Who Am I? Not Spiderman

My photo
Jakarta Pusat, DKI Jakarta, Indonesia
Rizky Novrianto is just an ordinary human being who try to live his life as extraordinary as it can be. I like to be different. You maybe able to find someone better than me, but You may never find someone like me. I hope common courtesy hasn't die yet. Treat people the way you want to be treated and even more, treat other people the way they want to be treated.

Friday, April 5, 2013

Pelayanan Konsumen 'ala Instansi Pemerintah

Oke, jadi ceritanya hasil penilaian kinerja KPPN Padang ternyata tidak terlalu bagus. Yah, mau apa lagi, protes ga bisa. Lha perasaan pelayanan QQ sih udah baik-baik aja, kecuali masalah keberadaan... wakakakaka....

Jangan-jangan pas petugas penilaiannya datang, pas hari itu juga emang customer yang datang adalah mereka yang emang punya dendam-dendam kesumat terhadap KPPN... hahaha... jadilah jelek semua nilainya.


Mau tak mau, Pelayanan konsumen di Instansi Pemerintah dan di Instansi Swasta, secara alami memang sangat berbeda.

Pertama, masalahnya adalah pola pikir. Kalo kita kerja di swasta, Setiap orang memiliki "dorongan" untuk memberikan layanan prima. Karena kalo pelayanan mereka tidak prima, atasan mereka akan memberikan teguran dan keberadaan mereka di pekerjaan mereka sekarang bisa terancam. Tapi PNS tidak seperti itu. Secara layanan, KPPN merupakan penyedia layanan yang bersifat MONOPOLI. Tidak ada kantor lain yang memberikan layanan sama seperti KPPN. Jadi sebagai 'pengusaha' tunggal, Instansi Pemerintah memiliki dorongan lebih kecil untuk memberikan layanan prima.

Kedua, masalahnya adalah siapa yang butuh siapa? Misalkan bank, Bank butuh konsumen mereka untuk menyimpan dana, tanpa pelayanan konsumen yang baik, nasabah akan pindah ke bank lainnya yang menjadi pesaing mereka.
Tapi kalo ke instansi pemerintah, siapa yang butuh? Jelas konsumen yang datang, merekalah yang butuh akan pelayanan. Misalkan bikin KTP, orang kecamatan tidak memiliki kepentingan untuk melakukan pelayanan prima. Kalo ga mau, pindah aja ke kecamatan lain... (Emangnya mudaaah???)

Oleh karena itulah pelayanan instansi pemerintah tuh selalu (agak) terbelakang. Perhatikan aja meja kerja para Teller atau Customer Service di Bank dan di Instansi Pemerintah. Kalo di bank, biasanya bersih dan hanya ada berkas-berkas terkait urusan yang dilaksanakan.
Coba aja lihat meja QQ... ada hengpon dua, ada dompet, belum lagi kantong hengponnya, belum lagi ada Kabel Hard disk external, belum lagi ada berkas surat yang harus diselesaikan. ribet dan rempong lah pokoknya, wakakaka...

Pernah datang ke kantor Pos Padang, di meja petugas mereka ada tulisan yang salah satunya adalah, "Dilarang meletakkan barang pribadi di meja kerja"
Waaah luar biasa.
Mungkin hal-hal kaya gini yang perlu diterapkan di KPPN padang.
Sebuah peraturan yang tegas dan jelas.

Tapi sekali lagi, mengubah pola pikir adalah yang paling sulit. Toh dengan pelayanan kaya gini, pelanggan tetep aja datang. 
Kayanya emang nih KPPN harus dikelola secara swasta... wakakakkaa....

Tapi kalo QQ rasa, pelayan KPPN Padang yang mendapatkan nilai cukup rendah diantara yang lain ini, masih jauh lebih bagus dari pelayanan yang kita dapatkan di instansi-instansi pemerintah lainnya. Bandingkan aja ama Kantor Polisi, Kejaksaan, Imigrasi, dan jangan buat QQ nyolek itu urusan KTP, KK dan lainnya di Kantor Kecamatan.

Intinya adalah perubahan ini memang dirasa perlu, tapi Pelayanan Konsumen itu bukanlah sesuatu yang kaku. Kita tidak bisa menilai KPPN Padang memiliki kinerja cukup rendah hanya karena 2 atau 3 Satuan Kerja bilang begitu dan kita mengabaikan 300-an satuan kerja lainnya yang mungkin memiliki pujian.

Begitulah manusia, seperti cerita di blog sebelumnya, Kita sering sekali berfokus pada hal-hal negatifnya saja.
Hendaknya penilaian itu dilakukan secara menyeluruh dan sepanjang tahun. Hanya Allah SWT sajalah yang memiliki kemampuan untuk menilai kita dari tempatNya. Manusia jika berada terlalu jauh dari KPPN Padang atau berada di KPPN Padang hanya seminggu atau 2 minggu, tidak memiliki kemampuan yang cukup untuk menilai berapa sesungguhnya kinerja KPPN Padang.

Meski KPPN Padang merupakan instansi Pemerintah, tapi dalam pelayanan, QQ selalu berusaha memberikan pelayanan 'ala Swasta. hehehe....
Yah, semoga saja kalo ada yang mau memberikan penilaian, hendaknya menilailah dengan lebih adil.

You Are Only as STRONG as your WEAKEST

Beberapa hari yang lalu, QQ boleh kedapetan nonton Green Lantern di Fox Movies Premium, tapi bukan di tipi sendiri... hahaha...
Jadi di pilem itu, Ceritanya ada satu Green Lantern yang meninggal dan cincinnya memilih satu orang dari Bumi untuk menggantikan tugasnya sebagai Green Lantern. Kemudian ternyata si orang terpilih ini dianggap lemah oleh si komandan para Green Lantern ini... dan dia mengatakan padanya dengan nada yang menyindir, "WE ARE ONLY AS STRONG AS OUR WEAKEST LINK" atau yaaa... kurang lebih sekitar itulah...

Sebenernya itu kata-kata yang sangat jahat untuk dikatakan oleh seorang pemimpin kepada bawahannya, tapi somehow QQ merasa bahwa kata-kata itu bener banget.
Sebuah tim mau sebagus apapun dia, tapi jika dalam tim tersebut ada orang-orang yang tidak bisa diandalkan, tim itu tidak akan bekerja dengan baik.

Hanya saja, menurut QQ, jahatnya sih Komandan tadi itu adalah, Maksud dia kemudian adalah dengan mendepak si jaringan terlemah tadi. Seharusnya khan ga gitu... Kita harusnya mendidik si lemah tadi supaya menjadi semakin kuat agar seluruh bagian dalam tim kita adalah bagian yang kuat semua. Jangan langsung kita depak dan hanya memilih orang-orang yang sedari awal sudah kuat. Karena dengan begitu, kita tidak akan melakukan regenerasi atas tim kita.

Kemaren juga di kantor dipaparkan mengenai hasil penilaian Kinerja antar KPPN se-Indonesia. Ternyata KPPN Padang sebagai KPPN Tipe A1 Ibukota Propinsi, memiliki kinerja yang cukup rendah.... wakakaka....

Kadang QQ merasa, apa yang kurang dari pelayanan?
Senyum udah, sapa udah, salam udah, ramah udah, malah plus permen pula...
Tapi ternyata apa yang sudah dilakukan oleh satu orang, tidak dapat menutupi kelemahan yang dilakukan banyak orang lainnya.

Jadi, kalo mau ngikutin cara komandan itu sih, alamat banyak banget yang didepak dari nih kantor... wakakaka... (termasuk QQ jangan2.... yuk kita pindah ke Jakarta....)

Jadi dalam hidup kitapun seperti itu. Kita bisa saja merupakan seorang yang pintar. Kita bisa saja seorang yang tampan. tapi ternyata kemudian kita AUTIS... (QQ banget ga siiih??) hahahhaa... 
yah alamat kita terkucil juga dalam pergaulan.

Ibaratnya coba kita ambil selembar kertas HVS A4 putih. Kertas itu berukuran 21 x 29.7 cm. Kemudian kita tanyakan pada orang, "Apakah yang saya pegang...?"
Orang-orang pasti akan menjawab, "KERTAS PUTIH"

Tapi kemudian coba kita ambil spidol merah, kemudian kita buat sebuah titik di tengah-tengah kertas tersebut. Setelah itu, kita tanyakan ke orang, "Apakah yang saya pegang...?"
Mayoritas orang-orang pasti akan menjawab, "TITIK MERAH"

Padahal titik tersebut ukurannya tidak sampai 1cm x 1 cm (kecuali orangnya rabun atau buta warna yaaaa), dan ukuran kertas A4 itu 21 x 29.7 cm... tapi orang-orang lebih suka berfokus pada titik merah yang kecil tersebut.
Bahkan mungkin hanya beberapa orang yang menjawab, "Kertas Putih dengan Titik Merah", orang akan langsung mengatakan itu TITIK MERAH tanpa mengatakan bahwa sesungguhnya itu adalah kertas putih yang diberi titik merah.

Jadi, mau seindah apapun kita. Kita hanya bisa menjadi sekuat bagian terlemah kita. Namun kelemahan itu jangan dijadikan sebagai momok dan segera kita tinggalkan. Seperti Green Lantern dari bumi tadi, ternyata dia membuktikan sebagai bagian terlemah, ternyata dia bisa mengalahkan musuhnya, Parallax.

Jika kita merasakan ada kekurangan dari diri kita, maka segeralah kita perbaiki. agar bagian lemah tersebut bisa menjadi semakin kuat. Namun jangan kita terus menerus berfokus hanya pada bagian kecil tersebut dan melupakan bahwa kita memiliki potensi seluas kertas A4 terhadap titik merah tadi.

We are only as strong as our weakest part, so let's make ourselves even better and stronger through our weakest part empowerment!!!

Big Fish in a Small Pond or Small Fish in a Big Pond...?

Ceritanya niih... QQ khan baru upgrade TV, dari sebelumnya pake LCD sekarang pindah ke LED, plus Cinema 3D dan Smart TV pula... meski nyicilnya 12 bulan... wakakaka....
Dan apakah yang terjadi....??

Dulu kalo nonton Indovision, kelasnya kaya DVD, sekarang di LED gambarnya jadi sekelas VCD.... Padahal tipi-nya sama-sama 32 inch lho... tapi kualitas gambarnya di LED jadi tampak berbeda. 
Kalo dipikir-pikir sih emang rada logis juga... LCD kontrasnya 1:80.000 sedangkan LED 1:3.000.000, jauh bener khaaan? yah QQ sih ga ngerti apa maksudnya itu, tapi pokoknya 3 juta ama 80 ribu, gedean 3 juta... hahaha...

Kemudian QQ pikirkan, dari Indovision, gambarnya ga berubah mungkin kalo di-pixel-kan kelasnya masih 320p. Yang berubah di sini adalah tipi-nya, dari LCD menjadi LED. Ga kebayang lagi gimana kalo tuh QQ beli tipi-nya yang 42 inch ato 80 inch yang diiklankan oleh Ahmad Dhani itu..? makin ancur dah gambarnya.

Sama seperti kita bukan...? Dalam hidup kita, kita terkadang sudah merasa memiliki kemampuan yang cukup, bahkan lebih dari cukup. Kita bekerja di sebuah kantor kecil dan kita sudah merasa sangat mampu dan semua kerjaan di sana menjadi mudah bagi kita. Tiba-tiba kita pindah ke kantor yang lebih besar dan tiba-tiba semuanya menjadi sulit dan perlu kita pelajari dari awal, karena tiba-tiba kemampuan yang tadinya kita miliki, tidak sebesar yang kita duga.

Di kolam yang dulu, kolam itu kecil, sementara kita adalah ikan yang besar.... kemudian kita pindah ke kolam yang lebih besar, tiba-tiba di kolam itu, kita hanyalah ikan yang kecil di kolam yang lebih besar. 
Ukuran kita tidak berubah, Lingkungan kita yang berubah.

Sama kaya pertanyaan klasik jaman dulu yang sering ditanyain ke QQ, "Mending jadi juara 1 kelas terbawah apa jadi juara terakhir di kelas teratas...??"

Kalau kita punya seekor ikan, kita tumbuhkan dia di kolam yang kecil, maka ia akan tumbuh hanya sebesar kolam yang kita buat itu. Jika kita menginginkan si ikan tumbuh lebih besar, sudah menjadi keharusan bagi kita untuk memindahkannya ke kolam yang lebih besar. Karena semakin besar kolam kita, semakin banyak ruang bagi kita untuk terus belajar dan tumbuh menjadi lebih besar.

Namun jangan kaya Indovision, pertumbuhannya lambaaaat banget...
Jaman sekarang TV udah pada LCD dan LED, mereka masih menggunakan format gambar yang sama itu-itu aja. Channel HD-nya cuma 6, bayar pula.... dan banyak syarat dan ketentuannya. 

Kolam kita sekarang semakin besar, sudah saatnya kita beradaptasi dengan kolam yang baru ini. Jangan sampai dulu kita adalah seekor ikan besar di kolam kecil, sekarang kita menjadi ikan kecil karena kolam yang kita tempati lebih besar.

Kalo QQ sih biarin jadi juara terakhir di kelas teratas..
atau jadi ikan kecil di kolam yang besar...
Karena dengan merasa kecil, kita tidak akan berhenti dan berpuas diri. Kita akan selalu berusaha beradaptasi dan memperbaiki diri agar lebih baik dari sebelumnya.
di kolam yang besar ini QQ akan berusaha untuk tumbuh semakin besar sehingga nantinya QQ akan menjadi ikan besar di kolam besar, bahkan nantinya mungkin kolam ini menjadi terlalu kecil karena QQ bisa tumbuh sangat besar sekali.

Yah, tapi hidup kita tak berhenti sampai di situ, kecuali kalo dipanggil ama Tuhan YME yaa.. hehehe...
Hidup kita akan terus berubah, kolam kita akan semakin besar dan jika kita enggan untuk bertumbuh semakin besar. Nasib ikan-ikan kecil adalah menjadi makanan bagi ikan-ikan besar. Kita akan tertindas dalam perubahan yang terjadi dan akhirnya kita akan tertinggal jauh di belakang.

Meskipun QQ bukan pendukung teori Darwin, tapi SURVIVAL OF THE FITTEST adalah sesuatu yang benar, siapa yang bisa beradaptasi paling baik, dialah yang akan selamat.
Kita tidak bisa merubah warna kulit seperti Chameleon, kita juga tidak memiliki selaput di kaki untuk berenang lebih cepat, kita juga tidak memiliki sayap untuk terbang. Tapi dengan akal dan pikiran yang dikaruniakan kepada kita, kita pasti akan mampu bertumbuh untuk menjadi semakin baik dengan cara beradaptasi dengan lingkungan kita.

BE YOURSELF, ONLY BETTER.....!!!!!!!

Thursday, April 4, 2013

Siapakah yang Kau Hardik......???

Ceritanya ini adalah materi Khutbah Sholat Jum'at beberapa minggu yang lalu.
Ceritanya adalah mengisahkan asal mula nama Nabi Nuh. Nuh artinya adalah kurang lebih "Sang Peratap"

Jadi sang Khatib bercerita bahwa, dulu itu awalnya nama Nabi Nuh adalah Abdul Ghofar atau sesuatu yang seperti itulah, agak-agak lupa juga. Kemudian pada suatu hari Abdul Ghofar ini berjalan-jalan dan bertemu dengan seekor anjing yang bermata empat. Kemudian beliau terucap, "Wah Begitu jelek anjing ini..."

Tiba-tiba si anjing yang mendengar ucapan Abdul Ghofar tadi berkata, "Wahai, Manusia... Siapaka yang kau hardik? Ukirannya atau Pengukirnya...?"
Abdul Ghofar terdiam.
Si Anjing kemudian melanjutkan, "Jika kau mencela ukirannya, maka ketahuilan sesungguhnya aku tidak pernah diharapkan untuk dilahirkan seperti ini. Namun jika kau mencela Pengukirnya, maka ketahuilah bahwa Dia tidak memiliki cela sedikitpun"

Yah, kurang lebih gitu deeeeh... ingetan QQ agak jelek...

Kemudian Abdul Ghofar yang tersentak oleh perkataan sang Anjing menjadi bersedih dan terus meratap, karena itulah beliau dinamakan Nuh atau Sang Peratap.

Cobalah cerita ini kita bawa ke keseharian kita.
Terkadang dalam keluhan kita terhadap hidup ini, kita tanpa sadar mencela sesuatu. Siapakah yang sesungguhnya kita cela?? Ukirannya atau Pengukirnya??

Di siang hari yang panas, kita kemudian berucap, "Duh Mataharinya jahat bener nih siang ini...?
Siapakah yang jahat? apakah matahari memiliki kehendak?? Ataukan kita menuduh Allah SWT sebagai yang menciptakan matahari adalah Zat yang jahat???

QQ sendiri terkadang sering berkata, "Wah hujannya lagi labil nih." kalo hujannya kadang deres, terus reda, terus tiba-tiba deres lagi...
dan QQ sendiri jadi tersadar, Siapa yang sesungguhnya QQ katakan LABIL...??
Astaghfirullahaladziim..

Semua dalam dunia yang kita tinggali ini adalah ciptaan Allah. Jika kita menghina salah satu ciptaannya, maka sesungguhnya siapa yang kita hina?

Misalkan kita adalah seorang ibu rumah tangga.
Setiap hari dengan sabar dan telaten, kita menyediakan makan pagi, makan siang dan makan malam untuk keluarga tercinta kita.
Namun ternyata apa yang kita dapat? 
Setiap kali makan, sang Bapak berkata, "Wah nasinya keras yaaa..."
Sang anak kemudian berkata, "Sayur Sop-nya kayanya keasinan nih..."
Apakah yang akan kita rasakan sebagai pembuat masakan tersebut?

Bayangkan jika itu terjadi setiap hari dan terus menerus berulang, Kita sebagai sang Ibu pasti akan merasakan bahwa suami dan anak kita adalah orang-orang yang tidak bersyukur. Karena kerjaan mereka cuma mengeluh dan mengeluh. Setiap hari ada saja keluhan yang berbeda.

Siapa yang sesungguhnya kita hardik ketika kita mencela Angin yang berhembus terlalu kencang??
Siapa yang sesungguhnya ktia hardik ketika kita mencela teman-teman kita karena kekurangan mereka??

Allah menciptakan segala sesuatunya dengan keadaan yang sempurna. Kita sebagai penikmat ciptaanNya harus senantiasa bersyukur dan bila memang kita merasa kesal karena sesuatu, janganlah menghardik Ukiran ataupun Pengukirnya. Tapi lakukanlah sesuatu untuk memperbaiki apa yang menurut kita tidak baik tersebut.

Setiap penciptaan akan sesuatu, pasti memiliki makna dan tujuannya masing-masing. Semoga saja kita semua bisa mengurangi setiap perbuatan kita yang salah karena telah mencela Allah SWT, melalui celaan-celaan kita terhadap ciptaanNya.

Harus Berbeda.....!!!!!!

Ceritanya ini adalah materi Khutbah Sholat Jum'at beberapa minggu yang lalu.
Ceritanya adalah mengisahkan asal mula nama Nabi Nuh. Nuh artinya adalah kurang lebih "Sang Peratap"

Jadi sang Khatib bercerita bahwa, dulu itu awalnya nama Nabi Nuh adalah Abdul Ghofar atau sesuatu yang seperti itulah, agak-agak lupa juga. Kemudian pada suatu hari Abdul Ghofar ini berjalan-jalan dan bertemu dengan seekor anjing yang bermata empat. Kemudian beliau terucap, "Wah Begitu jelek anjing ini..."

Tiba-tiba si anjing yang mendengar ucapan Abdul Ghofar tadi berkata, "Wahai, Manusia... Siapaka yang kau hardik? Ukirannya atau Pengukirnya...?"
Abdul Ghofar terdiam.
Si Anjing kemudian melanjutkan, "Jika kau mencela ukirannya, maka ketahuilan sesungguhnya aku tidak pernah diharapkan untuk dilahirkan seperti ini. Namun jika kau mencela Pengukirnya, maka ketahuilah bahwa Dia tidak memiliki cela sedikitpun"

Yah, kurang lebih gitu deeeeh... ingetan QQ agak jelek...

Kemudian Abdul Ghofar yang tersentak oleh perkataan sang Anjing menjadi bersedih dan terus meratap, karena itulah beliau dinamakan Nuh atau Sang Peratap.

Cobalah cerita ini kita bawa ke keseharian kita.
Terkadang dalam keluhan kita terhadap hidup ini, kita tanpa sadar mencela sesuatu. Siapakah yang sesungguhnya kita cela?? Ukirannya atau Pengukirnya??

Di siang hari yang panas, kita kemudian berucap, "Duh Mataharinya jahat bener nih siang ini...?
Siapakah yang jahat? apakah matahari memiliki kehendak?? Ataukan kita menuduh Allah SWT sebagai yang menciptakan matahari adalah Zat yang jahat???

QQ sendiri terkadang sering berkata, "Wah hujannya lagi labil nih." kalo hujannya kadang deres, terus reda, terus tiba-tiba deres lagi...
dan QQ sendiri jadi tersadar, Siapa yang sesungguhnya QQ katakan LABIL...??
Astaghfirullahaladziim..

Semua dalam dunia yang kita tinggali ini adalah ciptaan Allah. Jika kita menghina salah satu ciptaannya, maka sesungguhnya siapa yang kita hina?

Misalkan kita adalah seorang ibu rumah tangga.
Setiap hari dengan sabar dan telaten, kita menyediakan makan pagi, makan siang dan makan malam untuk keluarga tercinta kita.
Namun ternyata apa yang kita dapat? 
Setiap kali makan, sang Bapak berkata, "Wah nasinya keras yaaa..."
Sang anak kemudian berkata, "Sayur Sop-nya kayanya keasinan nih..."
Apakah yang akan kita rasakan sebagai pembuat masakan tersebut?

Bayangkan jika itu terjadi setiap hari dan terus menerus berulang, Kita sebagai sang Ibu pasti akan merasakan bahwa suami dan anak kita adalah orang-orang yang tidak bersyukur. Karena kerjaan mereka cuma mengeluh dan mengeluh. Setiap hari ada saja keluhan yang berbeda.

Siapa yang sesungguhnya kita hardik ketika kita mencela Angin yang berhembus terlalu kencang??
Siapa yang sesungguhnya ktia hardik ketika kita mencela teman-teman kita karena kekurangan mereka??

Allah menciptakan segala sesuatunya dengan keadaan yang sempurna. Kita sebagai penikmat ciptaanNya harus senantiasa bersyukur dan bila memang kita merasa kesal karena sesuatu, janganlah menghardik Ukiran ataupun Pengukirnya. Tapi lakukanlah sesuatu untuk memperbaiki apa yang menurut kita tidak baik tersebut.

Setiap penciptaan akan sesuatu, pasti memiliki makna dan tujuannya masing-masing. Semoga saja kita semua bisa mengurangi setiap perbuatan kita yang salah karena telah mencela Allah SWT, melalui celaan-celaan kita terhadap ciptaanNya.

Wednesday, April 3, 2013

Hal-hal Kecil yang Bisa Membuat Kita Lebih Baik

Pernah ga kita memikirkan....
Berapakah harga dari sebuah senyuman?
Berapakah harga dari sebuah keramahan?
Berapakah harga dari sapaan?

Kita tidak perlu keluar uang banyak untuk membuat sebuah senyuman, menjadi orang yang ramah dan mulai menyapa dengan hati...
Tapi, nilai yang bisa kita dapatkan dari hal-hal di atas itu, akan sangat luar buasa.

Bayangkan jika kita memasuki sebuah toko, kemudian ketika kita butuh bantuan dalam mencari barang, eh kita didatangi oleh seorang petugas dengan muka cemberut, terus menjawab seadanya dan dengan nada yang ketus... Apa yang akan terjadi?? kayanya sih besok-besok belum terntu kita akan mendatangi toko itu lagi,

Sebagai pemilik toko, apa yang akan kita lakukan?

Sekarang, persaingan dalan dunia usaha sudah tak lagi mengenai harga dan kualitas. Karena semua orang sudah tahu, "Ada harga, ada barang" jadi kita sudah susah bersaing dari sergi harga. Kita sekarang bersaing dari sesuatu yang sebenarnya intangible atau tak berwujud, namun memiliki nilai yang luar biasa.

Kita bisa psang harga murah, barang berkualitas... tapi kalo pelanggan kita udah terlampau kesal terhadap pelayanan kita, maka akan ada toko lain yang menawarkan harga dan kualitas yang sama dengan pelayanan yang lebih ramah yang akan merebut pelanggan kita. 

Padahal berapakah uang yang harus kita keluarkan untuk sebuah senyuman?
kayanya nol rupiah.
Tapi pelanggan yang bisa kita tarik dengan senyuman kita, bisa jutaan rupiah nilainya.

Tak hanya sebatas senyuman.
Misalkan kita punya sebuah restoran, kemudian kita niatnya berhemat dengan mengurangi tissue, memberikan biaya extra untuk air minum, tambah sambal kena biaya juga. Mungkin apa yang kita lakukan itu bisa menghemat pengeluaran kita. Tapi dengan dampak apa? Pengeluaran kita hemat, pelanggan kita juga makin sedikit.

Dulu pas kuliah ada pelajaran mengenai Produk yang berupa barang dan berupa jasa. Digambarkan dalam sebuah garis lurus. Di sisi kiri adalah Produk yang 100% barang dan di sisi kanan adalah produk yang 100% jasa dan diantara keduanya adalah Produk HYBRID atau yang memadukan barang dan jasa.

Kalo QQ pikir, sekarang tuh udah ga ada Produk yang 100% barang atau 100% jasa. Kalo kita berjualan jasa, pasti mau tak mau ada brang yang terlibat di sana. Misalnya Tukang pijet, maka disana akan terlibat barang seperti Minyak pijat dan alat-alat lainnya. Atau jika kita berjualan barang, misalkan jugal Produk pangan, maka pasti saja akan ada jasa yang terlibat di sana, baik itu berupa pelayanan dari kita sebagai penjual atau pelayanan kalo ada yang komplain.

Hal-hal kecil inilah yang tak berwujud, tapi akan mampu membuat kita lebih baik dalam persaingan dunia usaha yang semakin ketat ini.
Jangan takut mengorbankan sedikir tenaga dan dana untuk memberikan servis extra pada pelanggan kita, karena pelanggan yang bahagia adalah pelanggan yang akan kembali pada kita lagi dan lagi. Dengan demikian, kita akan bisa menjadi pesaing tangguh yang tak mudah tersingkir dalam dunia apapun yang kita geluti.

Tuesday, April 2, 2013

Pesta di Tengah Jalan

Kalo jalan-jalan keliling kota Padang di hari-hari Sabtu, Minggu dan Hari Libur lainnya, dapat dipastikan kita akan bisa menemukan ada orang yang lagi pesta pernikahan dan pestanya itu tidak jarang memakan hingga separuh jalan dan mengakibatkan kemacetan atau bahkan yang lebih parah, kita jadi terpaksa menempuh jalan memutar dikarenakan jalan ditutup sepenuhnya karena ada pesta tersebut.

Perasaan QQ dan setahu QQ sih, orang mengadakan pesta di rumah, sewa tenda... itu biasanya karena sewa gedung terlalu mahal. Tapi QQ belum benar-benar memahami filosofi pesta di rumah ala Minang ini. Kenapa harus pesta di rumah?? apakah memang sewa gedung di Padang ini mahal banget atau emang ga ada gedung yang bisa disewa buat kawinan??

Dulu ada yang pernah bilang, yang menurut QQ agak aneh siih, "Pesta di rumah sendiri tuh merupakan suatu kebanggaan tersendiri bagi orang Minang..."
MASA SIIIIIIIIIIIIIH..........????

Okelah, mungkin dengan berpesta di rumah sendiri kita bisa jadi bekerja sama ama tetangga dalam hal masak memasak, kemudian kebersamaan jadi terjalin lebih erat. EEeeeeh... emangnya di gedung kudu sewa katering?? boleh juga kali kalo mau masak sendiri dan menjadil kebersamaan semakin erat...

Masalah siap-siap tenda, kayanya malah justru lebih repot karena kalo di gedung, biasanya tenda sudah disiapkan dan tinggal dipasang.

Masalahnya adalah, kadang misalkan pestanya hari Sabtu... Nanti jalanan tuh udah ditutup sejak hari Jum'at bahkan Kamis karena proses persiapan tersebut dan jalan akan tetap tertutup hingga hari Minggu karena proses pembongkaran tenda belum selesai.
Stress khan???

Jadi alasan dan filosofi sebenarnya dari pesta di rumah ini, QQ sendiri belum paham...

Nah sekarang konsekuensinya adalah....
Orang mau pesta pernikahan tentu yang diharapkan adalah berkah dan restu dari para tamu. Apakah yang pesta tersebut pernah memikirkan apakah yang akan diberikan oleh orang asing yang kebetulan sering lewat jalan tersebut kemudian sangat terganggu dengan penutupan jalan tersebut???
Tentu saja amarah dan rasa benci....
Bayangkan jika ada puluhan, bayangkan jika ada ratusan atau ribuan???

Apakah ini yang kita harapkan pada hari pernikahan kita??
Amarah dan Rasa benci dari orang-orang???
Tapi ga tahu juga yaaa...
apa QQ doang yang ngerasa begini....
hahahaha...

Perasaan tiap kali jalan, trus ada pesta... udah berisik, bikin macet, apalagi sampe nutup jalan... duh bikin stress dan rasanya langasung reflek keucap, "Ga ada tempat lain apa untuk pesta???"
Masalahnya itu adalah terkadang ini bukan hanya di jalan-jalan kampung, tapi di jalan raya (yah, kelas jalan raya di Padang yaaa....)...
Bikin rusuh urusan aja.... Lagi siang-siang, panas-panas.... eh ada yang pesta, jalanan macet... Yang jelas nih yang kawin kaga dapet berkah dari QQ...
Diundang makan juga kaga....

Hahahaha......
ada yang nyeletuk pasti niiih.... "Oooh.... karena ga diundang makan...." hahahahahaha
Tapi beneran, Semoga aja ini jadi bahan pertimbangan bagi mereka yang akan melaksanakan hajatan Pesta Penikahan..... carilah gedung.... jangan mempersulit orang lain. Karena jangan sampai di hari pernikahan kita, kita malah mendapatkan hujatan dan makian dari orang-orang.

Monday, April 1, 2013

Moral Anak Muda Masa Kini

Kalo dipikir sekali lagi, dengan membaca judul tersebut, kok QQ tiba-tiba jadi ngerasa tua yaa....
Yah, anggaplan bukan orang tua yang mengajarkan anaknya. Tapi emang karena QQ masih 'anak muda' jadi dari sesama Anak Muda ke Anak Muda lainnya.

Pernah ga kita lagi jalan-jalan di pinggir danau atau pantai misalnya, trus ada sekeluarga lagi piknik. Ayah, Ibu dan dua anak (KB banget daaah...). Mereka buka bekal cemilan-cemilan, kemudian makan siang dengan nasi bungkus. Kadang kalo kita terus perhatiin sampe mereka selesai hingga mereka pergi, terkadang banyak keluiarga yang membereskan tikar mereka, barang-barang mereka, namun mereka tidak membereskan sampah sisa mereka piknik tadi.

Padahal disana ada Ayah dan Ibunya yang seharusnya memberikan contoh.
Atau apakah memang peranan orang tua sebagai pemberi contoh sudah pudar??

Malah yang kadang lebih miris lagi, kalo ada kelompok piknik anak sekolah, bersama guru-guru mereka. Eh malah kadang Guru mereka yang justru meninggalkan sampah sembarangan. Memang bener dulu pernah ada yang bilang kalo Indonesia itu krisisnya ga cuma krisis ekonomi doang, tapi krisis Panutan.

Kalo orang tua membuang sampah sembarangan, kalo Guru membuang sampah sembarangan. Apa kabar Anak-anak kita di masa yang akan datang???

Ibarat kata pepatah, "Guru kencing berdiri, Murid kencing berlari.."
Bayangkan, guru sudah kencing berdiri (asumsi : Pak Guru yaaaaaa...), Muridnya masih kencing berlari...
Lha apa kabar kalo gurunya aja kencing berlari??? Muridnya??? kencing sambil manjat tebing??
Ato Kencing sambil Koprol terus bilang waw gitu???

Jalan-jalan ke tempat wisata di Indonesia tuh selalu aja QQ ngerasa kaya gitu.
Jalan ke Sungai, nanti ada aja bungkus nasi yang nyangkut di bebatuan. Gelas-gelas plastik dan botol-botolnya memenuhi pasir pantai. Plastik-plastik kemasan makanan ringan bertebaran dimana-mana. Sedih.

Dan satu lagi, CORET CORET tembok...
Ceritanya QQ jalan-jalan nih ke tempat wisata yang masih terhitung baru lah yaaa.... (ato QQ aja yang baru tahu... wakakaka...)
Namanya The Great Wall of Koto Gadang alias Janjang Koto Gadang di Bukit tinggi, Sumatera Barat.
Ini adalah tangga yang mendaki bukit di Ngarai Sianok yang menghubungkan dua kecamatan di Kota BukitTinggi. 

Dinamakan The Great Wall karena desainnya yang sedikit banyak agak dimiri-miripin ama Tembok Besar di Cina sana gitu. Dan emang mirip siiih, meski dalam skala kecil aja... hehehe...

Tapi kemudian, yang bikin miris....
Ga tahan banget tangan Anak-Anak muda Bangsa Indonesia ini untuk menahan diri dari melakukan coret-coret. Meninggalkan nama Sekolah, Meninggalkan nama Geng, Nama pribadi, menulis kata-kata yang ga jelas. Dan dari tulisan yang tertinggal itu, mayorotas adalah SMP xxx, SMA xxx. yaaah.... intinya adalah GENERASI MUDA.

Kasihan bener sih??
Inikah gambaran generasi Muda Indonesia saat ini??
Buang sampahnya sembarangan??
Coret-coret di tempat wisata??

Yah, tak menepis juga sih, masih banyak Generasi Muda kita yang perduli pada lingkungan. Tapi herannya, yang tertonjolkan tuh malah yang ini...

Dulu ada pelajaran namanya PMP, Pendidikan Moral dan Pancasila. Kemudian diganti menjadi PPKN, Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan. Ga tahu deh sekarang jadi apa lagi tuh mata pelajaran.
Tapi yang jelas, kemanakah PENDIDIKAN MORAL-nya?? apakah benar-benar telah terhapus dari dunia pendidikan kita??

Apakah Anak-anak kita sudah tidak diajari lagi mengenai pentingnya buang sampah pada tempatnya? Apakah Coret tembok merupakan cara mengekspresikan diri yang tepat??

DIMANAKAH PERANAN ORANG TUA DAN GURU???
Sebuah pertanyaan retorikal, tapi anehnya kayanya meskipun banyak yang bisa menjawabnya, tetap saja permasalahan ini tak kunjung ada solusinya.
Semoga saja ada yang membaca tulisan ini dan merubah cara hidup mereka.    #NGAREP               

Thursday, March 28, 2013

Customer Service di Padang

Tulisan ini tidak memiliki niatan untuk menyinggung pihak manapun, tapi ini hanyalah sebuah ungkapan hati yang gedeg dan kesel.

Dari beberapa kota yang pernah QQ tempati atau kunjungi. Palembang, Sibolga, Medan, Jogja, Jakarta, Solo, Manado, Padang merupakan kota yang menurut QQ Customer Service alias pelayanan konsumennya paling parah.

Kota ini yang konon mendahulukan adat, adat minang dan membanggakan keramah tamahannya, Tapi cobalah anda bertandang ke minimarket-minimarket yang banyak tersebar di kota ini. Bandingkan dengan Indomaret, Alfamaret dan sejenisnya di kota lain. Anda akan disambut dengan ucapan selamat datang, petugas yang ramah dan suasana yang menyenangkan. Tapi di Padang, anda masuk ya masuk saja, anda bayar petugasnya lebih sering cemberut daripada senyum, anda ajak bicara petugas kasirnya, balasannya ketus.

oke.... Mungkin ini adalah sebuah minimarket kecil yaa... mungkin ga ada pendidikan customer service untuk mereka. Coba kita beranjak ke Supermarket seperti Robinson di Plaza Andalas atau Food Mart di BAsko Grand Mall. Tidak jauh beda. Malah pernah beberapa kali QQ dapetin petugasnya sambil maen HP dan sambil ngobrol entah sama asisten kasirnya atau sama kasir sebelahnya. Apalagi di Food Mart tuh, ada tulisan Jika Kasir tidak memberikan Senyum, dan Menawarkan Donasi maka anda dapat sesuatu gitu, lupa apaan. Kayanya lain kali perlu QQ konfrontir banget deh. Secara males banget sebenernya untuk melakukan konfrontasi. Tapi kadang nih orang-orang ga belajar kalo ga dikerasin.

Terlepas dari itu, QQ tetap menyampaikan pujian untuk petugas-petugas di Jco, apalagi Pizza Hut yang keramahannya masih sama kaya di Jakarta. Meskipun kadang dapet putugas yang lagi datang bulan kali yaaa.... ampun dah juteknya... bahkan sampe lupa pesanan kita pula...
#PengenBacok

Tapi satu hal yang pengen QQ sorotin di sini adalah layanan Pertamina.
Pertamina yang mengusung PASTI PAS, kemudian ada 3S, Senyum Sapa Salam, kemudian ada yang ditunjukkan angka nol. Apa emang sudah nasional ya berubah dan itu udah ga berlaku lagi??

Atau jangan-jangan cuma di Padang doang. 
Cobalah isi BBM di pom bensin padang yang berlogo Pasti Pas atau yang tidak. Boro-boro kita mau ditunjukin "Kita mulai dari angka nol ya Pak.."
Kita datang, udah ngantri panas-panas, trus mbak-mbaknya cuma bilang, "Isi berapa?"
trus kita bilang, "Isi 40ribu"
Mbak-mbaknya langsung aja nyolokin tuh selang ke lobang dan ngitung duit sambil sesekali ngebenerin selangnya.

Dimanakah senyum, dimanakan sapa, dimanakah Salamnya???
dan dimankah "Kita mulai dari nol ya Pak..."

Kalo aja nih ada perusahaan lain yang jual BBM selain pertamina di PAdang ini, dengan harga yang sama, Pasti QQ udah pindah.

Terkadang, QQ mikir... di Padang ini, semua perusahaan tuh udah kaya monopoli aja.
Food Mart cuma 1, Robinson cuma 1, Saingan???? ga ada...
Mana ada Carrefour, mana ada Giant, mana ada Hypermart, mana ada Indomaret, Alfamart...
Jadi kalopun mereka tidak memiliki pelayanan konsumen yang baik, konsumen memang tidak memiliki pilihan lain lagi.

Satu hal yang sebenernya masih QQ pertanyakan sampe sekarang.
Bangsa-bangsa Carrefour, Giant, Hypermart, Indomaret, Alfamart, Lottemart, itu kenapa ya pada ga bisa masuk Padang......???
Apakah karena mereka ga mau berinvestasi di Padang??
Tapi di Palembang, Jambi, (ga tahu Bengkulu dan Bangka Belitung yaa..) semuanya kayanya paling ga, ada Carrefour deh.
Apakah ini yang so called proteksi terhadap bisnis lokal???? karena dikhawatirkan perusahaan raksasa tersebut akan memangsa pebisnis lokal???

Tanyakan sekali lagi pada diri kita.....
Kalo kita punya borok, koreng atau bekas luka dan itu malah tidak cantik dan buruk... apakah itu yang akan kita pertahankan???

Bila memang kita ingin meng-empower bisnis lokal, maka hendaklah mereka itu diajarkan bagaimana customer service yang baik. Jadi jangan sampai, kota yang begitu teguhnya menggenggam adat budaya, tapi begitu di-praktekkan di bisnis... yah, coba alami sendiri dulu...

Seriuslah, Padang butuh membenahi customer service-nya...!!!!

Wednesday, March 27, 2013

Pengajar oh Pengajar....

Kalo dipikir-pikir sih sebenernya apa sih kemampuan QQ tuh buat berdiri di depan dan memberikan suatu materi untuk diajarkan...? 
Baru juga genap setahun di Seksi ini, eh udah langsung aja naik panggung dan cuap-cuap mengenai suatu materi.

Dulu bisa mengerti masalah Laporan Pertanggungjawaban Bendahara, bukan karena dulu pernah bikin atau pernah ikut diklat terkait masalah itu, tapi karena terpaksa harus mengajar masalah LPJ di Diklat Kementerian Agama. Bisa Rekonsiliasi dan Laporan Keuangan, juga karena terpaksa harus mengajar.

Dulu pas awal-awal ngajar, modalnya cuma songong... Percaya Diri dadakan aja, seolah-olah kita emang paham dan udah mempelajarinya selama ribuan tahun. Padahal baru juga kemaren-kemaren... hahaha...

Kemaren dan Hari ini QQ lagi-lagi mendapatkan kepercayaan untuk menjadi narasumber dalam materi Perdirjen Perbendaharaan No.55 tentang Penyusunan Laporan Keuangan gitu deeeh... Materi yang sebenernya bisa dibilang baru, dan QQ juga bukan masternya, tapi karena suatu dan lain hal, akhirnya QQ yang maju.

Kalo dipikir-pikir sih sebenernya kalo kenal sama QQ pas jaman baheula dulu.... QQ tuh paling ga bisa ngomong di depan orang, lepas lagi ngajarin orang. Tapi kayanya sih QQ udah lumayan tumbuh yaa.. hehehe..
Udah mulai bisa mengendalikan sedikit demi sedikit, tapi kadang QQ masih merasa bahwa intonasi, kecepatan bicara dan kelancaran pengucapan QQ masih jauh dari sempurna. 

Yah, apapun kata orang dan apapun itu, kalo emang QQ diminta maju, QQ sih siap-siap aja...
Banyak hal yang bisa dipetik dari mengajar di depan kelas.
Kita memiliki sebuah peluang untuk menyampaikan idealisme kita kepada seisi ruangan. Orang-orang tersebut mendengarkan apa yang kita ucapkan (kalo nggak tidur, hahahaha...). Apa yang kita inginkan, bisa kita sampaikan. Kita bisa membuat perubahan dari depan kelas tersebut. Ini adalah sebuah peluang yang kadang QQ pikir, selalu QQ inginkan. MEMBUAT PERUBAHAN.

Namun ternyata QQ baru menyadari satu hal yang QQ ga suka dari menjadi seorang pengajar. Kalo materinya ga sesuai dengan hati alias, kita paham... tapi rasanya tuh ini emang bukan sesuatu yang kita ahli di dalamnya. Ketika kita mengajar materi yang sama untuk dua gelombang peserta. Kok QQ ngerasa aneh ya....??

Rasanya tuh aneh QQ mengulang materi yang sama lagi dan lagi.
Jadi ga kebayang bagaimana perasaan seorang guru yang mengajar di 6 kelas. Selama seminggu doi harus mengulang materi yang sama di 6 kelas yang berbeda. Apalagi Dosen yang mungkin mengajar di kelas berbeda dan universitas berbeda.
Ga kebayang betapa anehnya.

Sehingga untuk mengatasi hal tersebut, QQ sering menyampaikannya dengan cara yang berbeda. Walau emang kadang itu terkesan tidak adil bagi para peserta. Tapi QQ harus membuat sesuatu yang berbeda untuk periode yang berbeda.

Yang makin aneh lagi tuh rasanya kalo di ruangan itu ada orang yang kemaren juga mendengarkan QQ menyampaikan materi yang sama...
Yah, atau munkin ini karena QQ masih belum terbiasa aja sehubungan dengan hal ini. jadi masih terasa canggung dan aneh.

Mungkin suatu saat nanti QQ akan bisa menghilangkan perasaan ini dan just go with the flow of the show. 
Tapi yang jelas, saat ini QQ kayanya merasa emang pengajar itu bukan cita-cita QQ. QQ lebih kepada seorang pendengar, bukan pembicara.
Namun dalam hidup ini QQ percaya bahwa kita harus lebih dari seorang hanya dengan satu kemampuan. QQ tentu saja akan senantiasa mencoba untuk menjadi lebih baik dari segi pengetahuan dan menjadi lebih baik dalam segi penyampaian.

Karena QQ selalu berpikir, orang pintar tuh ada dua, Dia bisa saja pintar untuk dirinya sendiri, ketika dia menyampaikan sesuatu, orang lain belum tentu mengerti karena dia tidak memiliki kepintaran dalam hal menyampaikan materi.
QQ ingin menjadi tipe orang pintar kedua. Dia pintar secara pribadinya dan ketika ia menyampaikan sesuatu, bahkan anak TK juga jadi mengerti.

Mungkin QQ emang perlu mendalami lebih jauh prinsip ilmu komunikasi "YOU VIEWPOINT" atau sudut pandang pendengar. Seorang pembicara harus bisa memahami dan berbicara dengan bahasa si Pendengar. Ini adalah sesuatu yang masih QQ pelajari dengan sembari berjalannya waktu dan kesempatan.

Jika ada tugas untuk menjadi pengajar lagi, ini adalah kesempatan bagi QQ untuk memperbaiki teknik pengajaran yang QQ punya dan semoga saja nanti kedepannya akan menjadi lebih baik dan lebih terasah.