita bukan pemerintahan yang Kafir... kita hidup di Indonesia, Negara yang konon memiliki populasi muslim terbesar di dunia. kita juga memiliki Majelis Ulama Indonesia yang men-support Pemerintahan c.q. Kementerian Agama kita.

Kosakata "Ulil Amri" alias pemimpin ini, menurut QQ memadai untuk dijadikan landasan bagi kita untuk dipatuhi.

Namun sekali lagi.....
"Ulil Amri minkum" alias "Pemimpin di antara kamu"
Jadi kalo bagi kelompok tertentu yang tidak terlalu mengakui Presiden c.q. Kementerian Agama sebagai Ulil Amri dan mereka menganggap pemimpin kelompoknya lebih mereka ikuti, terserah... mereka tetap mengikuti pemimpin diantara mereka, bukan Presiden meskipun mereka hidup di Indonesia.

Terus kita mau apa??
Mendebat?? ga bisa... yakinlah ilmu kita kalah... apalagi ilmu QQ... cuil...
Hidup dalam perbedaan dan tetap bisa berjalan bersama, itu adalah suatu keindahan yang luar biasa.

Yakinlah bahwa kita semua dalam satu jalan yang sama.... Kita semua BERUSAHA untuk menjalankan ibadah sebaik-baiknya sesuai dengan tuntunan yang ada. Tidak harus semuanya sama. Jika memang yakin lebaran hari Selasa, ya Lebaran aja... Yang yakin hari Rabu, puasa lagi hari Selasanya.

Yang penting niat kita adalah ibadah, THAT's IT....

Yang ga boleh adalah, Misalnya tahun ini versi Muhammadiyah 29 hari, versi Pemerintah 30 Hari.... karena dia mau cepet selesai puasanya, dia ikut Muhammadiyah....
Tahun depan Nu 30 hari, Pemerintah 29 hari... terus dia pindah ikut Pemerintah....
Itu tuh... ABABIL!!!!!! niat puasanya mau cepet selesai aja...
Itu yang ga boleh...
Sekali kita memilih Ulil Amri kita adalah Pemerintah, atau Ketua Kelompok kita, maka selamanya kita harus taat pada Ulil Amri tersebut, alias KONSISTEN.

yang anehnya tahun ini adalah ketika Pemerintah menetapkan Lebaran jatuh pada tanggal 31 Agustus alias Rabu, kok banyak yang ga suka....??
Padahal kalo kita kerja, terus dikasih bonus satu hari gaji misalnya... kok malah ga suka???
Jika kita ikut puasa 29 hari, maka kita telah menyempurnakan Ramadhan kita, namun bagi yang menggenapkannya jadi 30 hari, kita sungguh mendapatkan Rejeki yang luar biasa...

Satu hari tambahan ini harus kita peras habis-habisan untuk mengumpulkan amalan dan pahala yang sebanyak-banyaknya.... mumpung dapet bonus...

Nabi Muhammad SAW pun menangis ketika Ramadhan berlalu....
Nah, bagi yang tanggal 29 Ramadhan kemaren udah nangis-nangis karena Ramadhan akan berakhir, KITA SEMUA DAPET BONUS... Ramadhan masih sehari lagi...!!!!

Sebuah kabar yang luar biasa...!!!!!

Kalo QQ sih, andaikata bisa diundur sebulan juga hayuu..... Nambah Ramadhan sebulan lagi juga hayuu.... malah kalo perlu sampe Tahun depan Ramadhan terus malah lebih baik...
Siapa yang bisa menyangkal ke-luar biasa-an bulan Ramadhan yang Mulia ini...???
Masjid penuh, wanita-wanita berkerudung, siaran tipi jadi serba islami, lagu-lagu jadi serba nasyid... Ga ada di bulan lain... Kalo ga Ramadhan...

Mari kita nikmati hari terakhir Puasa ini 30 Ramadhan...
Bagi yang Lebaran hari ini, selamat Lebaran...
Kita semua harus menjadi dewasa dan saling menghormati keputusan masing-masing orang... Tidak sepantasnya bagi kita untuk merasa benar sendiri dan menyalahkan orang lain. Merasa benar itu wajib dan harus dalam berbuat... tapi jangan menyalahkan orang lain. karena pengetahuan kita itu hanya setetes air yang jatuh di laut, sedangkan pengetahuan 4JJI SWT adalah lautan tersebut. Biarkan... Biarkan....

Selamat Menunaikan Ibadah Puasa.... dan Selamat Berlebaran bagi yang merayakan....


Image : http://www.flickr.com/photos/fotofacade/456731818/

Monday, August 8, 2011

Puasa : Ibadah yang Penuh Perhitungan

Salah satu hadits populer yang sering jadi andalannya para Ustadz adalah, "Barang siapa yang berpuasa di Bulan Ramadhan dengan Keimanan dan (ihtisab) Penuh Perhitungan, maka niscaya akan diampuni dosa-dosanya yang lampau." (H.R. Bukhari dan Muslim)

Apakah pernah timbul pertanyaan... Penuh keimanan, oh itu suatu yang wajib... secara Puasa itu wajib bagi orang-orang yang beriman... jadi Puasa itu perlu pake iman.
Tapi mengapa unsur keduanya adalah ihtisab atau penuh perhitungan....???

Kenapa kita harus penuh perhitungan dalam beribadah di bulan Ramadhan ini...???

QQ yakin semua udah pada tahu kalo Ibadah Puasa itu adalah Ibadah untuk Allah SWT. Puasa bukan untuk kita, bukan untuk Rasullullah SAW, tapi untuk Allah SWT. jadi amalan-amalan puasa itu naik untuk memenuhi keinginan Allah SWT. Tidak ada seseorang pun yang tahu harga pahala dari sehari puasa.

Setiap amalan anak Adam akan dilipatgandakan pahalanya. Satu kebaikan akan berlipat menjadi 10 kebaikan sampai 700 kali lipat. Allah berkata, “Kecuali puasa, Aku yang akan membalas orang yang mengerjakannya, karena dia telah meninggalkan keinginan-keinginan hawa nafsu dan makannya karena Aku.” (HR. Muslim)


Nah, hubungannya dengan penuh perhitungan apa...?
Perhatikan hadits di atas, pahala kita di bulan Ramadhan ini akan dilipat gandakan dari 10 kali hingga 700 kali.
Bulan puasa atau bulan Ramadhan hanya ada maksimal 30 hari.
Allah SWT memberikan rahmat dan barokah serta ampunannya hanya dalam 30 hari.

Ibarat kata kaya gini. Kita ada di sebuah babak bonus dari sebuah permainan. Kemudian di hadapan kita ada kantung-kantung berisi emas dengan jumlah yang berbeda. ada yang 1 gram, 100 gram, 200 gram, 500 gram hingga 1 kg. kita diberikan waktu hanya 30 detik untuk mengumpulkan emas-emas tersebut.

Maka apakah kita akan melakukan hal tersebut tanpa perhitungan dan mengambil apa saja yang bisa kita ambil......???
TIDAK........ secara insting, pasti kita akan melakukan perhitungan-perhitungan, Kita hanya punya waktu 30 detik, tidak mungkin semua kantung emas itu bisa kita ambil. tentu saja kita akan memulai dari kantung yang besar dulu, baru kita ke kantung yang lebih kecil hingga waktunya habis.

Begitulah puasa, Ibadah bernilai bonus banyak bertebaran dimana-mana, hingga Tidur-pun dinilai ibadah. Sholat Sunnah diberi pahala Sholat Wajib, Sholat wajib dilipat gandakan pahalanya hingga perlipat-lipat. luar biasa.

Namun permasalahannya, kita hanya punya 30 hari.
Dalam satu hari kita hanya punya 24 jam saja.
Lalu apakah kita akan mengisi 24 jam dalam sehari kita itu dengan ibadah-ibadah yang kecil pahalanya.....???
oh come on.... Siapa yang bisa jamin kita ketemu Puasa tahun depan...??

Mari kita mulai melakukan perhitungan dalam berpuasa.
Jika kita memiliki opsi melakukan Tadarus Al-Qur'an atau tidur... keduanya adalah Ibadah nilainya di bulan Ramadhan... tapi lantas kita memilih tidur???? jika kita melakukannya dengan penuh perhitungan, kita pasti akan memilih Tadarus Al-Qur'an...

Tidur merupakan opsi terakhir ibadah kita yang dimana harus kita lakukan, daripada kita melakukan dosa-dosa yang akan mengurangi bahkan membatalkan puasa kita.

Ada sebuah anekdot dari status Facebook seorang teman,
"Di bulan puasa, Kerja merupakan ibadah, tidur juga merupakan ibadah...
jadi kalo tidur di tempat kerja, itu pahala kuadrat"
Sebuah anekdot yang nyentil....

Memang tidak ada salahnya untuk tidur terus di bulan puasa... namun apakah itu ibadah yang penuh perhitungan???

Unsur Ibadah dalam bulan puasa adalah Iman dan Penuh Perhitungan.
Ketika ada ibadah yang lebih besar pahalanya dan bisa kita lakukan... mengapa tidak kita lakukan yang lebih besar pahalanya tersebut.

Kita hanya punya waktu 30 hari. kita harus mengambil kantung-kantung emas dengan harga yang paling mahal... Agar bekal kita cukup nanti selepas Ramadhan....
Penuh-penuhlah perhitungan....

Friday, November 26, 2010

Sungguh-Sungguh dalam Tiap Perbuatan

Pas kemaren QQ nge-gym ama Personal Trainer pada sesi terakhir GRATISAN-nya... QQ cukup tersentak oleh ucapan dia, "Lo itu, kalo narik beban, harus sungguh-sungguh... dikunci dan dilepas lagi, jangan sekedar angkat... atau kamu bakal cuma melatih sendi-sendi dan bukan otot.... jadinya percuma aja...."

Wah, ucapan itu langsung menembus relung hati QQ yang paling terdalam.... Apakah karena ini ?? selama ini QQ nge-Gym.... bertahun-tahun di Sibolga... bertahun-tahun di Jogja dan baru berbulan-bulan di Jakarta.... dan emang kayanya hasilnya tuh ga nongol banget.... oke QQ lumayan fit... tapi untuk masalah ototnya itu, kaga ada perkembangan yang signifikan...

Dan QQ emang menyadari bahwa selama ini, setiap kali nge-Gym tuh, rasanya emang cuma... AKU DATANG, AKU ANGKAT, AKU MANDI dan AKU PULANG... jadi latihan ini dan itu tuh cuma rasanya sebatas rutinitas doang....

Kemudian QQ kembali menelaah lebih dalam.... Jangan-jangan untuk masalah Sholat juga kaya gitu.... pernah ga ngerasa kalo niat Sholat kita tuh cuma buat MENGGUGURKAN KEWAJIBAN...? jadi rasanya kalo abis sholat tuh tenang, karena kewajibannya udah ditunaikan dan kita serasa ga punya hutang lagi kepada 4JJI SWT....

Sehingga kita kalo takbir ya sekenanya... baca surat ya secepatnya... ruku' sebengkoknya... sujud buru-buru... duduk di antara dua sujudnya ga tuma'ninah... tahyatnya kebuuuuut.... dan kemudian salam... selesai....
Sholat jadi ga ada rasanya dan begitu Sholat itu berakhir... ya udah... kaya ga ada rasanya aja.... tapi kita merasa puas, karena kewajiban kita udah gugur....

Pernah ga kita melihat... untuk karate, kita ada kursus karate... memasak, kita ada kursus memasak... bahkan Yoga aja ada kelas Yoga buat melatih kita agar mampu melakukan gerakan-gerakannya dengan benar dan menangkap makna dari tiap-tiap gerakan...

Tapi ga pernah ada kelas untuk melatih Sholat... kadang banyak dari kita bahkan ga tahu bagaimana cara takbir yang bener... kemana tuh telapak tangan harus menghadap... atau kemana kaki harus mengarah... atau bagaimana cara ruku' dan sujud yang sempurna... kemanakah mata harus mengarah selama sholat....

Soalnya, QQ juga cukup banyak ga tahunya tentang sholat ini.... padahal sehari, QQ ngerjainnya Alhamdulillah 5 kali... tapi semuanya masih berupa cara yang putus-putus... tahu sedikit...banyakan ga tahu-nya..... heee...

Terkadang bahkan QQ ngerasa jalan ke masjid... tapi rasanya tuh udah kaya rutinitas aja... karena masjidnya deket.... jadi begitu azan, ya ke Masjid.... atau waktunya buat Sholat... ya Sholat....
Coba kalo masjidnya jauh... pasti males-malesan..
jadi ke masjid-nya itu, BUKAN KARENA 4JJI SWT melainkan karena EMANG MASJIDNYA DEKET.....

memang perihal bersungguh-sungguh ini harus kita laksanakan dengan sebaik-baiknya, karena tanpa kesungguhan, kayanya emang apa yang kita perbuat itu, serasa seperti sia-sia.. meskipun ga sia-sia 100%, tapi tetep aja rasanya ga maksimal...

Bayangkan aja kaya gini....
Kita memiliki seorang juru masak.... kemudian kita minta sama dia untuk memasak menu makan siang....
Lalu kita mengintip proses masak dia...
Ternyata dia memasaknya tak sepenuh hati...
Ketika ia cuci tangan, tangannya kurang bersih...
Talenan yang ia gunakan untuk memotong, kurang bersih...
Piring yang dia pakai untuk mewadahi makanan, kurang bersih...
Panci dan kuali untuk memasaknya, bekas dia memasak sarapan pagi...
Mencincang juga sekenanya....

Kita yang mengetahui hal tersebut, sama ketika kita tidak mengetahui hal tersebut, pastinya beda... ketika kita tidak tahu, yang penting rasanya enak dan makanan itu tersaji di depan kita siap disantap...
Tapi ketika kita tahu, ternyata sang juru masak itu memasak tidak dengan sepenuh hati dan sembarangan...., "APAKAH KITA MASIH AKAN MENYANTAP MASAKANNYA...?"

Bayangkanlah jika masakan itu adalah Sholat yang kita persembahkan kepada 4JJI SWT....
maka pertanyaannya adalah, "APAKAH 4JJI SWT MENGETAHUI KESUNGGUHAN HATIMU..??"
Sungguh 4JJI SWT itu adalah yang Maha Mengetahui isi hati tiap manusia...
Dia mengetahui kesungguhan masing-masing kita dalam mempersembahkan Sholat yang kita kerjakan....
"APAKAH 4JJI SWT AKAN MENERIMA SHOLAT YANG KITA KERJAKAN DENGAN TIDAK SEPENUH HATI...?"
"APAKAH KITA AKAN MEMAKAN MASAKAN JURU MASAK YANG ADA DI CERITA TADI...??"


QQ yakin jawaban atas kedua pertanyaan itu sama...
tapi QQ juga yakin bahwa 4JJI SWT juga Maha Tahu kalo hambaNYA itu penuh dengan kekurangan.... sehingga DIA tidak akan membuang mentah-mentah setiap usaha atau ibadah yang dilakukan hambaNYA... selama dia BERSUNGGUH-SUNGGUH ketika mengerjakannya.....

Semoga saja kita bisa bersungguh-sungguh dalam setiap perbuatan kita.....

Mengapa Putih itu Baik dan Hitam itu Jahat

Sejak jaman dahulu kala, kita selalu di-doktrin bahwa putih itu baik dan hitam itu jahat.... Malaikat itu putih dan Setan itu hitam.... Kyai-kyai selalu identik dengan gamis putih, sorban putih... pokoknya serba putih.... kalo lebaran, banyak orang yang pake putih-putih untuk menandakan kesucian...
[tapi kalo pocong ama kuntilanak gimana dong?? khan putih-putih juga.... wakakakaka]

Acuhkan saja soal Pocong dan Kuntilanak itu... heee.... mereka putih, tapi sedikit coklat karena kotor oleh tanah kuburan mereka... wakakakaka...

Jadi mengapa...? apakah ada yang tahu, mengapa putih dipilih untuk menggambarkan sesuatu yang baik dan suci....??

QQ ga tahu juga sih, apakah tulisan QQ ini akan menjawab pertanyaan di atas atau tidak... tapi QQ mencoba memberikan sebuah perumpamaan aja, bagaimana kalo kita memakai putih, akan membuat kita menjauhi noda....
[baca: Putih adalah Agama-mu dan Noda adalah dosa...]

Orang terkadang nyeletuk gini, "Katanya, Sholat mencegah perbuatan keji dan munkar... tapi kok masih aja tetep ada koruptor... penjahat... pencuri... dan lain-lain, padahal mereka sholat juga...."

Maka jawaban QQ adalah, "Yang salah itu bukan Sholatnya.... tapi Orangnya yang masih Sholat belum dengan cara yang benar...."

Jika seseorang telah mampu untuk melakukan sholat dengan baik dan benar, barulah Sholat yang ia dirikan tersebut tergolong Sholat yang dapat mencegah perbuatan keji dan munkar....

Perumpamaannya adalah begini.....
Sholat pernah diumpamakan oleh Nabi sebagai berikut, "Sholat itu adalah seperti kamu memiliki sungai di depan rumahmu, dan tiap kali kamu melakukan sholat, adalah seperti kamu mandi dan membersihkan kotoran-kotoran di tubuhmu..."
Jadi, tiap kali kita sholat, kita membersihkan diri kita dari noda-noda dosa... dan kita akan kembali putih... dari warna yang sebelumnya mewarnai kehidupan kita... entah itu hitam, abu-abu, merah, biru dan lainnya....

Jika putih itu sama dengan bersih dan suci, maka bayangkanlah demikian...
Bayangkan kita memakai pakaian yang serba putih mulai dari kemeja, celana panjang hingga celana dalam...

Kemudian kita jalan-jalan ke sebuah taman... disana ada sebuah kursi taman berwarna hijau kehitaman yang terbuat dari besi....
Jika kita memakai celana berwarna putih....
Apakah kita akan langsung duduk begitu aja di kursi tersebut tanpa pikir panjang lagi??
Tentu saja tidak... kita pasti akan membersihkan kursi tersebut terlebih dahulu, kalo perlu kita akan duduk dengan menggunakan alas supaya celana kita tidak kotor....
Tapi jika kita mengenakan celana berwarna hitam, misalnya... kita pasti akan langsung duduk aja karena kita tahu warna hitam, tidak gampang kotor...

yang putih perumpamaan orang yang menjaga sholatnya dan yang hitam adalah perumpamaan bagi mereka yang lalai dalam sholatnya....
Mereka yang lalai, celana mereka mungkin putih pada awalnya... namun semakin ternoda dan terus ternoda hingga ketika dicuci pun tak hilang lagi... setelah itu tentunya dia takkan terlalu perduli pada kebersihan... karena toh celananya udah kotor ini....

Jadi ketika seseorang dalam keadaan putih bersih.... maka pastinya tiap tindak tanduk kesehariannya akan selalu dipenuhi dengan kehati-hatian karena pada dasarnya ia takut kotor... jika sampai ia terkena noda, itu pasti karena ketidaksengajaan dan yang ia lakukan pasti akan dengan segera membasuhnya dengan air agar noda tersebut tidak permanen....

Pada ngerti khan hubungan perumpamaan di atas...?
Ato perlu QQ jelasin lagi nih??

Jadi.. intinya itu, kalo orang udah kelar sholat, dosa mereka akan bersih dan kembali suci lagi... kalo sholat mereka emang bener, pasti mereka ogah banget ama yang namanya bersentuhan dengan dosa dan kembali ternoda... tapi beda dengan orang yang lalai dalam sholatnya, mereka bersih, tapi tidak terlalu bersih... hati mereka sudah terlanjur kotor... sehingga ketika mereka berhadapan dengan dosa, mereka sudah tidak takut kotor lagi...
[wah, udah kaya iklan Rinso aja nih.... hahahaha...]

Berbuat dosa itu memang fitrah manusia... siapa sih di dunia ini yang bisa untuk 100% putih....?? pasti ada sebagian yang hitam....  yang dapat kita lakukan adalah untuk terus berusaha membersihkan bagian yang hitam tersebut, tanpa menambah kotor lagi....

Sehingga putih memang pantas untuk dipilih mewakili unsur kebaikan... karena orang-orang yang berpakaian putih, akan takut untuk ternoda, sehingga mereka lebih berhati-hati dalam hidup mereka.... sedangkan mereka yang hitam, sudah tahu bahwa tak ada bedanya jika mereka semakin kotor dan kotor... toh warna mereka sudah terlanjur hitam....

Dari yang hitam, kita bisa merendamnya dengan pemutih hingga benar-benar menjadi putih bersih.... tapi daya tahan masing-masing bahan adalah berbeda... mungkin jika sekali dua kali, kita bisa menjadikannya kembali putih... namun, jika terlalu sering... bisa-bisa celana hitam kita itu menjadi robek atau rusak....
Begitulah perumpamaan bagi hati yang rusak.....

Nah... kok rasanya nih tulisan ga menjawab pertanyaan di judul yaa.... wakakakaka..
malah kok rasanya harusnya judulnya berubah jadi, "BAGAIMANA SHOLAT MENCEGAH PERBUATAN KEJI DAN MUNKAR" hahahahaha....

Tapi semoga aja apa yang QQ sampaikan bisa bermanfaat dan memberukan sebuah inpirasi dan perenungan yang baik... karena QQ pun masih berusaha untuk mengenakan putih sepenuhnya.... tapi kok rasanya belum pantas... karena QQ masih berkubang di dalam noda dosa....
yah, semoga saja bisa.... dan pastinya QQ akan terus mencoba untuk termasuk ke dalam golongan PUTIH.....

Wednesday, November 24, 2010

Balasan dari 4JJI SWT -vs- Balasan dari Manusia

"Makasih atas bantuannya ya Mas..." ucap pria itu sambil menyalami orang yang memberikannya bantuan sembari menyelipkan uang Rp.20.000 di telapak tangan kanannya...

Pernah ga, kalian sendiri mengalami kejadian tersebut....??

Setelah kita berbuat baik pada seseorang, kemudian orang tersebut memberikan balasan, entah berupa uang atau barang... atau jasa [lho kok..??]... hehehe...
Terus dulu somehow QQ pernah nonton sebuah acara, dan hasil kesimpulan yang bisa QQ tarik adalah, Pemberian tersebut sebaiknya ditolak, karena ia akan menodai keikhlasan perbuatan baik kita......

Sehingga, di acara tivi itu, ceritanya anak-anak yang membantu orang tua, terus, ketika orang tua itu memberi mereka uang.. mereka kemudian menolaknya....
Kok, seolah-olah kaya kalo kita terima itu uang, maka pahala kita dari 4JJI SWT jadi ga ada.... karena udah digantika oleh balasan di dunia tersebut...

QQ rasanya memiliki pandangan lain mengenai ini...
Menurut QQ, seandainya kita mendapatkan pemberian dari orang lain atas perbuatan baik yang kita lakukan, kayanya itu ga ada masalah apa-apa.... selama kita mampu untuk bertindak sesuai dengan syariah...

Misalnya nih, kita lagi jalan kaki di sebuah jalan tanah desa.... kemudian ada mobil nih lewat, dan tahu-tahu tuh ban-nya keperosok di lobang tanah dan ga bisa keluar-keluar....
Awalnya nih, kita niatnya pengen ngebantu orang... akhirnya, setelah berkeringat dan mengeluarkan banyak tenaga mendorong mobil tersebut... mobil itu keluar juga dari genangan lumpur...
kemudian, eh ternyata orang tersebut ngasih duit nih, Rp.10.000....
Awalnya nih kita ASLI GA NGAREP APA-APA.. tapi karena dikasih, jadinya kita terima aja..
Tapi... ada TAPI-nya nih....
YANG JANGAN DILAKUKAN ADALAH.......
Terus kita pulang, ngobrol nih ama temen kita ato sodara kita, "EH, masa tadi aku baru ngebantuin orang dorong mobil... masa cuma dikasih Rp.10.000 doang.. padahal kan capek..."

Nah... ini yang harus diwaspadai...
Terkadang awalnya kita ikhlas, namun karena menerima pemberian yang menurut kita kurang wajar, kemudian kita mengeluh dan perbuatan kita menjadi tidak ikhlas...
Apalagi kalo beneran nggak dikasih apa-apa coba...

Dalam berbuat baik, kita harus ikhlas... tidak mengharapkan balasan apa-apa kecuali balasan dari 4JJI SWT semata..... namun jika ternyata dari manusia kita mendapatkan balasan juga.... percayalah bahwa itu bukanlah pemberian dari mereka sepenuhnya... itu adalah pemberian dari 4JJI SWT melalui tangan mereka....

Jadi ketika kita berbuat baik, kemudian tidak mendapat balasan apa-apa dari manusia... yakinlah bahwa 4JJI SWT sesungguhnya memiliki balasan yang lebih besar lagi bagi kita yang ditabungkan olehNYA dalam rekening PAHALA kita yang nantinya akan kita debet di hari akhir....

Nah, kemudian ada orang ngeles...
"Hidup ini butuh duit juga kaleeeeee.... kaga bisa kita makan pahala...."
Ini adalah contoh ucapan dari mereka yang tidak menyerahkan hidup dan matinya kepada 4JJI SWT.... padahal dalam setiap do'a Iftitah di rakaat pertama sholat, kita menyerahkan hidup dan mati kita kepada 4JJI SWT....

Kita bekerja dengan hati yang tulus dan ikhlas... kita menjadi seorang hamba yang baik bagi 4JJI SWT....
kita ibaratkan gini... misalkan, kita adalah bos di sebuah perusahaan... kemudian kita memiliki bawahan yang RAJINnya bukan main... kerja selalu tepat waktu, sesuai yang diperintahkan dan tak pernah mengeluh.... kemudian dia meminta sesuatu kepada kita...
apakah kita BISA UNTUK MENOLAK PERMINTAAN TERSEBUT....????

Terlepas dari perumpamaan yang lemah ini....
menurut QQ begitu pula 4JJI SWT... jika kita mampu membuktikan diri menjadi seorang hamba yang luar biasa... 4JJI SWT akan merasa malu jika permintaan kita tidak di-ijabah...
Namun, hati orang-orang yang ikhlas, mereka bahkan malu untuk meminta kepada 4JJI SWT... karena mereka justru merasa berhutang kepada 4JJI SWT atas segala nikmat dan karunia yang telah diterima dengan hidup di dunia ini....

Satu hal yang harus selalu kita yakini... bahwa jika kita berbuat baik, namun tidak ada balasan yang sama baiknya dari manusia... maka percayalah bahwa balasan dari 4JJI SWT adalah JAUUUUUUUUUUUH LEBIH BESAR dan LEBIH BANYAK..... sehingga dalam hidup ini, kita tidak akan pernah merasakan kerugian....
Toh kita mengabdi pada DIA yang memiliki langit dan bumi ini...
Kita mengabdi pada dia yang menguasai kunci-kunci pintu rejeki...
Bukankah kita telah mendapatkan sebaik-baiknya atasan...??

Maka tenanglah kita dalam hidup ini dan berbuat baiklah secara ikhlas...
Mengenai balasannya, serahkanlah pada 4JJI SWT semata, apakah akan diberikannya di dunia saja... atau di akhirat nanti... atau kita mendapatkan balasan di dunia ini dan lebih besar lagi di akhirat nanti....
Sungguh, sebaik-baik balasan adalah balasan dari 4JJI SWT.....

Kita harus selalu ikhlas dalam berbuat baik.... agar 4JJI SWT semakin sayang kepada kita dan permintaan kita akan diijabah seolah-olah tidak ada hijab antara kita dan 4JJI SWT....

Monday, November 22, 2010

Hablum Minallaah -vs- Hablum Minannaas

Siapa coba yang ga pernah mendengar kosakata di atas itu..?
yah, kalo emang beneran ada, artinya tuh kurang lebih, "Hubungan kepada 4JJI SWT -vs- Hubungan kepada sesama Manusia"...
Kenapa hal ini begitu penting..??
Karena salah tafsir mengenai hal ini dapat menjadikan kita seorang yang bebuat social sin alias dosa yang mengatasnamakan demi pergaulan kepada sesama manusia...

Dalam Islam, selalu diajarkan bahwa kedua hal tersebut harus selalu seimbang.... jika kita hanya fokus me-maintain hubungan baik kita hanya kepada 4JJI SWT semata dan melupakan silaturrahmi kita kepada sesama manusia, maka itu bukan merupakan hal yang baik... begitupun sebaliknya ketika kita mengutamakan hubungan kepada manusia daripada hubungan kita ke 4JJI SWT.

Mungkin beberapa dari kita kemudian menjadi seseorang yang berusaha menjada hubungan baik kepada sesama manusia sembari menjaga hubungan baik kepada 4JJI SWT...
Kalau QQ sih... seharusnya memang seimbang, tapi tetep aja 4JJI SWT harus selalu menjadi yang pertama dan utama... jangan pernah mendahulukan hubungan kepada sesama manusia daripada hubungan kita kepada 4JJI SWT...

Misalkan kaya gini...
Kita adalah seorang pegawai yang tidak autis, sehingga kita harus bergaul ke semua pegawai lain yang ada di kantor itu... kemudian, pada suatu hari, kantor kita mengadakan sebuah jamuan makan malam dan menyajikan wine alias minuman anggur yang memabukkan... jika kita tidak meminumnya, kita akan terkucilkan dari sosialisasi pegawai di kantor... namun kita tahu, bahwa alkohol adalah termasuk minuman yang diharamkan oleh 4JJI SWT... maka ketika dua hubungan ini diadu... yang manakah yang akan kita pilih??

Beberapa orang mungkin akan memilih hablum minannaas dan menjelma menjadi sebuah kebiasaa minum yang dinamakan social drinker yang dimana hanya minum-minuman keras ketika dalam acara-acara sosial saja hanya demi pergaulan... aslinya sih konon katanya, mereka bukan peminum....

Namun, kalo QQ bilang siiih... kalo kita menjalin hubungan ke sesama manusia namun dengan cara yang dilarang oleh 4JJI SWT.... hmmm... kayanya itu ga bener juga deh...
Kalo QQ sih, bakal berpegang teguh kepada 4JJI SWT dulu... alkohol itu haram... dan meski demi menjalin hubungan ke sesama manusia... alkohol itu tetap aja haram... mau setetes, mau segelas, mau sebotol... haram ya haram aja....

Masalah kemudian jika kita dikucilkan oleh lingkungan kita... kita harus mempertanyakan beberapa hal kepada diri kita...
APAKAH INI LINGKUNGAN YANG INGIN AKU MASUKI...??
APAKAH MANUSIA-MANUSIA INI YANG AKU INGIN JALIN HUBUNGAN...??
APAKAH INI HABLUM MINANNAAS YANG DIPERINTAHKAN OLEH 4JJI SWT...??
menurut QQ, jawaban atas ketiga pertanyaan itu adalah : TIDAK

Nabi Muhammad SAW pernah bersabda, bahwa... "Jika kamu berteman dengan seorang pembuat pedang, maka kamu akan bau arang.... jika kamu berteman dengan seorang pembuat parfum, kamu akan ikut wangi..."

Jadi, pada dasarnya adalah, siapa yang kita jadikan teman [sebagai akibat dari menjalin hablum minannaas] akan menentukan siapa kita, karena mau atau tidak mau, sedikit atau banyak dari kebiasaan mereka akan menular kepada kita.

Jika kita harus tidak menjalin hablum minannaas karena membuat kita menjadi seorang social sinner... QQ rasa hal itu akan justru mendatangkan berkah dari 4JJI SWT.... bukankah Cukuplah 4JJI SWT yang menjadi wali bagi kita...??

Selama kita berpegang pada tali agama 4JJI SWT, maka kita takkan pernah tersesat dan takkan pernah sendirian, karena 4JJI SWT akan selalu ada bersama hambaNya yang Taqwa... dan sesungguhnya 4JJI itu lebih dekat daripada urat batang leher kita.... 

Jadi hablum minannaas yang harus kita jalin bukanlah hubungan yang membuat kita justru terjerumus ke dalam perbuatan dosa... berhati-hatilah....
Dalam pergaulan, kita mungkin terjebak dalam dilema harus memilih... selalu ingatlah untuk jangan pernah melepaskan Tali Agama 4JJI SWT...

Namun bukan berarti kita juga harus mengucilkan diri dari lingkungan.... hanya saja kita harus membentengi diri kita sekuat mungkin..

Jadilah diri kita seperti sebongkah berlian... ia bisa masuk ke dalam comberan, namun ketika ia keluar, dia tidak lantas menjadi kotor dan ternoda oleh comberan tersebut.. ia tetap bening dan berkilau, layaknya berlian...

Tuesday, November 16, 2010

Bekerja Untuk Siapakah Kita???

Mungkin dalam bekerja, terutama PNS... kita terkadang menemui atasan yang menurut kita kayanya kurang berkompetensi di bidangnya, atau tipikal orang yang penjilat, atau tipikal orang yang ABS alias Asal Bapak Senang saja.... dan terkadang kita menjadi ga puas...

Atau mungkin pernah juga kita bekerja, tapi merasakan tidak mendapatkan apresiasi yang cukup sebanding dengan kerja yang telah kita lakukan... bahkan terkadang justru orang yang menurut kita pemalas, justru mendapatkan balasan yang lebih baik dari kita...

Pernahkah kita merasakan kesal, sebal dan bahkan mencaci hal tersebut???

Well... kalo QQ sih cukup sering mengalaminya... hahahaha....
Karena menurut QQ, pemimpin itu ada dua tipe-nya... Pemimpin yang menjadi Pemimpin karena kompetensinya memang ada atau mereka yang menjadi Pemimpin hanya karena Golongan mereka dan senioritas mereka sudah memenuhi syarat... PErbedaan kedua tipe pemimpin ini sangat terlihat jelas dari bagaimana mereka memimpin...

Sehingga terkadang kita merasakan kebencian yang teramat sangat terhadap pekerjaan kita dan kita menjadi sulit untuk menemukan keikhlasan dalam bekerja...

Mari berbagi beberapa pemikiran positif yang QQ gunakan untuk berkompromi dengan hal tersebut...

Mungkin beberapa orang akan tidak menyetujuinya... tapi kalo QQ sih merasakan kayanya ini cukup efektif buat QQ...

yang pertama harus kita tanyakan disini adalah...
"BEKERJA UNTUK SIAPAKAH KITA...???"
Jika jawaban yang kita lempar adalah
1. Atasan kita
2. Negara indonesia
3. Uang
4. Mendapatkan Kedudukan
5. dan lain-lain...
Maka jawaban tersebut adalah jawaban-jawaban duniawi yang ketika keinginan kita tidak terpenuhi, maka yang terjadi adalah TIDAK IKHLAS....

Bagaimana kalo QQ menjawab kaya gini....
"AKU BEKERJA UNTUK 4JJI SWT..."
karena 4JJI berfirman, "Dan tidaklah AKU ciptakan jin dan manusia, kecuali untuk beribadah kepadaKU..."
Jadi setiap tindak tanduk kita di dunia ini, hendaklah karena 4JJI semata....

Jadi ketika ternyata, Atasan kita tidak mengapresiasi pekerjaan kita sepantasnya... percayalah bahwa 4JJI SWT akan mengapresiasi jauh lebih baik...

Ketika atasan kita memperlakukan kita tidak adil, percayalah bahwa 4JJI SWT itu Maha Mengetahui, lagi Maha Adil.....

Jika kita telah menjadi Hamba/Pekerja yang baik untuk 4JJI SWT, apakah kemudian 4JJI akan membayar kita kurang??? Insya 4JJI tidak.... karena Dia adalah Zat yang tak pernah mengingkari janji.... tak seperti Manusia yang penuh dengan kekurangan...

PASRAH... itu adalah kata kuncinya.... tapi itu bukan sesuatu yang pasif, melainkan sesuatu yang dinamis...
Karena kata PASRAH baru bisa kita gunakan setelah kata BERUSAHA SEKUAT TENAGA... kalo belum berusaha, kita tidak pantas untuk PASRAH.. yang ada adalah PUTUS ASA dan perbuatan itu amat dibenci 4JJI SWT.

Kita mengerjakan sebuah tugas dari atasan... kemudian atasan tersebut bahkan tidak mengucapkan 'terima kasih' atau apresiasi yang pantas... kita tidak akan patah hati... karena balasan 4JJI jauh lebih besar dari itu....

Mungkin akan ada yang ber-opini bahwa, "Jangan kaitkan hal-hal pekerjaan dengan Ketuhanan"

Maka apakah kita hidup di dunia dimana tidak ada TUHAN???
Setiap yang kita lakukan adalah di bawah kehendakNYA... jadi kita bernafas-pun karena DIA menghendakinya... Sekalipun pekerjaan ini merupakan pengabdian kepada Negara... itu hanya tujuan kecil.... TUJUAN BESARNYA adalah pengabdian kita Kepada 4JJI SWT....

4JJI SWT adalah Rabb yang Maha Sempurna...
Jadi mengapa kita berharap pada sesuatu yang Fana...??
Uang?? Gelar?? Penghargaan Dunia??

Mari kita menuju sesuatu yang lebih Besar lagi...
Berharap pada Ridho 4JJI SWT semata...

Ikhlas dalam bekerja insya 4JJI akan mendapatkan balasan yang baik pula....
Serahkanlah permasalahan Rejeki ini kepada Dia yang MAHA MENGATUR...
Kita boleh merasa kurang, namun Percayalah... JIKA 4JJI SWT menghendaki, Dia akan memberikan rejeki pada kita dari jalan yang tidak kita sangka-sangka....

Sehingga setiap kali kita menerima Gaji, yang kita rasakan, itu bukanlah Balasan atas pekerjaan kita selama sebulan... melainkah sebuah rejeki yang langsung diserahkan oleh 4JJI SWT kepada kita... mau itu cukup, mau itu kurang... siapa kita untuk berkata seperti itu, Serahkanlah segala urusan kita kepada 4JJI semata, yang perlu kita lakukan adalah BERUSAHA SEBAIK-BAIKNYA... setelah itu PASRAH saja........ biarkan 4JJI yang mengatur hidup kita...

Jadi, udah siap QQ lempar pertanyaan ini???
BEKERJA UNTUK SIAPAKAH ANDA...???
Jawaban anda adalah........????

Lebaran Hari Ini atau Besok?

QQ juga lupa deh, sejak jaman pemerintahan siapa yaa... nih Indonesia mulai merayakan Lebarannya suka pisah-pisah.... ada yang tanggal sekian... ada yang tanggal sekian...
Dan anehnya itu, seolah-olah kalo tiap tahun ga beda, kayanya ga asik....

Contohnya aja Lebaran Idul Fitri tahun 2010 ini kemaren aja... padahal Kelompok-kelompok besar kaya NU, Muhammadiyah udah sepakat di satu hari yang sama, sama dengan pemerintah, tapi tetep aja itu golongan-golongan kecil di suatu tempat entah berantah yang masih masuk wilayah Indonesia, tetep pengen tampil beda dan merayakan Lebaran di Hari yang berbeda...

Nah, tahun ini lebaran hajinya kayanya ga beda dari tahun-tahun kemarin... padahal kirain, ketika kemaren Lebaran Idul Fitri udah kompak gitu, Lebaran Idul Adha ini juga bakalan kompak... ternyata nggak...

Dan parahnya, Pemerintah kembali mengulangi kejadian yang pernah terjadi beberapa tahun yang lalu, dimana Arab Lebaran telebih dahulu...
PAdahal, berdasarkan perputaran bumi... HArusnya Indonesia dulu yang Lebaran, baru Arab... sehingga ini menimbulkan keraguan yang luar biasa bahkan di kalangan orang awam kaya QQ...

QQ ga ngerti nih tentang rumus-rumus dan cara perhitungan hisab dan rukyat, jadi QQ sendiri sebenernya terombang-ambing abis-abisan.... Di satu sisi, QQ tahu kayanya yang lebaran tuh seharusnya Indonesia duluan, baru Arab.... tapi kok Pemerintah kayanya keukeuh banget bahwa Idul Adha jatuh pada 17 November dan bukan 16 November.

Tapi, apakah bener kalo Matahari emang terbitnya dari timur....
Sedangkan Bulan itu terbitnya dari barat....??
sehingga untuk penghitungan kalender Hijriyah itu, lebih dulu Arab....???
wah ga tahu deh...... hahahaha....

Yang jelas QQ ga mau mengulangi kesalahan QQ di tahun 2004 dulu.... dimana QQ sholat Idul Adha sampe dua kali karena QQ ragu banget mana yang bener, jadi kerjain aja dua-duanya... hehehe....

Sekarang yang QQ anut adalah, Kebenaran itu emang cuma satu....
tapi kebenaran itu bukanlah mutlak anggapan satu atau dua orang...
Kebenaran yang hakiki itu ada di tangan 4JJI SWT semata, manusia hanya bisa menebak-nebak mana yang benar... hanya saja, kosakata 'menebak-nebak' disini bukan asal.. melainkan berdasarkan dengan Al-Qur'an dan Hadits Nabi Muhammad SAW.

Jadi ketika satu pihak menyatakan lebaran itu jatuh pada tanggal 16 November 2010... QQ yakin, dia pasti punya landasan yang kuat, dan ulama yang ada di belakang mereka pasti memiliki perhitungan tersendiri untuk membenarkan tanggal tersebut....
Dan ketika Pihak lain menentukan lebaran jatuh pada tanggal 17 November 2010... itu juga pasti ada landasan yang kuat, karena kalo salah satu pihak landasannya lemah, pasti salah satu pihak itu akan mengikuti pihak yang lain...

JAdi permasalahannya disini adalah, kedua-duanya memiliki landasan yang benar dan sama kuat...
QQ jadi inget sebuah ucapan yang pernah disampaikan oleh ustadz Quraish Shihab, bahwa "Shiraathal Mustaqiim" atau jalan yang lurus, menggunakan kata "Shiraat" untuk "Jalan" yang berarti bahwa, "Shiraat" itu bukanlah jalan yang sempit, melainkan sebuah jalan yang lebar..

Islam itu tidaklah sempit, ia lebar dan memberikan kesempatan bagi kita untuk memilih yang mana yang kita anggap benar. selama kita tetap mengacu pada dua kalimat Syahadat, "Aku bersaksi bahwa tiada Sembahan selain 4JJI, dan Nabi Muhammad adalah utusan 4JJI"

Selama kita berpegang pada kalimat syahadat itu, maka kita adalah saudara se-agama, satu dalam Islam....
Yang penting adalah, kita konsisten dalam mengikut sesuatu.. jangan jadi orang yang plin-plan aja...

Mau lebaran hari ini mau lebaran besok... itu urusan masing-masing kita, kalo QQ sih ikut pemerintah aja... hehehe...
MEskipun kita bukan Negara berbasis Islam, biarlah QQ tetap mengikuti pemimpin negara dimana QQ tinggal...

Tapi yang JANGAN KITA LAKUKAN adalah, menyalahkan pihak lain...
Kita tidak punya hak untuk itu.. karena untuk mem-vonis orang lain salah itu adalah hak-nya HAKIM atau hak prerogatif 4JJI SWT semata.....
Meskipun berbeda, kita harus tetap bersatu dalam lindungan 4JJI SWT dan bimbingan Rasulullah SAW.... Jauhi saling menyalahkan.... biarlah itu menjadi urusan kita nanti di akhirat dengan 4JJI SWT....

Wednesday, September 8, 2010

Sebagai Orang Awam Menyikapi Perbedaan

Kayanya kalo kita diberikan ilmu oleh 4JJI SWT, pasti bakalan keren banget dah....
Tinggal modal teropong, terus lihat ke arah bulan dan kita bisa tahu... oh iya bener, Lebaran tanggal 10 September... oh nggak, Lebaran tanggal 8 September.....
Sayangnya kalo kaya QQ mah orang biasa, cuma orang awam yang bahkan ga bisa ngebedain bulan lagi purnama apa kaga... hehehehe....

Emang kadang kita tuh bingung... Islam itu sumbernya dua, Al-Qur'an dan Al Hadits.... tapi luar biasanya itu penafsirannya yang begitu banyak dan bercabang-cabang...
Tapi sebenarnya kalo kita telusurin semuanya, balik-baliknya ya ke satu akar, kebenaran dan kebaikan... selama perbuatan itu benar dan baik, perbedaan menjadi tidak masalah...

Namun banyak dari kita yang bertindak seolah-olah Tuhan dan MENYALAHKAN orang lain atas perbuatannya..
Misalkan, ada yang Lebaran hari ini, tanggal 8 September, yakni Jamaah Islam minoritas yang di Padang, Naqsabandiyah kalo ga salah....
Meskipun QQ sih kadang memandangnya agak nyeleneh juga... tapi kita sebagai orang yang nggak punya pengetahuan dan bukan Zat yang Maha Mengetahui... kita tidak memiliki hak untuk mengatakan bahwa MEREKA ITU SALAH... kita harus berusaha menerima... gitu-gitu saudara kita sesama muslim.... Meskipun, hasil sidang isbat menetapkan Lebaran 1 Syawal jatuh pada tanggal 10 September 2010...

Jadi, kembali ke subjek blog ini....
Kita sebagai seorang yang 'kurang' pengetahuannya, kita harus ikut yang mana....???
kalo QQ sih ikut yang versi Pemerintah aja... alias ikut orang banyak aja...
Secara gini deh... Pemerintah itu isinya ada Ulama-ulama kondang.... terus ada Organisasi ini dan itu... jadi bukan orang yang asal bawa teropong, lihat bulan terus asal cuap-cuap aja...
Mereka memiliki landasan atas omongan mereka....

Nah kemudian, apakah jama'ah yang lebaran hari ini kemudian salah??? nggak....
Yakinlah, mereka juga pasti punya ahli sendiri dan mempunyai landasan sendiri atas tindakan mereka... jadi mereka juga ga asal cuap-cuap...

Proses mengambil keputusan ini dikenal dengan Ijtihad.... yang dilakukan oleh para mujtahid...
kalo ga salah, apabila seorang mujtahid selesai ber-ijtihad dan mendapatkan keputusan atau fatwa... maka ketika keputusan itu benar adanya, maka dia mendapatkan dua pahala... namun ketika keputusan itu salah... dia masih mendapatkan satu pahala...

Nah masalahnya, mujtahid juga ga asal ngemeng.... dia punya landasan untuk mem-back up keputusan tersebut.... jadi andai nanti ditanya oleh 4JJI SWT tentang keputusan dia itu... dia bisa menjawabnya... meskipun ternyata hasilnya dia salah penafsiran... itu adalah kesalahan manusia biasa.... dan termaafkan, bahkan dikasih 1 pahala....

nah, kalo 4JJI SWT aja masih ngasih 1 pahala...
maka siapakah kita yang justru mengecam dan menandang sinis???
ga pantessssss........... hehehe...

sama kaya soal Tarawih....
Tahun ini QQ tarawih sempat nyicip di beberapa masjid... dan asli.. luar biasa QQ sempat nyicip di 4 masjid...dan ajaibnya.... ada 3 varian tarawih disana.....
1. 11 rakaat, 4+4+3 witir...
2. 11 rakaat, 2+2+2+2+3 witir
3. 23 rakaat, 2 rakaat x 10 + witir 2 rakaat +witir 1 rakaat....

Kalo QQ sih ga tahu mana yang bener mana yang salah.... tapi menurut QQ sih ga ada yang salah.... selama NIATNYA BENER....
untuk mengatasi masalah ini, QQ selalu berpegang pada satu hadits mengenai NIAT... bahwa selama niat itu bener.. maka benarlah perbuatan itu... namun jika niatnya aja udah salah.. maka perbuatannya menjadi salah juga....

Jadi kita niatkan aja berangkat Tarawih hanya semata-mata untuk beribadah kepada 4JJI SWT semata dan hanya mengharap balasan darinya...
Jadi ketika itu mau Tarawih 11, mau 23... selama niat kita tulus... insya 4JJI benar dan berpahala...
Masalah mana yang lebih benar.. itu bukan urusan kita... biarkanlah itu menjadi urusan imam-nya dan pengurus masjid.... khan mereka yang menentukan mau melaksanakan yang mana....
Kita sebagai orang awam yang penting perbaiki di NIATnya aja... insya 4JJI barokah...

Jadi selama orang tersebut mengucapkan dua kalimat Syahadat dan menjadi seorang Muslim.... kita nggak boleh menganggapnya berbeda... ia adalah saudara kita...
kalo katanya pak Quraish Shihab tuh, Islam itu Shirathal Mustaqiim... alias Jalan yang lurus... namun digunakan disini kata Shirath untuk jalan... Shirath itu berarti Jalan, namun jalan yang lebar... alias jalan yang cukup besar...
Islam bukan jalan yang sempit... jadi mau Muhammadiyah.. mau NU... mau golongan apapun... selama Tuhannya 4JJI SWT dan Nabinya Muhammad... maka dia masih berada di jalan yang lurus itu.... mau Mahzab-nya berbeda juga ga masalah... yang penting masih mengucap kalimat Syahadat....

Jadi... sebagai orang awam dan 'kurang' memiliki ilmu... hendaknyalah kita berpegang pada ilmu-ilmu dasar.... seperti NIAT dan LARANGAN MENG-KAFIR-KAN ORANG LAIN.....

insya 4JJI kita akan hidup dalam kondisi yang aman dan damai... dan ISLAM akan mencapai tujuan utamanya sebagai Rahmat bagi Seluruh Alam....
amiiiiiiiiiin.................

Btw.. met lebaran buat yang merayakannya hari ini...........

Saturday, September 4, 2010

Makna Ramadhan Sebagai Bulan Ujian

Ramadhan dikenal sebagai bulan ujian...
Namun kayanya banyak dari kita tuh ngerasa kaya nggak merasakan ujian itu sama sekali di sepanjang bulan penuh Barokah ini....

Mari kita analogikan ama Ujian yang ada di sekolahan...
kalo ujian-ujian kecil biasanya dikasih lewat ulangan-ulangan harian... tugas dan PR... dan akhirnya ada ujian yang menentukan kenaikan kelas kita yang diadakan setahun sekali...
Selama setahun itu guru-guru sudah membekali para muridnya dengan materi-materi pelajaran sekolah... ada murid yang patuh dan belajar.... ada murid yang bandel dan cuek...

Lalu selama satu periode tertentu, murid-murid akan diberikan soal... Guru-guru mereka sekarang terikat tak bisa membantu murid-muridnya menempuh ujian tersebut... ga bisa lagi ngasih bisikan-bisikan jawaban atas soal yang sedang dihadapi muridnya...

Maka murid yang baik akan mendapatkan nilai yang baik karena selama setahun ia telah belajar dengan baik dan mampu menyerap apa yang diajarkan oleh gurunya tersebut...
Sedangkan murid yang buruk, dia akan gagal dalam ujian tersebut dan bisa-bisa ga naik kelas....

Mari kita kembali ke Ujian pada bulan Ramadhan....
Mirip dengan ujian anak sekolah itu....
Selama 11 bulan...Syaiton yang terkutuk telah membekali kita masing-masing dengan pendidikan ala Syaiton....
Kemudian pada bulan Ramadhan, 4JJI SWT mengikat setan-setan itu supaya tidak dapat mengganggu manusia selama sebulan....
4JJI SWT seolah-olah berkata.... "Setan udah diiket... sekarang tidak ada yang menggoda dan menghalangi kalian untuk mendekat padaKu... maka apakah yang kini menghalangimu...?"

Jadi, ketika masih ada aja kejahatan di bulan Puasa... itu bukan karena yang diiket tuh cuma Jenderal Setan sementara anak buahnya masih keliaran...
MELAINKAN, yang masih bisa berbuat kejahatan selama bulan Ramadhan, itu adalah murid-murid Setan yang baik... mereka yang mampu menyerap ajaran Setan selama 11 bulan yang lalu dan menjadi Setan itu sendiri... istilah kerennya itu THE SATAN'S APPRENTICE... hehehe....

Perhatikan ayat terakhir dari Surat terakhir di Qur'an....
Bahwa yang membisik-bisiki hati manusia menuju kejahatan itu adalah dari golongan JIN dan MANUSIA...
jadi Setan yang berhasil mendidik murid-muridnya, merasa menang ketika mereka diikat, ada yang menggantikan tugas-tugas mereka untuk menyesatkan manusia dari jalan 4JJI SWT...

Jadi... bulan Ramadhan ini adalah Bulan Ujian..
Karena 4JJI SWT akan menilai siapa diri kita sebenarnya....
apakah kita seorang SATAN's APPRENTICE...?
ataukah kita seorang yang Soleh, hanya saja sering tergoda oleh rayuan Setan....?
Ataukah kita seorang yang memang alim baik di bulan Ramadhan, ataupun di luar Ramadhan...??

Bulan Ramadhan ini 4JJI SWT akan melihat siapakah hamba-hambaNya yang sebenarnya tanpa adanya Setan.... apakah ia telah menjadi SETAN itu sendiri dan justru menjadi wakil-wakil setan selama Setan menikmati cutinya sebulan penuh??

Terkadang banyak juga dari kita, sehabis lebaran dan sebelum Ramadhan, nggak ada bedanya... tetap orang yang sama....

Semoga saja Ramadhan kali ini ada yang berbeda...
Seusai Ramadhan kali ini kita bisa menjadi orang yang lebih baik..
layaknya orang yang lulus ujian dan NAIK KELAS...

Dan semakin baik ketika Ramadhan tahun depan menjelang..
semoga saja kita semua disampaikan ke Ramadhan mendatang..
amiiiiiiiiiiiiiin.........

Tuesday, August 31, 2010

Gimana Kalo Ketiduran Ketika Waktu Sholat Subuh

Pas kemaren berdiskusi ama si AyanQ... wah ternyata ketika kesiangan sholat Subuh, doi melewatkan dan akhirnya jadi ga sholat... waduuh sayang banget.... tapi ketika itu QQ blm dapet landasan yang kuat, sehingga, thanks to Om Google, QQ akan mengutip artikel bagus dari Republiktips.co.cc tentang masalah terkait...

Berikut adalah kisah yang ditulis dalam artikel tersebut
:
Dalam hadits riwayat Muslim, dari Anas Bin Malik, Rasulullah bersabda: “Barang siapa tertidur dan meninggalkan sholat, maka hendaklah ia bergegas sholat ketika ingat”. Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah RA.: Bahwasanya Rasulullah SAW ketika kembali dari perperangan khaibar, berjalan pada malam hari bersama para sahabat. Ketika beliau merasakan kantuk, beliau memerintahkan para sahabat untuk berhenti dan beristirahat dan berkata pada bilal “berjaga-jagalah malam ini”, kemudian bilal shalat beberapa rakaat dan berjaga-jaga. Rasulullah SAW tertidur bersama para sahabat.


Dan ketika mendekati waktu fajar, bilal bersandar pada kuda tunggangannya sambil menghadap pada arah fajar. Bilal merasakan kantuk dan akhirnya tertidur pula. Tak satupun dari para sahabat terbangun hingga panas matahari mengenai mereka. Yang pertama kali bangun adalah Rasulullah SAW, terkejut dan berkata pada bilal, “hai bilal”, kemudian bilal menjawab “Telah menimpa padaku seperti yang menimpa padamu ya Rasul” (kantuk).


Kemudian Rasulullah SAW berkata pada para sahabat “Tambatkan tunggangan kalian”, kemudian para sahabat melakukannya. Rasulullah SAW berwudhu dan memerintahkan pada bilal untuk beriqomat, kemudian Rasulullah bersama para sahabat shalat (qadha) berjamaah dan ketika selesai shalat Rasulullah bersabda “Barangsiapa lupa mengerjakan shalat, maka kerjakanlah shalat ketika ia mengingatnya dan sesungguhnya Allah SWT telah berfirman “Dirikanlah shalat untuk mengingat-Ku”.


Jadi inti kisah ini adalah:
-SATU-
Kalo ternyata kita ketiduran pas Sholat Subuh, hendaknya segera kita dirikan ketika kita bangun atau ingat... JANGAN misalnya, kita ketiduran, kebangunnya jam 07.00 pagi.... eh, kita tetep aja ngulet-ngulet dulu... nyantai-nyantai dulu... dan akhinya Subuhnya jadi jam 07.15.... itu mah jadi meragukan lagi, diterima apa kaga tuh Sholatnya.... soalnya khan kata tuh cerita, SEGERA KETIKA INGAT.... jadi begitu melek, langsung ambil wudhu dan dirikanlah Sholat Subuh...

-DUA-
Ketiduran, itu artinya NGGAK SENGAJA TERTIDUR... bukan kegiatan tiap hariiii... kalo tiap hari kesiangan mah itu namanya demen alias sengaja.... jadi hendaklah karena memang nggak sengaja ketiduran... Bayangin aja, Nabi tuh ketiduran karena abis perang.... jadi kalo cuma abis nonton bola terus ketiduran... bandingin aja sendiri... sebanding apa kaga tuh.....??? hahahahaa...

Menurut QQ, sholat itu sama seperti kita membangun sebuah Tiang.... Sholat khan Tiang Agama tuh...
Jadi tiap kali kita Sholat tuh, seolah-olah kita menambahkan satu batu bata ke tiang yang kita dirikan tersebut.... jadi LEBIH BAIK TERLAMBAT DARIPADA TIDAK SAMA SEKALI... ketika kita terlupa, segera kerjakan sholat ketika kita ingat... ketika kita tertidur, segera kerjakan sholat ketika kita bangun...
Karena ketika Tiang Agama yang kita bangun banyak bolongnya, maka Tiang tersebut akan mudah runtuh.... lalu apakah yang akan menopang Agama kita???

Friday, July 16, 2010

Dimensi Gaji

Pastinya ada beberapa diantara orang-orang yang sudah memiliki pekerjaan merasakan bahwa GAJI alias bayaran mereka kayanya jauh di bawah apa yang sudah mereka lakukan, alias Ga cukup tuh gaji buat beban kerja yang ada...

Terutama PNS, lebih terutama lagi PNS-PNS yang belum nyicip rasanya REMUNERASI... jangankan yang belum nyicip, terkadang yang udah nyicip juga ngerasa kayanya masih belum adil.

Ketika yang gajinya kecil, mereka mengeluh, "Nih beban kerjanya berat, tapi gajinya kok cuma segitu...."  atau mereka yang gajinya udah lumayan mengeluh, "Nih kerja rajin ama kerja males dibayarnya kok sama.... "

Kedua-duanya mengarah pada sistem penggajian yang tidak adil...

Negatifnya dari kejadian ini adalah, ketika seseorang merasa tidak puas, mereka mencari sesuatu yang akan menjadi sarana mereka untuk "balas dendam" pada perusahaan atau instansi tempat mereka bekerja. dalam hal ini, salah satunya adalah KORUPSI.

Salah satu alasan pelaku KORUPSI adalah karena kurangnya Gaji atau tidak adilnya pembagian gaji... sehingga ketika ada sumber pendapatan lain yang tidak jelas, mereka akan sangat senang menerimanya.. apalagi kalo yang dikasih dan mereka ga minta.. akan sangat banyak pembenaran yang mereka ciptakan bagi perbuatan tersebut.

Padahal sebenarnya, jika kita memahami DIMENSI GAJI dalam pengartian lebih luas, kita akan mampu untuk merasakan rasa IKHLAS, ketika kita mendapatkan gaji yang kecil atau perlakuan yang tidak adil...

Bagaimana jika, Gaji kita bagi dua dimensinya,
1. Gaji di Dunia
2. Gaji untuk Tabungan di Akhirat...

Ketika perbuatan kita tidak dibayar dengan pantas, dan kita merasa pekerjaan kita sudah teramat baik, maka yang kita harus lakukan adalah meng-ikhlas-kannya.... biarkan kita menerima gaji yang kita terima dan kekurangan yang menurut kita, kita pantas menerimanya, biarlah 4JJI SWT yang membayarnya dan kita jadikan tabungan untuk bekal kita di hari akhir nanti...

KArena intinya, pekerjaan itu harus menjadi bagian dari perbuatan Ibadah kita dan dalam setiap Ibadah yang kita lakukan, kita harus mampu melakukannya dengan penuh keikhlasan... ketika mendapatkan gaji kita bersyukur, namun ketika merasa kurang, kita merasa ikhlas dan yakin bahwa bagian yang kurang itu akan dibayar oleh 4JJI SWT selama kita bisa ikhlas.

Sehingga ketika kita ditawarkan segala macam bentuk penghasilan yang tidak seharusnya kita terima alias GRATIFIKASI... kita akan mampu menolaknya dan merasa bahwa kita telah dibayar cukup untuk melaksanakan pekerjaan ini. tidak ada istilah yang namanya UANG LELAH, UANG CAPEK, dan sejenis itu...

Memang akan sangat susah apabila ternyata penghasilan resmi kita itu sangat kurang untuk memenuhi kebutuhan hidup kita sehari-hari...
maka 4JJI menjawab, "Bukankah bumi 4JJI itu luas dan rejekinya meliputi langit dan bumi..?"

Carilah penghasilan tambahan dari hal-hal yang baik dan halal. Selama kita ikhlas menjalankan hidup ini, pasti akan selalu dijamin rejekinya oleh 4JJI SWT....

Ingatlah... bahwa berputus asa dari Rahmat 4JJI SWT merupakan sebuah dosa....
dan ketika kita berpaling darinya dan mulai menyandarkan diri kita pada penghasilan-penghasilan yang tidak jelas itu.... artinya kita telah berputus asa dari mencari rejeki di jalan yang telah Dia tentukan...

Lihat GAJI kita jangan hanya dari satu dimensi...
lihatnya ia dari sudut pandang yang lebih bijaksana dan semoga kita semua mampu untuk bersabar dalam menerima cobaan....
Dan cukuplah 4JJI SWT sebagai tempat kamu untuk bersandar dan mengharapkan Rejeki..

Thursday, July 15, 2010

Ini Dikasih, Orang Kita Ga Minta Kok

Mengenai hal ini, pastinya banyaaaaak banget perbedaan pendapat masing-masing orang, dan disini QQ akan mengemukakan pendapat yang selalu QQ pegang dan percaya....

Dalam pekerjaan [beberapa dari] kita, terutama yang berhubungan dengan negara alias PNS... Pastinya berhubungan dengan duit xxx alias duit-duit yang ga jelas sumbernya...

bukan dari tipe-tipe korupsi yang terang-terangan, tapi dari sesuatu yang masih dianggap abu-abu karena banyak orang bingung dengan posisi duit xxx tersebut....

Mari kita mulai dengan sebuah kisah dari seorang Khalifah yang sangat bijaksana....
QQ lupa nama khalifahnya itu siapa... tapi ceritanya kurang lebih begini....
Istri khalifah tersebut menerima sebuah perhiasan yang sangat mahal dari seseorang saudagar kaya.... lalu Istri Khalifah tersebut mempertanyakan masalah hadiah tersebut kepada suaminya.
dan suaminya pun berkata, "Jika kamu bukan seorang istri Khalifah, apakah ia akan memberikan perhiasan mahal ini padamu...? maka dari itu hukumnya masih belum jelas, oleh karena itu mari kita tanyakan kepada majelis hukum.."

Begitulah, dalam hidup kita mungkin kita dikaruniai sebuah jabatan atau sebuah pekerjaan yang dengan sangat mudah orang-orang akan memberikan kita hadiah entah itu berhubungan langsung atau tidak dengan pelaksanaan pekerjaan kita...

untuk itu, kita harus sering mempertanyakan pada diri kita sendiri setiap kita menerima sesuatu, "APAKAH HADIAH INI AKAN TETAP KITA TERIMA JIKA KITA TIDAK BERADA DALAM POSISI TERSEBUT...???"

Jika kita hanya seorang biasa, seorang rakyat jelata... apakah orang tersebut masih akan memberikan hadiah tersebut??
Jawabannya akan sangat mungkin tidak....

Misalkan yang nge-trend jaman dulu tuh PARCEL....
Ntar pas seseorang jadi pejabat, parcel datang satu truk... tapi lihat pas dia udah turun jabatan.... apakah parcel-parcel itu masih akan berdatangan???
hmmm... kayanya nggak deh...
Jadi segala sesuatu yang kita terima oleh karena jabatan kita, belum tentu otomatis menjadi milik kita.... dan malahan lebih banyak maksud tersembunyi di baliknya, sehingga lebih baik kita tolak saja.....

Banyak dari kita akan melakukan pembenaran dengan perkataan,
"INI DIKASIH, ORANG KITA GA MINTA KOK"
entah dikarenakan pekerjaan yang telah kita lakukan, seolah-olah kita mendapatkan bonus, dan pekerjaan kita itu perlu dan wajib dibayar... anehnya, kadang seseorang tuh ga sadar, bahwa sebenarnya dia sudah dibayar oleh negara pake GAJI untuk melakukan pekerjaan yang dimana dia merasa pantas mendapatkan bonus tersebut.

Jadi selama kita masih menyandang status PNS, berada di hari kerja dan jam kerja... setiap perbuatan yang kita lakukan, sudah dibayar di awal bulan dengan GAJI.... jadi, kalo masih bilang belum dibayar..... wah.... meng-quote kata bang Rhoma Irama... "TERLALU..."

Sekali lagi mereka mengelak, "INI DIKASIH, ORANG KITA GA MINTA KOK.."
kalo begitu, balasan bagi orang yang baik adalah Surga....
dan balasan bagi mereka yang tidak baik adalah Neraka....
Kemudian nanti di hari akhir ketika kita diberikan Surga, tentu saja kita akan menerima...
khan dikasih....

Tapi ketika kita diberikan NERAKA.... DIKASIH NERAKA.....
bisa ga kita menolaknya????
masih punya muka-kah kita untuk menolak pemberian dari 4JJI SWT tersebut???
sementara alasan yang kita gunakan semasa hidup kita adalah, "INI DIKASIH, ORANG KITA GA MINTA KOK"
sekarang dikasih NERAKA....... bisa ga kita menolaknya???

Maka mulailah menolak bibit-bibit neraka dari semasa hidup kita...
sehingga di hari akhir nanti, ketika kita hendak diberikan NERAKA, kita bisa menolaknya dan malah meminta SURGA......

Well.. sekali lagi... pandangan orang emang beda-beda yaaa....
mungkin QQ masuk ke garis keras... hehehe....
tapi QQ percaya, duit-duit xxx itu pasti akan menimbulkan masalah di suatu hari nanti...
Karena jika kita menafkahi diri kita dan keluarga kita dengan uang yang xxx alias tidak jelas.... pertumbuhan keluarga kita dan diri kita ke depan juga akan menjadi tidak jelas karena sumber uang yang kita gunakan juga tidak jelas....

Yaaaah..... semoga aja sih kita bisa membiasakan diri untuk berkata TIDAK, meskipun kita ga minta...
Dalam hati kita kita sendiri tahu itu tidak benar... namun kita akan selalu mencari pembenaran diri....
Berhati-hatilah dengan Setan yang membisiki ke dalan hati manusia... berwujud Jin dan Manusia.... [Q.S. An-Nass]

Tumbuhkan rasa malu dalam diri kita.....
Malu untuk menerima sesuatu yang bukan hak kita...... 

Tuesday, July 13, 2010

Mengatur Tuhan

Pernah ga sih dalam hidup ini kita merasa seperti mengatur Tuhan... menentukan apa yang kita inginkan dan seolah-olah kita yang menjadi atasan Tuhan, karena ketika keinginan kita itu tidak terlaksana, kemudian kita ngambek, nggak sholat, males beribadah dan mulai bergerak menjauhi-Nya...

Topik ini terbaca oleh QQ di sebuah milist, interesting... maka dari itu QQ tertarik untuk membahas ini di blog QQ...

hmm... jadi, gimana pernah merasa kita mengatur Tuhan....
misalnya gini, kita berdo'a dan meminta, "Ya 4JJI, aku mau ujian nih... moga-moga aja lulus.." selain hanya berdo'a udah juga didukung oleh usaha yang gigih dan giat untuk belajar sebelum-sebelumnya.
Kemudian, ketika saat pengumuman tiba, ternyata kita nggak lulus...
mulai deh teriak-teriak ke langit... terus ngambek ga mau sholat dan menjauh dari 4JJI SWT.

oke, itu kalo emang udah plus usaha ini dan itu....
ada juga mungkin orang yang ga usaha banget, tahu-tahunya minta berdo'a aja supaya lulus, eh pas dia ga lulus, ngamuk-ngamuk sama 4JJI SWT...

ngerasa nggak sih, kayanya kita mengatur sesuatu yang justru seharusnya mengatur kita??
terkadang kita memaksakan kehendak dan menjadi orang yang sok tahu...
Siapakah kita bila dibandingkan dengan Dia yang Maha Mengetahui...

Lalu kemudian, jika berdo'a dianggap mengatur Tuhan, apa fungsinya berdo'a...??
4JJI berfirman, "Berdo'alah kepadaku dan akan kukabulkan"
Berdo'a itu justru diperintahkan, dan dianjurkan...

Tapi berdoa merupakan sebuah permintaan bukan perintah..
Jika kita minta kepada seseorang, lalu ia menolak memberikannya, hal itu adalah sepenuhnya hak dari si yang memiliki tersebut, namanya MEMINTA...
lain kalo kita MEMERINTAHKAN.... kalo nggak dikasih, baru bisa mau ngambek....

Berdo'a pun ada hal-hal pendukungnya...
seseorang ga bisa asal minta aja... enak aja....!!!
ada banyak syarat-syarat yang harus dilengkapi yang QQ ga terlalu hafal kesemuanya, tapi QQ yakin, salah satunya adalah melakukan perintahNya dan menjauhi laranganNya...

Namun, ketika semua persyaratan itu telah dipenuhi... kemudian kita menengadahkan tangan dan meminta... namun olehNya permintaan kita tersebut tidak terkabul...
JANGANLAH NGAMBEK DULUAN.....

Di mata kita mungkin sesuatu yang terjadi itu adalah sesuatu yang baik...
namun sebenarnya itu adalah hal yang buruk di mata 4JJI SWT
Di mata kita mungkin sesuatu yang terjadi itu adalah sesuatu yang buruk...
namun sebenarnya itu adalah hal yang baik di mata 4JJI SWT

Jadi ketika kita meminta dan tidak diberi....
janganlah kita mengambek dan menjauh dariNya...
karena kita tidak mengatur Tuhan....
Dia yang mengatur kita...

dan hebatnya 4JJI SWT itu, kalo Dia mengatur, Dia mengatur dengan pengetahuan yang meliputi langit dan bumi... karena Dia Maha Mengetahui...
yang pengetahuan kita bila dibandingkan dengan pengetahuanNya, hanya setitik air di samudra yang begitu luas.

Jadi bila kita meminta paket A, dan ternyata yang diberikan adalah paket B...
Jangan memaksa mengatur tuhan dengan terus menerus meminta paket A...
Jalankanlah paket B yang diberikan dengan ikhlas, dan yakinlah bahwa Dia Maha Mengetahui dan itu adalah paket terbaik yang dipilihkanNya untuk kita jalani...

Mulailah berdo'a,
"Wahai Rabb yang Maha Mengetahui, sungguh Engkaulah yang Maha Mengetahui apa yang terbaik untukku...
Maka berikanlah padaku apa yang terbaik di mata-Mu....
seandainya ia adalah buruk di mataku, maka berikanlah aku pemahaman dan kesabaran yang luas untuk memahami cara pandang-Mu....
Wahai Rabb yang Maha mengetahui, sungguh pengetahuanMu meliputi langit dan bumi...
Maka jauhkanlah dariku apa yang buruk di mata-Mu....
seandainya ia terlihat baik di mataku, maka berikanlah aku pemahaman dan kesabaran yang luas untuk memahami cara pandang-Mu.....
"

Amiiiin... ya Robbal 'Alamiiiiiiin................
 
Maka berhentilah mengatur-atur Tuhan... biarkan ia yang mengaturmu....
karena Dia adalah Yang Maha Mengetahui....

Saturday, May 22, 2010

Demi Kuda yang Berlari Kencang [Menghajar Korupsi]

Lagi iseng-iseng search di Google pake nama CHRONOV, eh ketemu sebuah post lama yang QQ sendiri ga tahu gimana QQ bisa menulis ini... kayanya ini bener-bener one of my best journal... [GR mode : on] hehehe...

Jadi, pengen QQ re-post aja... Semoga menginspirasikan kita semua....

Bismillahirrahmaanirraahiim.....

1. Demi kuda perang yang berlari kencang dengan terengah-engah,
2. dan kuda yang mencetuskan api dengan pukulan (kuku kakinya),
3. dan kuda yang menyerang dengan tiba-tiba di waktu pagi,
4. maka ia menerbangkan debu,
5. dan menyerbu ke tengah-tengah kumpulan musuh,
6
. sesungguhnya manusia itu sangat ingkar, tidak berterima kasih kepada Tuhannya,
7. dan sesungguhnya manusia itu menyaksikan (sendiri) keingkarannya,
8
. dan sesungguhnya dia sangat bakhil karena cintanya kepada harta,
9. Maka apakah dia tidak mengetahui apabila dibangkitkan apa yang ada di dalam kubur,
10. dan dilahirkan apa yang ada di dalam dada,
11. sesungguhnya Tuhan mereka pada hari itu Maha Mengetahui keadaan mereka.

itulah 11 ayat dari sebuah surat dari Al-Qur'an yang amat Mengagumkan dan amat Agung...
QQ waktu itu pernah mencoba menghafal Juz 'Amma dari belakang...[asli...dasar emang pikun.] jadi itu ngapal-nya itu rada sulit....
Tapi begitu sampe pada surat Al-Adiyat ini....entah kenapa kok QQ ngerasa nih surat itu maknanya dalem banget dah

Dan sampe sekarang inilah yang menjadi inspirasi QQ dalam setiap kali berbuat sesuatu yang QQ anggap bener tapi kayanya orang lain nggak gitu...
seperti yaaa...menolak amplop dll gitu deeh....
intinya...melawan korupsi.....

QQ terinspirasi banget pas baca email yang berkisah soal betapa susahnya perjuangan mempertahankan idealis di jaman kemaren2 itu...ampun dah...segitunya...artinya...sekarang itu ga ada artinya...NOTHING!!!!!!
sekarang itu QQ ngerasa kayanya gampang deh...bila dibandingkan dengan p
erjuangan di email itu...sampe dipanggil dirjen, kepala BPPK...kereeen..subhanallah...semoga 4JJI melindungi hamba-nya yang mulia ini....!

Kembali ke Surat Al-Adiyat tadi.....
disini QQ pengen mencoba menafsirkan surat ini...maaf kalo ada yang salah...
hafalan Al-Qur'an QQ juga ga banyak....QQ juga ga bisa bahasa Arab...tapi QQ mencoba untuk memahami apa yang ingin disampaikan dalam surat ini....

Pertama-tama, kenapa pada 5 ayat pertama dibicarakan soal KUDA...? dan 6
ayat setelahnya mengisahkan MANUSIA YANG INGKAR........???

4JJI pernah berfirman dalam surat Al Furqan ayat 44 "
atau apakah kamu mengira bahwa kebanyakan mereka itu mendengar atau memahami. Mereka itu tidak lain, hanyalah seperti binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat jalannya (dari binatang ternak itu)"

Manusia bisa menjadi lebih rendah dari hewan...bahkan hewan ternak........kenapa...??
karena manusia bisa bertindak sesuatu yang lebih hina....mereka di beri akal pikiran dan mereka diberi Al Qur'an sebagai pembeda....tapi masih saja berbuat yang jahat-jahat....

PAda ayat 1-5 surat al-Adiyat....
1. Demi kuda perang yang berlari kencang dengan terengah-engah,
4JJI bersumpah dengan KUDA yang BERLARI KENCANG DAN TERENGAH-ENGAH...
d
alam Surat lain juga 4JJI pernah bersumpah....demi bulan, demi matahari, semi bumi apabila diguncangkan.....
tapi ini demi KUDA......
apakah yang membuat kuda ini begitu diistemewakan sehingga 4JJI bersumpah dengannya.....padahal ia hanya berlari-lari dan terengah-engah....??

2. dan kuda yang mencetuskan api dengan pukulan (kuku kakinya),
wah..ada apa gerangan nih kuda sampe begitu semangatnya lari sampe berapi2 gitu tapal kudanya......


3. dan kuda yang menyerang dengan tiba-tiba di waktu pagi,
Oohhh...ternyata kuda ini dengan gagah berani menyerang di waktu pagi hari, dimana mungkin orang2 lain lagi pada tidur..mungkin kuda ini sedang di dalam perang..

4. maka ia menerbangkan debu,
Sampe bedebu-debu ketika ia menyergap kedalam gerombolan musuh..

5. dan menyerbu ke tengah-tengah kumpulan musuh,
Oooh...terjawab sudah kenapa kuda ini begitu mulia....dia dengan gagah berani-nya, tanpa takut menyerang kedalam gerombolan musuhnya dan dalam usahanya memperjuangkan pemilik yang sedang menungganginya untuk berjuang di jalan 4JJI..


LALU......pada ayat selanjutnya...
6. sesungguhnya manusia itu sangat ingkar, tidak berterima kasih kepada Tuhannya,
Wah...abis ngomongin kuda tiba2 pindah ke manusia yang ingkar..ada apa gerangan...
disini QQ menurut QQ....4JJI memberikan perbandingan antara manusia dan Kuda...Betapa banyak nikmat yang diberikan kepada manusia....manusia tuh bahkan kerjanya ga perlu ditunggangin...ga perlu jadi penarik kereta....tapi lihat perbuatan manusia...
ingkar banget ga siih..?
korupsi...pemerkosaan...dan lainnya.....


7. dan sesungguhnya manusia itu menyaksikan (sendiri) keingkarannya,
Manusia yang berbuat keingkaran itu sesungguhnya telah menyaksikan sendiri keingkarannya dan akibat dari keingkarannya itu.
Dengan korupsi, negara ga maju-maju, duit banyakan dimakan oleh para pejabat2 dan orang2 yang korupsi itu sendiri.....
Lalu apakah yang membuat manusia tak menghentikan perbuatannya itu...
Sungguh kepada Tuhannya, manusia itu amatlah ingkar....

8. dan sesungguhnya dia sangat bakhil karena cintanya kepada harta,
Melihat uang yang bukan hal kita tergeletak disodorkan oleh seseorang untuk kita, atau pengeluaran yang tidak seharusnya dibuat menjadi wajar....
Karena harta, manusia menjadi teramat bakhil...pelit....kikir....
Mungkin orang2 yang pada berteriak soal anti korupsi, tapi pas disodorkan uang segepok, langsung ikutan korupsi...
ampuuun.........

9. Maka apakah dia tidak mengetahui apabila dibangkitkan apa yang ada di dalam kubur,
Maka kita semua hendaknya ingat, bahwa kita hidup untuk mati....
dulu dosen QQ pernah bilang gini....."Sebelum kita nerima duit2 yang 'ga jelas'
dan duit2 yang bukan hak kita itu...ingatlah...di setiap sen duit itu ntar ada jilatan api neraka-nya...." 

10. dan dilahirkan apa yang ada di dalam dada,
Di akhirat nanti, kita udah ga bisa bohong....duit yang kita kumpulin di dunia dari korupsi itu udah ga manfaat lagi..karena Pengadilan 4JJI anti sogok-an....
Akan terlahirlah semua kebohongan yang pernah dibuat manusia..

11. sesungguhnya Tuhan mereka pada hari itu Maha Mengetahui keadaan mereka.
4JJI mengetahui-nya dan bagi mereka yang berdosa, sudah disiapkan api neraka untuk membalas segala perbuatan mereka.........

KESIMPULAN:
QQ tuh terinspirasi oleh nih Surat tuh kadang andaikata suatu saat..
[kaya pas ditunjuk jadi bendahara] QQ tuh takut...ntar jangan2 QQ yang malah ketarik dalam proses korupsi itu sendiri, QQ malah jadi ikut2an dan idealisme yang QQ punya itu jadi luntur somehow...

Tapi kalo ngebaca awal surat ini, QQ ngerasa malu.....
Kuda aja berani menerjang ke medan perang dan menyerang langsung ke tengah2 musuh....

Maka kenapa QQ takut...?
QQ ingin dimuliakan 4JJI sepeti 4JJI memuliakan kuda yang berani tersebut.....

Karena itulah, tiap kali kita dimutasikan ke suatu tempat...ingatlah...kita harus berani menjadi kuda perang di tempat yang baru itu, yang tiap langkah kita menggetarkan hati orang2 yang berdosa, dan tiap ucapan kita memercikkan api kebenaran.....dan akan mengusir semua musuh2 4JJI......

Kita diberi jabatan itu adalah dari 4JJI...
itu adalah cobaan, 4JJI hendak melihat kiranya kita mampu apa tidak untuk memangku itu jabatan dan amanah yang ada didalamnya......

Tapi jika suatu saat kita dicopot dari jabatan kita itu [bahkan dari PNS] maka percayalah, bahwa 4JJI ingin menjaga kita dari terpengaruh dan terjerumus
kedalam kesesatan....

Bumi 4JJI ini teramat luas untuk kita berputus asa....

Mari....
JAdilah kuda-kuda perang 4JJI dalam usaha memberantas korupsi...
JAngan takut dan gentar ketika kita akan dipindahkan ke tempat yang "BASAH"
Biarlah mereka yang takut dan gentar karena kita akan pindah ke tempat itu dan membuatnya menjadi "KERING"...

Insya 4JJI....
amiiin..........

Sunday, May 2, 2010

Filosofi Beli Baju dengan Hubungan Antara 2 Manusia

Melanjutkan bahasan sebelumnya tentang mengapa PAKAIAN yang menjadi perumpamaan untuk hubungan antara suami dan istri...
Sekarang QQ mau mencoba untuk memperpanjang penafsirannya... mengenai apa hubungannya antara membeli pakaian dengan hubungan antara dua manusia...
Bagaimana kita memilih pakaian, bagaimana kita membelinya, berapa jumlah pakaian yang ingin kita miliki hingga saatnya kita harus membuang pakaian tersebut... dikaitkan dengan bagaimana kita memilih pasangan hidup, bagaimana kita memutuskan untuk menikahinya, berapa jumlah istri kita dan bagaimana nantinya kita akan memutuskan untuk memisahkan diri....

dimulai dari,
Memilih Pakaian Yang Mau Kita Beli
-VS- Memilih Calon Pasangan Hidup

satu hal yang sama diantara keduanya adalah, Kita harus mencari.... dalam memiih pakaian yang mau kita beli, kita tidak bisa berdiam diri saja, kita harus berusaha untuk mencari dan tentunya berdo'a...
Dalam sebuah toko, kita akan melihat banyak sekali pilihan pakaian yang menarik hati...
Ada yang menurut kita bagus, tapi mungkin warnanya kurang cocok, atau kita suka warnanya, tapi motifnya kurang cocok, atau kita sangat suka sekali.. namun harga yang ditawarkan sangat mahal...

Begitu pula dalam memilih pasangan, kita hidup di dunia ini untuk saling mengenal, kemudian kita melihat calon pasangan kita yang hanya manusia biasa itu, memiliki kekurangan yang mungkin kita kurang suka, atau kita suka,tapi dia terlalu tinggi untuk kita gapai...

Ketika kita tidak terlalu tajir... terus kita melihat pakaian yang sangat mahal.. tapi kita sangat menginginkannya... maka salah satu cara untuk mendapatkannya adalah, menabung... Kita mengumpulkan uang sedikit demi sedikit agar uang kita nantinya cukup untuk membeli pakaian tersebut.... Namun kita juga harus sadar diri, Akan ada suatu titik dimana kita harus berhenti untuk terus mengejar pakaian mahal tersebut dan kita cukupkan diri pada pakaian yang terbaik yang mampu kita beli....

Ketika Kita Memutuskan Membeli Pakaian
-vs- Ketika Kita Memutuskan Menikah

Jika kita sudah memutuskan untuk membeli suatu pakaian tertentu, pastinya kita sudah mempertimbangkan semuanya Harga yang akan kita bayar, fitur yang akan kita dapatkan dan bagaimana kecocokan pakaian itu dengan tubuh kita plus bagaimana pakaian itu akan menggambarkan diri kita nantinya.

Begitupun dengan memutuskan menikah, kita harus mempertimbangkannya dengan matang karena kita akan memakai pakaian itu dalam keseharian kita... Istri kita merupakan kebanggaan kita, pelindung, dan pemberi rasa nyaman kita.... kita bisa saja asal beli, mungkin karena sebuah pakaian itu murah.. tapi bila kita menginginkan yang terbaik, maka sebaiknya kita melakukan pertimbangan yang matang.

Ketika Kita Membeli Pakaian Kedua
-vs- Ketika Kita Memutuskan Poligami

Ada beberapa alasan mengapa orang membeli baju baru lagi.... tak perduli sebenernya baju sebelumnya masih bagus, atau baju sebelumnya memang sudah rusak... mungkin karena memang dia MAMPU untuk itu.... kita banyak bersosialisasi di dunia ini... melihat banyak toko, melihat banyak pakaian dari segala motif dan warna.. bisa saja lebih dari satu pakaian yang membauat kita ingin memilikinya... namun rata-rata dari kita, hanya mampu untuk membeli satu pakaian saja... tapi ada beberapa orang yang mereka MAMPU untuk membeli lebih dari satu...

Bayangkan, misalkan pakaian kita tuh udah robek, udah lusuh, udah jelek, pudar... apabila kita tidak mampu untuk membeli pakaian baru, maka tentunya kita akan tetap memakai pakaian yang sama meskipun udah lusuh... Tapi senandainya kita mampu, tentu saja kita akan memilih untuk membeli yang baru... maka hendaklah pakaian yang kita miliki itu di rawat agar selalu tampak baru...

Namun ada juga orang yang sebenarnya mampu untuk memiliki lebih dari satu pakaian... tapi ia memutuskan untuk hanya memiliki satu pakaian saja.. inilah orang yang jarang dan sulit untuk dicari... Ketika ia hanya memiliki satu karena tidak mampu, itu biasa... tapi ia sebenarnya mampu, tapi memilih untuk hanya memiliki satu saja...

Ketika Kita Memutuskan Membuang Pakaian Rusak
-vs- Ketika Kita Memutuskan Cerai

Ada kalanya sebuah baju yang kita miliki itu sudah terlalu rusak untuk kita pertahankan, dan jika kita kenakan terus menerus, justru akanmembuat diri kita semakin tampak buruk. maka ada keputusan yang akan sangat sulit untuk ditempuh, karena tanpanya, kita akan telanjang... Karena inilah Keputusan Cerai merupakan keputusan yang paling dibenci oleh 4JJI SWT, namun halal untuk dilakukan... karena ketika pakaian itu kita putuskan untuk kita lepas, kita menjadi telanjang.... tapi meski telanjang, itu masih lebih baik daripada mempertahankan yang rusak dan memang sudah tak layak dipakai lagi...

Pakaian Diskon dan Pakaian Bermerk
-vs- Wanita Murahan dan Wanita Berkelas

Dan yang terakhir ini adalah Tips aja...
Jadi orang jangan seperti pakaian Diskon.... ketika pertama keluar, mahalnya selangit... tapi lama-lama akhirnya karena ga laku-laku, didiskon hingga 50% + 20% ato bahkan diskon hingga 90%... jadi jika memang kita sadar diri, janganlah menerapkan harga yang terlalu mahal untuk sebuah pakaian...

Jangan sampai, ada orang yang membeli sebuah baju dengan harga yang sangat mahal... tapi ternyata kualitasnya tidak sepadan, sehingga orang akan kecewa, orang yang kecewa akan sangat mudah untuk mencari kembali baju yang baru...

Jika kita memang ingin menjual sebuah pakaian dengan harga yang mahal, maka hendaklah kita lengkapi pakaian itu dengan kualitas yang sepadan dengan harganya.... karena yang akan membeli pakaian mahal, bukan orang biasa dan orang miskin tidak akan pernah mampu membelinya... Jadilah kita semua pakaian yang mahal yang hanya mampu dibeli oleh orang-orang yang pantas untuk membelinya...

dan Blog kali ini kaan ditutup dengan sebuah kutipan Qur'an yang QQ lupa Surat dan ayatnya... tapi kurang lebih artinya kaya gini, "Dan sesungguhnya laki-laki yang baik-baik hanyalah untuk wanita yang baik-baik... dan laki-laki yang jahat hanya untuk wanita yang jahat pula..."

Maka hendaklah kita selalu memperbaiki diri agar kita menjadi orang yang baik, karena 4JJI SWT telah menjamin jodoh yang baik-baik pula, jika kita adalah orang yang baik....